Keterangan

"Allahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman alaa sayyidini Muhammadin allazi tanhallu bihil uqad, wa tatafarraju bihil kurab, wa tuqdha bihil hawaaij, wa tunaalu bihirraghaaib, wa husna khawatim wa yustasqal ghamamu biwajhihil karim wa alaa aalihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafsin."
(Ya Allah, semoga shalawat dan salam yang sempurna terlimpah kepada Sayyidina Muhammad yang dengannya kesulitan akan terurai, bencana akan hilang, kebutuhan akan terpenuhi, keinginan akan tercapai, akan mendapat akhir yang baik, awan diharapkan menurunkan hujan, dengan wajahnya yang mulia. Juga shalawat untuk keluarganya dan para shahabatnya dalam setiap desah dan nafas."
Apa yang disebutkan di atas dikenal sebagai shalawat Nariyah. Di India, dibaca sebanyak 4444 kali apabila sedang terjadi bencana. Di baca di salah satu rumah dengan mendatangkan sejumlah santri dan kepala sekolahnya.
1- Apa makna kalimat di atas?
2- Orang-orang berkata, jika kalimat kalimat ini tidak mengandung syirik, maka tidak mengapa terus membacanya, karena tidak berbahaya dan dia termasuk zikir yang dapat mengingatkan kepada Allah dan dengannya kita dapat menambahkan doa untuk mendekatkan diri kepada Allah serta menjauhkan kita dari berbagai bencana.
3- Apa hukum membaca maulid, apakah ada problem jika dibaca secara rutin oleh siswa sekolah atau imam masjid?

Tanggapan anda