MEMBENTENGI DIRI DENGAN DO'A ()

 

|

 MEMBENTENGI DIRI DENGAN DO'A

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, pujianku semata bagi-Nya, Dia adalah Tuhan-ku, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Dia, Kepada-Nyalah aku berserah diri dan kembali. Semoga Allah mencurahkan kesejahteraan-Nya kepada hamba dan Rasul-Nya Muhammad, para keluarga serta para shahabat beliau.

          Aku telah membaca risalah yang telah disusun oleh saudara Abdullah bin Abdurrahman Al-Sadhan tentang bacaan-bacaan zikir yang bermanfaat untuk membentengi diri dari kejahatan dan bahaya, beliau telah memilih bacaan-bacaan yang mudah dan pendek yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah-Sunnah yang shahih, dibarengi dengan penjelasan tentang pengaruh positif yang ditimbulkannya berdasarkan pada hadits-hadits yang shahih dan masyhur, beliau menegaskan bahwa bacaan zikir ini sangat efektif berdasarkan pada pengalaman yang berulang-ulang dan berkali-kali serta manfaatnya yang nyata. Pengaruh positif zikir ini tampak jelas di mata, sebab ia adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dan pengalaman para shahabat dan para pengikut beliau.

          Oleh karena itulah, kami menganjurkan kepada setiap muslim yang ingin konsisten dengan ketaatan kepada Tuhan-nya dan menginginkan keselamatan bagi diri dan saudara-saudaranya untuk memamfaatkan bacaan-bacaan zikir tersebut. Kami menasehati bagi setiap muslim baik pribadi atau kelompok untuk membentengi diri dengannya, meyakini kebenarannya sehingga Allah Ta'ala menyelamatkan mereka dari keburukan, menjaga mereka dari segala kejahatan jin, serangan ain dari seseorang dan para tukang sihir serta pemantu-pembantu mereka.  Bencana telah membengkak, orang yang tertimpa bertambah banyak, sementara setan secara leluasa mempermainkan seorang muslim sehingga sulit mengatasinya disebabkan sikap mereka yang meremehkan wirid-wirid dan do'a-do'a karena kesibukan mereka dengan hal yang sia-sia dan bathil serta kecenderungan mereka pada gambar dan nyanyian; akhirnya syetan menguasai mereka dan menjadikan mereka sebagai penolongnya yang nyata, kita berdo'a semoga Allah menjaga dan memelihara kita, serta melindungi kita dari kejahatan diri dan godaan setan. Salam sejahtera semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para shahabat beliau.

 P e n d a h u l u a n

          Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan petunjuk kepada-Nya, kami berlindung kepad Allah dari kejahatan diri dan keburukan prilaku kami, barangsiapa yang diberi petunjuk tiada seorangpun yang mampu menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan tiada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, dan kepada kerabat serta shahabat beliau.

          Beberapa  teman telah memintaku untuk menulis sebuah buku tentang bacaan-bacaan zikir yang tidak panjang sampai membosankan, atau terlalu ringkas hingga kurang (sempurna), selain itu, para ulama telah menulis banyak kitab-kitab tentang berbagai bacaan zikir dan panjang karena dilengkapi dengan sanad-sanadnya serta penulisannya yang berulang-ulang, akhirnya, melemahkan semangat membaca bagi mereka yang membutuhkannya.

          Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersada: "Apabila aku memerintahkan kamu untuk melakukan sesuatu maka datangkanlah perbuatan tersebut sebatas kemampuannmu"[1]

Syekh Imam Abu Amru bin Shalah rahimahullah ditanya tentang standar agar seorang muslim termasuk dalam kategori orang-orang yang banyak meyebut Allah baik laki-laki atau perempuan, beliau menjawab: "Apabila seseorang membaca secara kontinyu wirid-wirid yang shahih pada waktu pagi dan petang, dalam semua waktu dan kondisi, baik siang atau malamnya, maka ia termasuk golongan orang yang banyak berzikir kepada Allah baik laki-laki atau perempuan. Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr radhiallahu anhu bahawa seorang lelaki bertanya: Sesunguhnya syari'at Islam ini terlalu banyak bagiku, maka tunjukkanlah kepadaku sebuah perbuatan yang selalu aku kerjakan" Rasulullah bersabda: "Lisanmu senantiasa basah karena berzikir kepada Allah"[2] Tidak diragukan lagi, bahwa berzikir yang sedikit dan dikerjakan secara berkesinambungan lebih baik dari berzikir yang banyak, namun tidak berkesinambungan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik amal ibadah adalah amal yang berkesinambungan sekalipun sedikit"[3]

          Pada buku kecil ini mengetengahkan tentang wirid-wirid harian, terbatas pada wirid-wirid yang berdasarkan pada hadits shahih dan pengaruh positifnya berdasar pada pengalaman yang berulang-ulang. Demi Allah (aku bersumpah dengan nama Allah dan tidak menggugurkan sumpah tersebut) barangsiapa yang mengerjakan dan menjaganya[4] maka ia akan aman dalam diri dan keluarganya[5], anak dan hartanya dari tipu daya setan, bencana zaman serta Allah akan menjaga dan memliharanya.

          Aku mohon kepada Allah agar Dia memberikan pertolonganNya kepadaku, dan mempermudah apa yang menjadi tujuan penulisan buku kecil ini, yaitu sebagai dasar yang kuat bagi mereka yang ingin membentengi diri. Shalawat dan salam kepada Nabi Muahammad.

Ditulis pada 1/9/1422H.

 Beberapa Wirid Yang Berfungsi Sebagai Benteng Penjaga

1

Ucapan: بِسْــمِ اللهِ "Dengan menyebut nama Allah"

Dibaca pada setiap akan memulai perkara yang penting

 Manfaat yang Didapatkan

 -Terhidar dari setan untuk makan dan bermalam bersamanya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْـتَهُ فَذَكَر َاللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيْتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ, وَإِذَا دَخَلَ وَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ قاَلَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ اْلمَـبِيْتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ اْلمَبِيْتَ وَاْلعَشَاءَ

"Apabila seorang lelaki memasuki rumahnya lalu menyebut nama Allah baik saat memasuki rumah atau saat makannya, maka setan akan berkata: "Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam" Apabila ia masuk lalu tidak menyebut nama Allah saat memasuki rumahnya, setan akan berkata: "Kalian mendapatkan tempat untuk bermalam" Dan apabila ia tidak menyebut nama Allah saat akan makan, maka setan berkata: "Kalian telah mendapat tempat menginap dan makan malam"[6]

 -Sempurnanya keberkahan di dalam perkara tersebut.

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan banyak riwyat:

"كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ بِبِسْمِ اللهِ (وَفِي رِوَايَةٍ بِذِكْرِ اللهِ) فَـهُوَ أٌَقْـطَعُ, (وَفِي رِوَايَةٍ فَـهُوَ أَبْتَرُ"

"Setip perkara yang tidak dimuali dengan " بِسْمِ اللهِ " dalam riwayat yang lain disebutkan dengan menyebut nama Allah maka perkara tersebut menjadi terputus, dalam riwayat yang lain: "maka perkara tersebut menjadi kurang berkah"[7]

 -Terhindar dan terjaga dari tipu daya setan:

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

سِتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيـُنِ اْلجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُوْلَ: بِسْمِ اللهِ

"Dinding (yang menghalangi) antara pandangan jin dan aurat anak Adam saat dia memasuki kamar kecil adalah ucapan:   بِسْمِ اللهِ

 Sebuah Pengalaman

Ketika Khalid bin Walid radhiallahu anhu singgah pada sebuah tempat yang bernama Al-Hirah, para shahabatnya mengingatkannya: "Hati-hatilah terhadap racun, jangan sampai orang-orang ajam memberikan kalian minum" maka ia menjawab: "Berikanlah minuman tersebut kepadaku", lalu ia mengambilnya dan berkata:

 " بِسْمِ اللهِ" kemudian ia meminumnya tanpa ditimpa oleh mudharat apapun.[8]

 Catatan Penting

Penjelasan di atas menujukkan tentang keutamaan dan keberkahan membaca bismillah, oleh karenanya, seyogyanya bagi setiap muslim untuk membiasakan lisannya dengan ucapan tersebut pada setiap perkaranya dan pada setaip kondisi agar Allah memberkahi amalanya serta membentenginya dari godaan setan.

2

Membaca Ayat Kursi

اَللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ اْلقَـيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فيِ اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ  وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَئٍ  مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ  وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَـؤُوْدُهُ حِفْظُـهُمَا وَهُوَ اْلعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

"Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya); tidak mengantuk dan tidur. Kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan di bumi. Tiada yang memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengethaui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehedaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar" QS. Al-Baqarah: 255

ADibaca satu kali pada waktu pagi, satu kali pada waktu sore, satu kali pada saat tidur dan setelah menunaikan shalat wajib.

 Manfaat yang Didapatkan

 -Penjagaan para malaikat pada waktu malam:

Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkanku untuk menjaga zakat pada bulan Ramadhan lalu datanglah seseorang dan mengambilnya sebagai makanan…." dan di akhir hadits tersebut setan tersebut berkata: "Apabila engkau menuju tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi, sebab (dengan membacanya) akan senantiasa bersamamu malaikat (utusan) Allah yang menjagamu, dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi" Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:               صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوْبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ

"Ia telah berlaku jujur kepadamu padahla ia adalah si pembohong"[9]

Dia juga dibaca setelah shalat, sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits riwyat Abi Umamah radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

     مَنْ قَرَأَ آيَةَ اْلكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُـوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ اْلَجنَّةِ إِلاَّ اْلَمَوْتُ

"Barangsiapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat maka tidak ada yang menghalanginya memasuki surga kecuali mati"[10]

 -Pengusir setan dari rumah dan suatu tempat.

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu bercerita: Seorang lelaki dari kalangan shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menemui seorang lelaki dari bangsa jin lalu keduanya berkelahi, namun shahabat tersebut mampu mengalahkan musuhnya, kemudian ia berkata: Aku melihat kamu sangat kecil dan kurus, kedua tanganmu seperti tangan anjing, apakah seperti itu bentukmu wahai bangsa jin? Atau engkau termasuk golongan mereka (yang kecil)? Jin tersebut berkata: Tidak, demi Allah, sesungguhnya saya adalah golngan jin yang besar, akan tetapi lawanlah aku kedua kalinya, jika engaku mengalahkanku nisacaya akan aku ajarkan kepadamu sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu" Umar menyetujui: "Baik" Lalu ia mengalahkannya kembali. Maka tersebut berkata: Bacalah " اَللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ اْلقَـيُّوْمُ " Sesungguhnya tidaklah engkau membacanya di dalam sebuah rumah kecuali setan akan keluar darinya sambil kentut seperti kentutnya keledai dan ia tidak akan memasuki rumah tersebut samapi pagi. Orang-orang bertanya: Wahai Abu Abdurrahman, Siapakah gerangan lelaki yang engaku maksudkan tersebut? Ia menjawab: Tiada lain kecuali Umar bin Al-Khattab.[11]

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunia dari Al-Walid bin Muslim bahwa seorang lelaki pada saat berada pada sebuah pohon ia mendengar suara sesuatu yang bergerak lalu ia bertanya, namun tiada seorangpun yang menjawbanya, kemudian  ia membaca ayat kursi, maka setanpun turun kepadanya, lalu ia berkata: "Jika  datang kepada kami orang yang sakit, dengan apakah kami mengobatinya?" Setan tersebut menjawab: "(Obatailah) dengan bacaan yang menyebabkan aku diturunkan denganya"[12]

Lihatlah! bagaimana kebodohan lelaki tersebut yang bertanya kepada setan tentang cara mengobati orang sakit yang datang kepadanya, dan ejekan setan kepadanya padahal obat tersebut ada di tangannya. Itulah keadaan para dukun yang memanfaatkan jin sebagai tempat berkonsultasi dalam proses pengobatan mereka.

3

Membaca Akhir surat Al-Baqarah

آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَاْلُمؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَـتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَك َرَبَّنَا وَإِلَيْكَ اْلَمصِيْرُ لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اْكتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُـؤَاخِذْناَ إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْـطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلىَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا لاَ تَحَمِِّلْناَِ مَالاَ طَاقَـةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَناَ فَانْصُرْنَا عَلىَ اْلقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

"Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya  dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kiatab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada engkaulah tempat kembali".Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebankan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir"QS.Al-Baqarah:285-286

A Dibaca sekali pada waktu sore, atau sebelum tidur atau dibaca di rumah.

 Manfaat Yang Didapatkan

 AJaminan keselamatan yang mencukupi segala gangguan.

Dari Abi Mas'ud Al-Anshari, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِاْلآيَتَـيْنِ مِنَ آَخِـرِ سُـوْرَةِ اْلبَقَـرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

"Barangsiapa yang membaca dua ayat dari surat Al-Baqarah pada suatu malam, maka cukuplah baginya (untuk jaminan keselamatan) "[13]

 APengusir setan dari rumah selama tiga hari.

Dari Nu'man bin Basyir radhillahu Ta'ala anhu ia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ كَتَبَ كِتَابًا قَـبْلَ أَنْ يَـخْلُقَ السَّموَاتِ وَاْلأَرْضِ بِأَلْفَي عَامٍ وَ أَنْـزَلَ مِنْـهُ آيَتَـيْنِ خَـتَمَ بِهِمَا سُـوْرَةَ الـْبَقـَرَةِ وَلاَ تُـقْرَآنِ فِي دَارٍ فَيَـقْرَبُهَا شَيْـطَانٌ ثَلاَثَ لَيَالٍ

"Sesungguhnya Allah Yang Maha Tinggi telah menulis sebuah kitab dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi, dan Dia menurunkan darinya dua ayat yang menjadi penutup surat Al-Baqarah dan tidaklah keduanya dibaca pada sebuah rumah lalu setan (berani) mendekati rumah tersebut selama tiga hari"[14]

Catatan Penting

Ali radhiallau anhu berkata: Aku tidak mengetahui seorangpun yang berakal akan tertidur sebelum ia membaca tiga ayat terakhir dari surat Al-Baqarah[15].

4

Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Mu'awwidzataini (surat Al-Falaq dan Al-Naas)

‚قُـلْ هُـوَ اللهُ أَحَـدٌ اَللهُ الصَّـمَدُ لَـمْ يَلـِدْ وَلَمْ يُـوْلَدُ وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُـفُوًا أًحَـدٌƒ

"Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" QS. Al-Iklash: 1-4

 ‚قُـلْ أَعُـوْذُ بِـرَبِّ الْفَلَـقِ مِنْ شَـرِّمَا خَـلَقَ وَمِـنْ شَـرِّ غَاسِـقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّـفَّاثاَتِ فِي اْلعُـقََدِ وَمِنْ شَـرِّ حَاسِـدٍ إِذَا حَسَـدَƒ

Katakalanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan mahluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tikang sihir yang menghembus pada buhul-buhul dan dari kejahatan orang yang dengaki apabila ia dengki". QS. Al-Falaq: 1-5

قُـلْ أَعُـوْذُ بِـرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلهِ النَّاسِ مِنْ شَـرِّ اْلوَسْـوَاسِ الْخَنّـَاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ مِنَ اْلجِـنَّةِ وَالنَّاسِ

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia" QS. Al-Nas:1-6

ADibaca tiga kali baik pada waktu pagi atau sore, dan sebelum tidur[16], serta satu kali pada setiap habis shalat.

 Manfaat yang didapatkan

 AJaminan keselamatan yang mencukupi segala gangguan.

Dari Abdullah in Hubaib radhiallahu anhu ia berkata: Kami keluar pada suatu malam yang penuh hujan deras dan gelap gulita untuk mencari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar beliau berkenan mendo'akan kami, lalu kami menemui baliau, dan bersabda: "Bicaralah" namun aku tidak bisa mengucapkan sesuatu. Beliau kembali memerintahkan: "Katakalanlah", namun aku tak mampu mengatakan sesuatu apapun. Beliau kembali memerintahkan: "Bicaralah" "Apa yang mesti aku katakan" Tanyaku. "Bacalah:

 قُـلْ هُـوَ اللهُ أَحَـدٌ اَللهُ, dan Al-Mu'awwidzataini (surat Al-Falaq dan Al-Naas) tiga kali hal itu akan mencukupkan kamu dari segala gangguan.[17]

 ASebagai dua surat yang terbaik untuk berdo'a dan meminta perlindungan denganya.

Diriwayatkan dari Uqbah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَا عُـقْبَةُ أُعَلِّمُكَ خَـيْرَ سُـوْرَتَيْنِ  قُـرِءَتَا: قُـلْ أَعُـوْذُ بِـرَبِّ اْلَفلَقِ وَقُـلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ, يَا عُقْـبَةُ اْقرَأْهُمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَقُمْتَ مَا سَأَلَ سَائِلُ وَلاَ اسْتَعَاذَ مُسْتًعِيْذٌ بِمِثْلِهِمَا

"Wahai Uqbah! Aku mengajarkan kepadamu dua surat terbaik yang mesti dibaca: "النَّاسِ  "قُـلْ أَعُـوْذُ بِـرَبِّ اْلَفلَقِ وَقُـلْ أَعُوْذُ بِرَبِّWahai Uqbah! balacalah kedua surat tersebut setiap kali akan tidur atau bangkit dari tidur, tidak ada surat yang paling baik untuk memohon atau berlindung kepada Allah yang menyamai surat tersebut[18].

 ASebagai penjaga dari gangguan jin dan gangguan ain dari seseorang.

Dari Abi Said Al-Khudri radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam berlindung dari kejahatan jin dan gangguan mata orang lain, sampai diturunkan kepadanya Al-Mu'awwizatani, setelah kedua surat tersbut diturunkan, beliau memanfaatkannya dan meninggalkan yang lainnya".[19]

5

Memperbanyak ucapan: لاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ       

Tiada daya dan upaya kecuali dengan (izin) Allah.

Memperbanyak membaca zikir di atas tanpa batas.

 Manfaat yang didapatkan

 ASebagai simpanan kekayaan yang berlimpah di surga, dan pengaruhnya sangat menakjubkan.

Dari Abi Musa Al-Asy'ari radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadaku: "Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam surga?", Maka aku menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah". Maka beliau menjwab: "Ucapkanlahلاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِالله  Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan: Kalimat ini mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan saat menanggung beban pekerjaan yang sulit dan keras, atau saat menghadap kepada raja dan orang yang ditakutkan, selain pengaruhnya yang efektif untuk menolak kemisknan.[20]

Hubaib bin Salamah rahimhullah sangat senang saat menghadapi musuh atau mengepung sebuah benteng memperbanyak ucapan

 لاَحَوْلَ وَلاَ قوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ   Diceritakan bahwa suatu hari ia mengepung sebuah benteng milik bangsa Romawi shingga ia putus asa, lalu tentara kaum mislimin membaca zikir tersebut sambil bertakbir, akhirnya benteng tersebut hancur.[21]

APenawar bagi segala penyakit dan penderitaan seperti rasa bimbang.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَـالَ: لاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ  كَانَتْ لَهُ دَوَاءً مِنْ تِسْـعَةٍ وَتِسْـعِيْنَ دَاءً أَيْسَـرَهَا الْهَمُّ              

"Barangsiapa yang mengucapkan لاَ حَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ maka hal itu sebagai penawar baginya dari sembilanpuluh sembilan penyakit dan yang termudah adalah rasa bimbang"

APencegah bahaya, dan bahaya yang paling rendah adalah bahaya kemiskinan.

Makhul rahimahullah berkata: Barangsiapa yang yang mengatakan:

لا َحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِالله وَلاَ مُنْجِيَ مِنَ اللهِ إِلاَّ إِلَيْهِِ  (Tiada daya dan upaya kecuali dengan (izin) Allah dan tiada yang bisa menyelamatkan sesorang dari Allah kecuali kembali keapda-Nya) maka akan lenyap dari dirinya tujupuluh pintu petaka, yang paling rendah adalah bencana kemiskinan.[22]

6

Mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ الذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اْسـمِهِ شَـئٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada akan terjadi bahaya sesuatu apapun bersama namaNya baik di langit atau di bumi dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Tiga kali baik pada waktu pagi atau pada waktu sore

 Manfaat yang didapatkan

 APencegah bahaya dan bencana yang mendadak

Dari Aban bin Utsman radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُـوْلُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ: بِسْمِ اللهِ الذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اْسـمِهِ شَـئٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ يَضُرْهُ شَئٌ. وفي رواية أبي داود (لَمْ تُصِبْهُ فَـجْـأَةُ بَلاَءٍ)

"Tidaklah seorang hamba mengucapkan pada setiap pagi dan sore hari

 بِسْمِ اللهِ الذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اْسـمِهِ شَـئٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ يَضُرْهُ شَئٌ.

Sebanyak tiga kali maka ia tidak akan dimudharatkan oleh sesuatu apapun, dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa ia tidak akan ditimpa oleh bencana yang mendadak" Artinya ia tidak akan ditimpa oleh sebuah bencna yang mendadak yang tidak didahului oleh sebab tertentu.

 Sebuah Pengalaman

Pada Saat Abban bin Utsman radhiallahu anhu (perawi hadits) ditimpa penyakit lumpuh, seorang yang mendengarkan hadits ini darinya mempelototinya keheranan, lalu ia menegur: "Kenapa engkau mempelototi aku? Demi Allah aku tidak berbohong terhadap Utsman, dan Utsmanpun tidak berbohong terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, akan tetapi aku ditimpa oleh penyakit yang telah menimpaku ini pada saat diriku marah dan lupa membaca bacaan zikir ini"[23]

 Catatan Penting

Hal ini menunjukkan bahwa, sikap marah, tempramental yang labil baik rasa sedih, takut, ketawa dan tangis atau terjebak dalam syahwat dan kelalaian adalah sebab-sebab yang bisa menghalangi fungsi wirid ini sebagai benteng diri, bahkan bisa merusakkan fungsi tersebut, baik karena setan membuat orang tersebut lalai saat temperament yang tidak menentu tersebut datang, khususnya marah, marah berasal dari setan dan inilah yang terjadi pada Abban radhiallahu nahu, atau fungsi tersebut menjadi lemah karena adanya temperamental yang labil tersebut. Maka tidak mengherankan jika seseorang tertimpa oleh sesuatu padahal ia telah membaca wirid, hal itu karena ia telah membuat celah bagi setan yang dimanfaatkan untuk masuk darinya.

7

Ucapan: أَعُـوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامََّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَـلَقَ

Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang telah diciptakan

Dibaca tiga kali bagi siapa yang singgah pada suatu tempat

Manfaat Yang Didapatkan

 APenawar bagi racun yang disebabkan oleh sengatan kalajengking dan benteng bagi diri terhadap kejahatan mahluk yang berkeliaran di tempat tersebut.

Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu ia berkata: Seseorang datang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan berkata Wahai Rasulullah! Tidakkah engkau tahu bagaimana sakitnya kalajengking yang telah menyengatku tadi malam? Beliau bersabda: seandainya engkau membaca pada waktu sore harimu:

أَعُـوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامََّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَـلَق

niscaya sengatannya tidak akan memudratkanmu.[24]

 Sebuah Pengalaman

Suhail (seorang perwi hadits ini) berkata: maka keluarga kami mempelajari wirid ini dan mereka memabcanya setiap malam, suatu hari seorang anak permpuan kami disengat binatang namun ia tidak merasakan rasa sakit apapun.[25] Al-Qurthubi rahimahullah berkata: Ini adalah berita yang benar dan jujur, berdasarkan dalil dan pengalaman.

Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ نَـزَلَ مَنْـزِلاً ثُمَّ قَالَ: أَعُـوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامََّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَـلَقَ لَمْ يَضُرْهُ شَئٌ حَتَّى يَـرْتَحِلَ مِنْ مَنْـزِلِهِ ذلِكَ

"Barangsiapa yang singgah pada suatu tempat kemudian berkata:

 أَعُـوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامََّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَـلَقَ  maka tidak ada suatu apapun yang memudharatkannya sampai dia pergi meninggalkan tempat tersebut"[26]

8

Membaca: حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهَوَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمُ

Cukuplah Allah bagiku yang tiada tuhan selain Dia kepadaNya aku berserah diri, Dia adalah Tuhan pemilik arsy yang agung

Dibaca sebanyak tujuh kali pada waktu pagi dan tujuh kali pada waktu sore

 Manfaat Yang Didapatkan

Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ فِي كُلِّ يَوْمٍ حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِي: حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهَوَ رَبُّ اْلعَـرْشِ اْلعَـظِيْمُ سَبْـعَ مـَرَّاتٍ كَـفَاهُ اللهُ تَـعَالىَ مَـا أَهَمَّـهُ مِنْ أَمْـرِ الدُّنْيَا وَاْلآخِـرَةِ

"Barqangsiapa yang membaca pada setiap harinya baik pada waktu pagi dan sore: حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهَوَ رَبُّ اْلعَـرْشِ اْلعَـظِيْمُ  sebanyak tujuh kali maka Allah Ta'ala akan melindunginya dari apa-apa yang membuatnya bimbang, baik dari perkara dunia atau akhirat.[27]

9

Membaca: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلىَ اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah dan tiada daya dan upaya kecuali dengan kehendak Allah.

Satu kali pada setiap kali akan keluar dari rumah

Manfaat yang didapatkan

 ADiberikan kepadanya tiga bentuk pertahanan diri.

Dari Anas radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلىَ اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ يُقَالُ لَهُ قَدْ كُفِيْتَ وَوُقِيْتَ وَهُدِيْتَ وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

"Barangsipa -pada saat keluar rumahnya- memabca:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلىَ اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ maka dikatakan kepadanya: Sesungguhnya engkau telah dicukupi, dijaga, dan diberi petunjuk, maka setanpun akan menjauh darinya."Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan: Setan yang satu akan berkata kepada setan yang lain:

كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ وَهُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

(Bagaiamana kamu bisa memperdaya orang yang sudah diberi petunjuk, dicukupi dan dijaga"[28]

10

Membaca:

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَه لاَ شَـرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلُملْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهـُوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْـرٌ

Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian dan Dia Mah kuasa atas segala sesuatu

Dibaca sepuluh kali baik pada waktu pagi dan sore, dan seratus kali setiap hari, serta satu kali saat masuk pasar.

Manfaat Yang didapatkan

ASebagai bentuk benteng diri yang agung dan pahala yang besar.

Dari Abi Hurirah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قاَلَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَه لاَ شَـرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلُملْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهـُوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْـرٌ مَنْ قَـالَـهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِيْنَ يُصْبِحَ كَتَبَ اللهُ لَهُ مِائَةَ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ ماِئَةَ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَـبَةٍ وَحُـفِظَ بِهَا يَوْمَـَئِذٍ حَتَّى يُمْسِي وَمَنْ قَالَهَا مِثْلَ ذلِكَ حِيْنَ يُمْسِي كَانَ لَهُ مِثْلُ ذلِكَ

"Barang siapa yang mengucakan:

 لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَه لاَ شَـرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلُملْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهـُوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْـرٌ

sebanyak sepuluh kali pada waktu pagi, maka Allah akan menulis baginya seratus kebaikan dan dihapuskan baginya seratus kesalahan, akan diberikan baginya pahala seperti memerdekakan seorang budak, dan Allah akan menjaga dirinya pada hari itu sampai sore dan barangsiapa yang memabcanya pada waktu sore maka dia akan mendapatkan ganjaran yang sama"[29] Dalam sebuah riwayat disebutkan:

مَنْ قَالَهَا فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلُ عَشْرَ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةَ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذلِكَ حَتَّى يُمْسِي وَلَمْ يَكُنْ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذلِكَ

"Dan barangsiapa yang membacanya pada satu hari seratus kali maka baginya pahala sama seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis baginya sertus kebaikan, dihapuskan baginya seratus kesalahan dan dia akan dijaga dari setan pada hari itu sampai sore, serta tiada seorangpun yang datang lebih baik darinya kecuali seorang yang mengerjakan lebih banyak dari apa yang dikerjakannya" [30]

ATransaksi dengan Allah demi mendapat keuntungan yang berlipat-lipat. Dari Umar bin Khattab, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَـنْ دَخَـلَ السُّـوْقَ فَـقَالَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَه لاَ شَـرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلُملْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَـيٌّ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ اْلخَيْرُوَهـُوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْـرٌ كَتَبَ اللهُ لَه أَلْفَ أَلْفَ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفَ سَـيِّئَةٍ  وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفَ دَرَجَـةٍ. وفي رواية (وَبَنَي لَهُ بَيْتًا فِي اْلجَـنَّةِ)

"Barangsiapa memasuki pasar, kemudian berkata:

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَه لاَ شَـرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلُملْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَـيٌّ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ اْلخَيْرُوَهـُوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْـرٌ

Maka Allah akan menulis baginya beribu-ribu kebaikan, menghapuskan baginya beribu-ribu kesalahan dan akan ditinggikan baginya beribu-ribu derajat" Pada sebuah riwayat disebutkan: akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga"[31]

Perawi hadits ini (Al-Hakim) mengatakan: Aku mendatangi Khurasan lalu mendatangi Qutaibah bin Muslim rahimahullah dan berkata kepadanya: Aku datang dengan membawa hadiah bagimu! Lalu ia membaca hadits tersebut.  Maka Qutaibah selalu mengendarai ontanya menuju pasar untuk membaca zikir tersebut kemudian barulah ia keluar darinya.

Saudaraku! Janganlah engkau merasa heran jika dengan membaca kalimat yang mudah ini engkau akan mendapatkan ganajaran yang besar, sebab Allah adalah Tuhan yang Maha Memberi dan karunia-Nya sangat luas. Ini sebagai isyarat bahwa bertransaksi dengan Allah di pasar adalah lebih mulia dan agung dari pada bertransaksi dengan orang lain. Maka ia tidak melupakan Tuhan-nya pada saat kesibukkannya dengan perniagaan dunia. Oleh karena itulah, setan betul-betul menjaga untuk menancapkan benderanya di pasar, untuk memancing munculnya perbuatan sia-sia, bohong, menipu, sikap yang kasar dan berkhianat.  Dari Abi Utsman dari Salman rahimahullah meriwayatkan: "Seandainya engkau mampu, janganlah menjadi orang yang pertama memasuki pasar dan jangan pula menjadi orang yang terakhir keluar darinya, sebab di tempat itulah medannya setan dan benderanya ditancapkan padanya"[32]

Dari Qais bin Abi Gorzah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar kepada kami saat kami sedang menyebut nama-nama para makelar, lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

 يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ إِنَّ الشَّيْطَانَ وَاْلِإثْمَ يَحْضُرَانِ اْلَبيْعَ  فَشُوْبُوْا بَيِعَكُمْ بِالصَّدَقَةِ       

  "Wahai para pedagang! Sesunggunya setan dan dosa selalu hadir di dalam jual beli maka campurlah jual belimu dengan bersedeqah"[33]

11

Membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ اْلعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ وَبِسُلْطَانِهِ اْلقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Aku berlindung kepada Allah, dengan WajahNya Yang Mulia, dan KekuasaanNya Yang Qodim dari godaan setan yang terkutuk

Membacanya satu kali saat memasuki masjid

Manfaat yang bisa didapatkan

 ADijaga dari setan satu hari penuh.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam saat memasuki masjid selalu membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ اْلعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ وَبِسُلْطَانِهِ اْلقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

"Barangsiapa yang membaca do'a ini maka setan akan berkata: Dia telah dijaga dari tipu dayaku pada hari ini"[34].

12

Memperbanyak istigfar atau penghulu istigfar dan uacapan:       أَسْتَـغْـفِـرُاللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هـُوَ الْحَـيُّ اْلقَـيُّوْمُ وَأَتُـوْبُ إِلَيْهِ

Aku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurusi makhluqNy dan aku bertaubat kepadaNya

Dianjurkan memperbanyak membacanya tanpa dibatasi dengan jumlah tertentu

Manfaat yang di bisa didapatkan

 AMenjaga diri dari tipu daya setan sebab ia tidak menguasai seseorang kecuali karena dosa.

Dari Ibnu Mas'ud ra berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang mengatakan  أَسْتَـغْفِرُ اللهَ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُـوَ الْحَيُّ اْلقَـيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Akan diampuni dosanya sekalipun ia berlari dari peperangan"[35]

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

سَيِّدُ اْلاِسْتِـغْـفَارِ أَنْ تَقُـوْلَ: اَللّّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وِأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَاسْـتَـطَعْـتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَـرّ ِمَا صَنَـعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْـبِي  فَاغْـفِرْليِ  فَإِنَّهُ لاَ يَغْـفِـرُ الذُّنُـوْبَ إِلاَّ أَنْتَ. قَالَ: وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَـوْمِهِ قَـبْلَ أَنْ يُمْسِي فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنـَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ اْلجَنَّةِ

"Sayyidul istigfar (penghulu istigfar) adalah dengan mengucapkan:

اَللّّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وِأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَاسْـتَـطَعْـتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَـرّ ِمَا صَنَـعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْـبِي  فَاغْـفِرْليِ  فَإِنَّهُ لاَ يَغْـفِـرُ الذُّنُـوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

(Ya Allah Engkau adalah Tuhan-ku, tidak ada tuhan (yang berhak disembah dengan benar) kecuali Engkau, Engkaulah yang telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang aku telah perbuat, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau) Barangsiapa yang membacanya pada waktu siang dengan penuh rasa yakin lalu ia meninggal pada hari itu sebelum datangnya waktu sore, maka dia termasuk ahli surga, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu malam dengan penuh keyakinan dengannya, lalu ia meninggal pada malam itu sebelum tiba waktu pagi maka dia termasuk ahli surga".[36]

 A Diselamatkan dari azab Allah.

Diriwayatkan bahwa Ali radhiallahu anhu berkata: Telah diturunkan di dunia ini dua sebab yang membawa keamanan, salah satunya telah dicabut maka manfaatkanlah yang lainnya dan berpegang teguhlah dengannya, firman Allah Ta'ala:

وَمَا كَانَ اللهُ لِبُعَـذِّبَـهُمْ وَأََنْتَ فِيْـهِمْ وَمَا كَانَ اللهُ مُعَـذِّبَـهُمْ وَهُـمْ يَسْتَـغْفِـرُوْنَ

"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sedang kamu berada di antara mereka, dan tidaklah pula Allah mengazab mereka sedang mereka meminta ampun"[37]

AMenghilangkan rasa bimbang, rizki orang yang beristigfar berupa huajn, harta dan keturunan. Allah Ta'ala berfirman tentang pengaruh istigfar:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَـفَّارًا يُـرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدـِدْكُمْ بِأِمْـوَالٍ وَبَنِيْنَ وَيَجْعَـلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَـلْ لَكُمْ أَنْـهَارًا

"Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai".[38]

Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لاَزَمَ اْلإِسْـتِغْـفَارَ جَعَـلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضـِيْقٍ مَخْـرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَـمٍّ فَـرَجًا وَرَزَقـَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسـِبُ

"Barangsiapa yang selalu beristigfar maka Allah akan memberikan baginya pada setiap kesempitan (yang menimpanya) keluasan, dan pada setiap kebimbangan   jalan keluar serta ia akan dicurahkan rizkinya dari jalan yang tidak disangka-sangka".[39]

13

Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi ﷺ‬.

Sepuluh kali pada waktu pagi dan sore dan  tidak ada batas untuk jumlah terbanyak.

Manfaat Yang Didapatkan

 A Mencegah kebimbangan dan mendapat ampunan dan keduanya adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat.

Dari Thufail bin Ka'ab, dari bapakanya, ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku banyak berdo'a bagimu, berapakah yang mesti aku berikan bagimu dari do'aku? Rasulullah menjawab: "Terserah kamu" Aku bertanya: "Seperempatkah?" Beliau menjawab: "Terserah kamu, dan jika ditambah itu lebih baik bagimu", lalu aku kembali bertanya: "Setengahkah?" beliau menegaskan: "Terserah kamu, dan jika ditambah maka itu lebih baik bagimu?" lalu aku kembali bertanya: "Duapertigakah" beliau menjawab: "Terserah kamu, dan jika engkau tambah maka itu lebih baik bagimu" lalu aku berkata: "Semua do'aku adalah bacaan swhalawat bagimu" lalu beliau bersabda: "Jika demikian, nisacaya engkau akan terhindar dari kebimbangan dan diampuni dosamu"[40]

          Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya tentang tafsir dari hadits ini, maka ia berkata: Ubai bin Ka'ab radhillahu anhu mempunyai do'a khusus yang diperuntukkan bagi dirinya, lalu ia bertnya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam: berapakah yang mesti aku berikan bagimu dari do'aku? Rasulullah menjawab: "Terserah kamu" Aku bertanya: "Seperempatkah?" Beliau menjawab: "Terserah kamu, dan jika ditambah itu lebih baik bagimu", lalu aku kembali bertanya: "Setengahkah?" beliau menegaskan: "Terserah kamu, dan jika ditambah maka itu lebih baik bagimu?" sampai dia mengatakan "Semua do'aku adalah bacaan swhalawat bagimu" lalu beliau bersabda: "Jika demikian, nisacaya engkau akan terhindar dari kebimbangan dan diampuni dosamu"[41] Sebab, barangsiapa yang membaca satu shalawat bagi Nabi shallallahu alaihi wasallam, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh shalawat, dan barangsiapa yang dicurahkan baginya shalawat oleh Allah maka Dia akan menghindarkannya dari kebimbangan, dan diampuni dosanya.[42]

Al-Syaukani rahimhullah berkata: Pada dua keadaan inilah terhimpunnya kebaikan dunia dan akhirat, sebab orang yang telah dijaga oleh Allah dari kebimbangan maka ia akan selamat dari bencana dan cobaan dunia, sebab setiap bencana akan menimbulkan kebimbangan seklipun sedikit, dan orang yang diampuni dosanya akan selamat dari bencana di akhirat sebab sesorang tidak akan binasa padanya kecuali karena dosa-dosanya"[43].

AMendapatkan syafa'at Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِيْنَ يُصْبِحَ عَشْـرًا وَحِيْنَ يُمْسِي عَشْـرًا أَدْرَكَتْـهُ شَفَاعـَتِي يـَوْمَ اْلقِيَامَةِ

"Barangsiapa yang membaca shalawat untukku pada waktu pagi sepuluh dan pada waktu sore sepuluh kali maka ia akan mendapat syafaatku pada hari kaimat"[44] Dan shalawat yang paling sempurna adalah shalawat Ibrahimiyah[45], dan yang paing sedikit adalah menghimpun ucapan shalawat dan salam.

14

Membaca:         أَسْـتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِي لاَ تَضِـيْعُ وَدَائِـعُهُ

Aku menitipkan kamu kepada Allah yang tidak hilang titipan-Nya

Diucapkan sekali bagi setiap sesuatu yang ingin dijaga

Manfaat Yang Didapatkan

 A Menjaga harta, anak dan yang lainnya dari pencurian dan kezaliman orang lain.

Dari Umar bin Al-Khattab radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

                إِنَّ اللهَ إِذَا اسْـتُوْدِعَ شَيْـئًا حَـفِظَهُ

"Sesungguhnya Allah Ta'ala jika dititipkan padanya sesuatu Dia pasti menjaganya"[46]

Dari Abi Hurairah bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يُسَافِـرَ فَلْيَقُلْ لِمَنْ يُخْلِفُ أَسْـتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِي لاَ تَضِيْعُ وَدَائِـعُهُ

"Barangsiapa yang ingin bepergian maka hendaklah ia berkata kepada orang yang akan ditinggalkan: أَسْـتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِي لاَ تَضِـيْعُ وَدَائِـعُه   [47]

Penjagaan ini bersifat umum baik pada saat perjalanan atau yang lainnya, yaitu aman dari pencurian dan kezaliman orang lain, sekalipun harta yang dititipkan itu adalah sedikit, hal sebagai bukti kebutuhan seorang hamba kepada Tuhannya baik pada sesuatu yang kecil atau besar. Dan jika seseorang –misalnya- mengatakan kepada orang lain:  Aku menitipkan kamu kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya, yaitu agamaku, diriku, amanahku, penutup amalku, rumah, harta dan hartaku dan semua nikmat yang Allah titipkan kepadaku, nicsaya Allah akan menjaga semuanya dan dia tidak akan melihat sesuatu yang akan menggangunya, karena Allah menjaganya dari kejahatan semua manusia dan jin.

15

Membaca:

 اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا اْبتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلىَ كَثِيْرٍ ِممَّنْ خَلَق تَفْضِيْلاً

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan diriku dari apa yang menimpamu dan benar-benar memberikan kelebihan bagiku dari banyak mahkluk yang telah diciptakan-Nya.

Dibaca satu kali pada setiap melihat seseorang ditimpa suatu bencana

Manfaat Yang bisa Didapatkan

Menjaga harta, anak dan yang lainnya dari bencana.

Dari Ibnu Umar radhillau anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ رَأَى مُبْتَلىَ فَقَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْـتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلىَ كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً لَمْ يُصِـبْهُ ذلِكَ اْلبَلاَءُ

"Barangsiapa yang melihat seorang yang sedang ditimpa bencana lalu ia mengatakan: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْـتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلىَ كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً maka ia tiadak akan ditimpa oleh bencana tersebut"[48].

Penjagaan ini umum untuk setiap bencana, maka jika engkau melihat seseorang yang sedang ditimpa suatu penyakit maka bacalah do'a ini agar engkau terhindar dari penyakit tersebut, dan jika engkau melihat orang yang anak-anaknya menyelweng maka janganlah cepat berperasangka buruk atau menghina akan tetapi ucapkanlah do'a ini agar anak-anakmu terhindar darinya, begitu juga jika engkau melihat kecelakaan lalu lintas, atau mendengar orang yang merugi dalam usahanya…do'a ini diucapkan untuk menjaga diri dari setiap bencana.

 Catatan Penting

Do'a yang agung ini yang seharusnya diucapkan saat melihat suatu bencana, selain mengambil pelajaran dari kesalahan yang mengakibatkan terjadinya bencana serta menjauhi sebab-sebabnya, sambil menasehati dan membantunya, tidak seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dengan mengejek, menghina atau mencela.

Sebagaimana do'a bisa menghindarkan diri dari bencana, maka menghina orang yang tertimpa akan mendatangkan bencana. Dalam sebuah hadits disebutkan:لاَ تُظْـهِـرِ الشَّمَاتَةَ ِلأَخِيْكَ فَيَرْحَمُهُ اللهُ وَيَبْتَلِيْكَ        (Janganlah engkau menampakkan penghinaan terhadap saudaramu yang sedang tertimpa, sebab bisa jadi Allah memberinya rahmat dan menimpakan kepadamu bencana)[49]

 Al-Syamatah adalah menghina seorang muslim dengan perbuatan dosa yang pernah dilakukannya lalu ia bertaubat dari dosa tersebut. (Seperti menghina seseorang dengan memanggilnya: "Penzina", padahal ia telah bertaubat dari dosa tersebut. Pen). Atau mengejeknya dengan bentuk badannya, cara bicaranya dan gerakannya. Ini adalah perkara yang sangat berbahaya namun sangat sedikit orang yang mengerti dengannya. Dalam sebuah atsar disebutkan: مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتىَّ يَعْمَلَهُ  "Barangsiapa yang menghina saudaranya dengan suatu dosa (yang pernah diperbuatnya) maka ia tidak akan meninggal sampai ia mengerjakan dosa tersebut". HR. Turmudzi.

 Di Antara Ibadah Praktis Yang Berfungsi Sebagai Penjaga Diri

16

Melakukan shalat fajar secara berjama'ah

Setiap Hari Pada Waktu Yang Telah Ditentukan

Manfaatnya

 A Shalat ini berfungsi untuk menjaga dari kejahatan setan baik dari jenis jin atau manusia.

Dalam hadits riwayat Muslim dari Jundub bin Abdullah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah saw shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلىَّ الصُّبحَ فِي جَمَاعَـةٍ فَـهُوَ فِي ذِمَّـةِ اللهِ فَلاَ يَطْلَبـَنَّكُمُ اللهُ فِي ذِمَّـتِهِ بِشَئٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبُـهُ مِنْ ذِمَّـتِهِ بِشَئٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبـُّهُ عَلىَ وَجْـهِهِ فِي نَارِ جَـهَنَّمَ

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh secara berjama'ah maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka jangan sekali-kali Allah menuntutmu dengan sesuatu yang berada di dalam jaminan-Nya, sesunguhnya orang yang dituntut dengan sesuatu yang terdapat di dalam jaminan Allah maka ia pasti menemuinya kemudian dicampakkan di atas wajahnya di dalam neraka Jahannam"

Makna hadits ini adalah barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh pada waktunya karena Allah secara berjama'ah maka dia berada di dalam penjagaan Allah dan pengawasan-Nya. Dan makna: لاَ يَطْلَبـَنَّكُمُ اللهُ فِي ذِمَّـتِهِ بِشَئٍ adalah larangan terhadap apa-apa yang mewajibkan tuntututan Allah, yaitu melakukan perbuatan buruk terhadap orang yang melaksanakan shalat subuh secara berjama'ah. Dan makna: " يُدْرِكْهُ " Barangsiapa yang tuntut oleh Allah untuk membalasnya, karena kecerobohannya terhadap hak-hak Allah dan meremehkan (untuk menjaga orang yang berada di dalam) jaminan-Nya, nisacaya Allah pasti menimpakan orang tersebut dengan balasan-Nya, sebab tiada seorangpun yang mampu berlari dari-Nya, selama Dia menuntutnya. Dan lihatlah kepada orang yang melalaikan shalat subuh, secara berjama'ah, tidakkkah harinya dihiasi dengan kekeruhan? Begitu juga sebaliknya, Hal ini dapat dilihat dan nyata.

17

Bersedeqah baik secara sembunyi-sembunyi atau secara terang-terangan

Dalam setiap kesempatan

 Manfaatnya

 A Sebagai sebab yang besar dalam menjaga orang yang bersedeqah tersebut dari bencana dan kesusahan.

Dari Anas bin Malik radhiallhu anhu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                   

          صَنَائِعُ الْمَعْـرُوْفِ تَـقِي مَصَارِعَ السُّـوْءِ وَاْلآفاَتِ وَاْلهَلَكَاتِ

"Orang yang berbuat kebajikan mencegah serangan bencana, petaka dan kebinasaan"[50] Ibrahim Al-Nakha'i berkata: (Para shahabat) melihat bahwa shadaqah menolak bala' atas seorang yang banyak berbuat zalim[51].

 A Memadamkan murka Allah dan mencegah sesorang dari kematian yang buruk.

Dari Abi Said AL-Khudri radhillhu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:  

                      صَدَقَةُ السِّـرِّ تُطْـفِئُ غَضَـبَ الرَّبِّ

"Shadaqah secara sembunyi-sembunyi akan memadamkan murka rabb"[52] Dan dari Amr bin Auf radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنََّ صَدَقَـةَ اْلمُسْلِمِ تَـزِيْدُ فِي اْلعُـمْرِ وَتَـمْنَعُ مَيْـتَةَ السُّـوْءِ

"Sesungguhnya sedeqah seorang muslim akan menambah umur dan mencegah terjadinya kematian yang buruk"[53]

 A Selain berfungsi sebagai benteng, shadaqah juga berfungsi sebagai obat jika diniatkan untuk penyembuhan.

Dari Abi Umamah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:                     دَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَـةِ

"Obatilah orang yagn sakit di antara kalian dengan bersedeqah"[54] Ibnul Hajj berkata: Maksud daripada sedeqah adalah seorang yang sakit tersebut membeli dirinya dari Allah Ta'ala seharga dirinya di hadapanNya, dan shadaqah mesti mempunyai pengaruh orang yang memberitahukan manfaat ini adalah orang yang jujur dan yang diberitahukan adalah tentang Zat yang Maha Pemurah dan Pengasih"[55]

Maka percayalah kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, bersedeqahlah seukuran penyakitmu dengan niat penyembuhan, lalu tunggulah janji Allah.

 SEBUAH PENGALAMAN

Realita menunjukkan bahwa "pertolongan dari Allah akan datang kepada hamba sebesar pengorbanan"[56] Dan rizki seseorang akan datang sebatas pemberian dan pengeluarannya. Seperti yang dibuktikan oleh kisah Siti Aisyah bahwa seorang yang miskin meminta-minta kepadanya, sementara dia berpuasa dan tidak ada sesuatupun yang tersimpan di rumahnya keculai sepotong roti. Lalu ia berkata kepada pembantunya: "Berikanlah roti tersebut kepadanya" Pembantu tersebut menjawab: "Engkau tidak memiliki sesuatupun untuk berbuka". Lalu dia menegaskan kembali: "Berikanlah kepadanya". "Akhirnya, aku memberikannya" kata sang pembantu. Pada saat sore hari tiba, sesorang memberikan hadiah kepada kami-sebelumnya kami tidak pernah menerima hadiah sepertinya-daging kambing yang sudah dibungkus. Lalu Siti Aisyah memanggilku: Makanlah daging ini, ini lebih baik daripada sepotong rotimu"[57]

Contoh yang lain, seorang lelaki bershedeqah dengan seekor onta kepada tetangganya yang membutuhkan. Suatu ketika, ia mencari air pada lubng-lubang di bawah tanah dan akhirnya menghilang. Keluarganya menunggu tujuh harian namun tidak jua kembali. Akhirnya, mereka memutuskan bahwa ia telah meninggal dunia; hartanyapun dibagi-bagi, onta (yang pernah disedeqahkan) dituntut kembali dari sang tetangga. Lalu tetangga tersebut mohon agar menunjukkan tempat lubang-lubang bawah tanah (tempat ia menghilang) dan mencarinya sampai ia menemukannya dalam keadaan akan meninggal. Ia bertanya kepadanya: "Bagaimana engkau bisa hidup tanpa maknan?" Ia menjawab: "Setiap harinya, sebuah bejana berisi susu dingin selalu mendatangiku, namun sudah terputus sejak dua hari ini". Lalu tetangga tersebut menimpalinya bahwa onta (yang pernah disedeqahkan tersebut) telah diambil oleh anak-anaknya dua hari sebelumnya.

18

Menjauhi kemaksiatan

Dibaca Pada setiap kesempatan

Manfaatnya

 A Dia Sebagai salah satu sebab besar yang bisa menghindarkan seseorang dari tertimpa bencana, atau mengangkat bencana tersebut jika ditaqdirkan akan terjadi. Firman Allah Ta'ala menjelaskan tentang pengrauh ketaatan dalam mencegah terjadinya bencana:

وَلَوْ أَنَّ أَهْـلَ اْلقـُرَى آمَنُـوا وَاتَّقَـوْا لَفَتَـحْـنَا عَلَيْـهِمْ بَـرَكَاتٍ مِنَ السَّـمَاءِ وَاْلأََرْضِ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi".[58] Allah Ta'ala  menegaskan tentang pengaruh maksiat:  فَأَخَـذَهُـمُ اللهُ بِذُنُـوبِـهِمْ  

" Maka Allah mengazab mereka disebabkan karena dosa-dosa mereka"[59]

Dari Tsauban radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:        

     إِنَّ الـرَّجُلَ لَيُحْـرَمُ الـرِّزْقُ بِالذَّنْبِ يُصـيْبُهُ

"Sesungguhnya seseorang dicegah dari rizkinya karena dosa yang telah diperbuatnya"[60]

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

    "لَنْ يُهْـلَكَ النَّاسُ حَـتَّى يُعْـذَرُوْا مِنْ أَنْفُسِـهِمْ

"Manusia tidak akan dibinasakan sampai dosa-dosa mereka menjadi banyak"[61]

Abu Ubaid berkata dalam kitab Garibul hadits 1/131: makna kata:  يُعْـذَرُوْا adalah sampai dosa-dosa dan aib mereka menajdi banyak.

19

Mencegah diri dari kehawatiran terserang penyakit Ain[62].

Seyogyanya bagi seseorang untuk menutup apa-apa yang dikhawatirkan bisa mendatangkan penyakit ain, menjauhi sikap berlebihan di dalam berhias, khususnya saat pergi ke pasar dan pesta-pesta, sebab semua hal tersebut bisa mengundang setan dan orang-orang yang dengki. Penyakit ain dalam banyak kondisi dan berdasarkan pengalaman sering disebabkan oleh sikap yang terlalu berlebihan dalam menampakkan perhiasan.

Al-Bagawi menceritakan bahwa Utsman radhiallahu anhu melihat seorang anak yang tampan lalu ia berkata: "Balutlah lesung pipit anakmu itu agar tidak ditimpa oleh penyakit ain"[63] Perbuatan ini bukan berarti melarang untuk  menceritakan nikmat tapi dengan syarat membentengi diri sebelum bertindak.

20

Menjaga anak saat bergentayangannya setan

 Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا كَانَ جَنَحَ اللَّيْلُ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُـفُّوْا صِبْـيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّـيَاطِيْنَ تَنْـتَشِـرُ حِيْنَـئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَتْ سَاعَةُ اللَّيْلِ فَخَلُّوْهُمْ وَأَغْلِقُوا اْلأَبْوَابَ وَاذْكُرُوْا اسْمَ اللهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابَا مُغْلَقًا

"Apabila malam tiba atau waktu menjelang waktu sore, tahanlah anak-anakmu (agar tidak berkeliaran), sebab setan-setan sedang bergentayangan pada waktu ini, apabila malam sudah berlalu maka biarkanlah mereka dan tutuplah pintu-pintumu, dan sebutlan nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang sudah tertutup".[64]

21

Menjauhi hal-hal yang bisa membatalkan atau melemahkan fungsi pemebentengan

Seperti  marah, sedih, senang, takut dan lalai yang berlebihan, perbautan ini bisa melemahkan fungsi pembentengan wirid yang sudah ada, sehingga ia bisa berubah menjadi jalan setan untuk merasuki manusia. Hal ini seperti dijelaskan dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat melihat seorang yang wajahnya memerah karena marah:

إِنِّي َلأَعْلَمُ كَلِمَةً لَـوْقَالَهَا لَذَهَبَ عَنْـهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ: أَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الـَّرجِـيْمِ

"Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang apabila diucapkannya niscaya akan hilanglah marah yang dirasakannya. Seandainya dia mengucapkan:   أَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الـَّرجِـيْمِ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk"

 Hikmah Diturunkannya Bencana Dan Perbuatan Yang Disyari'atkan Setelah Turunnya Bencana

Turunnya bencana adalah sunnahtullah yang sudah ditetapkan secara qodari terhadap alam ini. Firman Allah Azza Wajalla:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَئٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْـصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَمَرَاتِ وَبَشّـِرِ الصَّبِرِيْنَ

"Dan sungguh kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar"[65]

Bencana didatangkan oleh Allah untuk orang mu'min dan kafir, bagi orang mu'min bencana tersebut berarti balasan atas perbuatan dosa demi meringankan siksanya pada hari kaimat, atau untuk mengguggurkan dosa-dosanya, atau mengangkat derajatnya, atau ujian bagi keimanan dan kesabarannya. Adapun orang-orang kafir maka bencana tersebut sebagai balasan atas kekafiran dan kemaksiatannya.

          Semuanya kembali kepada taqdir Allah, terkadang bencana turun kepada kumpulan orang-orang yang buruk, atau orang-orang mu'min dan membiarkan orang-orang kafir (hidup tanpa bencana), atau balasan kebaikan mereka disegerakan di dunia dengan mencurahkan berbagai nikmat kepada mereka. Perkara ini tidak bisa diukur dengan rasio kita, semuanya mengandung hikmah yang tinggi yang tersembunyi dari pengetahuan kita.

          Sebab utama bagi suatu bencana adalah dosa-dosa hamba, dan kemaksiatan serta kekafiran mereka, seperti yang dijelaskan oleh Allah dan RasulNya. Firman Allah Ta'ala:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي اْلبَرِّ وَاْلبَحْـرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah nampak kerusakan baik di darat dan laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, suapaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar" QS.Ar Ruum: 41.

Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

مَا مِنْ قَـوْمٍ يَعْمَـلُ فِيْـهِمْ بِالْمَعَاصِي هُـمْ أَكْثَرُ وَأَعـَزُّ مِمَّنْ يَعْمـَلُ ِبـهاَ ثُـمَّ لاَيُغَـيِّرُوْنَهُ إِلاَّ يُوْشَكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابٍ

"Tidaklah suatu kaum yang tersebar padanya perbuatan maksiat, di mana kelompok yang lebih banyak dan lebih (dipandang) mulia adalah mereka yang berbuat maksiat tersebut, kemudian mereka tidak mau merubahnya kecuali Allah akan menimpakan azab kepada mereka semua"[66]

•Terdapat hikmah dan faedah dalam ujian yang menimpa orang-orang mu'min dan orang-orang shaleh, yaitu:

ASebagai bukti keimanan.

فَقَـدْ سُـئِلَ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النَّاسِ أَشَـدُّ بَلاَءً؟ قَالَ: اَ ْلأنْبِـيَاءُ ثُمَّ الصَّالحُِوْنَ ثُمَّ اْلاَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ مِنَ النَّاسِ يُبْـتَلىَ الرَّجُلُ عَلىَ حَسَبِ دِيْنِـهِ فَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ صَلاَبَةٌ  زِيْدَ فَي بِلاَئِهِ وَإِنْ كَانَ فَي دِيْنِهِ رِقَّـةٌ خُفِّـفَ عَنْهُ

Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya: Siapakah orang yang paling besar ujiannya? Nabi shallallahu alaihi wasallam menajwab: Para nabi, lalu orang-orang yang shaleh, kemudain orang-orang yang baik dari kalangan manusia dan seterusnya, seseorang akan diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka ujiannyapun akan bertambah dan jika agamanya lemah maka akan diringankan dalam ujiannya"

 ASebagai tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 

 إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَـوْمًا ابْتَـلاَهُـم

"Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba Dia pasti mengujinya"[67]

AUjian adalah sebagai tanda bahwa Allah Ta'ala menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ اْلعُقُـوْبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّـرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِـهِ حَتَّى يُـوَافَى بِهِ يَـوْمَ اْلقِيَامـَةِ

"Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka Dia akan mensegerakan balasan dosanya di dunia, dan jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya maka balasan dosanya akan ditahan untuk dibalas pada hari kiamat". HR. Turmudzi

          ASebagai penghapus dosa sekalipun sedikit. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى شَـوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إِلاَّ كَـفَّرَ اللهُ ِبهَا سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَـهَا

"Tidaklah seorang muslim ditimpa oleh suatu penyakit, baik duri yang menusuknya atau lebih kecil darinya kecuali Allah menghapuskan dengannya dosa-dosanya sebagaimana pohon yang berguguran daun-daunnya" Muttafaq Alaihi.

Ujian tersebut bisa berwujud materi seperti bertmabahnya harta, atau berwujud sesuatu yang buruk seperti penyakit. Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman:      

     وَنَبْلُوْكُمْ بِالْخَيْرِ وَالشَّـرِّ فِتْنَـةً

"Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)".[68]

1. Dan apabila bencana tersebut telah menimpa seorang muslim, maka hal yang disyari'atkan baginya adalah: bersabar, tidak marah dan mengeluh, membaca do'a yang disyari'atkan:

إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْـهِ رَاجِـعُوْنَ اَللّهُـمَّ أَجِـرْنِي فِي مُصِيْـبَتِي وَاخْلُـفْ لِي خًيْرًا مِنْـهَا

"Sesungguhnya kita hanyalah milik Allah, dan hanya kepadanyalah kita akan kembali, Ya Allah berikanlah ganjaran bagiku dalam musibah yang menimpaku dan berikanlah aku ganti yang leih baik darinya"[69]

2. Ridha dengan qodho' dan qodar Allah. Allah Subahanhu Wa Ta'ala tidak menentukan suatu perkara kecuali karena perkara tersebut penuh hikmah dan kebaikan. Seperti yang ditegaskan oleh dalil-dalil yang terdahulu.

3. Bersyukur. Ini adalah derajat yang paling tinggi dan sebagai bukti penyerahan yang sempurna, dan tidak ada yang dipuji dalam keburukan yang menimpa kecuali Allah.

Bersikap sabar, ridha, dan bersyukur adalah bukti kuat tentang wujud keimanan terhadap qadar Allah yang baik atau yang buruk; bahwa sesuatu yang telah ditentukan akan menimpamu, ia tidak akan pernah meleset darimu, dan sesuatu yang telah ditetapkan akan meleset darimu, ia tidak akan pernah menimpamu, selain itu ia adalah bukti keimanan seseorang dengan adanya hikmah yang tinggi dibalik ketentuan taqdir tersebut.

4. Disyari'atkan juga untuk menolak bencana dan berusaha untuk merialisasikannya jika bencana tersebut termasuk bancana yang bisa ditolak. Di antra cara untuk menolak bencana adalah:

·         Bertaubat kepada Allah. Sesungguhnya kembali kepada Allah akan mengangkat bencana sebagaimana maksiat mendatangkan bencana tersebut.

·         Berdo'a dan memohon kepada Allah agar bencana tersebut diangkat, dan dia yakin akan kabulkan serta jangan sampai tergesa-gesa.

·         Membaca wirid, dan do'a baik pada waktu pagi atau petang sebab ia bisa mencegah bencana atau meringankannya.

Pengarauh do'a dan wirid ini akan bertambah atau berkurang karena dua sebab:

          1-Percaya bahwa bacaan-bacaan zikir tersebut hak dan benar bermamfaat dengan izin Allah.

          2-Membacanya dengan penuh konsentrasi dan hati yang hadir, sebab ia adalah do'a, sementara do'a tersebut tidak akan diterima dari seorang yang hatinya lalai sebagimana yang ditegaskan dalam riwayat yang shihih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.

·         Di antara cara yang sangat efektif untuk menolak keburukan adalah membaca Al-Qur'an dengan tujuan penyembuhan dari penyakit yang sedang diderita. Contoh hal ini adalah:

Membaca surat Al-Fatihah

Dibaca baik sekali, dua kali, tiga kali, tujuh kali atau lebih untuk meruqyah diri dari setiap penyakit.

Manfaat Yang Didapatkan

A Mengobati sengatan yang beracun: (Sebagai penangkal racun):

Dari Abi Sa'id Al-Khudri radhiallahu anhu berkata: bahwa sekelompok dari shahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam berangkat pada sebuah perjalanan, akhirnya mereka singgah pada suatu perkampungan Arab dan meminta izin kepada mereka untuk bertamu, namun penduduk kampung itu enggan memperkenankan mereka sebagai tamu. Pada saat itu, kepala suku perkampungan tersebut meradang karena disengat (binatang), maka mereka berusaha dengan segala kemampuan untuk mengobatinya namun tidak bermanfaat. Sebagian mereka mengusulkan: Seandainya kalian menemui sekelompok orang yang telah datang kepada kalian, semoga di antara mereka ada yang memiliki sesuatu (untuk penyembuhan). Lalu mereka datang dan berkata: Wahai kaum! Sesungguhnya pemimpin kami sedang meradang karena sengatan, dan kami telah berusaha dengan segenap kemampuan untuk mengobatinya namun tidak juga sembuh, apakah salah seorang di antara kalian memiliki sesuatu untuk pengobatan? Sebagian mereka menjawab: "Ya, demi Allah saya ini adalah orang yang membaca ruqyah, akan tetapi kami telah meminta kepada kalian untuk menjadi tamu namun kalian menolak kami, maka kami tidak akan membaca ruqyah kecuali setelah kalian memberikan upah kepada kami". Maka mereka bersepakat untuk memberikan sekumpulan kambing sebagai upah. Akhirnya, salah seorang pergi lalu ia meniup sambil membaca:

     اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ"Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam"

Sehingga, setelah itu seakan pasiennya terbebas dari sebuah belenggu".[70]

 A Penawar yang sangat manjur untuk penyembuhan penyakit gila.

Dari Kharijah, dari pamannya, ia menceritakan: Kami meninggalkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lalu pergi mendatangi sebuah perkampungan Arab, penduduk kampung tersebut mengatakan: Kami diberitahukan bahwa kalian datang dari lelaki ini (Rasulullah shallallahu alaihi wasallam) dengan membawa kebaikan, apakah kalian memiliki obat atau ruqyah, sebab seorang di antara kami dibelenggu karena ditimpa penyakit gila. "Ya, kami mempunyai penawar" Jawabnya, menegaskan. Maka mereka membawa seorang gila dalam keadaan dibelenggu. Paman (Kharijah) menceritakan: Maka aku membaca surat Al-Fatihah tiga kali baik pada waktu pagi dan sore, dan setiap selesai membacanya aku mengumpulkan ludahku lalu meniupkannya kepadanya, lalu ia bangkit bersemangat seakan telah terbebas dari belenggu". Lalu, mereka memberikan upah kepadaku". Maka aku katakan kepadanya: "Aku tidak mau menerimanya sampai aku terlebih dahulu bertanya keapda Rasulullah saw". Akhirnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerinthkan: "Makanlah (upah tersebut),

 A Untuk mengoabti kebengkakan.

Ibnu Hajar Al-Haitami bercerita tentang beberapa syekh di Iraq, ia berkata: Pada masa kecilku, di atas alis matakau terdapat sebuah biji seperti gondok, bersamaan dengan usiaku yang telah menganjak dewasa alisku terasa berat, lalu dikatakan kepadaku: "Di Bagdad terdapat thabib Yahudi yang bisa mengoperasi alis dan mengeluarkan biji tersebut". Namun aku tidak merasa tenang karena dia seorang Yahudi, sehingga pada suatu hari aku melihat dalam mimpiku seseorang berkata kepadaku: "Bacalah Al-Fatihah saat akan berwudhu',". Maka aku melakukannya beberapa hari, sehingga saat aku mencuci wajah, alis dan mataku bijih tersebut keluar dan tercabut dengan sendirinya sampai bekasnyapun hilang! Aku menyimpulkan bahwa ini adalah keberkahan membaca surat Al-Fatihah, maka aku memanfaatkannya untuk mengobati demam dan penyakit-penyakit lainnya yang sebagian besarnya sembuh dengan izin Allah".

 A Sebagai balsam untuk rasa nyeri dan sakit (kisah Ibnul Qoyyim).

Dari Abdul Malik bin Umair radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Pada surat Al-Fatihah terdapat penyembuhan bagi setiap penyakit". Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: "Aku pernah tinggal di Mekkah beberapa masa, saat ditimpa beberapa penyakit, aku tidak menemukan dokter atau obat-obatan.  Maka aku mengobati diriku dengan membaca Al-Fatihah, barulah aku mengetahui bahwa ia mempunyi pengaruh yang sangat baik, maka aku memberitahukan manfaat tersebut kepada siapapun yang mengidap penyakit, sebagian besar penyakit tersebut sembuh dengan segera".

Beragam penyakit yang sudah diobati dengan (membaca surat Al-Fatihah), baik penyakit fisik atau jiwa, dengan izin Allah penyakit tersebut bisa sembuh. Cukuplah bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menamakannya dengan ruqyah (secara umum) tanpa menentukannya sebagai ruqyah untuk penyakit tertentu.

 BEBERAPA BACAAN ZIKIR UNTUK MEMBENTENGI DIRI

ZIKIR HARIAN UNTUK PENJAGAAN DIRI

JUMLAH DAN WAKTU

MANFAAT

Membaca ayat kursi

Dibaca sekali baik pada waktu pagi dan sore, saat akan tidur dan setelah shalat fardhu

Dijaga oleh para malaikat, mengusir setan dari rumah, salah satu sebab masuk surga

Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah

Sekali pada waktu sore, atau sebelum tidur atau dibaca di rumah

Menolak semua keburukan, mengusir setan selama tiga hari

Surat Al-Ikhlash, Al-Mu'awwadzatini (Al-Falaq dan An-Nas

Tiga kali pada waktu pagi dan sore, dan sekali saat akan tidur serta sekali setelah shalat fardhu

Mencegah segala keburukan, menjaga seseorang dari kejahatan jin dan penyakit ain

بِسْمِ اللهِ الذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اْسمِهِ شَئٌ في اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dibaca 3x pada waktu pagi dan 3x pada

waktu sore

Pencegah bahaya dan tidak ditimpa oleh bencana yang mendadak, atau dimudharatkan oleh sesuatu apapun.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامََّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Dibaca 3x pada waktu pagi dan 3x pada waktu sore

Benteng bagi suatu tempat dari keburukan dan Penawar bagi racun yang disebabkan oleh sengatan kalajengking dan yang lainnya

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهَوَ رَبُّ اْلعرْشِ اْلعَظِيْمُ

Dibaca 7x pada waktu pagi dan 7x pada waktu sore

Pencegah kebimbangan yang disebabkan oleh perkara dunia dan akhirat

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً

Dibaca 1x pada waktu pagi dan 1x pada wakru sore

Allah mesti akan meredhainya

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحدَه لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلُملْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْر

Dibaca 10x pada waktu pagi, dan 10 x pada waktu sore, 100 x atau lebih dalam sehari.

Benteng diri yang agung, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan 100 keburukan, mendapat pahala seperti pahala memerdekakan 10 budak

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحدَه لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلُملْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْريُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَـيٌّ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ اْلخَيْرُوَهـُوَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيْـر

Dibaca 1x saat memasuki pasar

Akan ditulis baginya beribu-ribu kebaikan, dihapuskan darinya beribu-ribu keburukan dan akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga

اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَاْلحـَزَنِ وَأَعُـوْذُبِكَ مِنَ اْلعَجْـزِ وَاْلكَسَلِ وَأَعُـوْذُبِكَ مِنَ اْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَأَعُـوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Dibaca 1x pada waktu pagi dan 1x pada waktu sore

Untuk menghilangkan kebimbangan dan kebingungan dan membebaskan diri dari hutang

Memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan yang paling baik adalah shalawat Ibrahimiyah

Tanpa batasan bilangan tertentu, minimal 10x pada waktu pagi dan 10x pada waktu sore

Mencegah kebimbangan, ampunan dosa, dan mendapat syafa'at Nabi shallallahu alaihi wasallam

Bacaan-Bacaan  Zikir Untuk Penjagaan Secara Umum

Jumlah Dan Waktu

M a n f a a t

بِسْــمِ اللهِ

Dibaca sebelum memulai setiap perkara yang penting

Menjaga diri dari tipu daya setan dan keburukan serta untuk mendatangkan keberkahan

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلىَ اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

1x saat akan keluar dari rumah

Tiga lipat kekuatan penjagaan dari setan: Allah akan mencukupkan dan menjaganya, serta setan akan menjauh darinya

أَعُوْذُ بِاللهِ اْلعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ وَبِسُلْطَانِهِ اْلقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Dibaca sekali saat memasuki masjid

Akan dijaga dari tipu daya setan sehari penuh

Beristigfar, seperti mengucapkan

أَسْتَغْفِرُاللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هوَ الْحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Dianjurkan untuk banyak megucapkannya

Untuk menghilangkan kebimbangan, mendatangkan rizki dan aman dari azab Allah

لاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ                      

Memperbanyak mengucapkannya

Simpanan harta di surga dan sebagai obat bagi 99 macam penyakit, penyakit yang terendah ialah rasa bimbang

Menjaga shalat berjama'ah di masjid terlebih

Shalat lima waktu

Menjaga diri dari tipu daya setan jin dan manusia, serta semua keburukan

 Terutama mejaga shalat fajar

Di dalam jaminan Allah

أَستَوْدِعُكُمُ اللهَ الّذِي لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ

Dibaca satu kali pada setiap sesuatu yang ingin dijaga

Untuk menjaga harta, anak dan lainnya dari kerusakan dan pencurian

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا اْبتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلىَ كَثِيْرٍ ِممَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلاً

Dibaca saat melihat seorang yang ditimpa penyakit, kerugian atau kecelakaan dan lainnya

Dia tidak akan ditimpa oleh bencana tersebut

1-Semua hadits yang menjadi dasarnya adalah shahih.         2-Zikir harian dibaca setelah fajar, asahr dn magrib. 3-Tidak disebutkan surat Al-Fatihah sebab tidak ada dasar dari Nabi saw yang menjelaskan tentang kedudukanya sebagai zikir harian, hanya dijelaskan sebagai pengobatan, jadi pemanfaatannya untuk pengobatan saja.

 Beberapa Bacaan Zikir Dan Amal Shaleh Yang Dijelaskan Oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam  Mendatangkan Pahala Yang Besar[71]

Beberapa Bacaan Zikir Mudah dan Mempunyai Keutamaan, serta Pahala Yang Berlipat

كَلِمَتَانَ خَفِيْفَتَانِ عَلىَ اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلىَ الَّرحْمنِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ الله الْعَظِيْمِ

Dua kalimat yang ringan bagi lisan, berat dalam timbangan, dicintai oleh Tuahan Yang Maha Pengasih:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ الله الْعَظِيْمِ

(Maha suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung)

لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وَزِنَتْ بِمَا قُلْتُ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Suangguh aku telah membaca empat kata sebanyak tiga kali yang sendainya ditimbang dengan apa yang telah engkau baca sejak awal hari ini niscaya akan menandinginya:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan mahluk-Nya, Maha Suci Allah sesuai keridha'an-Nya, Maha Suci Allah seberat timbangan Arasy-Nya dan sebanyak tinta yang menulis kalimat-Nya)

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa  yang selesai memakan suatu makanan lalu mengucapakan:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ

(Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku makanan ini, dan mencurhkan rizki  bagiku tanpa daya dan upaya dariku)

Maka akan diampuni baginya dosa-dosa yang telah diperbuatnya"

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ اْلعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلٌَ فِي اْلجَنَّةِ

Barangsiapa yang membaca:

 سُبْحَانَ اللهِ  اْلعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

(Maha Suci Allah lagi Maha Agung, dan segala puji bagi-Nya)

مَنْ قَالَ حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللهِ وِبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَ مِثْلُ زَبَدِ اْلبَحْرِ وَلَمْ يَأْتِ َأحَدٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ

Barangsaipa yang pada waktu pagi dan sorenya membaca:

 سُبْحَانَ اللهِ وِبِحَمْدِه ِseratus kali maka akan dihapuskan dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan, dan tiada seorangpun yang datang pada hari kiamat yang lebih mulia dari apa dibawanya kecuali seorang yang mengerjakan seperti apa yang dikerjakannya atau menambahnya.

A

Y

A

T

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ اْلمَوْتُ

Barangsiapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib tidak ada yang mencegahnya masuk surga kecuali kematian

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آياتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ عَُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ

Barangsaipa yang menghapal sepuluh ayat awal surat Al-Kahfi maka ia akan dijaga dari Dajjal

مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي اْلَجنَّةِ

Barangsiapa yang membaca surat Al-Ikhlash sepuluh kali maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga

Keutamaan

Azan dan Shalat

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُُّنْيَا وَمَا فَيْهَا

Dua rekaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya

مَنْ صَلىَّ الصُّبْحَ فَهُـوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ

Barangsiapa yang shalat subuh maka ia berada di dalam jaminan Allah

مَنْ صَلىَّ ِللهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيْرَةَ اْلأُوْلىَ كُتِبًتْ لَهُ بَرَاءَتاَنِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النَّفَاقِ

Barangsiapa yang shalat selama empat puluh hari secara berjama'ah dengan mendapatkan takbir yang pertama maka akan dicatat baginya dua keselamatan: Keselamatan dari neraka dan keselamatan dari kemunafiqan.

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ: كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

"Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khubah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya.

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوْا

Seandainya, orang-orang mengetahui apa yang terdapat pada azan dan shaf pertama, namun mereka tidak mendapatkannya keculai dengan saling berundi niscaya mereka akan berebut untuk saling berundi.

مَنْ صَلىَّ فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي اْلجَنَّةِ: أَرْبَعٌ قَبْلَ الظُّهْرِ  وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اْلمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ

Barangsiapa yang shalat sunnah dalam sehari semalam duabelas rekaat niscaya Allah akan membangunkan baginya rumah di surga, yaitu empat rekaat sebelum zuhur, dua rekaat setelah magrib, dua rekaat setelah isya' dan dua rekaat sebelum subuh

مَنْ صَلىَّ الْعِشَاءَ فِي جمَاَعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ الَّليْلِ وَمَنْ صَلىَّ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلىَّ الَّليْلَ كُلَّهُ

Barangsiapa yang shalat Isya' secara berjama'ah maka seakan bangun untuk shalat (sunnah) setengah malam, dan barangsiapa yang shalat subuh secara berjama'ah maka seakan bangun untuk shalat (sunnah) pada seluruh malam

مَنْ صَلىَّ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتىَّ تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلىَّ رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَاجَةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barangsiapa yang shalat subuh scara berjama'ah lalu duduk berzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rekaat maka ia mendapat pahala seperti pahala haji dan umroh sempurna, sempurna, sempurna.

Orang Yang Sakit Dan Meninggal Dunia

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلىَّ فَلَهُ قِيْرَاطٌ وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنُ كَانَ لَهُ قِيْرَاطَانِ قِيْلَ وَمَا اْلقِيْرَاطَانِ؟ قَالَ:مِثْلُ اْلجَبَلَيْنِ الْعَظِيْمَيْنِ" قَالَ بْنُ عُمَرَ ((كَمْ فَرَّطْنَا مِنْ قَرَارِيْطَ كَثِيْرَةٍ))

"Barangsiapa yang menyaksikan penyelenggaraan jenazah sehingga ia dishalatkan maka ia akan mendapat satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dimakamkan maka baginya dua qirath". Beliau ditanya berpakag dua qirath tersebut? "Seperti dua gunung yang besar" Jawab beliau. Ibnu Umar ra berkata: "Banyak qirath yang telah kita remehkan"

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Barangsiapa yang menghibur orang yang sedang tertimpa musibah maka baginya pahala seperti orang ditimpa.

ماَ مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ  بِمُصِيْبَتِهِ إِلاَّ كَسَاهُ اللهُ مِنْ حُلَلِ الْكَرَامَةِ

Tidaklah seorang muslim menghibur saudaranya dengan musibah yang menimpanya kecuali Allah akan membalasnya dengan pakaian sebagai hiasan kemuliaan

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوًةً إِلاَّ صَلىَّ عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِي وَإِنْ عَادَهَ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلىَّ عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى  يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيْفُ فِي الْجَنَّةِ

Tidaklah seseorang menjenguk seorang muslim (sedang sakit) pada waktu pagi kecuali tujupuluh ribu malaikat berdo'a  baginya samapai sore, dan jika ia menjenguknya pada waktu sore kecuali tujupuluh riu malaikat akan berdo'a baginya sampai pagi, dan diberikan baginya buah yang siap dipetik di surga"

Bersedeqah

مَنْ بَنَى ِللهِ مَسْجِدًا وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي اْلجَنَّةِ

Barangsiapa yang membangun sebuah masjid walaupaun sebesar sarang burung maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُقْرِضُ مُسْلِمًا قَرْضًا مَرَّتَيْنِ إِلاَّ كَانَ كَصَدَقَتِهَا مَرَّةً

Tiadaklah seorang muslim memberikan pinjaman bagi muslim yang lain dua kali kecuali (perbuatan) tersebut seperti bersedeqah satu kali

كَانَ رَجُلٌ يُدَايِنُ النَّاسَ فَكَانَ يَقُوْلُ لِفَتَاهُ إِذَا أَتَيْتَ مُعْسِرًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ لَعَلَّ اللهُ يَتَجَاوَزُ عَنَّا. قَالَ فَلَقِيَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَتَجَاوَزَ عَنْهُ

"Seseorang lelaki sering memberikan huang kepada orang lain, dia berkata kepad pesuruhnya: Apabila engkau mendatangi orang yang sedang kesulitan maafkanlah dia semoga Allah memaafkan kita. Rasulullah melanjutkan: Akhirnya dia menemui Allah dalam keadaan sudah dimaafkan.

((مَانَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مََالٍ)). ((سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفٍ, قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ؟ قَالَ: رَجُلٌ لَهُ دِرْهَمَانِ فَأَخَذَ أَحَدَهُمَا فَتَصَدَّقَ بِهِ وَرَجُلٌ لَهُ مَالٌ كَثِيْرٌ فَأَخَذَ مِنْ عُرْضِ مَالِهِ مِائَةَ أَلْفٍ فَتَصَدَّقَ بِهَ))

((Tiadaklah berkurang harta yang disedeqahkan)). ((Satu dirham mendahului seratus ribu dirham. Para shahabat bertanya bagaimanakah hal tersebut bisa terjadi wahai Rasulullah?. Rasulullah menajwab: "Seseorang memiliki dua dirham lalu ia mengambil sala satunya dan bersedeqah dengannya, dan seseorang yang mempunyai banyak harta lalu ia mengambil bagian dari harta tersebut seratus ribu dirham lalu ia bersedeqah dengannya"

Puasa Dan Shalat

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللهِ بَعَّدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah maka ia akan dijauhkan dari api neraka sejauh tujupuluh tahun

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ اْلمَاضِيَةَ وَاْلبَاقِيَةَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ َاْلمَاضِيَةَ

Beliau ditanya tentagn puasa hari Arofah, beliau menjawab: menghapuskan dosa-dosa pada tahun yang telah lewat dan akan datang. Dan juga ditanya tentang puasa Asyura' beliau menegaskan bahwa ia menghapuskan dosa setahun yang lalu

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلىَّ مَعَ اْلإِمَامِ حَتىَّ يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٌ

Sesungguhnya seseorang apabila telah shalat (isya') bersama imam sampai (imam) meninggalkan tempatnya maka ditulis baginya pahala shalat lail semalam suntuk.

Beberapa Amal

pada sepuluh awal zulhijjah

((مَنْ حَجَّ ِللهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ)) ((وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّة))

((Barangsiapa yang berhajji kemudian ia tidak berkata kotor, berbuat fasiq (keji) maka ia akan kembali bersih dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya)) ((Hajji yang maburur tidak  mempunyai balasan kecuali surga))

Berkurban: Rasulullah saw bersabda:

سُنَّةُ أَبِيْكٌمْ إِبْرَاهِيْمَ قَالُوْا: فَمَا لَنَا فِيْهَا يَارَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ بِكُّلِ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ

Beliau ditanya tentang berkurban maka Rasulullah saw menjawab: Itu adalah sunnah bapakmu Ibrahim. Para sahahabat bertanya: Apakah yang kita dapatkan dari perbuatan tersebut wahai Rasulullah? Beliau berkata: "Pada setiap rambutnya terdapat kebaikan"

((مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالحِِِ فِيْهَا أَحَبُّ إِلىَ اللهِ مِنْ هذِهِ اْلأَياَّمِ)) يَعْنيِ أَيّاَمَ الْعَشْرِ. قَالُوْا ياَرَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذلِكَ بِشَئٍ

Tiadak ada hari di mana amal shaleh padanya lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari ini)) Yaitu: Sepuluh hari (awal). Para shahabat bertanya: Dan tidak juga berjihad di jalan Allah?", dan tidak juga berjihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak membawa kembali sesuatu apapun dari yang demikian itu"

Niat

yang

baik,

 ilmu

dan

adiL

مَثَلُ هذِهِ اْلأُمَّةُ كَمَثَلِ اَرْبَعَةُ نَفَرٍ: رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالاًوَعِلْمًا فَهُوَ بَعْمَلُ بِعِلْمِهِ فِي مَالِهِ يُنْفِقُهُ فِي حَقِّهِ, وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ عِلْمًا وَلَمْ يُؤْتِهِ مَالاً فَهُوَ يَقُوْلَ لَوْكَانَ لَي مِثْلَ هذَا عَمِلْتُ فِيْهِ مِثْلَ الَّذِي يَعْمَلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَْيهِ وَسَلَّمَ: فَهُمَا فِي ْالأجْرء سَوَاءٌ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مََالاً وًَلَمْ يُؤْتِهِ عِلْمًا فَهُوَ يَخْبِطُ فِي مَالِهِ يُنْفِقهُ ُفِي غَْيرِ حَقِّهِ وَرَجُلٌ لمَ ْيؤُتْهِ ِاللهُ عِلْمًا وَلاَ مَاًلا فَهُوَ يَقُوْلُ: لَوْ كَانَ لِي مِثْلَ هَذَا عَمِلْتَ فِيْهِ َمثَلُ الَّذِي يَعْمَلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَهُمَا فِي اْلوِزْرِ سَوَاءٌ

Perumpamaan umat ini, seperti empat orang lelaki; seorang lelaki yang dierikan oleh Allah ilmu dan harta, lalu dia beramal dengan ilmunya pada harta tersebut dengan mengerluarkan haknya, dan seperti seorang lelaki yang diberikan ilmu namun tidak diberikan harta, lalu dia berkata: "Seandainya aku mempunyai harta seperti dia niscaya saya akan beramal pada harta tersebut seperti apa yang telah diperbuatnya. Rasulullah saw bersabda: "Mereka berdua akan mendapat pahala yang sama". Dan seorang lelaki yang diberikan baginya harta namun dia tidak diberikan ilmu, akhirnya tersesat dalam berbuat pada hartanya dan menyalurkan harta tersebut tidak pada haknya. Dan seorang lelaki yang tidak diberikan harta dan ilmu, lalu dia berkata: "Seandainya saya memiliki harta seperti dirinya, nisacaya saya berbuat padanya seperti apa yang telah perbuat dengannya. Rasulullah saw bersabda: "Mereka akan mendapatkan dosa yang sama". 

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَبْتَغِي فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى اْلَجنَّةِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ

Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memberikannya jalan menuju ke surga. Sesungguhnya orang yang alim dimintkan ampun baginya saipa yang beraa di langit dan bumi…

إِنَّ اْلمُقْسِطِيْنَ عِنْدَ اللهِ عَلىَ مَنَابِرٍ مِنْ نُوْرٍ عَنْ يَمِيْنِ الرَّحْمنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِيْنٌ اَلَّذِيْنَ يَعْدِلُوْنَ فَي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيْهِمْ وَمَا وَلُوا

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil, di sisi Allah akan berada pada mimbar dari cahaya di sisi tangan kanan Allah Yang Maha Pengasih, dan kedua Tangannya aadalah kanan, yaitu orang yang berbuat adil dalam brhukum dan terhadap keluarga serta tidak menyimpang.

Bersabar Dan Berjihad

سَأَلَتْ فَاطِمَةُ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَادِمًا فَقَالَ لَهَا وَلِعَلِيٍّ: أَلاَ أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مَمَّا سَأَلْتُمَانِي ؟ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا تُكَبِّرَا 34 وَتُسَبِّحَا 33 وَتَحْمَدَا 33 فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ

Fatimah pernah meminta kepada Nabi saw seorang pembantu. Maka beliau berkata kepadanya dan kepada Ali: ((Maukah aku ajarkan sesuatu yang lebih lebih baik dari apa yang engkau minta?. Apabila engkau akan hendak tidur maka bertakbirlah 34x dan Bertasbihlah 33x dan bertahmidlah 33x hal itu lebih baik bagimu dari seorang pembantu

((مَنْ يَضْمَنُ لِيَ مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنُ لَهُ اْلجَنَّةَ)) أي اللسان والفرج

((Barangsiapa yang menjamin bagiku bisa menjaga apa-apa yang ada di antara kedua bibirnya dan kedua kakinya niscaya saya akan menjamin baginya surga)) Yaitu: Lisan dan kemaluan

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِقَاءَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ أَعْطَاكَ اللهُ خَيْرًا مِنْهُ

Sesungguhnya kamu tidak meninggalkan sesuatu karena takut kepad Allah kecuali Allah akan memberimu sesuatu yang lebih baik darinya.

مَا يُصِيْبُ اْلُمسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَنٍ وَلاَ أَذَى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةَ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطَايَاهُ

Apapun yang menimpa seorang muslim dari rasa capek, letih, bingung, sedih, gangguan dan bimbang sampai duri yang menusuk kecuali Allah akan menghapuskan dengannya dosa-dosanya.

عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Dua mata yang tidak akan disentuh api neraka, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjag-jaga di jalan Allah.

رِبَاطُ يَـوْمٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْياَ وَمَا عَلَيْهَا وَمَـوْضِعَ سَـوْطِ أَحَدِكُمْ مِـنَ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

Berjaga-jaga di jalan Allah satu hari lebih baik dari dunia beserta apa-apa yamg ada di atasnya, dan tempat cemeti salah seorang di antara kalian di surga lebih baik dari dunia beserta apa yang ada padanya.

مَنْ سَأَلَ اللهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءَ وَإِنْ مَاتَ عَلىَ فِرَاشِهِ

Barangsiapa yang meminta kepada Allah mati syahid dengan sebenarnya niscaya Allah akan menyampaikannya pada derajat para syuhada sekalipun ia meninggal di atas tempat tidurnya.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

Wanita manapun yang meninggal sementara suaminya redha kepadanya maka ia akan masuk surga

مَنِ ابْتُلِيَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَئٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang diuji oleh Allah dengan anak perempuan lalu ia berbuat baik kepadanya niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَينْسَأَلَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa yang senang agar Allah memperluas rizkinya, memanjangkan umurnya  maka hendaklah ia menyambung silaturrahminya

Cinta dan Berbuat Baik

((أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحَبَبْتَ)) قَالَ أَنَسٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: فَمَا فَرَِحَ الصَّحَابَةُ  بِشَئٍ فَرْحَهُمْ بِهذَ ا اْلحَدِيْثِ

((Engkau bersama orang yang kamu cintai)) Anas ra berkata: tidaklah para shahabat gembira sesuatu seperti gembira mereka dengan hadis ini"

مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمَنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ اللهُ بِكُلِّ مُؤْمَِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةٌ

Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang mu'min baik laki-lakia atau perempuan niscaya Allah akan mencatat baginya bagi setiap orang yang beriman baik laki-laki dan permpuan kebaikan

مَنْ دَلَّ عَلىَ خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjukkan pada jalan kebaikan maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mengerjaknnya

اَلسَّاعِي عَلىَ اْلأَرْمَلَةِ وَاْلِمسْكِيْنِ كَا الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ أَوْ الْقَائِمِ الَّليْلِ الصَائِمِ النَّهَارِ

Orang yang berusaha untuk keperluan wanita janda dan orang miskin akan mendapat pahala sama seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang shalat malam dan puasa pada siang hari.

أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ هكَذَا وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السّّـَبَّابَةَ وَالْوُسْطَى

Saya dan penyantun anak yatim di surga seperti ini dan beliau mengumpamakannya dengan jari telunjuk dan jari tengah

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka pada ahri kiamat.

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصاَفَحَانَ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu saling berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama mereka belum berpisah

Berakhlaq Yang Baik

((إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقٍهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ )) , ((وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلىَ الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ))

((Sesungguhnya seorang mu'min akan mendapatkan dengan kebikan akhlaqnya derajat orang yang berpuasa dan shalat malam)) , ((Dan akan mendapatkan rumah di surga yang paling tertinggi bagi orang yang baik akhlaqnya))

لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيْقِ كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ

Sungguh aku melihat seorang lelaki mondar mandir di surga karena pohon yang dipotongnya dari tengah jalan yang mengganggu orang lain.

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ يَسْتَطِيْعُ أَنْ يُنَفِّذَهُ دَعَاهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

عَلىَ رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ حَتىَّ يُخَيِّرَهُ أَىَّ الْحُوْرِ شَاءَ

Barangsiapa yang menahan amarahnya paadahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh mahluk sehingga Dia menawarkannya pada bidadari yang dikehendakinya

أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ اْلَجنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ اْلِمرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقَّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا

Saya akan menjamin sebuah rumah di sebuah tempat di surga bagi orang yang meninggalkan berdebat seklipun dia benar, dan mmenjamin sebuah rumah di tengah surga bagi siapa yang meninggalkan kebohongan sekalipun bercanda.

Bergantung Kepada Allah

مَنْ كَانَتْ الآخِرةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاه ُفِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai orientasinya maka Allah akan menjadikan kekayaannya pada hatinya dan Allah akan menghimpun kekuatannya, dan dunia akan mendatanginya sekalipun dia menolak.

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلىَ اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan kamu sekalian rizki sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung; pergi pada waktu pagi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang



[1] HR. Bukhari no: 7288, Muslim no: 1337.

[2] Shahih Turmudzi 3/139

[3]HR. Bukhri (6465)

[4] Bukan berarti membatasi diri dengan wirid-wirid ini lalu meninggalkan yang lainnya. Maksudnya adalah menjadikan wirid ini sebagai dasar dan mengembangkannya lebih baik.

[5] Agar fungsi penjagaan wirid ini cukup dan kuat dengan izin Allah, penjagaan semestinya dilakukan oleh kedua belah pihak suami istri secara sekaligus, aku mengetahui seorang wanita yang tertimpa penyakit sehingga hampir  menderita karena sikapnya yang terlalu meremehkan sebab, dia beranggapan bahwa antisifasi seorang suami untuk membentengi dirinyan sudah mencukupi sebagi benteng terhadap dirinya. Dan ini adalah kesalahan yang besar, maka waspadalah terhadap masalah ini.

[6] HR. Muslim no: 2018

[7] Dishahihkan oleh sekelompok ulama seperti Ibnu Shalah, dan Al-Nawawiy dalam kitab Al-Azkar, Syaekh bin Baz mengaakan bahwa hadits tersebut hasan karena beberapa hadits lain.

[8] HR. Baihaqi, Abu Na'im, Al-Thabrani dan Ibnu Said dengan sanad yang shahih. Tahzibut tahzib, Ibnu Hajar 3/125.

[9] HR. Bukhari no: 2311.

[10] HR. Al-Nas'I, Shahihul Jami' 5/339, maksudnya adakah tidak ada pemisah antara dirinya dan masuk surga kecuali mati.

[11] Sunan Al-Darimi 2/447-448

[12] Lakhtul Marjan, Al-Suyuthi Hal.150.

[13] HR. Bukhari no:5019, pada bab Fadhailil Qur'an, Muslim no: 808, pada bab Fdhl faatihatil kitab wa khawatimil baqarah.

[14] HR. Hakim dalam kitab Al-Mustadrok 1/562, ia mengatakan bahwa hadits tersebut hasan.

[15] Al-Kalimut thayyib, Syikhul Islam ibnu Taimiyah hal. 19

[16] Bahwa Nabi saw jika

[17] HR. Turmudzi. Shahih Turmudzi 3/182.

[18] Jam'iul Ushul 8/491/492.

[19] HR. Turmudzi. Shaihut Turmudzi 2/206.

[20] Al-Wabilussayyib, Ibnul Qoyyim hal. 98

[21] Al-Wabilussayyib, Ibnul Qoyyim hal. 98

[22] Shahih Turmudzi 3/186, Al-Bani mengatakan sanadnya Maqthu'.

[23] Shahih Abi Dawud hal. 958, no: 4244

[24] HR. Muslim no: 2709

[25] Shahih Turmudzi 3/187.

[26] HR. Muslim 2708.

[27] HR. Ibnu Sunni dalam kitabnya Amalul yaumi wallailah no:70 dan dishahihkan oleh Al-Arna'uth, lihat Zadul Ma'ad 2/376.

[28] HR.Abu Dawud no:5095, di dalam kitab Al-Adab Ibnu Hajar mengatakan: perwainya adalah tsiqot, dishahihkan oleh Ibnu Hibban no:2370.

[29] HR. Imam Ahmad, dari hadits Abi Ayyasy 4/60 dengan sanad yang shahih, Abu Dawud 5077.

[30] HR. Bukhari 11/168-169, Muslim 2691.

[31] HR. Turmudzi no: 3424, Al-Hakim no: 1/538-539, dishahihkan oleh Al-Bani dalam kitab Al-Jamius Shagir 5/288.

[32] HR. Muslim no: 2451, Al-Fath 9/5 dan Al-Thabrani 6/204

[33] HR.Turmudzi no: 1208, ia mengatakan bahwa hadits ini shahih, Al-Nasa'I no: 3797 Al-Tabrani 18/357

[34] HR. Abu Dawud no: 466, Arna'uth berkata bahwa sanadnya shahih. Zadul Ma'ad 2/370 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Al-Futuhat, Ibnu Allan 2/47.

[35] HR. Turmudzi 5/569, Abu Dawud 2/85, dishahihkan oleh Al-Bani, Shahih Turmudzi 3/182.

[36] HR. Bukahri 7/150

[37] QS. Al-Anfal: 33

[38] QS. Nuh 10-12.

[39] HR. Abu Dawud, Kitabus shalat, babul istigfar 2/85, hadits ini juga dikuatkan oleh riwayat yang lain.

[40] HR. Turmudzi 7/152, dihasankan oleh Al-Arn'auth dalam kitab Jala'ul afham, Ibnul Qoyyim, hal.78.

[41] HR. Turmudzi 7/152, dihasankan oleh Al-Arna'uth dalam kitab Jala'ul afham, Ibnul Qoyyim, hal.78.

[42] Jala'ul afham, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syua'ib dan Abdul Qodir Al-Arna'uth hal. 79

[43] Tuhfatuz Zakirin, Al-Syaukani hal. 30

[44]Lihat kitab Shahihut Targib no: 659 hal. 273 dan dihasankan oleh Al-Albani. Dan shalawat yang paling sempurna adalah shalawat Ibrahimiyah,

[45] Shalawat Ibrahimiyah:

اَللهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

[46] HR. Imam Ahmad dalam kitabnya Al-Musnad 2/403 dengan sanad yang shahih

[47] HR. Ahmad dalam kitab Al-Musnad 2/403 dengan sanad yang hasan.

[48] HR. Ahmad dengan sanad yang shahih di dalam kitab musnadnya no: 5605. Dan janganlah engkau mengangkat suaramu saat berdo'a sehingga orang yang terkena menyangka bahwa engkau bergembira atas bencana yang menimpanya

[49] HR. Turmudzi dan Al-Thabrani dari hadits riwayat Mu'adz secara marfu'. Turmudzi mengatakan bahwa hadits ini hasan garib, lihatlah kitab: Tamyizut thayyib minal khabits karangan: Abdurrahman Al-atsari hal. 171, dan Al-Adzkar, Imam Nawawi hal. 542

[50] Al-Mustadrak, Al-Hakim: 1/124, dishahihkan oleh Al-Bani dalam kitabnya Shahihul Jami' 2/707 no: 3795.

[51] Syu'abul Iman, Al-Baihaqi 3/283 no: 3559.

[52] Al-Mu'ajmus shagir,  Al-Thabrani 2/205 no: 1033, dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitabnya Shahihul Jami: 2/707 no: 3759.

[53] HR. Turmudzi dan dihasankannya. Kami tidak menyebutkan keutamaan shadaqah yang lain baik di dunia dan akhirat sebab semuanya telah masyhur. Dan pembahasan kita kali ini terbatas pada fungsi penjagaan.

[54] HR. Al-Tabrani dan Al-Baihaqi dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' 1-634, no: 3358.

[55] Al-Madkhal, Ibnul Haajj: 4/141-142.

[56] HR. Abu Hurairah dalam kitab: Syu'abil iman, Al-Baihaqi 7/191, dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab Al-Jami' no: 1902.

[57] Al-Muwaththa', Imam Malik 2/997.

[58] QS. Al-A'raf: 56

[59] QS.Ali Imron: 11

[60]HR. Ibnu Majah 90/4022, Ibnu Hibban no: 872, Al-Hakim dan dishahihkannya 1/493

[61] HR. Imam Ahmad 5/293, 4/260, Abu Dawud no:4347 dengan sanad yang shahih.

[62] Suatu penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata, baik karena dengki, kagum atau yang lainnya.

[63] Kitab Syarhussunnah 13/116.

[64] HR. Bukahri, Shahihul Jami no: 3304.

[65] QS. Al-Baqarah: 155.

[66] HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani.

[67] HR. Ahmad dan Turmudzi.

[68] QS. Al-Anbiya': 35.

[69] ShahihulJami'. Al-Albani: 5764

[70] HR. Al-Bukhari: 10/198, Muslim 4/1727.

[71] Semua hadits yang menjadi dasar perbuatan di atas adalah shahih.