Namanya Disebut dari atas Awan

Keterangan

Tatkala ada seseorang tengah berdiri di padang lepas, dirinya mendengar ada suara yang ditujukan kepada gumpalan awan: Wahai awan, Hujani kebunnya si Fulan!.

Download
Kirim komentar untuk Webmaster

Deskripsi terperinci

    Namanya Disebut dari atas Awan

    ] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي

    Abu Ishaq al-Huwaini al-Atsari

    Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah

    Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

    2013 - 1434

    من القصص النبوي: الرجل الذي ذكر اسمه في سحابة

    « باللغة الإندونيسية »

    أبو اسحاق الحويني الأثري

    ترجمة: عارف هداية الله

    مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو

    2013 - 1434

    ORANG YANG DISEBUT NAMANYA DIATAS AWAN

    Di riwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulallahu Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

    "Tatkala ada seseorang tengah berdiri di padang lepas, dirinya mendengar ada suara yang ditujukan kepada gumpalan awan: "Wahai awan, Hujani kebunnya si Fulan!.

    Maka dengan cepatnya awan tersebut bergulung-gulung mengumpulkan airnya di terik mentari. Ketika sudah terkumpul air dari lingkaran awan tersebut, turunlah hujan dengan derasnya mengguyur kebun itu.

    Sedangkan di sebuah kebun, ada seorang petani yang sedang berdiri, sembari mengusap keringat yang membasahi tubuhnya. Maka orang tadi yang mendengar suara dari awan bertanya pada petani tersebut: "Wahai hamba Allah! Siapa gerangan namamu? Petani tersebut menjawab: "Fulan". Sesuai dengan nama yang di dengarnya dari awan tadi. Petani tersebut balik bertanya: "Mengapa Anda menanyakan namaku? Ia menjawab: "Sesungguhnya saya mendengar suara yang ada di antara gumpalan awan yang membawa air hujan ini. Suara itu menyuruh: "Wahai awan, hujani kebunnya fulan, dan ternyata itu namamu. Apa gerangan yang Anda kerjakan? Tanya orang tersebut penuh harapan.

    Adapun jika benar apa yang kamu ucapkan, sesungguhnya saya selalu memperhatikan dari setiap panen yang keluar dari kebunku ini, maka saya sedekahkahkan sepertiganya, lalu sepertiganya lagi saya makan bersama keluarga saya, dan sisanya yang sepertiga saya gunakan untuk membiayai kebunku ini, jawab sang petani.

    Hadits ini shahih, di riwayatkan oleh Imam Muslim dan Ahmad.

    Kategori ilmiyah:

    Tanggapan anda