Keterangan

Bagaimana cara kita menggabungkan ungkapan kita ‘Kalau seorang muslim (imannya) tidak bertambah, maka dia akan berkurang’ dengan ungkapan bahwa ’ Seorang muslim kadang mengalama futur (malas) dalam ketaatan.’ Apakah malas termasuk maksiat? Kalau dia meninggal dunia dalam kondisi malas, apakah termasuk seperti orang yang bersungguh-sungguh beramal, namun mengakhiri hidupnya dalam keadaan buruk (su’ul khatimah)?

Tanggapan anda