INGIN MEMAKAI CELAK PADA HARI JUM’AH, AKAN TETAPI KEDUA ORANG TUANYA MELARANGNYA HAL ITU

Keterangan

Kedua orang tuaku melarangku memakai celak di kedua mataku pada hari Jum’ah. Padahal saya sangat menjaga ingin memakai celak pada hari Jum’ah karena hal itu termasuk petunjuk Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Saya tidak tahu apa yang (selayaknya) saya lakukan. Apakah mentaati kedua orang tuaku atau mengedepankan menerapkan sunnah?

Download
Kirim komentar untuk Webmaster

Deskripsi terperinci

    INGIN MEMAKAI CELAK PADA HARI JUM’AH, AKAN TETAPI KEDUA ORANG TUANYA MELARANGNYA HAL ITU

    يريد أن يكتحل يوم الجمعة ، وأبواه يمنعانه من ذلك

    [ Indonesia - Indonesian - إندونيسي ]

    Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid

    محمد صالح المنجد

    Penterjemah: www.islamqa.info

    Pengaturan: www.islamhouse.com

    ترجمة: موقع الإسلام سؤال وجواب
    تنسيق: موقع islamhouse

    2013 - 1434

    INGIN MEMAKAI CELAK PADA HARI JUM’AH, AKAN TETAPI KEDUA ORANG TUANYA MELARANGNYA HAL ITU

    Kedua orang tuaku melarangku memakai celak di kedua mataku pada hari Jum’ah. Padahal saya sangat menjaga ingin memakai celak pada hari Jum’ah karena hal itu termasuk petunjuk Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Saya tidak tahu apa yang (selayaknya) saya lakukan. Apakah mentaati kedua orang tuaku atau mengedepankan menerapkan sunnah?

    alhamdulillah

    Bukan merupakan sunnah menggunakan celak pada hari Jum’ah.bukan merupakan petunjuk Nabi sallallahu’alaihi wa sallam menggunakan celak khusus pada hari Jum’ah. Sesungguhnya yang ada dalam sunnah bahwa Nabi sallallahu’alaihi wa sallam menganjurkan memakai celak untuk manfaat mata, tanpa mengikat hari tertentu, tidak Jum’ah dan tidak juga lainnya. Silahkan merujuk soal jawab no. 132208.

    Penggunaan celak bagi lelaki sebagai hiasan adalah masalah yang tidak dapat diterima pada kebanyakan masyarakat. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah tidak memberikan jawaban (tawaquf) dalam memperbolehkannya, hal itu telah ada di soal jawab yang disebutkan tadi. Terkadang berdampak negatif terhadap prilakunya ini, yaitu berburuk sangka kepada pelakunya. Atau orang-orang melihatnya dengan pandangan pengingkaran. Dan tidak sepatutnya seorang muslim menaruh dirinya pada tempat yang orang berburuk sangka kepadanya. Kalau digabungkan hal itu dengan ketidak sukaan kedua orang tua akan hal itu, maka seyogyanya mentaati keduanya. Karena hal itu sebagai bentuk penjagaan keduanya kepada anaknya dan menjauhi segala sesuatu yang menjerumus untuk menyakitinya.

    Wallahu’alam .

    Sumber-sumber, Referensi:

    www.islamqa.com

    Kategori ilmiyah:

    Tanggapan anda