Kategori ilmiyah

  • PDF

    Makalah ini membahas tentang salah satu akhlak salafus shalih, yaitu tidak suka terhadap ketenaran. Dalam makalah ini diceritakan bagaimana para salaf lebih suka tidak dikenal di tengah masyarakat dan hidup sebagaimana manusia biasa seperti yang kita dapatkan dalam cerita Abdullah bin Mubarak rahimahullah ketika berdesakan mengambil air karena di tempat itu tidak ada orang yang mengenalnya, dan ia sangat menyukai kondisi seperti itu. Dan juga diceritakan bagaimana imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah terlihat sedih ketika mendapat pujian dari seseorang. Lalu, bagaimana dengan kita?

  • PDF

    Makalah ini membahas tentang salah satu akhlak salafus shalih, yaitu zuhud terhadap dunia. Diceritakan dalam makalah ini tentang sikap zuhud dari para sahabat seperti Abu Ubaidah Amir bin Jarrah, Mu’adz bin Jabal, Abdullah bin Mas’ud dan para sahabat lainnya radhiyallahu ‘anhum. Juga sikap zuhud dari generasi salaf dari kalangan tabi’in dan tabi’it tabi’in, serta orang orang shalih sesudah mereka. Semua merupakan cermin dan panutan bagi kita semua dalam mengarungi bahtera kehidupan dunia yang penuh dengan cobaan dan tantangan.

  • PDF

    Makalah ini menceritakan tentang salah satu akhlak salafus shalih, yaitu khawatir dan takut ada sifat ‘ujub dalam hati. Dalam makalah ini diceritakan ungkapan-ungkapan mereka yang terkait dengan salah satu penyakit hati, yaitu sifat ‘ujub. Semua itu bersumber dari kekhawatiran mereka dari penyakit ini yang berakibat bisa menggugurkan amal ibadah yang sudah dilakukan. Hendaknya ungkapan dari para salaf ini menjadi cermin bagi kita semua agar berhati-hati dari penyakit ‘ujub ini.

  • PDF

    Penyakit yang satu ini adalah porosnya kerusakan dalam beragama. Tidak ada penyelewengan dalam tatanan cara beragama melainkan karena gara-gara mengikuti hawa nafsu ini. Untuk mengetahui seberapa besar bahayanya, dalam risalah ini dijelaskan secara singkat, namun, padat isinya….

  • PDF

    Diantara sekian banyak sifat tercela yang di peringatkan oleh agama kita ialah lalai. Sebuah sifat yang mudah menempel pada tiap insan, dan agar kita bisa mencegah sifat tercela ini. Risalah ringkas ini diterangkan tips yang bisa menjauhi sifat lalai tersebut….

  • MP3

    Ceramah yang disampaikan tentang oleh Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al Badr dalam kunjungan beliau ke masjid Istiqlal Jakarta tentang sebab-sebab kebahagiaan dan bagaimana cara menggapainya, karena kebahagiaan adalah kebutuhan setiap manusia, kemudian beliau menjelaskan sebab-sebab untuk mendapatkan kebahagiaan diantaranya: dzikir kepada Allah dan beriman kepada-Nya, karena tidak mungkin bisa digapai tanpa keduanya …..

  • PDF

    Risalah singkat yang menjelaskan bahwa sifat seorang manusia akan dapat berubah-ubah, begitu pula dengan hati. Hati dapat menjadi keras dan lunak. Dalam artikel berikut ini digambarkan betapa hinanya hati yang keras, karena hati yang keras akan menghalangi si empunya dalam mendapak kan petunjuk dari Allah Shubhanahu wa a’alla di artikel berikut juga di jelaskan tentang beberapa sebab hati menjadi keras serta cara mencegah agar terhindar dari hati yang keras…

  • PDF

    Penulis : Fadhl Ilahi Dzahir

    Salah satu kunci sebab-sebab di turunkan nya rizqi oleh Allah Shubhanahu wa ta’alla adalah istighfar dan taubat. Namun istighfar di sini bukan hanya di lisan akan tetapi harus di ikuti dengan perbuatan serta hati. Begitu pula dengan taubat harus di lakukan dengan sebenar-benarny. Dalam artikel berikut di sebutkan pula beberapa firman Allah Shubhanahu wa ta’alla tentang kedua hal tersebut diatas.

  • PDF

    Banyak nya harta dan besarnya penghasilan sering di identikan dengan gaya hidup seseorang. Hal ini tentunya dapat menjadi fitnah yang besar bagi hamba, terlebih lagi karena sifat manusia yang tidak pernah merasa cukup. Hal tersebut tentulah sangat mungkin menimpa umat jika tidak di bentengi dengan keimanan yang kokoh. Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah secara memperingat kan akan bahaya besarnya fitnah harta dan kedudukan duniawi dalam merusak agama dan keimanan seseorang.

  • PDF

    Ketika kita diuji oleh Allah dengan suatu penyakit ternyata didalamnya terkandung hikmah yang sangat agung, salah satunya ialah sakit yang kita derita bisa sebagai penghapus dosa dan kesalahan, atau sebagai pengangkat derajat diakhirat kelak. Dan dalam risalah ini dijelaskan adab-adab bagi orang yang sedang ditimpa musibah, bagaimana seharusnya menyikapi musibah tersebut dan lain sebagainya……

  • Penyakit Sombong Indonesia

    PDF

    Tidak ada penyakit yang lebih berbahaya kecuali penyakit sombong, angkuh dan merendahkan orang lain. Ingat kisah iblis laknatullah, dirinya enggan memenuhi perintah Allah juga gara-gara sombong. Maka siapa saja yang masih punya penyakit akut ini, lekas membaca risalah ini, guna secepatnya untuk bisa mengobati….

  • PDF

    Bersegera dalam memenuhi seruan Allahh Shubhanahu wa ta’alla dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat lah dianjurkan dalam islam sebagaimana yang tertera dalam firman Allah dan Sabda Nabi. Karena dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul –Nya dapat menghidupkan hati dan jiwa serta menjaga keimanan dalam hati. Jika kita tidak bersegera memenuhi seruan Allah Shubhananahu wa ta’alla dapat berakibat buruk yang mana Allah Shubhanahu wa ta’alla bisa memaliingkan hati kita.

  • DOC

    Khutbah jum’at yang berjudul balasan sesuai amal ini di bahas tentang balasan bagi kaum muslimin terhadap amalan nya. Diantara nya di sebutkan jika kaum muslimin meringankan beban saudaranya niscaya kelak di akhirat akan di balas oleh Allah Shubhanahu wa ta’alla akan dimudahkan jalannya dan sebaliknya jika seseorang berbuat maksiat maka di akhirat kelak akan dibalas dengan kesempitan dan kesulitan….

  • PDF

    Kisah berdasarkan hadits Rasulallah Shalallahu ’alaihi wa sallam tentang seseorang yang merasa bahagia karena menemukan perbekalannya ketika perjalanan dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mengkiaskan kebahagiaan Allah dengan taubatnya seorang hamba melebihi kebahagiaan orang tersebut….

  • PDF

    Apa faktor yang mendatangkan keteguhan dalam beragama? Terutama di sekitar saya banyak sekali fitnah syahwat dan subhat. Setiap kali saya berjalan di jalan, saya mendengar musik. Di rumahku juga. Juga terdengar oleh kita suara musik dari jalan. Dan fitnah yang banyak lainnya. Saya memohon kepada anda mendoakan diriku agar dapat konsisten dan mendapatkan hidayah.

  • PDF

    Saya punya teman umurnya 43 tahun, bersuami dan mempunyai 3 anak. Bekerja di Bank riba selama 20 tahun. Pada tahun terakhir –alhamdulillah- Allah memberikan hidayah kepadanya dengan merasa penerimaan penuh bahwa pekerjaannya ini diharamkan agama. Karena di dalamnya berinteraksi dengan riba. Serta membantu menyebarkannya. Kemudian dia telah mengambil keputusan untuk meninggallkan (pekerjaannya). Akan tetapi urusannya tidak semudah yang disangka. Ada perlawanan kuat dari keluarganya, penolakan pertama dari suaminya. Berusaha dengan keras untuk melarangnya sampai masalah dengan ancaman cerai kalau dia tetap bersikeras pada sikapnya. Dia tidak menginginkan meninggalkan pekerjaannya. Karena dia memberikan saham –sekitar- separuh dari gajinya untuk keperluan rumah tangga. Yang menambah penolaknnya –dalam prespektifnya- bahwa dia berdalih bahwa pekerjaannya dapat kesempatan asuransi kesehatan yang tidak memungkinkan di dapatkan disela-sela pekerjaannya (bekerja selama 15 tahun dengan akad setiap tahun diperbaharui. Dia memberitahukan bahwa mungkin (suaminya) akan menerimanya karena dia akan mendapatkan hasilnya, dan Allah yang akan memberikan asuransi karena segala sesuatu ada di TanganNa. Akan tetapi tidak ada faedahnya. Disisi lain, orng tuanya menambah masalah dengan memberikan pilihan antara keredoan dan kemarahannya kalau meninggalkan pekerjaan. Dia berkata kepadanya, ‘Anda memungkinkan untuk meninggalkan pekerjaan tapi dengan syarat, sebelumnya anda mendapatkan pekerjaan lain. Kami lihat ini adalah syarat yang dapat melemahkan. Dikarenakan dua sebab. Pertama,problematika masalah umur, karena umurnya sudah 43 tahun. Kedua, maraknya masalah pengangguran di Negara kami. Dimana disana sangat sulit mendapatkan pekerjaan lain. Sebagaimana dia melakukan negosiasi kepada saudaranya agar tidak membantunya dari sisi materi atau maknawi. Perlu diketahui bahwa keluarganya termasuk komitmen dengan ajaran Islam. Akan tetapi pekerjaan dia yang menjadi titik permasalahan. Dia sekarang kebingungan, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suaminya memberitahukan bahwa Allah subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan istri taat kepada suaminya. Dan ini adalah termasuk keinginan terbesar yang diraihnya dari apapun juga. Dan orang tuanya yang mengancam kalau tidak mentaatinya, dia akan marah di dunia dan akhirat. Padahal berbakti kepada kedua orang tua merupakan prilaku yang dia ingin lakukan dari segala. Dan dia harus menjaga pekerjaannya karena itu termasuk masa depannya. Kalau ditinggalkan mungkin akan lewat kondisi sulit ini. Kami mohon nasehat, dan memberikan jalan yang benar serta mohon penjelasan dari perkataan suami serta ayahandanya dari anda.

  • PDF

    Yo tomé un préstamo de un banco durante circunstancias difíciles, porque quería preparar un departamento para casarme. No hubo nada lujoso en este departamento en absoluto, es un departamento muy simple. Yo soy un profesor y mi salario es transferido al banco, y me deducen una suma de dinero de él cada mes durante cinco años, hasta que termine de pagar el préstamo. Han pasado dos años y medio, y he decidido ir al banco y detener este préstamo, porque siento que algo que me está sucediendo es causado por este préstamo. Pero encontré que el monto que yo debía pagar es más de lo que puedo afrontar. Además de eso, quise hacer la peregrinación menor (‘umrah) este año con mi familia. ¿Es permisible que viaje a realizar la ‘umrah, con la esperanza de que Allah alivie a mi hijo enfermo y entonces pueda volver a detener este préstamo el próximo Noviembre, si Dios quiere, o qué debería hacer?

  • PDF

    Sampai kapan Allah memaafkan hambaNya yang berdosa, kalau bertaubat dan beristigfar dari dosanya dan kembali melakukan dosa yang sama sekali lagi. Kemudian kembali (bertaubat), beristigfar dan berdosa setelah beberapa waktu dengan dosa yang sama dan begitulah. Maksud saya, apakah Allah Ta’al megampuninya atau hal itu termasuk tidak jujur kepada Allah Ta’la. Apalagi kalau kembali lagi berbuat dosa dalam selang waktu sebentar akan tetapi dia tidak meninggalkan istigfar?

  • PDF

    Apa pandangan Islam dalam menggunakan obat? Apakah penggunannya menyalahi tawakal kepada Allah?

  • PDF

    Bagaimana cara kita menggabungkan ungkapan kita ‘Kalau seorang muslim (imannya) tidak bertambah, maka dia akan berkurang’ dengan ungkapan bahwa ’ Seorang muslim kadang mengalama futur (malas) dalam ketaatan.’ Apakah malas termasuk maksiat? Kalau dia meninggal dunia dalam kondisi malas, apakah termasuk seperti orang yang bersungguh-sungguh beramal, namun mengakhiri hidupnya dalam keadaan buruk (su’ul khatimah)?

Tanggapan anda