Doa Bersama Setelah Shalat Taraweh

Keterangan

Saya ingin bertanya tentang shalat Taraweh, antara perkara sunnah yang shahih dan bid’ah yang diada-adakan, serta doa bersama setelah Taraweh?

Download
Kirim komentar untuk Webmaster

Deskripsi terperinci

    Doa Bersama Setelah Shalat Taraweh

    الدعاء الجماعي بعد صلاة التراويح

    [ Indonesia - Indonesian - إندونيسي ]

    Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid

    محمد صالح المنجد

    Penterjemah: www.islamqa.info

    Pengaturan: www.islamhouse.com

    ترجمة: موقع الإسلام سؤال وجواب
    تنسيق: موقع islamhouse

    2013 - 1434

    Doa Bersama Setelah Shalat Taraweh

    Saya ingin bertanya tentang shalat Taraweh, antara perkara sunnah yang shahih dan bid’ah yang diada-adakan, serta doa bersama setelah Taraweh?

    Alhamdulillah.

    Berkaitan dengan bagian pertama, silahkan merujuk pada pembahasan shalat Taraweh dan Lailatul Qadar dalam website ini.

    Adapun doa bersama setelah shalat Taraweh, ini adalah bid’ah. Dan sungguh Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersdabda: “Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka (amalan itu) tertolak.” (HR. Muslim, 3243)

    Yang ada dari Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam setelah shalat Taraweh adalah ucapan:

    سُبْحَانَ الْمَلِكُ الْقُدًُّوس

    "Mensucikan kepada Raja yang Maha suci”

    Sebanyak tiga kali, dan dikeraskan pada bacaan ketiga. (HR. Ahmad, 14929. Abu Dawud, 1430. Nasa’i, 1699)

    Dari Ubay bin Ka’b radhiallahu’anhu berkata:

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ : سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ، وَرَفَعَ بِهَا صَوْتَهُ (صححه الألباني في صحيح النسائي، رقم 1653)

    “Biasanya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat witir membaca sabbihisma rabbikal a’ala (surat Al-A’la) dan qul ya ayyuhal kafirun (Al-Kafirun) dan qul huwallahu ahad (Al-Ikhlas). Setelah salam beliau membaca: subhanal malikil quddus (mensucikan kepada Raja yang Maha suci). subhanal malikil quddus. subhanal malikil quddus dan pada bacaan tersebut (ketiga) beliau mengeraskan suaranya." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih An-Nasa’i, no. 1653)

    Lagi pula, dalam shalat witir Imam memanjatkan doa qunut dan orang-orang shalat di belakangnya akan mengamininya, sebagaimana dilaksanakan oleh Ubay bin Ka’b radhiallahu’anhu saat menjadi imam shalat Taraweh pada masa Umar radhiallahu’anhu. Hal ini sudah cukup (sebagai doa) daripada membuat amalan bid’ah ini.

    Sungguh benar ungkapan seseorang:

    Seluruh kebaikan adalah mengikuti ulama salaf

    dan semua keburukan adalah bid’ah kaum di kemudian hari

    Wallahu ‘alam.