Bantahan terhadap paham pluralisme agama

Keterangan

Bangsa-bangsa kafir menyelenggarakan berbagai macam konferensi dengan berbagai nama, misalnya: “Pendekatan antar Agama”, “Penyatuan Agama”, “Persaudaraan antar Agama”, atau “Dialog Peradaban”. Hal ini merupakan salah satu penopang terburuk dua gua yang amat gelap yaitu “Tatanan Dunia Baru” dan “Globalisasi” yang memiliki tujuan menyebarkan kekufuran, atheisme, kebebasan, menghapus nilai-nilai Islam dan mengubah fitrah kemanusiaan.

Download
Kirim komentar untuk Webmaster

Deskripsi terperinci

BANTAHAN

TERHADAP PAHAM PLURALISME AGAMA

﴿ إبطال نظرية الخلط بين الإسلام وغيره من الأديان ﴾

MEMBANTAH

TEORI PEMBAURAN AGAMA ISLAM DENGAN AGAMA-AGAMA LAIN

(PLURALISME)

 Pengantar Cetakan kedua

Segala puji hanya untuk Allah SWT semata. Amma ba’du…

Sesungguhnya adalah bencana seruan untuk mencampur-adukkan  agama Islam dengan agama-agama lain yang sesat seperti Yahudi dan  Kristen. Untuk hal itu, bangsa-bangsa kafir menyelenggarakan berbagai macam konferensi  dengan berbagai nama, misalnya: “Pendekatan antar Agama”, “Penyatuan Agama”, “Persaudaraan antar Agama”, atau “Dialog Peradaban”. Hal ini merupakan salah satu penopang terburuk dua gua yang amat gelap yaitu “Tatanan Dunia Baru” dan “Globalisasi” yang memiliki tujuan menyebarkan kekufuran, atheisme, kebebasan, menghapus nilai-nilai Islam dan mengubah fitrah kemanusiaan. Oleh karena itu, saya susun buku ini untuk untuk mengungkapkan bahaya bencana ini terhadap kaum muslimin dan untuk menjelaskan ketidakbenarannya serta memperingatkan kaum muslimin dari bahayan hal tersebut.

Kita dilarang keras mengikuti  paham penyatuan agama-agama, sebagaimana terdapat  dalam  surat Al-Fatihah yang dibaca kaum muslimin pada  setiap shalat:

$tRω÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ   xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rﷺ‬& öNÎgø‹n=tã Ύöxî Åﷻ‬qàÒøóyJø9$# óOÎgø‹n=tæ Ÿwuﷺ‬ tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ     

(6). Tunjukilah kami jalan yang lurus…

(7). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan  (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat.

Buku ini memiliki kandungan makna yang luhur dan hikmah yang besar.  Alhamdulillah telah dicetak empat kali. Cetakan pertama di dalam dan di luar Arab Saudi  termasuk cetakan Lembaga Pusat Riset Ilmiah dan Fatwa tahun 1420 H. Pada cetakan kedua ini ada beberapa tambahan di antaranya:

  1. Pada halaman 16 firman Allah I dalam surat Al-Baqarah: 42 yang artinya: “Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil” dan penafsiran ulama salaf yang mengatakan: “Janganlah kamu campur-adukkan Yahudi dan Kristen dengan Islam…”. Ini termasuk kandungan makna luhur dari Al-Qur’an.
  2. Pada halaman 49-55 dua kutipan dari perkataan Syekh Islam Ibnu Taimiyah ra, bahwa semua agama para Nabi adalah satu tidak bisa dinaskh sedangkan syariat mereka berbeda dan seluruh syariat-syariat itu dihapus dengan syariat penutup  Nabi Muhammad ﷺ‬. Barang siapa yang tidak beriman kepadanya dan kepada syariahnya maka ia kafir. Dan kami jelaskan juga pada halaman 45 kesalahan ungkapan “Agama-agama Samawi.”
  3. Pada akhir buku ini kami cantumkan tiga tambahan yaitu fatwa-fatwa yang berasal dari Lajnah Da’imah Lilbuhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta, tentang “Batalnya Seruan Penyatuan Agama”, “Pengharaman Membangun Tempat-tempat Ibadah Orang-orang Kafir, seperti Gereja” dan “Peringatan tentang Bahaya Sarana Kristenisasi”

Pada cetakan kali ini, kami cantumkan juga indeks ayat Al-Qur’an, riwayat-riwayat dan faedah-faedah, serta judul.

Alhamdulillah rabbil alamin.

Penulis

Bakr bin Abdullah Abu Zaid

20 Jumadil awwal 1421 H.

 Pengantar Cetakan Pertama

Alhamdulillah, Rabb seluruh alam yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah I, dan Allah I telah menyempurnakan agama tersebut serta menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita dengan agama ini, meridhai-Nya sebagai agama untuk kita, menjadikan kita sebagai pemeluknya, menjadikannya penutup seluruh agama dan menghapus syariat-syariat sebelumnya, mengutus Muhammad ﷺ‬ penutup para Nabi dan Rasul.

¨bﷺ‬&uﷺ‬ #x‹»yd ‘ÏÛºuŽÅÀ $VÉ)tGó¡ãB çnqãèÎ7¨?$$sù ( Ÿwuﷺ‬ (#qãèÎ7­Fs? Ÿ@ç6¡9$# s-§xÿtGsù öNä3Î/ `tã ¾Ï&Î#‹Î7y™ 4 öNä3ÏsŒ Nä38¢¹uﷺ‬ ¾ÏmÎ/ öNà6¯=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÎÌÈ  

(153). Dan bahwa (yang Aku perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) [152], karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

Dan menjadikan akhirnya adalah keridhoan Allah I dan surga:

Ÿ ô‰s% Nà2uä!%y` šÆÏiB «!$# ֑qçR Ò=»tGÅ2uﷺ‬ ÑúüÎ7•B ÇÊÎÈ   “ωôgtƒ ÏmÎ/ ª!$# ÇÆtB yìt7©?$# ¼çmtuqôÊ͑ Ÿ@ç7ߙ Én=¡¡9$# Nßgã_̍÷‚ãƒuﷺ‬ z`ÏiB ÏM»yJè=—à9$# †n<Î) ͑q–Y9$# ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ óOÎωôgtƒuﷺ‬ 4’n<Î) :ÞºuŽÅÀ 5É)tGó¡•B ÇÊÏÈ  

(15). Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

(16). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya menuju jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

y‰tãuﷺ‬ ª!$# šúüÏZÏB÷sßJø9$# ÏM»oYÏB÷sßJø9$#uﷺ‬ ;M»¨Zy_ “̍øgﷺ‬B `ÏB $ygÏGøtﷺ‬B ㍻yg÷RF{$# tûïÏ$Î#»yz $pÏù z`Å|¡tBuﷺ‬ Zpt6ÍhŠsÛ †Îû ÏM»¨Zy_ 5bô‰tã 4 ×uqôÊ͑uﷺ‬ šÆÏiB «!$# çŽt9ò2ﷺ‬& 4 y7ÏsŒ uqèd ã—öqxÿø9$# ÞÏàyèø9$# ÇÐËÈ  

(72). Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga  'and, dan keridhaan Allah adalah lebih besar. Itu adalah keberuntungan yang besar.

Dia sebaliknya menjadikan hina bagi orang yang melanggar perintah-Nya:

uŽötósùﷺ‬& Çϊ «!$# šcqäóö7tƒ ÿ¼ã&s!uﷺ‬ zNn=ó™ﷺ‬& `tB ’Îû ÏNºuyJ¡¡9$# Äßö‘F{$#uﷺ‬ $YãöqsÛ $\döŸ2uﷺ‬ Ïmø‹s9Î)uﷺ‬ šcqãèy_öãƒ ÇÑÌÈ  

(83). Apakah mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal kepada-Nya lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah mereka dikembalikan.

Kita memohon perlindungan kepada Allah SWT dari jalan orang-orang yang dimurkai yaitu Yahudi: umat yang pendusta, pembohong, pengkhianat, licik, penuh tipu daya, pembunuh para Nabi, pemakan harta haram –riba dan sogokan-. Kaum yang paling busuk niat dan perangainya, paling jauh dari rahmat, dan paling dekat dengan siksa neraka. Kebencian dan permusuhan adalah kebiasaan mereka. Mereka adalah ahli sihir,  dan penuh tipu daya. Mereka tidak mau menghormati orang yang berbeda pendapat dengan mereka, dan mereka mendustai para Nabi. Mereka tidak mau memelihara hubungan kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak juga mengindahkan perjanjian. Bagi mereka, orang yang tidak setuju dengan mereka tidak punya hak hidup dan tidak perlu dikasihani. Mereka tidak berbuat adil dengan orang-orang yang bekerja sama dengan mereka. Mereka juga tidak memberi rasa aman dan tenang kepada orang yang bergaul dengan mereka. Mereka tidak pernah mau menerima nasehat dari orang yang bekerja dengan mereka. Bagi mereka yang keji adalah orang pintar, yang cerdas adalah penipu, orang yang bersih –dan ini tidak mungkin ada orang seperti di antara mereka- bukan merupakan orang Yahudi. Mereka adalah makhluk yang paling sempit hatinya, paling gelap rumahnya, paling busuk pekarangannya, paling buas perangainya. Salam mereka laknat, pertemuan mereka kesialan, selogan mereka amarah dan selimut mereka kebencian.

Kita berlindung kepada Allah dari jalan orang-orang sesat yaitu kaum Nasrani. Penganut trinitas, umat yang sesat, penyembah salib, yang menghina Allah SWT dengan hinaan yang belum pernah dilakukan seorangpun dari manusia kepada-Nya. Mereka tidak mengakui bahwa Allah Maha Esa, yaitu Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada ada sesuatu pun yang menyerupainya. Mereka tidak menjadikan-Nya lebih besar dari segala sesuatu, bahkan mereka mengatakan sesuatu hal yang membuat “Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh” (SQ.19: 90). Katakanlah apapun yang ingin engkau katakan terhadap kaum ini yang menjadikan dasar keyakinannya bahwa Allah merupakan salah satu dari yang tiga, Maryam adalah istri-Nya, Isa adalah anak-Nya, Allah SWT turun dari singgasana keagungan-Nya lalu menyatu dengan perut istri-Nya lalu terjadilah apa yang terjadi hingga Isa mati terbunuh dan dikuburkan. Agama mereka adalah menyembah salib, berdoa kepada gambar-gambar yang dipahat di tembok-tembok dan diberi warna merah dan kuning. Mereka berdoa: “Wahai Ibu Tuhan berilah kami rezki,  ampuni dan sayangi kami.” Agama mereka membolehkan meminum khamar, memakan babi, meninggalkan khitan, beribadah dengan yang najis, menghalalkan semua yang najis sampai nyamuk dan gajah. Menurut mereka yang halal adalah apa yang dihalalkan pendeta dan yang haram adalah apa yang diharamkan pendeta. Agama adalah apa yang disyariatkan pendeta, dialah yang mengampuni dosa mereka dan membebaskan mereka dari siksa neraka.

Kita berlindung kepada Allah SWT dari setiap penyembah berhala, penyembah api, penyembah setan dan penyembah bintang. Mereka semua telah syirik, mendustai para Nabi, meninggalkan syariat, mengingkari hari kebangkitan, dan hari dikumpulkan semua jasad. Tidak tunduk kepada Allah SWT dengan agamaNya, tidak menyembahNya bersama orang-orang yang menyembahnya dan tidak meng-Esakan-Nya bersama orang-orang yang meng-Esakan-Nya. Di antara kaum Majusi ada yang menghalalkan ibu, anak gadis, saudari kandung, apalagi bibi dari pihak ayah maupun  dari pihak  ibu untuk dinikahi. Agama mereka musik, makanan mereka bangkai, minuman mereka khamar, Tuhan mereka api, penolong mereka setan. Agama mereka adalah paling buruk di antara agama, aliran dan keyakinan yang dimiliki manusia.

Adapun para penyembah bintang yang ahli zindik dan filusuf-filusuf yang atheis, mereka tidak beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab suci, rasul-rasul, dan perjumpaan dengan-Nya pada hari kiamat. Mereka juga tidak meyakini adanya hari akhir.  Menurut mereka, alam semesta ini tidak memiliki Rabb Yang Maha Melakukan apa saja yang Ia inginkan, Maha Berkuasa atas segala sesuatu, Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Menyuruh dan Melarang, Pengutus Rasul-rasul, Yang menurunkan kitab-kitab suci, Memberi pahala kepada yang berbuat baik dan Memberi siksa kepada yang berbuat jahat. Menurut ahli-ahli, teori mereka tidak ada kecuali sembilan bintang, sepuluh akal, empat rukun dan rangkaian yang membuat semua makhluk menjadi ada, rangkaian ini lebih tepat dikatakan rangkaian orang gila daripada rangkaian yang bisa diterima akal sehat.

Alhamdulillah, Allah SWT telah melindungi kita dari jalan-jalan kesesatan yang terkumpul di lima jalan setan ini yaitu jalan umat Yahudi yang dimurkai, jalan umat Nasrani yang sesat, jalan para penyembah bintang orang-orang zindik yang atheis dan bingung serta para penerus mereka kaum komunis dan yang semisal mereka, jalan kaum Majusi tempat terhimpunnya semua keburukan ucapan, perbuatan dan keyakinan, dan jalan orang-orang musyrik para penyembah berhala dan pendusta para Nabi dan Rasul.

Alhamdulillah, Allah SWT telah menyelamatkan kita dari jalan-jalan sesat tersebut dan mencukupkan kita dengan syariat-Nya yaitu syariat Islam yang mengajak kepada hikmah, nasehat yang baik dan mengandung perintah berbuat adil, baik dan larangan berbuat keji, mungkar, dan melampaui batas. Hanya untuk Allah SWT segala puji dan karunia atas anugerah-Nya kepada kita dan Dia telah mengutamakan kita dari umat-umat lain. Kita berharap kepada-Nya agar kita selalu diberi anugerah mensyukuri nikmat ini dan membukakan pintu taubat, ampunan, dan rahmatNya untuk kita.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya, Maha Tinggi dan Maha Suci dari setiap orang yang mengingkari, mendustai dan yang menyekutukan-Nya dengan sembahan-sembahan lain yang diciptakan dan dengan Tuhan-tuhan yang lemah lainnya.

$tB x‹sƒªB$# ª!$# `ÏB 7$s!uﷺ‬ $tBuﷺ‬ šc%Ÿ2 ¼çmyètB ô`ÏB >s9Î) 4 #]ŒÎ) |=yds%©! ‘@ä. ¥s9Î) $yJÎ/ t,n=y{ Ÿxyès9uﷺ‬ öNßgàÒ÷èt/ 4’n?tã <Ù÷èt/ 4 zysö6ߙ «!$# $£Jt㠚cqàÿÅÁtƒ ÇÒÊÈ   ÄNÎtã É=ø‹tóø9$# Íoy‰»yg¤±9$#uﷺ‬ 4’nyètFsù $£Jt㠚cqà2Ύô³ãƒ ÇÒËÈ  

(91). Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada Tuhan beserta-Nya, masing-masing Tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari Tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.

(92). Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, Maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.

Aku bersaksi bahwa Muhammad  ﷺ‬ adalah hamba dan rasul-Nya, makhluk pilihan-Nya, ciptaan terbaik-Nya, yang dipercaya membawa wahyu-Nya kepada seluruh alam dan makhluk. Dia diutus dengan membawa agama terbaik, syariah paling sempurna, petunjuk paling jelas, hujah paling terang, dan bukti paling jelas kepada seluruh alam, manusia, jin, orang Arab, non-Arab, penduduk kota dan kampung. Kitab-kitab suci terdahulu telah memberi kabar gembira tentang kedatangannya, para Rasul terdahulu juga memberitakan tentang kedatangannya, namanya terkenal di seluruh zaman, di desa-desa, kota-kota dan pada umat-umat terdahulu. Kabar gembira tentang kenabiannya telah diberitakan sejak zaman Nabi Adam bapak moyang manusia hingga zaman Isa putra Maryam.

Amma ba’du…

Pada saat goresan pena jihad para ulama muslimin di seluruh penjuru dunia untuk berdakwah kepada Allah SWT, menjelaskan tentang agama Islam, menghadapi gelombang atheisme dan kekafiran, membantah seruan-seruan jahiliyah lama dan modern melalui selogan-selogan nasionalisme, kebangkitan, marxisme, sekularisme, pembahuruan, melawan serbuan westernisasi, penyimpangan, perang mental dengan bermacam bentuk, contoh dan polanya. Sekarang muncul pula ke permukaan musibah baru yang merupakan fenomena paling keji yang memusuhi Islam dan muslimin; hal itu karena ia muncul ke medan pertempuran dengan tiba-tiba tanpa rasa malu dan dibungkus dengan kemasan yang cantik untuk menipu umat Islam. Mereka mencela agama, memutar-mutar lidah untuk merusak manusia dan menjauhkan mereka dari Islam,  melarutkan kepribadiannya dalam pergulatan antar agama, menjauhkan ajaran Islam, menumpas generasi-generasi yang beriman, dan menarik para pemeluknya kepada kemurtadan secara utuh.

Semua itu terjadi dengan metode pergulatan, permusuhan, dan perseteruan seperti ungkapan Abul Ala’ al-Ma’arry dalam syairnya:

Sesuatu hal bertambah karena ada hal lain yang berkurang

Seperti malam jika ia bertambah panjang tentu sang siang akan semakin pendek

Dan sesuai dengan firman Allah SWT:

y 3 Ÿwuﷺ‬ tbqä9#t“tƒ öNä3tRqè=ÏG»s)ム4Ó®Lym öNä.ﷺ‬–Šãtƒ `tã öNà6Ïϊ ÈbÎ) (#qãè»sÜtGó™$# 4

(217). Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.

Dan firman Allah SWT:

(#ﷺ‬–Šuﷺ‬ öqs9 tbrãàÿõ3s? $yJx. (#ﷺ‬ãxÿx. tbqçRqä3tFsù [ä!#uqy™ ( Ÿ

89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka).

Bencana ini dimunculkan secara terang-terangan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam bentuk seruan menuju “Perpaduan antara Agama Islam dengan Agama Mereka yang Sudah Dirubah dan Dihapus”. Mereka menanamkan sel-sel mereka di tubuh umat Islam di seluruh pelosok dunia, dan meleburkan kaum muslimin bersama mereka dalam satu identitas. Tidak ada lagi Wala dan Bara, tidak ada lagi pembagian manusia dalam kategori muslim dan kafir, juga tidak ada pembagian ibadah yang haq dan yang batil. Untuk mendukung program ini mereka mengangkat selogan-selogan, membuat berbagai macam propaganda, mengadakan berbagai macam konferensi, seminar. Mendirikan berbagai organisasi, kelompok dan klub, baik dalam bentuk rencana-rencana, tekanan-tekanan, perundingan-perundingan baik yang terang-terangan atau senbunyi-sembunyi, diumumkan atau dirahasiakan, serta berbagai langkah aktif lainnya yang sudah sangat jelas dan tersebar.

Pada saat yang sama mereka juga menabuh genderang perang dan bersungguh-sungguh dalam proyek Kristenisasi, memperluas jangkauannya, mengajak kepadanya, memanfaatkan daerah-daerah miskin, dan terbelakang serta mengirim makanan berkedok bantuan serta selebaran-selebaran melalui kotak pos-kotak pos.

Dari sini timbul pertanyaan mendesak dan banyak bermunculan di kalangan umat Islam tentang teori yang sudah tersebar di kalangan mereka ini dan sudah menghinggapi rumah-rumah mereka: “Apa penyebab munculnya?” “Apa tujuannya?” “Sejauh mana kebenaran selogan-selogannya?” “Bagaimana penilaian Islam terhadap hal itu?” “Bagaimana hukum orang Islam yang memenuhinya, menjawab seruan itu, mengajak kepadanya, memudahkan jalannya agar mudah ditempuh kaum muslimin, yang menyebarkannya di kalangan umat Islam, menaburkan sarana-sarana westernisasi, Yahudisasi dan Kristenisasi dalam barisan umat Islam demi hal tersebut?” Bahkan sampai muncul ide gila untuk mencetak Al-Qur’an, Taurat dan Injil dalam satu buku. Bahkan proyek pembauran agama ini sampai pada ide pembangunan masjid, gereja, sinagog, dan tempat ibadah lain dalam satu tempat di kampus-kampus, bandara-bandara, dan tempat-tempat umum lainnya.

Apa bantahan kalian wahai para ulama Islam???

JAWABANNYA:

Tidak diragukan lagi situasi ini telah terjadi dan diketahui masyarakat. Pertanyaan sudah muncul dan harus dijawab oleh orang-orang yang telah Allah karuniakan ilmu pengetahuan dalam agama-Nya, dan ini juga merupakan bagian hak Allah yang harus dipenuhi oleh setiap muslim; untuk memberikan penerangan kepada kaum muslimin dalam urusan agama. Mari kita ungkapkan kebenaran apa yang melanda umat Islam hingga mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kita  menjaga syariat dengan menjawab dan membalas seluruh tipu daya yang dilancarkan kepada agama dan umat Islam. Hal ini juga untuk menjawab tipu daya yang dilancarkan dalam menghujat Allah dan kitab-Nya, Rasulullah dan sunnahnya. Hal ini merupakan salah satu  pintu mulia di antara pintu-pintu jihad kepada orang kafir, membalas tipu daya dan kejahatan mereka kepada kaum muslimin dengan hujjah dan memberi penjelasan, pedang dan senjata, hati dan nurani. Kalau hal itu tidak kita lakukan maka tidak ada keimanan sedikitpun yang tersisa dalam hati kita. Allah SWT berfirman:

`Ås9uﷺ‬ (#qçRqä. z`¿ÍhŠÏ­/u‘ $yJÎ/ óOçFZä. tbqßJÏk=yèè? |=»tGÅ3ø9$# $yJÎ/uﷺ‬ óOçFZä. tbqߙâ‘ô‰s? ÇÐÒÈ  

(79). "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani [208], karena kamu selalu mengajarkan Al-kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

Saya merasa perlu untuk menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan alasan,  dalil, dan bukti dalam tiga bab berikut ini.

Bab Pertama: Rangkaian sejarah teori pembauran ini, analisis kejadiannya, langkah-langkahnya pada masa lalu dan sekarang; bertujuan agar kita mendapatkan jawaban yang utuh terhadap pertanyaan di atas.

Bab Kedua: Jawaban secara global.

Bab Ketiga: Jawaban secara terperinci dengan menganalisis pokok-pokok akidah Islamiyah yang menolak dan bertolak belakang dengan teori ini.


BAB PERTAMA

RANGKAIAN SEJARAH TEORI INI DAN ANALISIS KEJADIAN-KEJADIANNYA

Teori ini adalah milik Yahudi dan Kristen, dan termasuk teori usang jika dilihat dari segi selogan-selogannya dalam usaha untuk menyebarkannya kepada seluruh kalangan untuk menarik kaum muslimin dari identitas ke-Islamannya. Sesungguhnya hal ini sudah lama berada dalam genggaman Yahudi dan Kristen pada rangkaian siasat tipu daya dan sikap mereka yang memusuhi Islam dan kaum muslimin.

Dengan menelusuri fase-fase sejarahnya, saya mendapatkan teori ini yang telah berjalan pada empat periode zaman:

  1. Periode zaman Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT telah menerangkan dalam kitab-Nya bahwa orang Yahudi dan Kristen selalu berusaha menjauhkan kaum muslimin dari ke-Islamannya, mengembalikan mereka kepada kekufuran, dan mengajak mereka kepada agama Yahudi atau Kristen. Allah SWT berfirman:

¨Šuﷺ‬ ׎ÏVŸ2 ïÆÏiB È@÷dﷺ‬& É=»tGÅ3ø9$# öqs9 Nä3tRr–Šãtƒ .`ÏiB ω÷èt/ öNä3ÏyÎ) #·‘$¤ÿä. #Y‰|¡ym ô`ÏiB ωYÏã OÎgÅ¡àÿRﷺ‬& .`ÏiB ω÷èt/ $tB tû¨üt6s? ãNßgs9 ‘,ysø9$# ( (#qàÿôã$$sù (#qßsxÿô¹$#uﷺ‬ 4Ó®Lym u’ÎAù'tƒ ª!$# ÿ¾Ín͐öDﷺ‬'Î/ 3 ¨bÎ) ©!$# 4’n?tã Èe@à2 &äóÓx« ֍ƒÏ‰s% ÇÊÉÒÈ  

(109). Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Juga Allah SWT berfirman:

(#qä9$s%uﷺ‬ `s9 Ÿ@äzô‰tƒ sp¨Yyfø9$# žwÎ) `tB tb%x. #·Šqèd ÷ﷺ‬ﷺ‬& 3“t»|ÁtR 3 šù=Ï? öNà‰•‹ÏR$tBﷺ‬& 3 ö@è% (#qè?$yd öNà6uydöç/ bÎ) óOçGZà2 šúüÏ%ω»|¹ ÇÊÊÊÈ   4’n?t/ ô`tB zNn=ó™ﷺ‬& ¼çmygô_uﷺ‬ ¬! uqèduﷺ‬ Ö`Å¡øtèC ÿ¼ã&s#sù ¼çnãô_ﷺ‬& y‰YÏã ¾ÏmÎn/u‘ Ÿwuﷺ‬ ì$öqyz öNÎgøŠn=tæ Ÿwuﷺ‬ öNèd tbqçRt“øts† ÇÊÊËÈ  

(111). Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".

(112). (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dalam ayat lain Allah SWT juga berfrman:

(#qä9$s%uﷺ‬ (#qçRqà2 #·Šqèd ÷ﷺ‬ﷺ‬& 3“t»|ÁtR (#ﷺ‬߉tGöksE 3 ö@è% ö@t/ s'©#ÏB zO¿Ïtö/Î) $Zÿ‹ÏZym ( $tBuﷺ‬ tb%x. z`ÏB tûüÏ.Ύô³ßJø9$# ÇÊÌÎÈ  

(135). Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

Dan di banyak ayat yang dibaca kaum muslimin dalam kitab suci mereka; mengingatkan agar mereka berhati-hati kepada orang Yahudi dan Kristen dan orang selain mereka. Allah SWT berfirman:

Ÿwuﷺ‬ (#qÝ¡Î6ù=s?  Yysø9$# È@ÏÜ»t7ø9$$Î/ (#qãKçGõ3s?uﷺ‬ ¨,ysø9$# öNçFRﷺ‬&uﷺ‬ tbqçHs>÷ès? ÇÍËÈ  

(42). Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

Dalam tafsir Ibnu Jarir At-Thabary tentang ayat ini: “Diriwayatkan dari Mujahid ia berkata: ولاتلبسوا الحق بالباطل “Jangan engkau campur-adukkan Yahudi dan Kristen dengan Islam”. Dalam tafsir Ibnu Katsir dari Qatadah ia berkata tentang ayat ini: “Jangan kau campur-adukkan agama Yahudi dan Kristen dengan Islam. Sesungguhnya agama Allah adalah Islam sedangkan agama Yahudi dan Kristen adalah bid’ah bukan dari Allah.” Penafsiran ini adalah pemahaman yang agung terhadap kitab Allah Ta’ala. Kemudian usaha mereka ini meredup beberapa waktu hingga habisnya abad kemuliaan Islam.

  1. Periode setelah berlalunya abad kemuliaan Islam.

Usaha mereka muncul kembali di bawah selogan yang mereka buat untuk menipu orang-orang bodoh yaitu: agama Yahudi, Kristen, dan Islam ibarat seperti mazhab-mazhab fiqih yang empat yang dimiliki umat Islam semuanya mengantarkan kepada jalan Allah SWT. Inilah cara yang mereka gunakan dengan melontarkan syubhat dan keraguan, memasung nash-nash untuk menipu, menarik, dan menjebak sebagian masyarakat dan sebagian yang memiliki julukan-julukan tinggi di sana-sini. Kemudian hal ini dilanjutkan oleh penyeru ‘Wihdatul Wujud’, Ittihad’, dan ‘Hulul’ dan lainnya yang menisbatkan diri mereka ke dalam Islam dari golongan kaum sufi atheis yang berasal dari Mesir, Syam, Persia, dan negeri-negeri non- Arab lain, serta dari kalangan ekstrimis rafidhah yang diwariskan dari bangsa Tartar dan lainnya. Kondisi seperti ini bahkan sampai membuat sebagian kalangan kafir ini mebolehkan memeluk agama Yahudi atau Kristen, bahkan mereka menganggap Yahudi dan atau  Kristen lebih baik daripada Islam. Hal ini tersebar terutama dikalangan filosof mereka. Kemudian mereka pindah ke fase yang mengatakan sebaik-baik makhluk adalah “Al-Muhaqqiq” yaitu yang menyerukan bahwa Zat Allah menempati tubuh makhluk-Nya dan zat Allah menyatu dengan makhluk-Nya. Syikh Islam Ibnu Taymiyah telah mengungkap mereka di berbagai bagian dari karya-karyanya.F[1]

Seruan menuju kekafiran ini diberantas para ulama dengan seruan untuk memeranginya dan memerangi penganut-penganutnya dan menganggap hal tersebut adalah kafir dan menyebabkan seseorang keluar dari Islam.

Syekh Islam Ibnu Taimiah dan para ulama lainnya memiliki sikap-sikap Islami yang terkenal dan abadi dalam membantah para kaum sufi ekstrimis seperti Al-Hallaj, Husain bin Mansur al-Farisi yang mati dibunuh karena murtad pada tahun 309 F[2]F, Ibnu Araby Muhammad bin Ali at-Tha’i pemimpin orang yang menganut paham Wihdatul Wujud dalam bukunya Al-Fushush wafat pada 637, Ibnu Sab’in wafat pada 669, At-Tilmisani wafat pada 690, Ibnu Hud wafat pada 699, dan lain-lainnya.F[3]

  1. Periode pertengahan pertama abad empat belas

Seruan ini sempat mereda sesaat berlindung di dada penganutnya yang menampakkan Islam dan menyembunyikan kekafiran hingga diadopsi oleh gerakan “Sun Moon Monotheism” yang juga bernama “Al-Muniyah” dan sebelumnya “Freemansory” yaitu organisasi Yahudi untuk menguasai dunia, menyebarkan atheisme dan paham kebebasan”. Mereka menyerukan untuk menyatukan tiga agama, membuang fanatisme dengan persamaan iman kepada Allah SWT karena semuanya beriman. Beberapa tokoh terjatuh dalam perangkap mereka ini: Jamaluddin bin Shafdar Al-Afghani wafat pada 1314 di Turki dan muridnya Syekh Muhammad Abduh bin Hasan Al-Turkumani wafat pada 1323 di Alexandria, Mesir.

Di antara jerih payah Muhammad Abduh dalam hal ini adalah ia bersama pemimpin kelompok Mirza Muhammad Baqir al-Irani yang masuk Kristen  lalu masuk Islam lagi dan utusan Jamaluddin Al-Afghani serta beberapa cendikiawan di Beirut mendirikan organisasi bernama “Organisasi Kerukunan dan Pendekatan” yang memiliki tema mendekatkan tiga agama. Turut bergabung dalam organisasi ini beberapa orang Iran, Inggris, dan Yahudi. Hal ini bisa Anda lihat dengan rinci pada buku “Tarikh al-Ustaz al-Imam”, jilid 1/817-829 karangan Muhammad Rasyid Ridha wafat pada 1354 H.

Termasuk usaha Muhammad Abduh dalam hal ini juga korespendensinya dengan beberapa pendeta, sebagaimana tercantum dalam buku: “Al-A’mal al-Kamilah lisyekh Muhammad Abduh”, jilid 2/363-367 karya Muhammad Imarah.

Masalah ini telah menimbulkan perdebatan dan diskusi yang panjang antara kubu yang pro dan kontra seperti Muhammad Abduh, Muhammada Husain Haikal, Dr. Husain al-Harawi, dan Abdul Jawwad as-Syarkawi di majalah “As-Siyasah al-Usbu’iyah bi Misra” edisi 2821 bulan Shafar 1351 H dan edisi-edisi selanjutnya.

Pada harian “Al-Hilal” edisi 484 dan 485 tahun 1357-1358 H terdapat artikel-artikel berjudul “Apakah Islam dan Kristen Dapat Disatukan?” karya Muhammad Farid Wajdi, Muhammad Arafah, Abdullah Al-Fasyawi Al-Ghazi, dan beberapa orang pendeta. Terjadi dialog dan korespondensi dalam artikel ini tentang jawaban pertanyaan “Apakah dapat menyatukan antara Islam dan Kristen dari segi spiritual saja atau dari segi material?”. Salah seorang Kristen yang bernama Abraham Lucas berpendapat sulit untuk menyatukan Islam dan Kristen dari kedua segi tersebut tetapi mungkin dapat menyatukan kedua agama tersebut dalam hal-hal yang menyangkut kemaslahatan bangsa. Ia mengatakan: “Tidak bisa menyatukan kedua agama itu secara utuh kecuali salah satu agama itu meyakini prinsip-prinsip agama lain. Semua mengimani ke-Tuhanan Isa, penitisannya, kematian dan kebangkitannya hingga semua menjadi pengikut Kristen atau semua mengimani bahwa Isa salah seorang Rasul dan Nabi hingga semua menjadi orang Islam.”

  1. Periode masa kini.

Pada seperempat terakhir abad empat belas Hijriah hingga tahun 1416 H ini di bawah selogan “Tatanan Dunia Baru” orang-orang Yahudi dan Kristen secara terang-terangan mengajak kepada perhimpunan agama dengan kaum muslimin, atau dengan kalimat “Menyatukan Pengikut Musa, Isa dan Muhammad” mengatasnamakan “Seruan Pendekatan Lintas Agama”, “Pendekatan Lintas Agama”, atau mengatasnamakan “Menentang Fanatisme Agama” atau dengan nama “Persaudaraan Agama” dan dibangun sebuah markas dengan nama ini di Mesir.F[4]F Atau dengan nama “Pertemuan Lintas Agama” dengan membangun kantor sekretariat dengan nama ini di Sinai, atau juga dengan nama “Persahabatan Islam dan Kristen” atau “Solidaritas Islam dan Kristen Menentang Komunisme” kemudian muncul dalam masyarakat dengan berbagai macam slogan di antaranya: “Persatuan Lintas Agama”, “Penyatuan Agama”, “Penyatuan Tiga Agama”, “Ibrahimisme”, “Agama Ibrahim”, “Persatuan Ibrahim”, “Persatuan Agama Tuhan”, “Orang-orang Beriman”, “Orang Beriman Bersatu”, “Agama Internasional”, “Kerukunan antar Agama”, “Kaum Religius”, dan “Universalisme dan Penyatuan Agama”.F[5]

Kemudian diikuti dengan simbol lain yaitu “Persatuan Kitab-kitab Samawi” yang kemudian menelurkan ide mencetak Al-Qur’an, Perjanjian Lama dan Injil dalam satu kitab.

Seruan ini lalu mulai memasuki kehidupan ibadah ritualF[6]F; Paus mengajak melaksanakan sembahyang bersama antara utusan-utusan dari tiga agama Islam, Yahudi dan Kristen di suatu desa bernama Asis di Italia. Sembahyang bersama itupun dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 1986.

Peristiwa smbahyang bersama ini akhirnya terjadi berulang-ulang dengan nama “Sembahyang Roh Kudus”.F[7]

Di Jepang di puncak gunung Kyoto dilaksanakan juga sembahyang bersama ini yang dihadiri oleh utusan-utusan organisasi-organisasi Islam yang terkenal. Dilakukan dengan cara-cara licik lainnya untuk menarik perhatian dan simpati seperti memberi isyarat akan perdamaian dunia, mencari ketenangan dan kebahagiaan untuk kemanusiaan, persaudaraan, kebebasan, persamaan, dan kebaikan. Hal ini serupa dengan tiga selogan yang diusung oleh Fremansory yaitu kebebasan, persaudaraan dan persamaan atau perdamaian, kasih sayang dan kemanusiaan dan itu dilakukan dengan mengajak kepada “Spiritual Baru” yang berlandaskan kepada spiritualisme; spiritual Islam, Yahudi, Kristen, Budha dan lain-lain, dan ini adalah seruan zionisme Internasional yang merusak sebagaimana yang dijelaskan bahayanya oleh Ustadz Muhammad Muhammad Husain (rahimahullah) dalam bukunya “Spiritualisme Baru Seruan yang Merusak Spritualisme dan Kaitannya dengan Zionisme Internasional”

Dampak teori ini terhadap Islam dan kaum muslimin:

Peran praktis dan berani yang dilakukan teori ini menimbulkan dampak-dampak sebagai berikut:

Terdobraknya rintangan dan penghalang wibawa kaum muslimin dari satu sisi dan terbukanya penghalang kebencian terhadap orang kafir dari sisi lain. Paus menyatakan dirinya di hadapan dunia sebagai pemimpin spiritual seluruh agama dunia dan pengemban misi  ‘Perdamaian Dunia’  bagi umat  manusia. Ia juga menyatakan bahwa tanggal 28 Oktober 1986 sebagai Hari Raya bagi semua agama dan tanggal 1 Januari adalah Hari Persaudaraan.

Mereka menciptakan sebuah lagu yang dinyanyikan bersama berjudul: “Nyanyian Satu Tuhan Rabb dan Bapak”. Di seantero dunia, mereka melaksanakan konferensi-konferensi untuk mensosialisaskan usaha ini, pembentukan organisasi-organisasi, penyatuan kelompok-kelompok yang menyeru kepada penyatuan agama, pendirian klub-klub dan seminar-seminar di antaranya:

  1. Pada tanggal 12-15 Pebruari 1987 dilaksanakan “Konferensi Ibrahimisme” di Cordoba yang diikuti oleh sekelompok orang-orang Yahudi, Kristen dan yang mengaku sebagai muslimin dari kalangan Qadiyaniyah dan Ismailiyah. Konferensi ini bernama “Konferensi Dialog Internasional untuk Persatuan Ibrahimisme”, untuk mencapai tujuan ini dibuka lembaga yang bernama “Lembaga Cordoba untuk Persatuan Agama di Eropa” atau “Pusat Kebudayaan Islam” atau disebut juga “Cordoba Center untuk Penelitian-penelitian Islam.” Semua ini dipimpin oleh seorang Kristen yang bernama Roger Graody dengan tujuan utama pelaksanaannya adalah menetapkan titik temu dan persamaan di antara pemeluk agama.F[8]
  2. Tanggal 21 Maret 1987  terbentuk Organisasi Internasional untuk orang-orang yang percaya kepada Tuhan dengan nama: “Orang-orang Beriman Bersatu”.
  3. Pada musim panas tahun yang sama juga terbentuk “Klub Pemuda Beragama”.
  4. Pada bulan April tahun yang sama terbentuk pula sebuah organisasi bernama “Manusia Bersatu”.
  5. Semua organisasi ini memiliki peraturan-peraturan internal yang menekankan kepada meleburkan perbedaan antara agama Islam, Yahudi, dan Kristen dan menanggalkan kepribadian muslim dari identitasnya “Agama Islam Penghapus Agama-agama Sebelumnya” “Al-Qur’an Penghapus Kitab-kitab Suci Sebelumnya” dengan nama “Pluralisme”.
  6. Modal organisasi  “Orang-orang Beriman Bersatu “ sebanyak USD 800.000
  7. Jika terjadi pembubaran organisasi ini, maka seluruh aset-asetnya diserahkan kepada “Palang Merah” dan yayasan-yayasan persaudaraan gereja.
  8. Organisasi ini memiliki beberapa orang tokoh:

Tokoh kebaikan: Pendiri Palang Merah.

Tokoh evolusi dan perkembangan: Charles Darwin.

Tokoh persamaan: Karl Marx

Tokoh perdamaian dunia untuk kemanusiaan dan persaudaraan agama: Paus

  1. Organisasi ini memiliki bendera dengan mencantumkan simbol-simbol berikut: Lambang Persatuan Bangsa-Bangsa, pelangiF[9]F, angka 7 -yang merupakan angka kemenangan menurut mereka- nama kapal pertama yang menemukan benua Amerika dan membawa misi Kristen ke benua ini.
  2. Diadakan konferensi-konferensi tentang pluralisme secara berturut-turut di New York, Portugal dan lain-lainnya.

Termasuk dampak teori ini: disamping keikutsertaan beberapa orang yang menisbatkan dirinya kepada Islam dalam pertemuan-pertemuan ini di negara-negara kafir baik dalam bentuk konferensi-konferensi, seminar-seminar, organisasi-organisasi, pelaksanaan sembahyang bersama dengan cara dibayar atau sukarela –kita serahkan urusan mereka kepada Allah-  juga setiap selogan-selogan teori ini muncul ke permukaan dan sampai ke pendengaran selalu masuk dengan mudah ke negara-negara Islam dan rumah-rumahnya dan mendapat sambutan dan gaung dari para sebagian orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada Islam. Pikiran-pikiran mereka pun menyambutnya dengan gegabah, pena-pena mereka menulis tulisan-tulisan, mulut-mulut mereka berbicara, lisan-lisan mereka mengajak kepada teori ini, dan seruan ini memenuhi konferensi-konferensi Internasional dan  ruang klub-klub resmi dan tidak resmi.

Di antara dampak teori ini adalah pada konferensi Syarm Syekh di Mesir pada bulan Syawal 1416 H, pada sambutan sebagian pemimpin negara-negara Islam menekankan kesamaan sifat antara seluruh peserta konferensi yaitu “Ibrahimisme”, konferensi itu diikuti oleh kalangan Islam, Yahudi, Kristen, dan komunis.

Termasuk dampaknya juga pada tanggal 10 Syawal 1416 H sebagian mereka mengumumkan untuk menerbitkan buku yang menggabungkan antara Al-Qur’an, Taurat dan InjilF[10]F.

Di sebagian daerah muncul keputusan resmi yang membolehkan menamakan bayi-bayi muslimin dengan nama-nama khas untuk orang-orang Yahudi, hal itu setelah seorang bayi muslim dinamakan dengan nama RabinF[11]F.

Begitulah cara mereka menyebarkan Yahudisasi dan Kristenisasi dengan cara menebarkan simbol-simbol mereka di kalangan muslimin, partisipasi kaum muslimin dalam perayaan dan hari raya mereka, mengumumkan persahabatan dan penyambutan mereka, mengikuti langkah dan adat mereka, menghancurkan jarak pemisah dengan mereka, dan dengan menormalisasi hubungan dengan merekaF[12]F. Beginilah sebuah rangkaian yang saling menarik dalam kehidupan modern ini.

Inilah inti seruan orang Yahudi dan Kristen dalam teori menyatukan agama mereka dengan agama Islam. Hal ini dengan sifat seperti ini merupakan hal baru pada masa sekarang dengan menciptakan slogan-slogannya, orang Yahudi dan Kristen mengadopsi ini pada level gereja-gereja dan sinagog-sinagog, memasukannya dalam bidang politik melalui lisan para pemimpin, secara terus menerus mengadakan konferensi, organisasi, kelompok, dan klub untuk mengkristalkannya dan memasukkannya ke dalam kehidupan praktis, mengintai negara-negara muslim untuk menerapkannya melalui kacamata “tatanan dunia baru”F[13]F yang bertujuan memurtadkan orang islam dari agamanya secara menyeluruh dan mendominankan agama mereka.

Ide ini diproklamirkan dan diumumkan oleh seorang Kristen yang bernama Roger Graody yang mengadakan “Konferensi Ibrahimisme”, setelah itu berturut-turut diadakan berbagai macam peristiwa sebagaimana yang telah saya sebutkan pada awal mukadimah. Belum hilang dari pikiran kita adanya inisiatif-inisiatif yang sangat aktif dari kalangan yahudi dan kristen dalam menyeru kepada “Dialog antar Agama”F[14]F dengan nama “Pertukaran Peradaban dan Budaya”, “Membangun Peradaban Manusia Bersatu”, “Membangun Masjid, Gereja dan Sinagog” di satu tempat terutama di kampus-kampus dan bandara-bandara.

Termasuk pintu-pintu kejahatan tersembunyi untuk memudahkan jalan teori ini dan merusak agama melakukan studi komparatif berbagai ajaran dalam tiga agama. Dari sini seriap orang berlomba-lomba menampakkan keunggulan agamanya daripada agama lain yang menyebabkan larutnya persatuan Islam, dan keunggulannya, tuduhan dan syubhat dibesar-besarkan hingga diterima begitu saja oleh hati-hati yang lemah. Saya telah menyinggung bahaya hal tersebut di beberpa tulisan saya terdahulu. Saya melihat perkataan yang bagus pada mukadimah terjemahan buku “Protokol Penguasa Zionis” oleh Utadz Muhammad at-Tunisi hal. 78, yang mengatakan: “Katakanlah hal serupa terhadap ilmu perbandingan agama yang terus dikembangkan oleh orang Yahudi dan perbandingan sebagian fase-fasenya dengan yang lain. Perbandingan semacam ini menghapus kesakralannya dan menampakkan para Nabi seperti para pembohong.”

Inilah keterangan singkat tentang sejarah teori “Pluralisme” ini dan perkembangannya di tiga fase yang telah disebutkan, juga sebagian dampak bahaya konspirasinya terhadap Islam dan kaum muslimin. Pada akhir jawaban global ini terdapat penjelasan tujuan teori ini terhadap Islam dan kaum muslimin.


BAB KEDUA

JAWABAN SECARA GLOBAL

Seruan kepada tiga teori ini di bawah selogan-selogan berikut ini: Menyatukan agama Islam yang benar dan penghapus syariat-syariat sebelumnya dengan agama Yahudi dan Kristen yang telah terjadi banyak penyimpangan dan sudah dihapus merupakan tipu daya paling besar yang dikenal untuk menghadapi Islam dan muslimin. Orang-orang Yahudi dan Kristen bersatu dengan alasan yang sama yaitu ‘Kebencian terhadap Islam dan Muslimin’. Kebencian ini dilapisi dengan berbagai macam slogan yang menggiurkan padahal itu hanya bohong dan tipu daya yang memiliki tujuan yang menakutkan. Dalam pandangan Islam hal itu adalah seruan bid’ah, sesat dan menyesatkan, rencana busuk mereka, dan seruan untuk murtad dari Islam; kerena hal tersebut bertentangan dengan  akidah, melanggar kehormatan para Rasul dan misi yang mereka bawa, membatalkan kebenaran Al-Qur’an dan salah satu fungsinya sebagai penghapus kitab-kitab suci sebelumnya, membatalkan agama Islam sebagai penghapus syariat-syariat sebelumnya, dan membatalkan keyakinan Nabi Muhammad ﷺ‬ sebagai penutup kenabian dan kerasulan. Tentu teori seperti ini ditolak oleh syariat, diharamkan berdasarkan seluruh sumber dasar hukum dalam Islam yaitu Al-Qur’an, sunnah, dan ijma serta dalil-dalil yang yang bersumber darinya.

Oleh sebab itu, tidak boleh seorang  yang beriman kepada Allah SWT sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad ﷺ‬ sebagai Rasulnya untuk mengikuti teori ini. Seorang muslim tidak boleh terlibat dalam konferensi-konferensinya, seminar-seminarnya, kelompok-kelompoknya, organisasi-organisasinya, dan bergabung dalam perayaan-perayaannya. Bahkan ia wajib membuangnya, menentangnya, menghindarinya, dan juga menghindarkan orang lain dari akibatnya, mencari keridhaan Allah melalui bantahan dan sangkalan terhadap teori ini, menjauhkan orang darinya, menunjukkan penolakkan terhadapnya, mengusirnya dari negara-negara umat muslim, mengisolirnya dari perasaan dan pikiran mereka, membasminya, menafikannya, dan mengembalikannya ke Barat tempat asalnya.

 Penguasa muslim wajib menegakkan hukum murtad terhadap penganutnya setelah terpenuhi sebab-sebabnya dan tidak adanya rintangan-rintangannya untuk memelihara agama, mencegah orang-orang yang mempermainkan agama, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan menegakkan syariat yang suci.

Pemikiran ini meskipun mendapat sambutan dari orang Yahudi dan Kristen mereka pantas melakukannya; karena mereka tidak bersandar kepada syariat abadi yang diturunkan, agama mereka adalah batil dan sudah dirubah, atau benar tapi sudah dihapus oleh Islam. Umat Islam demi Allah tidak pantas dan tidak boleh dalam kondisi apapun bergabung dengan pemikiran ini; karena umat Islam memiliki afiliasi kepada syariat yang diturunkan dan abadi yang semuanya kebenaran, kejujuran, keadilan, dan kasih sayang.

Setiap muslim hendaklah mengetahui hakikat seruan ini. Seruan ini sebenarnya memiliki tendensi filsafat, berkembang politik, dan bertujuan atheisme. Muncul dalam kemasan baru untuk membalas dendam mereka kepada umat islam secara akidah, tanah air, dan kerajaan. Seruan ini menjadikan Islam dan muslimin sebagai sasaran mereka dalam hal:

  1. Membuat fase kekacauan terhadap Islam dan muslimin, mengisi mereka dengan gelombang syubhat dan syahwat, sehingga orang Islam hidup dalam jiwa yang gelisah.
  2. Menahan dan menghalangi gelombang Islamisasi.
  3. Menghancurkan Islam dari sendi-sendinya dengan tujuan membasmi dan menghilangkan Islam, melemahkan kaum muslimin, mencabut dan mengubur keimanan dari hati mereka.
  4. Melepas tali ukhuwah islamiyah dari dunia Islam di semua penjuru dan menggantinya dengan persaudaraan terkutuk ‘Persaudaraan Yahudi dan Kristen’
  5. Menahan pena-pena dan lisan-lisan kaum muslimin dari mengkafirkan orang Yahudi dan Kristen yang telah dikafirkan Allah dan Rasul-Nya jika mereka tidak beriman terhadap agama Islam dan meninggalkan agama –agama selainnya.
  6. Membatalkan beberapa hukum Islam yang wajib dilakukan kaum muslimin terhadap orang-orang kafir Yahudi dan Kristen dan orang-orang kafir lainnya yang tidak beriman dengan agama Islam ini dan meninggalkan agama selainnya.
  7. Menjauhkan kaum muslimin dari puncak ajaran Islam yaitu jihad di jalan Allah, termasuk jihad terhadap ahli kitab, memerangi mereka karena Islam, dan mwajibkan jizyah kepada mereka jika mereka tidak beriman.

Allah ﷻ‬ berfirman:

(#qè=ÏG»s% šúïÏ%©!$# Ÿw šcqãZÏB÷sム«!$$Î/ Ÿwuﷺ‬ ÏQöqu‹ø9$$Î/ ̍ÅzFy$# Ÿwuﷺ‬ tbqãBÌhptä† $tB tP§ym ª!$# ¼ã&è!qߙu‘uﷺ‬ Ÿwuﷺ‬ šcqãωtƒ tûïϊ Èd,ysø9$# z`ÏB šúïÏ%©!$# (#qè?ﷺ‬é& |=»tFÅ6ø9$# 4Ó®Lym (#qäÜ÷èムsptƒ÷“Éfø9$# `tã 7‰tƒ öNèduﷺ‬ šcrãÉó»|¹ ÇËÒÈ  

(29). Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk. (QS. At-Taubah: 29).

Betapa jihad melawan orang-orang kafir musuh Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin membuat mereka takut dan menggetarkan hati mereka hingga Islam bisa menang dan menundukkan musuh-musuhnya serta melegakan hati orang-orang beriman.

Allah ﷻ‬ berfirman:

(#ﷺ‬‘‰Ïãﷺ‬&uﷺ‬ Nßgs9 $¨B OçF÷èsÜtGó™$# `ÏiB ;o§qè% ÆÏBuﷺ‬ ÅÞ$t/Íh‘ È@ø‹yÜø9$# šcqç7Ïdöè? ¾ÏmÎ/ ¨ﷺ‬߉tã «!$# öNà2¨ﷺ‬߉tãuﷺ‬ tÇÏÉÈ  

(60). Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.

Sungguh aneh dengan kecerobohan kaum muslimin terhadap kekuatan syar’iyah ini; hal ini karena mereka ceroboh dalam menyikapi jihad dan menguburnya, megartikan jihad dengan mempertahankan diri bukan pasrah terhadap kalimat Islam atau membayar jizyah jika mereka tidak mau masuk Islam, dan mereka menamakan jihad dengan “Terorisme” supaya orang-orang lari darinya. Bahkan sampai kepada kondisi yang kaum muslimin mengalami erosi pemahaman dalam menyikapi kewajiban membayar jizyah bagi orang-orang kafir di masa mendatang.

Sesungguhnya dalam penerapan kewajiban membayar jizyah bagi orang-orang Yahudi dan Kristen terdapat kemuliaan untuk kaum muslimin dan kehinaan bagi orang-orang kafir; oleh karenanya sejak abad keempat hijriah muncul usaha-usaha untuk membatalkan dan menggugurkannya dari mereka. Kitab yang pertama dipalsukan orang Yahudi pada abad keempat hijriah adalah tentang jizyah, oleh penguasa saat itu kitab tersebut ditunjukkan kepada para ulama, lalu Imam Muhammad bin Jarir At-Thabari ahli tafsir yang wafat pada tahun 310 H memvonis kitab tersebut palsu; karena di dalamnya terdapat persaksian Muawiyah bin Abi Sofyan y padahal ia baru masuk Islam setelah penaklukan Makkah yang terjadi pasca perang Khaibar tahun ke-7 H, mereka berdalih kitab ini menggugurkan kewajiban jizyah bagi mereka saat perang Khaibar, dalam kitab itu juga terdapat persaksian Saad bin Muadz t yang meninggal pada perang Khandak sebelum terjadinya perang Khaibar maka jelaslah kepalsuannya.

Orang-orang Yahudi terus saja mengeluarkan kitab tersebut dari waktu ke waktu. Dan setiap kali mereka keluarkan paraa ulama selalu memvonis kitab itu palsu, seperti yang pernah terjadi juga pada masa Al-Khatib Al-Baghdadi yang wafat pada tahun 463 H, ia pun membatalkannya.

Mereka juga mengeluarkannya pada abad ke-7 H di masa Syekh Islam Ibnu Taimiyah yang wafat pada 728 H, ia pun membatalkannya. Keterangan ini bisa didapatkan dalam kitab “Ahkam Ahli Dzimmah” jilid 1 hal. 5-8 karangan Ibnul Qayyim al-Jauziah.

Orang-orang Kristen memalsukan “Dokumen Saint Catherine” yang tergantung di biara gunung Sinai. Saint Catherine atau Catherine adalah nama istri salah seorang biarawan. Biara di gunung Sinai ini dinamakan dengan namanya; karena ia dimakamkan di sana pada abad ke-9. Dokumen ini dipalsukan oleh orang-orang Kristen.

Dalam majalah ‘Ad-Dara’ nomor tahun 1400 H, hal. 124-130 terdapat pembahsan penting tentang sebagian dokumen yang dipalsukan orang-orang Yahudi dan Kristen, termasuk dokumen di atas. Penulisnya adalah Abdul Baqi Fasah dari Universitas Qasinthinah Aljazair. Di san ditambahkan salah satu bukti pemalsuannya terdapat persaksian Abu Hurairah t, padahal ia baru masuk Islam pada perang Khaibar tahun ke-7 H, sedangkan dalam dokumen tersebut dicantumkan tahun ke-2 H.

Tentang biara gunung Sinai yang pada abad ke-9 dinamakan biara Saint Catherine silahkan lihat Enslikopedi Mudah Arab 1/830, Al-MunjidF[15]F pada kata “Sinai-Biara Thur”, Mu’jam al-Buldan kata “Biara Gunung Sinai”, dan Al-Munjid fil a’lam hal. 295.

  1. Menghancurkan salah satu pokok ajaran Islam yaitu “Al-Wala wal Bara” dan “Mencintai dan Membenci karena Allah”. Pemikiran ini bertujuan menghancurkan penghalang ‘pemutusan hubungan dan berlepas diri’ kaum muslimin dari orang kafir dan penghalang beribadah dengan memproklamirkan kebencian dan permusuhannya kepada mereka serta tidak mau loyal, menolong, mencintai, dan bersahabat dengan mereka.
  2. Memformat pola pikir untuk memusuhi agama Islam dalam bentuk pluralisme, memisahkan dunia Islam dari agamanya, dan memisahkan syariat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan sunnah dari kehidupan, pada saat itu sangat mudah untuk melepaskannya di belantara pemikiran, akhlak yang tercela,  dan mengosongkannya dari komponen-komponen nilai Islam sehingga tidak siap untuk memimpin. Juga menjadikan seorang muslim hanya sebagai penerima apa-apa yang didiktekan oleh musuhnya dan musuh agamanya. Pada saat itulah musuh bisa mencapai tujuannya menjadi penguasa dunia tanpa saingan.
  3. Menjatuhkan inti, keunggulan, superioritas, dan kelebihan Islam dengan membuat agama Islam yang terjaga dari segala penyelewengan sama dan sederajat dengan agama-agama lain yang sudah diselewengkan dan dihapus bahkan dengan agama paganis lainnya.
  4. Memudahkan jalan misionaris dengan menghancurkan penghalang-penghalang tersebut dan memadamkan perlawanan dari umat Islam; karena mereka telah terlebih dahulu diisi dengan kelonggaran dan kebodohan.
  5. Inti tujuan mereka adalah membentangkan sayap kekuasaan Yahudi, Kristen, komunis, dan selain mereka ke seluruh dunia terutama dunia islam terutama lagi negeri arab dan jazirah arab dalam satu proyek besar dimana mereka saling bahu membahu dan bergerak yaitu perang total melawan Islam dan kaum muslimin dengan menggunakan seluruh pengaruh: pemikiran, budaya, ekonomi, politik, membangun pasar bersama yang tidak diatur oleh tata hukum Islam, tatakrama, etika, dan bisnis yang halal tidak mendapat tempat. Riba dan kerusakan menyebar, kata hati dan akal sehat tidak memiliki peran, dan kekuatan jahat bertambah kuat melawan fitrah yang mulia dan syariah yang lurus. Konferensi Kependudukan dan Pembangunan yang dilaksanakan di Kairo pada 19 Rabiul Awal 1415 H dan Konferensi Wanita Internasional di Peking pada tahun 1416 H merupakan lontaran-lontaran untuk merealisasikan tujuan jahat ini.

Inilah sebagian tujuan teori keji ini. Ujian yang paling berat adalah sekelompok kecil dan segolongan orang yang menisbatkan dirinya kepada Islam menerima teori ini dan berlari di belakang konferensi-konferensi yang diadakan. Suara-suara mereka pun nyaring terdengar menyeru kepadanya dan rencana busuk ini melebihi orang-orang kafir, hingga sebagian mereka mengusulkan suatu ide keji yaitu mencetak buku yang menggabungkan antara Al-Qur’an, Kitab Perjanjian Lama dan Injil.

Kita membacakan firman Allah I:

u ÷bÎ) }‘Ïd žwÎ) y7çGt^÷GÏù ‘@ÅÒè? $pkÍ5 `tB âä!$t±n@ ”ωöksEuﷺ‬ `tB âä!$t±n@ (  

“Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki” (QS. Al-A’raaf: 155).

Sudah diketahui bahwa pintu takwil dan ijtihad adalah pintu yang sangat luas yang kadang membuat seseorang yang melakukannya meyakini haramnya sesuatu yang halal dan halalnya sesuatu yang haramF[16]F, hal ini jika dasarnya boleh, bagaimana jika dasarnya tidak boleh? Tentu hal itu adalah ijtihad yang keji; karena ia bertentangan dengan dasar-dasar agama yang sudah diketahui secara pasti. Dan dalam dua kondisi tersebut tidak boleh meninggalkan keterangan sunnah dan wajib menolak ijtihad dan takwil yang salah apalagi yang rusak, bahkan wajib dijelaskan demi menjaga agama ini dari serangan mereka. Hal ini adalah memberikan hak Islam secara penuh dan menunaikannya melalui iman dan ilmu.

Seruan ini dengan seluruh akar-akarnya, selogan-selogannya, unit-unitnya adalah ujian yang paling berat dihadapi umat Islam saat ini dan merupakan bentuk kekufuran paling keji: teori mencampur-adukkan antar iman dan kekafiran, haq dan batil, petunjuk dan kesesatan, kebaikan dan keburukan, sunah dan bid’ah,  taat dan maksiat.

Seruan keji dan tipu daya menakutkan ini di dalamnya terkumpul semua bentuk bencana penyelewengan, kesesatan dan takwil yang rusak. Sesungguhnya umat Islam yang disayangi ini tidak akan berkumpul dalam kesesatan dan senantiasa ada kelompok yang berada dalam kebenaran sampai hari kiamat. Mereka adalah ahli ilmu dan Al-Qur’an, petunjuk dan kebenaran yang selalu menjaga agama Allah dari penyelewengan orang-orang radikal, kesesatan orang-orang yang membatalkan, dan takwilnya orang-orang bodoh. Sungguh merupakan kewajiban bagi kita dan seluruh umat Islam mengajarkan, menjelaskan, menasehati, memberi petunjuk, dan menghalau serangan terhadap agama Islam. Barang siapa yang telah memberi peringatan sungguh ia telah memberi kabar gembira.

Inilah jawaban global yang mengepung teori berbahaya ini dan menyingkap rencana-rencana jangka pendek dan jangka panjangnya dalam usaha menghancurkan dan menghabisi hingga melompat menuju penguasaan dunia tanpa perlawanan.

Intinya adalah seruan seorang muslim kepada penyatuan agama Islam dengan syariat dan agama-agama lain yang telah diselewengkan dan dihapus dengan syariat islam adalah bentuk pemurtadan yang jelas dan kekafiran yang nyata; karena hal itu seruan itu jelas pelanggaran yang nekat terhadap dasar, cabang, akidah dan pengamalan Islam. Ini adalah konsensus yang tidak boleh diperdebatkan lagi oleh umat Islam. Sungguh ini adalah memasuki peperangan bersama penyembah berhala dan kaum yang paling memusuhi orang beriman. Ini urusan sangat serius dan bukan main-main.

Sekarang saya akan menerangkan dalil dan alasan secara terperinci terhadap intisari hukum ini; karena hati ingin mengungkapkan dalil, bukti, dan alasan untuk para pencarinya. Inilah penjelasan terperinci hingga semua menjadi jelas bagi setiap muslim yang membaca Al-Qur’an dan bisa membawanya keluar dari kebingungan dalam kabut slogan-slogan palsu, dan kami katakan kepada setiap muslim:

y7ù=Ï? àM»tƒ#uä «!$# $ydqè=÷GtR y7ø‹n=tã Èd,ysø9$$Î/ ( Äd“ﷺ‬'Î7sù ¤]ƒÏ‰tn y‰÷èt/ «!$# ¾ÏmÏG»tƒ#uäuﷺ‬ tbqãZÏB÷sムÇÏÈ  

(6). Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; Maka dengan Perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya. (QS. Al-Ahqaf: 6).


 BAB KETIGA

 JAWABAN SECARA TERPERINCI

Jawaban secara rinci nampak jelas dengan menegakkan dasar-dasar dan aksioma-aksioma akidah berikut ini:

Dasar umum: Agama para Nabi satu dan syariat mereka bermacam-macam yang semuanya berasal dari Allah IF[17]F. Termasuk pokok-pokok akidah dalam Islam adalah: meyakini satunya agama dalam pengesaan Allah, kenabian, hari kebangkitan, keimanan kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab suci, para rasul, hari kiamat, qadr yang baik dan buruk, dan tuntutan kenabian dan kerasulan berupa kewajiban berdakwah, menyampaikan, memberi kabar gembira, memberi peringatan, menyampaikan alasan, menjelaskan bukti, mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya degan memperbaiki diri, mensucikannya, menyibukkannya dengan tauhid, taat, mensucikannya dari penyelewangan, menjadikan aturan Allah sebagai sumber hukum, dan meyakini bermacam-macamnya syariat dalam bidang hukum, perintah, dan larangan. Dasar ini adalah inti semua misi kerasulan.

Penjelasan dasar akidah beserta kedua bagiannya ini sebagai berikut:

Tentang satunya agama yang diserukan seluruh para nabi dan rasul kita meyakini bahwa asal agama satu. Allah mengutus seluruh nabi dan rasul dengan agama tersebut, dakwah mereka satu, dan agama mereka pun satu. Sedangkan yang berbeda adalah dalam masalah syariat-syariat yang menjadi cabang agama itu. Allah menjadikan mereka sebagai perantara antara Allah dengan hamba-hambanya untuk mengenalkan dan menunjukkan mereka kepada Allah agar manusia mengetahui apa yang bermanfaat dan berbahaya buat mereka dan untuk menyempurnakan semua yang menjadi maslahat kehidupan dunia dan akhirat mereka.

Para Nabi diutus dengan agama yang sama yaitu menyembah Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya, seruan keada pengesaan Allah dan berpegang teguh kepada agama-Nya yang kuat. Mereka diutus untuk memberitahukan jalan menuju Allah dan menjelaskan keadaan mereka setelah mereka sampai pada jalan tersebut.

Oleh karena itu dakwah mereka kepada tiga dasar di bawah ini pun satu.

–      Dakwah menuju Alah SWT dalam menetapkan keesaan-Nya, menyenbah Allah semata yang tidak ada sekutu baginya dan meninggalkan ibadah kepada selainnya. Jadi tauhid merupakan agama seluruh alam sejak jaman Nabi Adam hingga manusia terakhir dari umat ini.

–      Memberitahukan jalan yang menunjukkan kepada Allah SWT dalam penetapan kenabian dan syariat-syariat yang berasal darinya baik itu shalat, zakat, puasa, jihad dan lain-lainnya, baik itu perintah atau larangan yang masih dalam lingkup lima hukum syariat yaitu wajib, sunah, haram, makruh, atau mubah, menegakkan keadilan, keutamaan-keutamaan, anjuran dan peringatan.

–      Memberitahukan keadaan makhluk setelah mereka sampai kepada jalan Allah SWT berupa penetapan hari kebangkitan, iman kepada hari akhir, kematian, alam kubur, kenikmatan dan azabnya, kebangkitan setelah kematian, syrga, neraka, pahala, dan siksa.

Diatas ketiga dasar inilah pokok penciptaan dan perintah dan juga kebahagiaan dan keberuntungan hanya berasal dari ketiga dasar ini bukan dari yang lain.

Inilah yang disepakati semua kitab suci-kitab suci yang Allah turunkan dan diserukan oleh semua nabi dan rasul dan inilah kesatuan utama para rasul, kerasulan dan umat. Ini pula maksud sabda Rasulullah ﷺ‬: “Sesungguhnya kami para Nabi adalah seperti saudara tiri yang berlainan ibu tetapi agama mereka satu.” Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.

Ini juga maksud firman Allah I:

* tíuŽŸ° Nä3s9 z`ÏiB ÈûïÏe$!$# $tB 4Ӝ»uﷺ‬ ¾ÏmÎ/ %[nqçR ü“Ï%©!$#uﷺ‬ !$uZøŠym÷ﷺ‬ﷺ‬& y7ø‹s9Î) $tBuﷺ‬ $uZøŠ¢¹uﷺ‬ ÿ¾ÏmÎ/ tÏtö/Î) 4Óy›qãBuﷺ‬ #Ó|¤ŠÏãuﷺ‬ ( ÷bﷺ‬& (#qãÏ%ﷺ‬& tûïÏe$!$# Ÿwuﷺ‬ (#qè%§xÿtGs? ÏÏù 4 uŽã9x. ’n?tã tûüÏ.Ύô³ßJø9$# $tB öNèdqããô‰s? ÏmøŠs9Î) 4 ª!$# ûÓÉ<tFøgs† Ïmø‹s9Î) `tB âä!$t±o„ ü“ωöku‰uﷺ‬ Ïmø‹s9Î) `tB Ü=‹Ï^ムÇÊÌÈ  

(13). Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS. Asyuraa: 13).

Ketiga dasar pokok ini adalah kandungan umum surat-surat Makkiyyah dalam Al-Qur’anul Karim. Jika engkau perhatikan rahasia penciptaan makhluk yaitu untuk menyembah Allah seperti dalam firmanNya:

$tBuﷺ‬ àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#uﷺ‬ žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ  

(56). Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Niscaya engkau tahu pentingnya kesatuan agama dan jalan; oleh karena itu dalam surat Al-Fatihah terdapat ayat:

$tRω÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ   xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rﷺ‬& öNÎgø‹n=tã

(6). Tunjukilah Kami jalan yang lurus,

(7). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;

Kemudian dilanjutkan bahwa orang yahudi dan kristen telah keluar dari jalan lurus ini Allah berfirman:

Ύöxî Åﷻ‬qàÒøóyJø9$# óOÎgø‹n=tæ Ÿwuﷺ‬ tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ  

“…bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Dengan ini engkau bisa menemukan hikmah-hikmah besar di balik kisah-kisah yang Allah ceritakan dalam Al-Qur’an tentang para Nabi dan kabar mereka dengan umat-umat mereka; agar kita mengambil pelajaran, berpikir, memantapkan hati para Nabi dan memantapkan kenabian dan kerasulan, menjadikan nasehat dan peringatan untuk orang mukmin, kabar sejarah umat-umat yang mendustai para nabi dan siksa yang mereka rasakan.

Agama yang dimaksud di sini adalah agama Islam  dengan makna yang luas yaitu penyerahan diri kepada Allah, taat kepada-Nya, hanya beribadah kepada-Nya, berlepas diri dari syirik, iman kepada para nabi,  dan hari akhir. Dengan pemahaman agama semacam ini dalam dakwah seluruh nabi dan rasul oleh karenanya Allah selalu menjadikan kata الصراط dan السبيل  yang berati jalan selalu dalam bentuk tunggal pada seluruh ayat dalam Al-Qur’an.

Agama Islam dengan asumsi persatuan umumnya dan satu jalannya inilah yang disebutkan Allah di berbagai ayat dalam kitab-Nya tentang para nabi; Nuh, Ibrahim dan anak-anaknya, Yusuf yang jujur, Musa, dakwah Nabi Sulaiman, jawaban Ratu negeri Saba, orang-orang Hawari (kaum Nabi Isa-pentj), para tukang sihir Firaun, dan Firaun ketika tenggelam.

Islam dengan pemahaman ini adalah agama seluruh Nabi dan Rasul dan agama meraka semua. Bahkan Islamnya setiap Nabi dan Rasul mendahului umatnya dari situlah ia diutus kepada umatnya dan diberikan syariat. Allah berfirman:

ô‰s)s9uﷺ‬ $uZ÷Wyèt/ ’Îû Èe@à2 7p¨Bé& »wqߙ§‘ Âcﷺ‬& (#ﷺ‬߉ç6ôã$# ©!$# (#qç7Ï^tGô_$#uﷺ‬ |Nqäó»©Ü9$# (

(36). Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu"(QS. An-nahl: 36).

Dan Allah SWT juga berfirman:

!$tBuﷺ‬ $uZù=y™ö‘ﷺ‬& `ÏB šÎ=ö6s% `ÏB @Aqߙ§‘ žwÎ) ûÓÇﷺ‬qçR Ïmø‹s9Î) ¼çm¯Rﷺ‬& Iw ts9Î) HwÎ) O$tRﷺ‬& Èbr߉ç7ôã$$sù ÇËÎÈ  

(25). Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku". (QS. Al-Anbiya: 36).

Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam bukunya “Iqtidha as-Shirat al-Mustaqim” 2/376-380: “Lafaz Islam mengandung makna penyerahan diri dan tunduk, juga mengandung ikhlas yang diambil dari firman Allah (yang artinya) ‘Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja)’ dalam Islam wajib menyerahkan diri kepada Allah semata dan meninggalkan penyerahan diri kepada yang lain. Inilah inti ucapan kita: ‘La ilaaha illallah’ barang siapa pasrah kepada Allah dan kepada yang lain ia musyrik dan Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukannya. Orang yang tidak menyerahkan diri kepadanya ia adalah orang sombong yang tidak mau beribadah kepadanya. Allah berfirman:

tA$s%uﷺ‬ ãNà6š/u‘ þ’ÎTqãã÷Š$# ó=ÉftGó™ﷺ‬& ö/ä3s9 4 ¨bÎ) šúïÏ%©!$# tbrçŽÉ9õ3tGó¡o„ ô`t㠒ÎAyŠ$t6Ïã tbqè=äzô‰u‹y™ tL©èygy_ šúï̍Åz#yŠ ÇÏÉÈ  

(60). Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina". (QS. Al-Mukmin: 60).

Dalam hadits shahih Rasulullah ﷺ‬ bersabda: “Tidak masuk sorga orang yang dalam hatinya terdapat seberat atom dari sifat sombong, dan tidak masuk sorga orang yang dalam hatinya terdapat keimanan seberat atom” lalu Beliau ditanya: “Wahai Rasulullah, seseorang senang memakai baju dan pakaian yang bagus, apakah hal itu termasuk sombong?” Rasulullah menjawab: “Tidak, sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, sombong itu adalah mengingkari dan menolak kebenaran dan menghina manusia.”

Orang Yahudi disifati dengan sombong dan orang Kristen disifati dengan syirik. Dalam menjelaskan sifat orang-orang Yahudi, Allah berfirman:

ô $yJ¯=ä3sùﷺ‬& öNä.uä!%y` 7Aqߙu‘ $yJÎ/ Ÿw #“uqöksE ãNä3Ý¡àÿRﷺ‬& ÷Län÷Žy9õ3tFó™$# $Z̍xÿsù ÷Läêö/¤‹x. $Z̍sùuﷺ‬ šcqè=çGø)s? ÇÑÐÈ  

Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (QS. Al-Baqarah).

Dan juga Allah berfirman dalam menjelaskan sifat orang Kristen:

Ï (#ÿﷺ‬ä‹sƒªB$# öNèdu‘$t6ômﷺ‬& öNßgut6÷dâ‘uﷺ‬ $\/$t/ö‘ﷺ‬& `ÏiB Âcrߊ «!$# yx‹Å¡yJø9$#uﷺ‬ šÆö/$# zNtƒötB !$tBuﷺ‬ (#ÿﷺ‬ãÏBé& žwÎ) (#ÿﷺ‬߉ç6÷èu‹Ï9 $Ys9Î) #Y‰Ïmºuﷺ‬ ( Hw ts9Î) žwÎ) uqèd 4 ¼çmoysö7ߙ $£Jt㠚cqà2̍ô±ç„ ÇÌÊÈ  

(31). Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(QS. At-Taubah: 31).

Dalam menggambarkan  orang Kristen,  Allah berfirman:

ö@è% Ÿ@÷dﷺ‬'¯»tƒ É=»tGÅ3ø9$# (#öqs9$yès? 4’n<Î) 7pyJÎ=Ÿ2 ¥ä!#uqy™ $uZoY÷t/ ö/ä3uZ÷t/uﷺ‬ žwﷺ‬& y‰ç7÷ètR žwÎ) ©!$# Ÿwuﷺ‬ x8Ύô³èS ¾ÏmÎ/ $\«ø‹x© Ÿwuﷺ‬ x‹Ï‚­Gtƒ $uZàÒ÷èt/ $³Ò÷èt/ $\/$t/ö‘ﷺ‬& `ÏiB Èbrߊ «!$# 4 bÎ*sù (#öq©9uqs? (#qä9qà)sù (#ﷺ‬߉ygô©$# $¯Rﷺ‬'Î/ šcqßJÎ=ó¡ãB ÇÏÍÈ  

(64). Katakanlah: "Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".(QS. Ali Imran: 64).

Dan juga berfirman dalam redaksi penetapan Islam dan dialog dengan ahli kitab:

(#þqä9qè% $¨YtB#uä «!$$Î/ !$tBuﷺ‬ tA̓Ré& $uZøŠs9Î) !$tBuﷺ‬ tA̓Ré& #’n<Î) zO¿Ïtö/Î) ŸÏè»oÿôœÎ)uﷺ‬ tysó™Î)uﷺ‬ z>qà)÷ètƒuﷺ‬ ÅÞ$t6ó™F{$#uﷺ‬ !$tBuﷺ‬ u’ÎAﷺ‬é& 4Óy›qãB 4Ó|¤ŠÏãuﷺ‬ !$tBuﷺ‬ u’ÎAﷺ‬é& šcq–ŠÎ;¨Y9$# `ÏB óOÎgÎn/§‘ Ÿw ä-ÌhxÿçR tû÷üt/ 7‰tnﷺ‬& óOßg÷YÏiB ß`øtwﷻ‬uﷺ‬ ¼çms9 tbqãKÎ=ó¡ãB ÇÊÌÏÈ   ÷bÎ*sù (#qãZtB#uä È@÷VÏJÎ/ !$tB LäêYtB#uä ¾ÏmÎ/ ωs)sù (#ﷺ‬y‰tG÷d$# ( bÎ)¨ﷺ‬ (#öq©9uqs? $oÿ©VÎ*sù öNèd ’Îû 5-$s)Ï© ( ãNßgxÏÿõ3u‹|¡sù ª!$# 4 uqèduﷺ‬ ßìŠÏJ¡¡9$# ÞÎ=yèø9$# ÇÊÌÐÈ   sptóö7Ϲ «!$# ( ô`tBuﷺ‬ ß`|¡ômﷺ‬& šÆÏB «!$# Zptóö7Ϲ ( ß`øtwﷻ‬uﷺ‬ ¼ã&s! tbr߉Î7»tã ÇÊÌÑÈ   ö@è% $oYtRq•_!$ysè?ﷺ‬& ’Îû «!$# uqèduﷺ‬ $uZš/u‘ öNà6š/u‘uﷺ‬ !$oYs9uﷺ‬ $oYèyJôãﷺ‬& öNä3s9uﷺ‬ öNä3èyJôãﷺ‬& ß`øtwﷻ‬uﷺ‬ ¼çms9 tbqÝÁÎ=øƒèC ÇÊÌÒÈ   ôQﷺ‬& tbqä9qà)s? ¨bÎ) zO¿Ïtö/Î) ŸÏè»yJó™Î)uﷺ‬ šY»ysó™Î)uﷺ‬ šﷻ‬qà)÷ètƒuﷺ‬ xÞ$t7ó™F{$#uﷺ‬ (#qçR%x. #·Šqèd ÷ﷺ‬ﷺ‬& 3“t»|ÁtR 3 ö@è% öNçFRﷺ‬&uä ãNn=ôãﷺ‬& ÏQﷺ‬& ª!$# 3 ô`tBuﷺ‬ ãNn=øßﷺ‬& `£JÏB zOtGx. ¸oy‰»ygx© ¼çny‰YÏ㠚ÆÏB «!$# 3 $tBuﷺ‬ ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷ès? ÇÊÍÉÈ  (

(136). Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

(137). Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, Sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. dan Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

(138). Shibghah Allah[91]. dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah.

(139). Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, Padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan kamu; bagi Kami amalan Kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya Kami mengikhlaskan hati,

(140). Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang Menyembunyikan syahadah dari Allah[92] yang ada padanya?" dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 136-140).

Oleh karena dasar agama yaitu agama Islam satu yang berbeda hanya syariat saja, Rasulullah bersabda: “Kami para nabi agama kami satu” “Para nabi saudara lain ibu”

“Aku orang yang paling dekat dengan dengan nabi Isa, sesungguhnya (pada masa) antara aku dan dia tidak ada Nabi (yang diutus). Agama mereka semua satu yaitu ibadah kepada Allah semata yang tidak ada sekutu baginya. Dia disembah di setiap masa dengan ibadah yang Ia perintahkan pada masa tersebut. Itulah agama Islam pada masa itu.

Perbedaan syariat-syariat dalam nasikh dan mansukh seperti perbedaan dalam satu syariat. Sebagaimana agama Islam yang diutus Allah bersama Muhammad ﷺ‬ adalah agama yang satu meskipun pada suatu waktu kaum muslimin diperintahkan wajib menghadap Baitul Maqdis ketika shalat selama beberapa belas bulan setelah mereka hijrah, setelah itu diwajibkan menghadap Ka’bah dan diharamkan menghadap Baitul Maqdis. Jadi agama tetap satu meskipun kiblat berbeda dalam waktu yang berlainan. Dan Allah pernah  mensyariatkan hari Sabtu untuk Bani Israil kemudian syariat itu dihapus dan diganti dengan hati Jumat. Waktu itu berkumpul pada hari Sabtu hukumnya wajib lalu diwajibkan berkumpul hari Jumat dan diharamkan berkumpul hari Sabtu.

Orang yang keluar dari syariat Nabi Musa sebelum syariat itu dihapus ia bukan orang muslim. Dan orang yang tidak masuk ke dalam syariat Nabi Muhammad ﷺ‬ setelah syariat-syariat terdahulu dihapus ia bukan orang Islam.

Allah tidak pernah sekalipun mensyariatkan kepada seorang Nabi dari Nabi-nabinya untuk menyembah selain Allah, Allah berfirman:

* tíuŽŸ° Nä3s9 z`ÏiB ÈûïÏe$!$# $tB 4Ӝ»uﷺ‬ ¾ÏmÎ/ %[nqçR ü“Ï%©!$#uﷺ‬ !$uZøŠym÷ﷺ‬ﷺ‬& y7ø‹s9Î) $tBuﷺ‬ $uZøŠ¢¹uﷺ‬ ÿ¾ÏmÎ/ tÏtö/Î) 4Óy›qãBuﷺ‬ #Ó|¤ŠÏãuﷺ‬ ( ÷bﷺ‬& (#qãÏ%ﷺ‬& tûïÏe$!$# Ÿwuﷺ‬ (#qè%§xÿtGs? ÏÏù 4 uŽã9x. ’n?tã tûüÏ.Ύô³ßJø9$# $tB öNèdqããô‰s? ÏmøŠs9Î) 4  

(13). Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.. (QS. Assyuura: 13).

Allah memerintahkan para rasul untuk menegakkan agama (yaitu mengesakan Allah) dan jangan berpecah belah dalamnya.

Allah juga berfirman:

$pkš‰ﷺ‬'¯»tƒ ã@ߙ”9$# (#qè=ä. z`ÏB ÏM»t6Íh‹©Ü9$# (#qè=uHùå$#uﷺ‬ $·sÎ|¹ ( ’ÎoTÎ) $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ×Î=tæ ÇÎÊÈ   ¨bÎ)uﷺ‬ ÿ¾Ínɋ»yd óOä3çF¨Bé& Zp¨Bé& Zoy‰Ïnºuﷺ‬ O$tRﷺ‬&uﷺ‬ öNà6š/u‘ Èbqà)¨?$$sù ÇÎËÈ  

(51). Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(52). Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu[1006], dan aku adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku. (QS. Al-Mu’minun:51-52).

Dan Allah juga berfirman:

óOÏ%ﷺ‬'sù y7ygô_uﷺ‬ ÈûïÏe$#Ï9 $Zÿ‹ÏZym 4 |NtôÜÏù «!$# ÓÉL©9$# tsÜsù }¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw ŸÏ‰ö7s? È,ù=yÜÏ9 «!$# 4 šÏsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$#  ÆÅs9uﷺ‬ uŽsYò2ﷺ‬& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ   * tûüÎ6ÏYãB Ïmø‹s9Î) çnqà)¨?$#uﷺ‬ (#qßÏ%ﷺ‬&uﷺ‬ no4qn=¢Á9$# Ÿwuﷺ‬ (#qçRqä3s? šÆÏB tûüÅ2Ύô³ßJø9$# ÇÌÊÈ   z`ÏB šúïÏ%©!$# (#qè%§sù öNßguϊ (#qçR%Ÿ2uﷺ‬ $Yèu‹Ï© ( ‘@ä. ¥>÷“Ïm $yJÎ/ öNÍkö‰y‰s9 tbqãm̍sù ÇÌËÈ  

(30). Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

(31). Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

(32). Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. Ar-Rum: 30-32).

Orang-orang musyrik berpecah belah dan orang-orang ikhlas (beriman) bersatu, Allah berfirman:

ö Ÿwuﷺ‬ tbqä9#t“tƒ šúüÏÿÎ=tGøƒèC ÇÊÊÑÈ   žwÎ) `tB zMÏm§‘ y7•/u‘ 4 y7Ïs%Î!uﷺ‬ óOßgs)n=yz 3

(118)… tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,

(119). Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. (QS. Hud: 118-119).

Jadi orang-orang yang mendapat rahmat bersatu sedangkan orang-orang musyrik mereka memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.”

Syekh Ibnu Taimiyah menulis dalam kitabnya Al-Fatawa 35/364: “Agama para Nabi satu yaitu agama Islam. Seluruhnya adalah muslimun dan mukminun sebagaimana yang telah Allah jelaskan di berbagai tempat dalam Al-Qur’an. Akan tetapi sebagian syariat itu berbeda, terkadang suatu perkara disyariatkan karena hikmah tertentu kemudian disyariatkan perkara yang lain  di lain waktu karena hikmah tertentu pula. Seperti pada permulaan Islam disyariatkan shalat menghadap Baitul Maqdis lalu dihapus dan diperintahkan shalat menghadap Ka’bah. Dalam hal ini syariah bisa berbeda padahal agama tetap satu. Shalat menghadap Baitul Maqdis pada saat itu adalah bagian dari agama Islam, begitu juga memuliakan hari Sabtu pada masa Nabi Musa adalah bagian agama Islam, kemudian setelah dihapus maka agama Islam adalah yang menghapus, yaitu shalat menghadap Ka’bah. Barang siapa yang masih berpegang teguh kepada yang telah dihapus dan bukan kepada yan menghapus maka dia bukan berada dalam agama Islam dan juga tidak mengikuti salah satu dari para Nabi. Barang siapa merubah syariat para Nabi dan membuat syariah baru maka syariatnya batil tidak boleh diikuti sebagaiman firman Allah: “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS. Asy-Syuura: 21). Oleh karena itu orang Yahudi dan Kristen kafir karena mereka berpegang teguh kepada syariat yang telah diganti dan dihapus. Allah mewajibkan manusia beriman kepada semua kitab suci dan rasul-rasul-Nya, dan nabi Muhammad adlah penutup para rasul. Seluruh makhluk wajib mengikutinya dan mengikuti syariatnyyang terdapat dalam Al-Qur’an dan sunnah. Apa yang ada dalam Al-Qur’an dan sunnah merupakan syariat yang wajib dikuti semua makhluk, dan tidak boleh seorang pun keluar dari syariat ini, inilah syariat yang para mujahid berjihad demi tegaknya, yaitu Al-Qur’an dan sunnah.

Pedang-pedang kaum muslimin terhunus untuk membela Al-Qur’an dan Sunnah ini, sebagaimana perkataan Jabir bin Abdullah: “Rasulullah ﷺ‬ memerintahkan kami untuk memukulkan pedang ini orang yang keluar dari Al-Qur’an.” Allah berfirman:

ô‰s)s9 $uZù=y™ö‘ﷺ‬& $oYn=ߙ①ÏM»uZÉit7ø9$$Î/ $uZø9t“Rﷺ‬&uﷺ‬ ÞOßgyètB |=»tGÅ3ø9$# šc#u”ÏJø9$#uﷺ‬ tPqà)u‹Ï9 â¨$¨Y9$# ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( $uZø9t“Rﷺ‬&uﷺ‬ y‰ƒÏ‰ptø:$# ÏÏù Ó¨ù't/ ӉƒÏ‰x© ßìÏÿ»oYtBuﷺ‬ Ĩ$¨Z=Ï9 zNn=÷èu‹Ï9uﷺ‬ ª!$# `tB ¼çnçŽÝÇZtƒ ¼ã&s#ߙâ‘uﷺ‬ Í=ø‹tóø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# ;“Èqs% ֓ƒÌ“tã ÇËÎÈ  

(25). Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa. (QS. Al-hadid: 25).

Allah menerangkan sesungguhnya Dia menurunkan Al-Qur’an, keadilan, dan sesuatu untuk mengeetahui keadilan (neraca); agar manusia menegakkan keadilan dan menurunkan besi. Barang siapa yang keluar dari rel Al-Qur’an dan keadilan maka ia diperangi dengan besi. Al-Qur’an dan keadilan tidak bisa terpisahkan. Al-Qur’an lah yang menerangkan syariat; oleh karena itu syariat adalah keadilan dan keadilan itu syariat. Barang siapa yang berhukum dengan adil ia telah telah berhukum dengan syariat. Akan tetapi banyak orang yang menghubungkan perkataan mereka dengan syariat padahal itu bukan dari syariat, mereka mengatakan hal itu karena kebodohan, salah, atau sengaja dan bohong. Syariat yang dirubah inilah yang menyebabkan orang-orang yang merubahnya berhak mendapat siksaan dan bukan syariat yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada penutup para Nabi. Semua syariat yang diturunkan ini adil tidak ada kezaliman dan kebodohan. Allah berfirman:

š ÷bÎ)uﷺ‬ |MôJs3ym Nä3÷n$$sù NæhuZ÷t/ ÅÝó¡É)ø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä† tûüÏÜÅ¡ø)ßJø9$# ÇÍËÈ  

“… dan jika kamu memutuskan perkara mereka, Maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maidah: ).

Dan juga berfirman:

Èbﷺ‬&uﷺ‬ Nä3ôm$# NæhuZ÷t/ !$yJÎ/ tAt“Rﷺ‬& ª!$#

(49). Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, (QS. Al-Maidah: 49).

Yang Allah turunkan adalah keadilan dan keadilanlah yang diturunkan Allah. Dia berfirman:

* ¨bÎ) ©!$# öNä.ããBù'tƒ bﷺ‬& (#ﷺ‬–Šxsè? ÏM»utBF{$# #’n<Î) $ygÎ=÷dﷺ‬& #sŒÎ)uﷺ‬ OçFôJs3ym tû÷üt/ Ĩ$¨Z9$# bﷺ‬& (#qßJä3øtﷺ‬B ÉAô‰yèø9$$Î/ 4  

(58). Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. (QS. An-Nisa’: 58).

!$¯RÎ) !$uZø9t“Rﷺ‬& y7ø‹s9Î) |=»tGÅ3ø9$# Èd,ysø9$$Î/ zNä3óstGÏ9 tû÷üt/ Ĩ$¨Z9$# !$oÿÏ3 y71u‘ﷺ‬& ª!$# 4

(105). Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu. (QS. An-Nisa’: 105).

Yang Allah perlihatkan dalam kitabNya adalah keadilan...”. Sesuai perkataan Ibnu Taimiyah. Allah mengkhususkan Nabi Ibrahim u bahwa agama Islam dengan pengertian semacam ini adalah agamanya, seperti dalam firman-Nya:

ö@è% s-y‰|¹ ª!$# 3 (#qãèÎ7¨?$$sù s'©#ÏB tÏtö/Î) $Zÿ‹ÏZym 

(95). Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus. (QS. Ali Imran: 95).

Hal itu karena beberapa sebab:

  1. Beliau dalam upaya mewujudkan tauhid dan menghancurkan kesyirikan menghadapi tantangan yang besar dan Allah menolongnya dalam hal itu seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an.
  2. Allah menjadikan dalam keturunannya kenabian dan kitab suci hingga ia dikenal dengan ‘bapak para nabi’; oleh karenanya Allah berfirman:

 s'©#ÏiB öNäÎ/ﷺ‬& zÏtö/Î) 4   

(78). (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. (Al-Hajj), dialah penggenap delapan belas nabi dari keturunannya yang Allah sebutkan namanya dalam Al-Qur’an yaitu: Nabi Ismail dan keturunannya Nabi Muhammad ﷺ‬, dan anaknya nabi Ishak dan keturunannya Ya’kub, Yusuf, Ayyub, Zulkifli, Musa, Musa, Harun, Ilyas, Ilyasa Yunus, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa v.

  1. Untuk membantah klaim-klaim orang yahudi dan kristen bahwa mereka berada dalam agama nabi Ibrahim. Allah membantah kebohongan mereka dalam fiman-Nya:

ôQﷺ‬& tbqä9qà)s? ¨bÎ) zO¿Ïtö/Î) ŸÏè»yJó™Î)uﷺ‬ šY»ysó™Î)uﷺ‬ šﷻ‬qà)÷ètƒuﷺ‬ xÞ$t7ó™F{$#uﷺ‬ (#qçR%x. #·Šqèd ÷ﷺ‬ﷺ‬& 3“t»|ÁtR 3 ö@è% öNçFRﷺ‬&uä ãNn=ôãﷺ‬& ÏQﷺ‬& ª!$# 3 ô`tBuﷺ‬ ãNn=øßﷺ‬& `£JÏB zOtGx. ¸oy‰»ygx© ¼çny‰YÏ㠚ÆÏB «!$# 3 $tBuﷺ‬ ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷ès? ÇÊÍÉÈ  

(140). Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang Menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 140).

Allah juga telah menolak alasan mereka dalam hal ini dengan firman-Nya:

Ÿ@÷dﷺ‬'¯»tƒ É=»tGÅ6ø9$# zNÏ9 šcq•`!$ysè? þ’Îû tÏtö/Î) !$tBuﷺ‬ ÏMs9̓Ré& èp1u‘öq­G9$# ãÉfRM}$#uﷺ‬ žwÎ) .`ÏB ÿ¾Ínω÷èt/ 4 Ÿxsùﷺ‬& šcqè=É)÷ès? ÇÏÎÈ   ÷LäêRﷺ‬'¯»yd ÏäIwàs¯»yd óOçFôfyf»ym $yÏù Nä3s9 ¾ÏmÎ/ ÖNù=Ïæ zNÎ=sù šcq•`!$ysè? $yÏù }§øŠs9 Nä3s9 ¾ÏmÎ/ ÖNù=Ïæ 4 ª!$#uﷺ‬ ãNn=÷ètƒ óOçFRﷺ‬&uﷺ‬ Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÏÏÈ   $tB tb%x. ãÏtö/Î) $wƒÏŠqåku‰ Ÿwuﷺ‬ $|‹ÏR#uŽóÇnS `Ås9uﷺ‬ šc%x. $Zÿ‹ÏZym $VJÎ=ó¡•B $tBuﷺ‬ tb%x. z`ÏB tûüÏ.Ύô³ßJø9$# ÇÏÐÈ  

(65). Hai ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, Padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?

(66). Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, Maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

(67). Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik. (Ali Imran)

Kemudian Allah menjelaskan orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang berada dalam agama dan sunahnya, Allah berfirman:

žcÎ) ’n<÷ﷺ‬ﷺ‬& Ĩ$¨Y9$# zÏtö/Î*Î/ tûïÏ%©#s9 çnqãèt7¨?$# #x‹»yduﷺ‬ ÓÉ<¨Z9$# šúïÏ%©!$#uﷺ‬ (#qãZtB#uä 3 ª!$#uﷺ‬ ’Í<uﷺ‬ tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇÏÑÈ  

(68). Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.

Dan Allah menjelaskan sejauh mana kesesatan dan penyimpangan mereka yang sudah begitu jauh, dan pengakuan para ahli kitab ini:

ö@è% Ÿ@÷dﷺ‬'¯»tƒ É=»tGÅ6ø9$# Ÿw (#qè=øós? ’Îû öNà6Ïϊ uŽöxî ÈdYysø9$# Ÿwuﷺ‬ (#þqãèÎ6®Ks? uä!#uq÷dﷺ‬& 7Qöqs% ô‰s% (#q=|Ê `ÏB ã@ö6s% (#q=|Êﷺ‬&uﷺ‬ #ZŽÏVŸ2 (#q=|Êuﷺ‬ `tã Ïä!#uqy™ ÈÎ6¡¡9$# ÇÐÐÈ  

(77). Katakanlah: "Hai ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". (QS. Al-Maidah: 77).

Allah menerangkan tipu daya celaka yang dilakukan ahli kitab dalam usaha mereka menjerumuskan umat islam; untuk menyesatkan mereka dari agama mereka dan menyampuradukkan kebenaran dengan kebatilan. Allah berfirman:

(#qä9$s%uﷺ‬ (#qçRqà2 #·Šqèd ÷ﷺ‬ﷺ‬& 3“t»|ÁtR (#ﷺ‬߉tGöksE 3 ö@è% ö@t/ s'©#ÏB zO¿Ïtö/Î) $Zÿ‹ÏZym ( $tBuﷺ‬ tb%x. z`ÏB tûüÏ.Ύô³ßJø9$# ÇÊÌÎÈ   (#þqä9qè% $¨YtB#uä «!$$Î/ !$tBuﷺ‬ tA̓Ré& $uZøŠs9Î) !$tBuﷺ‬ tA̓Ré& #’n<Î) zO¿Ïtö/Î) ŸÏè»oÿôœÎ)uﷺ‬ tysó™Î)uﷺ‬ z>qà)÷ètƒuﷺ‬ ÅÞ$t6ó™F{$#uﷺ‬ !$tBuﷺ‬ u’ÎAﷺ‬é& 4Óy›qãB 4Ó|¤ŠÏãuﷺ‬ !$tBuﷺ‬ u’ÎAﷺ‬é& šcq–ŠÎ;¨Y9$# `ÏB óOÎgÎn/§‘ Ÿw ä-ÌhxÿçR tû÷üt/ 7‰tnﷺ‬& óOßg÷YÏiB ß`øtwﷻ‬uﷺ‬ ¼çms9 tbqãKÎ=ó¡ãB ÇÊÌÏÈ   ÷bÎ*sù (#qãZtB#uä È@÷VÏJÎ/ !$tB LäêYtB#uä ¾ÏmÎ/ ωs)sù (#ﷺ‬y‰tG÷d$# ( bÎ)¨ﷺ‬ (#öq©9uqs? $oÿ©VÎ*sù öNèd ’Îû 5-$s)Ï© ( ãNßgxÏÿõ3u‹|¡sù ª!$# 4 uqèduﷺ‬ ßìŠÏJ¡¡9$# ÞÎ=yèø9$# ÇÊÌÐÈ  

(135). Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. dan bukanlah Dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

(136). Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

(137). Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, Sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. dan Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 135-137).

Orang yang memperhatikan Al-Qur’an menemukan peringatan pada banyak ayat bahwa Al-Qur’an diturunkan hanya untuk memperbaharui agama Nabi Ibrahim, bahkan Allah mengajak umat islam untuk menggunakan nama yang dibenci oleh orang yahudi dan kristen yaitu “agama Ibrahim”, bacalah firman Allah:

(#ﷺ‬߉Îy_uﷺ‬ ’Îû «!$# ¨,ym ¾Ínϊ$ygÅ_ 4 uqèd öNä38u;tFô_$# $tBuﷺ‬ Ÿ@yèy_ ö/ä3ø‹n=tæ ’Îû ÈûïÏd‰9$# ô`ÏB 8ltym 4 s'©#ÏiB öNäÎ/ﷺ‬& zÏtö/Î) 4 uqèd ãNä39£Jy™ tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# `ÏB ã@ö6s% ’Îûuﷺ‬ #x‹»yd tbqä3u‹Ï9 ãAqߙ§9$# #´‰‹Îgx© ö/ä3ø‹n=tæ (#qçRqä3s?uﷺ‬ uä!#y‰pkà­ ’n?tã Ĩ$¨Z9$# 4 

(78). Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. (QS. Al-Hajj: 78).

Ringkasan:

Kata “Islam” memiliki dua makna, makna umum: mencakup Islamnya setiap umat yang mengikuti Nabi dari Nabi-nabi Allah yang diutus kepada mereka, dengan demikian uamt tersebut disebut umat Islam, lurus, pengikut Nabi Ibrahim karena mereka hanya menyembah Allah dan mengikuti syariat Nabi yang diutus kepada mereka. Orang yang beriman kepada Taurat sebelum dihapus dan diganti adalah orang Islam yang lurus pengikut Nabi Ibrahim u, mereka berada dalam agama Islam. Ketika Allah mengutus nabi Isa u, orang yang mengimani Taurat yang beriman kepada Nabi Isa dan mengikutti syariatnya adalah seorang muslim lurus pengikut Nabi Ibrahim, sedangkan orang yang mendustai Nabi Isa maka ia kafir. Ketika Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ‬ penutup para nabi, syariatnya penutup syariat-syariat nabi-nabi sebelumnya, kerasulannya penutup kerasulan-kerasulan sebelumnya, dan beliau diutus untuk seluruh penduduk bumi, wajib bagi orang yahudi dan kristen dan selain mereka mengikuti syariatnya dan apa dibawanya dari Allah dan tidak mengikuti yang lain. Orang yang tidak mengikutinya adalah kafir tidak diikatakan sebagai orang islam, juga tidak dikatakan orang yang lurus, dan juga tidak dikatakan mengikuti agama Ibrahim. Agama yahudi atau kristen yang dianutnya tidak berguna baginya dan Allah tidak akan menerimanya. Oleh karena itu nama “islam” sejak Nabi Muhammad ﷺ‬ diutus hingga hati kiamat tetap khusus untuk orang yang mengikutinya bukan untuk yang lain. Inilah makna khusus yang tidak boleh digunakan oleh agama selainnya, apalagi agama yang lain telah dihapus dan dirubah. Jika para ahli kitab berkata: “Hendaklah kalian menjadi pengikut yahudi atau kristen” maka Allah telah memerintahkan kaum muslimin untuk mengatakan kepada mereka: “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus” dan pada saat sekarang tidak ada yang disebut seorang muslim, pengikut agama Ibrahim, atau hamba Allah yang lurus kecuali dia mengikuti apa yang penutup para nabi dan rasul dari Allah.

Tentang perbedaan syariat, Allah berfirman:

!4 9e@ä3Ï9 $oYù=yèy_ öNä3ZÏB Zptã÷ŽÅ° %[`$yg÷YÏBuﷺ‬ 4

“…untuk tiap-tiap umat d iantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. (QS. Al-Maidah: 48).

Arti syir’ah adalah syariat dan jalan. Para ulama berkata: Syariat dinamakan dengan syariat karena menyamakan dengan syariatul ma’ (yang berarti mata air), karena orang yang masuk dalam mata air akan puas minum dan membersihkan dirinya.

Arti minhaj: jalan yang jelas menuju kebenaran, supaya diamalkan hukum-hukum-Nya, perintah-perintah, dan larangan-larangan-Nya, dan agar Allah mengetahui siapa yang mentaati dan mndurhakai-Nya.

Allah berfirman:

Èe@ä3Ïj9 7p¨Bé& $uZù=yèy_ %¸3|¡YtB öNèd çnqà6ř$tR ( Ÿxsù y7¨Yãã̓»oYム’Îû ͐öDF{$# 4 äí÷Š$#uﷺ‬ 4’n<Î) y7În/u‘ ( y7¨RÎ) 4’n?yès9 ”W‰èd 5É)tGó¡•B ÇÏÐÈ  

(67). Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, Maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (QS. Al-Hajj: 67).

Mansak artinya tata cara ibadah atau syariat.

Hum nasikuuhu artinya mereka beribadah dengan ibadah dan syariat tersebut.

Allah berfirman tentang Nabi dan Rasul-Nya Muhammad ﷺ‬:

¢OèO yoYù=yèy_ 4’n?tã 7pyèƒÎŽŸ° z`ÏiB ̍øBF{$# $yg÷èÎ7¨?$$sù 

(18). Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu (QS. Al-Jatsiyah: 18).

Dengan penjelasan di atas kita mengetahui pokok-pokok persamaan agama dan dakwah para Nabi dan utusan Allah yaitu seruan kepada satu agama yang menetapkan penyembahan hanya kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, megesakan-Nya, menetapkan kenabian, hari kiamat, dan penetapan syariat hanya dari Allah. Semua prinsip ini tidak berubah dan tidak dihapus, sempurna tidak dihapus, dan tidak menerima ijtihad dan pengecualian.

Adapun syariat tentu berbeda-beda dan bermacam-macam dan bisa dihapus. Setiap syariat seorang Rasul berbeda dengan syariat Rasul lain pada semua atau sebagian masalah syariat: Ada masalah ibadah pada syariat seorang rasul yang berakhir dengan berakhirnya syariatnya karena diutusnya rasul yang lain dan menghapus syariat tersebut.

Ada suatu hukum yang berubah secara parsial dalam waktu, tata cara, kadar pelaksaannya, atau berubah hukumnya dari berat menjadi ringan atau sebaliknya.

Ada hukum yang hanya terdapat pada syariat setelahnya dan tidak ada pada syariat sebelumnya atau sebaliknya.

Inilah perbedaan yang terdapat pada syariat hukum-hukum praktis dan ucapan baik itu perintah atau larangan, menurut ketentuan ilmu dan hikmah Allah dalam membuat syariat dan perintah yang sesuai dengan kondisi, zaman, keadaan, dan karakter tiap umat, dan berdasarkan keabadian syariat atau perubahan dan penghapusannya.

Beginilah keteraturan tasyri dalam bidang ibadah, muamalah, pernikahan, perceraian, kejahatan dan hudud, sumpah, nazar, dan peradilan, dan lain lian yang termasuk masalah-masalah cabang yang bersumber dari kesatuan agama.

Oleh karenanya syariat islam yang merupakan syariat terakhir berbeda dengan seluruh syariat-syariat terdahulu pada sebagian besar hukum-hukum praktis, ucapan, perintah, dan larangan; karena syariat islam memiliki karakter abadi dan kekal, dan syariat islam adalah syariat terakhir yang Allah turunkan penghapus syariat-syariat para nabi sebelumnya.

Sekarang akan kami jelaskan perwujudan keimanan yang komprehensif kepada Allah, kitab-kitab suci-Nya, dan rasul-rasul-Nya, dan penjelasan tentang pelanggaran ahli kitab dan kekafiran mereka terhadap prinsip dasar akidah ini serta kondisi mereka yang melanggar ketiga hal ini:

 Iman kepada Allah

Manusia pada asalnya adalah bertauhid, inilah tujuan penciptaan mereka seperti dalam yang Allah perintahkan kepada mereka melalui para nabi dan rasul-Nya:

(#ﷺ‬߉ç7ôã$# ©!$# $tB Nä3s9 ô`ÏiB >s9Î) ÿ¼çnçŽöxî

Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. (QS. Al-A’raaf: 59).

Semua manusia dahulu berada dalam agama islam, tauhid, ikhlas, fitrah, kebenaran, dan keistiqomahan. Satu bangsa, satu agama, dan satu sembahan. Hal itu sejak zaman bapak manusia yaitu nabi Adam hingga sebelum zaman nabi Nuh, semua manusia berada dalam petunjuk dan kebenaran syariat karena mereka mengikuti kenabian.

 Awal terjadinya syirik pada kaum Nabi Nuh karena sikap berlebihan kepada kuburan.

Karena tipu daya setan manusia berselisih dan meninggalkan ajaran para nabi untuk mentauhidkan Allah, hingga mereka terjerumus ke dalam kesyirikan karena mengagungkan orang mati. Sejak saat itulah manusia terbagi menjadi dua kelompok: yang mengesakan Allah dan yang menyekutukan Allah.

Setan bisa memperdayai manusia dan menimbulkan perselisihan diantara mereka dengan membuat mereka meninggalkan ajaran para nabi, menipu mereka dengan mengagungkan orang-orang mati hingga mereka beribadah di kuburan-kuburan mereka, lalu memperdayai mereka supaya membuat patung orang-orang mati itu, dan memperdayai mereka agar menyembah patung-patung tersebut. Orang-orang musyrik dari kaum Nabi Nuh adalah golongan musyrik pertama. Kesyirikan mereka dengan cara mengagungkan orang-orang mati, ini adalah kesyirikan bumi. Inilah kesyirikan pertama yang mengetuk dunia, dan Nabi Nuh adalah Rasul pertama yang diutus kepada kaum musyrikin.

Banyak ulama salaf yang berkata tentang firman Allah:

(#qä9$s%uﷺ‬ Ÿw ¨bâ‘x‹s? ö/ä3tGygÏ9#uä Ÿwuﷺ‬ ¨bâ‘x‹s? #tŠuﷺ‬ Ÿwuﷺ‬ %Yæ#uqߙ Ÿwuﷺ‬ šWqäótƒ s-qãètƒuﷺ‬ #ZŽô£nSuﷺ‬ ÇËÌÈ  

(23). Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula Suwwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr". (QS. Nuh: 23).

“Nama-nama ini adalah nama orang-orang saleh pada zamannya, ketika mereka mati orang-orang beribadah diatas kuburan mereka, lalu membuat patung-patung mereka, lalu mereka menyembahnya. Inilah penyembahan pertama terhadap berhala dan berhala-berhala ini pun diikuti orang Arab…” mereka membuat kesyirikan, penyembahan berhala, bid’ah yang mereka buat karena syubhat-syubhat yang dihiasi oleh setan dengan standar yang rusak dan filsafat yang menyimpang.

Imam Bukhari berkata dalam kitab “Sahih”nya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: “Ini adalah nama-nama orang-orang saleh dari kaum nabi Nuh, ketika mereka mati setan membisikkan kepada kaum Nuh: dirikan patung patung-patung di tempat mereka berdoa dan namakan patung-patung tersebut dengan nama mereka, mereka pun melaksanakan dan patung-patung itu tidak disembah. Ketika yang membangun patung-patung itu mati dan ilmu dihapus maka patung-patung tersebut akhirnya disembah.”

Ketika berhala dan thagut disembah dan manusia mulai menyimpang dan kafir, karena kasih sayang kepada hamba Allah mengutus rasul pertama ke bumi dialah Rasulullah Nuh u, yaitu Nuh bin Lamak bin Mutawasylikh bin Akhnukh atau Nabi Idris u bin Yard bin Muhlaibil bin Qainin bin Anusy bin Nabi Syitsu bin Nbi Adamu.

Jarak antara nabi Adam dan nabi Nuh adalah sepuluh abad, pada masa itu semua manusia beragama Islam sebagaimana yang terdapat dalam sahih Bukhari dari riwayat Ibnu Abbas.

Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya 950 tahun berdakwah mengajak untuk menyembah Allah semata yang tiada sekutu baginya, melarang dari menyembah selain-Nya. Ketika Allah beritahukan tidak ada lagi kaumnya yang akan beriman kecuali yang telah beriman, Allah menghancurkan mereka dengan banjir besar yang menenggelamkan mereka karena doa nabi Nuh. Selanjutnya datanglah para rasul setelahnya secara silih berganti yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu:

Nabi Hud u, yaitu Hud bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh u. Ia adalah nabi pertama dari kalangan Arab yang Allah utus kepada kaumnya di Al-Ahqaaf di Hadramaut. Kaum Ad yang pertama adalah kaum Nabi Hud bangsa yang pertama kali menyembah berhala setelah terjadinya banjir besar pada masa Nabi Nuh. Hal tersebut Allah jelaskan pada surat Al-A’raaf:65-72, Hud:50-60, Al-Mukminun:31-41, As-Syuaraa:123-140, Hamim Sajdah (Al-Mukmin):15-16, Al-Ahqaaf: 21-25, dan surat-syrat lainnya dalam Al-Qur’an.

Nabi Soleh u, yaitu Soleh bin Ubaid bin Masih bin Ubaid bin Hadir bin Tsamud bin Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh. Adalah nabi kedua dari golongan Arab yang Allah utus kepada kaumnya Tsamud setelah Allah mengutus Nabi Hud kepada kaum Ad. Allah telah menceritakan dalam Al-Qur’an di berbagai surat termasuk surat-surat diatas dan surat Al-Hijr dan lainnya berita tentang kaum Tsamud dengan nabi mereka, berita tentang onta, dan keinginan mereka untuk terus menyembah berhala.

Awal terjadinya syirik di bumi pada kaum Nabi ibrahim karena menyembah bintang-bintang. Ketika dunia sudah dilanda kesyirikan model baru berupa agama Shabiah (penyembah bintang) di Harran, orang-orang musyrik penyembah bintang, matahari, dan bulan di Kabul, penyembah berhala di Babylonia pada masa raja-raja Namrud dan Fir’aun penguasa-penguasa dunia Timur dan Barat, yang ini semua adalah golongan musyrikin kedua yaitu penyembahan bintang atau syirik langit setelah musyrikin kaum Nuh penyembah kuburan, semua orang di dunia saat itu kafir kecuali Nabi Ibrahim sang kekasih, istrinya Sarah, dan keponakannya Luth u, Allah mengutus dari tanah Babylonia rasul-Nya pemimpin orang-orang lurus, bapak para nabi, tonggak agama yang murni dan kalimat abadi Nabi Ibrahim kekasih Allah yang maha pemurah. Dialah Ibrahim bin Azar atau Tarikh bin Nahur bin Sarugh bin Ra’u bin Faligh bin Ayir bin Syalikh bin Arfakhsyidz bin Sam bin Nuh u.

Nabi Ibrahim lah yang dengan perantaranya Allah hapuskan dan batalkan semua kejahtan dan keseatan itu. Allah telah mengaruniakannya kematangan dan kedewasaan sejak kecil, mengutusnya sebagai rasul dan menjadikannya kekasih-Nya ketika ia besar.

Allah telah menceritakan dalam berbagai surat Al-Qur’an dan dalam surat Ibrahim kisahnya dengan bapak dan kaumnya, pengingkarannya terhadap penyembahan berhala yang dilakukan kaumnya, penistaan dan pencelaan berhala di hadapan mereka, penghancuran berhala, dialog dan perdebatannya dengan raja Babylonia Namrud bin Kan’an hingga Allah mematikan Namrud dengan seekor nyamuk. Lalu Nabi Ibrahim hijrah ke negeri Syam, lalu ke Mesir dan menikah dengan Hajar, hingga mempunyai dua orang anak yang diberkahi yang juga merupakan dua nabi yang mulia: Ismail, hasil pernikahannya dengan Hajar dari bangsa Qibti Mesir dan Ishak, anaknya dengan Sarah saudari sepupunya.

Ketika terjadi kecemburuan antara Sarah dan Hajar, Nabi Ibrahim mengajak Hajar dan anaknya Ismail Hijrah ke Mekah –semoga Allah selalu menjaganya-, setelah mereka di negeri suci itu terjadilah apa yang terjadi, munculnya air zamzam, pembangunan Baitul Haram dan perkara-perkara besar lainnya. Pada saat yang sama Allah juga mengutus Nabi Luth bin Haran bin Tarikh sebagai nabi bersamaan dengan pamannya Nabi Ibrahim bin Tarikh atau Azar dalam satu masa. Kisahnya dengan kaumnya di negeri Sadum di daerah Syam dekat Yordania telah Allah ceritakan di Al-Qur’an bagaimana ia mengajak kaumnya menyembah Allah,  meninggalkan menyembah berhala dan meninggalkan perbuatan keji yang mereka lakukan (homoseksual) hingga Allah menghancurkan mereka dan menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya kecuali istrinya dia termasuk orang-orang yang dibinasakan.

Kemudian Allah mengutus Nabi Syu’aib u orator para nabi kepada penduduk Aikah –nama sebuah pohon yang mereka sembah- yang termasuk bangsa Arab yang tinggal Madyan suatu daerah di pinggiran Syam. Dia adalah Nabi Syu’aib bin Mikyal bin Basyjan bin Madyan bin Ibrahim, ada pendapat lain tentang nasab Nabi Syu’aib ini. Kisahnya dalam Al-Qur’an diulang-ulang di berbagai surat.

Kemudian datanglah para Nabi silih berganti dari keturunan nabi Ibrahim u, yang berasal dari keturunan kedua anaknya nabi yang mulia: Yang disembelih Ismail bapak bangsa Arab dan Ishak u. Nabi Ismail u diutus Allah kepada bangsa Jurhum, Al-Amaliiq, dan Yaman dan penduduk daerah sekitar Hijaz, Yaman, dan Jazirah Arab. Nabi Muhammad ﷺ‬ penutup para Nabi adalah keturunannya.

Nabi Ishak u diutus Allah di daerah Harran dan sekitarnya. Di antara anaknya adalah Al-Iish yang memiliki keturunan Nabi Ayyub u bin Al-Iish bin Ishak bin Ibrahim u.

Di antara keturunan Nabi Ishak u adalah Zulkifli. Ibnu Katsir berkata: Sebagian orang menyangka ia adalah putra Nabi Ayyub. Kemudian Ibnu Katsir  mengatakan berdasarkan zahir ayat ia adalah seorang Nabi.

Nabi Ayub dan Zulkifli diutus kepada penduduk Damaskus di Syam. Termasuk keturunan Nabi Ishak adalah Nabi Ya’kub atau Israel, kepadanya lah Bani Israel dinisabatkan. Para nabi dari Bani Israel pun datang silih berganti yaitu: Yusuf, Musa, Harun, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Daud, Sulaiman, Yahya, Zakaria, dan Isa u.

Awal terjadinya kedua macam syirik pada bangsa Arab dan selain mereka serta diutusnya Nabi Muhammad ﷺ‬. Begitulah datang para Nabi dari bangsa Bani Israel secara bergantian yang diakhiri oleh Nabi Isa bin Maryam u. Ketika masa fatroh (masa antara Nabi Isa hingga diutusnya Nabi Muhammad ﷺ‬) kesyirikan dengan dua macamnya: menyembah kuburan dan bintang-bintang telah tersebar di penjuru dunia. Orang-orang Arab di Jazirah Arab masih mewarisi agama nenek moyang mereka Nabi Ibrahim, tetapi ketika Amr bin Luhay Al-Khuza’I ketika sedang melakukan perjalanan ke Syam ia melihat orang-orang di Balqa memiliki patung-patung meminta kepadanya untuk mendapat manfaat dan menolak bahaya, akhirnya ia mengadopsi hal ini di Mekah, ketika Ka’bah saat itu di diurus oleh klan Khuza’ah sebelum Quraisy dan ia saat itu adalah pemimpin klan tersebut. Dengan perjalanannya yang celaka ini ialah yang pertama merubah agama Nabi Ismail dan menyimpang dari ajaran Nabi Ibrahim. Ia mendirikan berhala-berhala di Baitul Haram, mentradisikan saaibahF[18]F, bahiirahF[19]F, washiilahF[20]F, dan haamF[21]F.

Dari sinilah bangsa Arab menyembah patung, patung ternama adalah Manata, terletak di pesisir pantai daerah Qudaid yang berada antar Mekah dan Madinah, lalu al-Laata, berada di Thaif, Al-Laata adalah batu dengan bentuk bujur sangkar dimana tepung gandum di tumbuk disitu, lalu Al-Uzza terletak di Wadi Nakhlah setelah As-Syara’I sebelah timur kota Mekah.

Kemudian bermunculanlah berhala-berhala di Jazirah Arab. Setiap kabilah memiliki berhala dari kayu, batu, kurma, dan lain-lain sampai ada 360 berhala di sekeliling Ka’bah, bahkan setiap rumah memiliki berhala khusus di rumahnya.

Jangan ditanya lagi tentang banyaknya berhala, penyembahan api dan bintang-bintang di bangsa Persia, Majusi, as-shabiah dan bangsa-bangsa lainnya. Mereka ada yang menyembah air, binatang dan malaikat. Diantara mereka ada yang berkeyakinan: pencipta itu dua, mereka adalah golongan Tsanawiyah dari majusi mereka lebih buruk dari kaum musyrikin Arab, mereka ada yang mengagungkan cahaya, api, air, dan tanah. Ini juga yang terjadi  pada bangsa-bangsa lain seperti: as-shaaibah, Ad-Dahriyah, filosof, dan kaum atheis sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim tentang mereka dan mazhab dan sembahan mereka dalam buku “ighatsatul lahfan” :2/203-320.

 Diutusnya penutup para Nabi dan Rasul ﷺ‬

Ketika bangsa-bangsa di dunia berada dalam kesyirikan dan paganisme, Allah mengutus nabi dan rasul penutup semua nabi-nabi dan rasul-rasul, yang telah dikabarkan oleh Nabi Isa dan para nabi dan rasul sebelumnya. Ia menyeru kepada agama Nabi Ibrahim dan agama para rasul sebelum dan sesudah nabi Ibrahim, mengajak kepada tauhid yang murni, membuang kesyirikan dengan kedua macamnya langit dan bumi, dan menutup sarana yang mengantarkan kepada kedua macam syirik itu. Beliau melarang menjadikan kuburan sebagai masjid, melarang shalat diatasnya, menghadap padanya dan meninggikannya. Hal ini untuk mencegah sarana menuju syirik bumi yang bersumber dari pengagungan kepada kuburan pada kaum Nabi Nuh. Beliau juga melarang shalat ketika terbit dan terbenamnya matahari. Hal ini untuk mencegah syirik langit yang bersumber dari penyembahan kepada bintang-bintang pada kaum nabi Ibrahim.F[22]

 Ringkasan

Iman kepada Allah adalah kewajiban yang mesti dipenuhi oleh manusai dan jin yang tidak mungkin terealisasi kecuali dengan keyakinan yang mantap bahwa Allah Rabb dan penguasa segala seuatu, Dia memiliki sifat-sifat sempurna dan agung, Dialah satu-satunya yang berhak disembah tiada sekutu baginya, dan dengan melaksanakan itu semua dengan pengetahuan dan perbuatan. Kesemuanya hanya bisa diwujudkan dengan mengikuti penutup para nabi dan rasul Muhammad ﷺ‬, tidak seperti orang-orang bodoh yang beranggapan bahwa iman kepada Allah bisa direalisasikan dengan iman kepada keberadaan dan kerububiyahan-Nya saja tanpa harus beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat-Nya, mengesakan-Nya dalam semua bentuk ibadah, dan juga tanpa harus mengikuti Rasulullah ﷺ‬, hingga menyebabkan mereka mnyeru kepada penyatuan agama Islam yang benar yang berdiri di atas tauhid yang sempurna dengan agama yang sudah diselwengkan dan diganti. Seruan semacam ini membatalkan keimanan dan membuat gemetar karenanya kulit orang-orang beriman.

 Diantara hal-hal yang membatalkan keimanan itu antara lain:

 Yang membatalkan keimanan orang-orang yahudi kepada Allah:

Sesungguhnya orang yahudi –semoga Allah memburukkan mereka- adalah sarang kekafiran dan arogansi yang luar biasa -Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya-.

Inilah sebagian apa yang Allah ceritakan dalam Al-Qur’an tentang akidah mereka yang kafir dan kekafiran mereka kepada Allah:

Allah berfirman:

ÏMs9$s%uﷺ‬ ߊqßgu‹ø9$# í÷ƒt“ãã ßûøó$# «!$#

30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah"  (At-Taubah)

Allah berfirman tentang orang yahudi:

ô‰s)©9 yìÏJy™ ª!$# tAöqs% šúïÏ%©!$# (#þqä9$s% ¨bÎ) ©!$# ׎É)sù ß`øtwﷻ‬uﷺ‬ âä!$u‹ÏZøîﷺ‬& ¢  

181. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan Kami kaya". (Ali Imran)

Allah berfirman:

ÏMs9$s%uﷺ‬ ߊqåkuŽø9$# ߉tƒ «!$# î's!qè=øótB 4 ôM¯=äî öNÍɉ÷ƒﷺ‬& (#qãYÏèä9uﷺ‬ $oÿÏ3 (#qä9$s% ¢ ö@t/ çn#y‰tƒ Èb$tGsÛqÝ¡ö6tB ß,ÏÿYムy#ø‹x. âä!$t±o„ 4 žcy‰ƒÍ”zs9uﷺ‬ #ZŽÏVx. Nåk÷]ÏiB !$¨B tA̓Ré& y7ø‹s9Î) `ÏB y7Îi/¢‘ $Yu‹øóèÛ #\øÿä.uﷺ‬ 4 $uZøŠs)ø9ﷺ‬&uﷺ‬ ãNæhuZ÷t/ nouy‰yèø9$# uä!$ŸÒøót7ø9$#uﷺ‬ 4’n<Î) ÏQöqtƒ ÏpyuŠÉ)ø9$# 4 !$yJ¯=ä. (#ﷺ‬߉s%÷ﷺ‬ﷺ‬& #Y‘$tR É>öysù=Ïj9 $ydﷺ‬'xÿôÛﷺ‬& ª!$# 4 tböqyèó¡tƒuﷺ‬ ’Îû ÇÚö‘F{$# #YŠ$|¡sù 4 ª!$#uﷺ‬ Ÿw =Ïtä† tûïωšøÿßJø9$# ÇÏÍÈ  

64. Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (Al-Maidah)

Allah berfirman:

¨bÎ) šúïÏ%©!$# tbrãàÿõ3tƒ «!$$Î/ ¾Ï&Î#ߙâ‘uﷺ‬ šcr߉ƒÌãƒuﷺ‬ bﷺ‬& (#qè%Ìhxÿムtû÷üt/ «!$# ¾Ï&Î#ߙâ‘uﷺ‬ šcqä9qà)tƒuﷺ‬ ß`ÏB÷sçR <Ù÷èt7Î/ ãàÿò6tRuﷺ‬ <Ù÷èt7Î/ tbr߉ƒÌãƒuﷺ‬ bﷺ‬& (#ﷺ‬ä‹Ï‚­Gtƒ tû÷üt/ y7ÏsŒ ¸Î6y™ ÇÊÎÉÈ   y7Í´¯»s9'ﷺ‬é& ãNèd tbrãÏÿ»s3ø9$# $y)ym 4 $tRô‰tFôãﷺ‬&uﷺ‬ tûï̍Ïÿ»s3ù=Ï9 $\/#x‹tã $YÎg•B ÇÊÎÊÈ  

150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

151. Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (An-Nisaa)

 Yang membatalkan keimanan orang-orang kristen:

Orang kristen adalah penganut trinitas, penyembah salib, yang menghina Allah dengan hinaan yang tidak pernah dilakukan seorang manusia pun. Allah telah mengungkap kejelekan mereka dalam Al-Qur’an:

Allah berfirman:

ÏMs9$s%uﷺ‬ ߊqßgu‹ø9$# í÷ƒt“ãã ßûøó$# «!$# ÏMs9$s%uﷺ‬ “t»|Á¨Y9$# ßxŠÅ¡yJø9$# ÚÆö/$# «!$# ( šÏsŒ Oßgä9öqs% óOÎgÏuqøùﷺ‬'Î/ ( šcqä«ÎŸÒムtAöqs% tûïÏ%©!$# (#ﷺ‬ãxÿŸ2 `ÏB ã@ö6s% 4 ÞOßgn=tG»s% ª!$# 4 4’¯Tﷺ‬& šcqà6sù÷sムÇÌÉÈ   (#ÿﷺ‬ä‹sƒªB$# öNèdu‘$t6ômﷺ‬& öNßgut6÷dâ‘uﷺ‬ $\/$t/ö‘ﷺ‬& `ÏiB Âcrߊ «!$# yx‹Å¡yJø9$#uﷺ‬ šÆö/$# zNtƒötB !$tBuﷺ‬ (#ÿﷺ‬ãÏBé& žwÎ) (#ÿﷺ‬߉ç6÷èu‹Ï9 $Ys9Î) #Y‰Ïmºuﷺ‬ ( Hw ts9Î) žwÎ) uqèd 4 ¼çmoysö7ߙ $£Jt㠚cqà2̍ô±ç„ ÇÌÊÈ  

30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At-Taubah)

Allah berfirman:

ô‰s)©9 txÿŸ2 šúïÏ%©!$# (#þqä9$s% ¨bÎ) ©!$# uqèd ßxŠÅ¡yJø9$# ßûøó$# zNtƒótB 4 

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al masih putera Maryam".  (Al-Maidah 17&72)

Allah berfirman:

ô‰s)©9 txÿŸ2 tûïÏ%©!$# (#þqä9$s% žcÎ) ©!$# ß]Ï9$ﷺ‬O 7psW»n=ﷺ‬O ¢

73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga" (Al-Maidah)

Allah berfirman:

Ÿ@÷dﷺ‬'¯»tƒ É=»tGÅ6ø9$# Ÿw (#qè=øós? ’Îû öNà6Ïϊ Ÿwuﷺ‬ (#qä9qà)s? ’n?tã «!$# žwÎ) ¨,ysø9$# 4 $yJ¯RÎ) ßxŠÅ¡yJø9$# Ó|¤ŠÏã ßûøó$# zNtƒótB Ú^qޙu‘ «!$# ÿ¼çmçFyJÎ=Ÿ2uﷺ‬ !$yg9s)ø9ﷺ‬& 4’n<Î) zNtƒótB Óyﷺ‬â‘uﷺ‬ çm÷ZÏiB ( (#qãZÏB$t«sù «!$$Î/ ¾Ï&Î#ߙâ‘uﷺ‬ ( Ÿwuﷺ‬ (#qä9qà)s? îpsW»n=ﷺ‬O 4 (#qßgtFR$# #ZŽöyz öNà6©9 4 $yJ¯RÎ) ª!$# ×s9Î) ӉÏmºuﷺ‬ ( ÿ¼çmoysö7ߙ bﷺ‬& šcqä3tƒ ¼ã&s! Ó$s!uﷺ‬ ¢ ¼ã&©! $tB ’Îû ÏNºuyJ¡¡9$# $tBuﷺ‬ ’Îû ÇÚö‘F{$# 3 4’s"x.uﷺ‬ «!$$Î/ WÅ2uﷺ‬ ÇÊÐÊÈ  

(171). Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS. An-Nisa: 171).

 Iman kepada kitab-kitab suci yang Allah turunkan:

Termasuk rukun iman dan pokok akidah adalah iman kepada semua kitab-kitab suci yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Juga mengimani Al-Qur’anul Karim sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan. Allah menurunkannya melalui malaikat Jibril kepada nabi dan rasulnya al-Amin Muhammad ﷺ‬, sebagai penghapus kitab-kitab suci yang pernah diturunkan seperti: Zabur, Taurat, Injil, dan lainnya dan menjadi ukuran kebenaran kitab-kitab tersebut. Selain Al-Qur’an tidak ada lagi kitab suci yang dijadikan dasar beribadah kepada Allah dan diikuti. Orang yang mengingkarinya Allah katakan dalam firmannya:

`tBuﷺ‬ öàÿõ3tƒ ¾ÏmÎ/ z`ÏB É>#t“ômF{$# â‘$¨Y9$$sù ¼çn߉ÏãöqtB 4

Barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, Maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya (QS. Hud: 17).

Sudah menjadi fakta-fakta dalam akidah yang harus dijelaskan disini bahwa diantara kitab-kitab suci yang sudah dihapus dengan syariat Islam yaitu Taurat dan Injil telah mengalami pemutarbalikkan, perubahan, penambahan, pengurangan, dan melupakan seperti yang dijelaskan banyak ayat dalam Al-Qur’an, diantaranya:

Tentang Taurat Allah berfirman:

$yJÎ6sù NÍkÅÕø)tR öNßgssV‹ÏiB öNߨZyès9 $oYù=yèy_uﷺ‬ öNßgt/qè=è% Zpu‹Å¡»s% ( šcqèùÌhptä† zOÎ=x6ø9$# `tã ¾ÏmÏèÅÊ#uq¨B   (#qÝ¡nSuﷺ‬ $yàym $£JÏiB (#ﷺ‬ãÏj.èŒ ¾ÏmÎ/ 4 Ÿwuﷺ‬ ãA#t“s? ßìÎ=©Üs? 4’n?tã 7poYͬ!%s{ öNåk÷]ÏiB žwÎ) WÎ=s% öNåk÷]ÏiB ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã ôxxÿô¹$#uﷺ‬ 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä† šúüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÊÌÈ  

13.        (tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah Perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya[407], dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) Senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al-Maidah)

Tentang Injil Allah berfirman:

šÆÏBuﷺ‬ šúïÏ%©!$# (#þqä9$s% $¯RÎ) #“t»|ÁtR $tRõ‹yzﷺ‬& óOßgssWŠÏB (#qÝ¡oYsù $yàym $£JÏiB (#ﷺ‬ãÅe2èŒ ¾ÏmÎ/ $oY÷ƒtøîﷺ‬'sù ãNßgoY÷t/ nouﷺ‬#y‰yèø9$# uä!$ŸÒøót7ø9$#uﷺ‬ 4’n<Î) ÏQöqtƒ ÏpyuŠÉ)ø9$# 4 |’ôqy™uﷺ‬ ÞOßgã¤Îm6t^ムª!$# $yJÎ/ (#qçR$Ÿ2 šcqãèoYóÁtƒ ÇÊÍÈ  

(14). Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil Perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; Maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Maidah: 14).

Taurat, Injil dengan berbagai macamnya, kitab-kitab, dan pasal-pasal yang mencapai puluhan yang berada di tangan orang-orang yahudi dan kristen sekarang bukan merupakan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan juga bukan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa; karena sanadnya terputus, isinya mengandung banyak pemutarbalikkan, perubahan, kekeliruan, perbedaan di dalamnya, perselisihan dan keraguan orang-orang kristen terhadapnya. Apa yang benar di dalamnya sudah dihapus oleh Islam dan selain itu sudah dirubah dan diganti. Oleh karenanya kitab-kitab itu secara menyeluruh bukan merupakan wahyu melainkan kitab-kitab yang dikarang oleh orang-orang yang datang kemudian seperti sejarah dan nasihat buat mereka. Sangatlah mustahil bagi Allah jika Taurat yang ada di tangan orang yahudi saat ini adalah Taurat yang sama ketika diturunkan kepada Nabi Musa dan Injil-injil yang ada pada orang kristen saat ini sama dengan yang diturunkan kepada Nabi Isa.

Suatu ketika Nabi Muhammad ﷺ‬ marah ketika melihat di tangan Umar bin Khattab lembaran yang di dalamnya ada bagian dari Taurat seraya bersabda: “Apakah engkau ragu-ragu wahai putera Khattab? Bukankah syariat yang aku bawa putih bersih? Seandainya saudaraku Musa hidup saat ini dia tidak punya pilaihan lain kecuali mengikutiku.” (HR. Ahmad dan ad-Darimi dan lain-lain)

Yang membatalkan keimanan orang yahudi dan kristen terhadap dasar akidah ini:

Tidak ada yang selamat keimanan kepada dasar akidah dan rukun iman ini kecuali orang muslim. Sedangkan umat yahudi yang dimurkai dan umat kristen yang sesat telah kafir terhadap rukun ini, karena mereka tidak beriman kepada Al-Qur’an dan fungsinya sebagai penghapus kitab-kitab suci sebelumnya. Mereka menisbatkan kepada Allah sisa-sisa Taurat dan Injil pada mereka sekarang yang telah banyak terjadi pemutarbalikkan dan perubahan, bahkan di dalamnya terdapat kebohongan seperti menisbatkan hal-hal buruk kepada beberapa orang nabi –mereka amat sangat jauh dari kebohongan pembohong-pembohong itu-. Sekarang lihatlah beberapa contoh teks-teks yang mereka buat-buat yang membatalkan keimanan mereka kepada para nabi dan rasul dan ajaran-ajaran mereka:

  1. Orang yahudi menuduh nabi Sulaiman murtad dan menyembah berhala. Sebagaimana tertulis dalam kitab raja-raja pertama pasal 11 nomor 5.
  2. Orang yahudi menuduh Nabi Harun pembuat patung sapi dan menyembahnya. Sebagaimana dalam kitab eksodus pasal 32 nomor 1. padahal perbuatan itu dilakukan oleh Samiri dan Nabi Harun sangat mengingkari perbuatan tersebut sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an.
  3. Mereka menuduh Nabi Ibrahim menyerahkan istrinya Sarah kepada Fir’aun agar memperoleh kebaikan karenanya. Sebagaiman dalam kitab kejadian pasal 12 nomor 14.
  4. Mereka menuduh NabiLuth meminum khamr hingga mabuk lalu berzina dengan anaknya. Sebagaimana dalam kitab kejadian pasal 19 nomor 30.
  5. Mereka menuduh Nabi Ya’kub mencuri. Sebagaimana dalam kitan kejadian pasal 31 nomor 17.
  6. Mereka menuduh Nabi Daud berzina hingga (dari hasil zina tersebut) lahirlah  Nabi Sulaiman. Sebagaimana dalam kitab samuel kedua pasal 11 nomor 11.
  7. Orang-orang kristen –semoga Allah mencela mereka- menuduh para nabi dan rasul pencuri, sebagaimana dalam persaksian Yasu kepada mereka. Injil Yohannes pasal 10 nomor 8.
  8. Mereka menuduh kakek Nabi Sulaiman dan Nabi Daud yang bernama Faridh dari keturunan Yahudza bin Ya’kub adalah keturunan zina. Sebagaimana dalam injil Mattheus pasal 1 nomor 10.

Inilah bangsa yang dimurkai dan bangsa trinitas dan sesat, mereka menuduh sekelompok nabi dan rasul Allah dengan perbuatan-perbuatan nista yang membuat gemetar kulit-kulit, dan mereka menisbatkan ini semua kepada kitab yang Allah turunkan yaitu Taurat dan Injil –Maha Suci Allah-

Hal ini jelas merupakan kekafiran dari dua sisi: dari sisi penisbatannya kepada wahyu dan dari sisi tuduhan palsu kepada para nabi dan rasul.

Bagaimana mungkin kaum muslimin yang mengesakan Allah dan memuliakan para rasul dan Nabi-Nya diajak untuk bersatu dengan bangsa-bangsa kafir yang membatalkan keimanan mereka kepada kitab-kitab suci dan para nabi dan rasul?

Berangkat dari hal ini, apakah tidak merasa malu orang-orang yang mengatasnamakan dirinya muslim yang menyerukan untuk mencetak kitab-kitab yang sudah dirubah dan penuh dengan kebohongan ini dicetak dalam satu cover dengan Al-Qur’an yang Allah jaga? Ini adalah termasuk dosa dan kejahatan yang paling besar, orang yang melaksakannya telah keluar dari Islam.

 Iman kepada para rasul

Termasuk rukun iman dan pokok akidah adalah iman kepada para rasul dengan keimanan yang menyeluruh, umum, dan integral tanpa ada pembedaan, diskriminasi, dan pemisahan. Keimanan ini mencakup membenarkan, menghormati, dan memuliakan mereka sebagaimana yang Allah perintahkan, juga mentaati mereka dalam setiap perintah, larangan, anjuran, ancaman, dan semua yang mereka sampaikan dari Allah.

Ini adalah dasar agama yang diketahui secara pasti. oleh kerenanya wajib beriman kepada semua nabi dan rasul Allah secara global dan terperinci, yang Allah kisahkan ceritanya kepada kita atau yang tidak diceritakan.

Jumlah para nabi sebagaimana dalam riwayat hadits dari Abu Dzarr dan lainnya ada 124,000 nabi, jumlah rasul ada 315 rasul. Yang Allah sebutkan namanya dalam Al-Qur’an hanya 25. Nabi pertama adalah Adam u, ada yang mengatakan ia adalah nabi dan rasul. Nabi dan sekaligus rasul yang pertama adalah Nuh u, nabi dan rasul terakhir adalah Muhammad ﷺ‬, sebelumnya adalah Nabi Isa bin Maryam u. Antara keduanya tidak ada nabi dan rasul.

Allah telah menyebutkan tujuh diantara mereka di berbagai tempat dalam Al-Qur’an yaitu: Adam, Hud, Soleh, Syu’aib, Ismail, Idris, Dzulkifli, dan Muhammad –semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada mereka semua-.

Allah telah menyebut delapan belas diantara mereka dalam satu tempat pada empat ayat secara berurutan dalam surat Al-An’am ayat 83-86 yaitu: Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, Isa, Ilyas, Ismail, Ilyasa, Yunus, dan Luth. Dari jumlah ini ada lima orang yang termasuk rasul ulul azmi, mereka adalah yang Allah sebutkan dalam firman-Nya:

øŒÎ)uﷺ‬ $tRõ‹s{ﷺ‬& z`ÏB z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# öNßgssV‹ÏB šZÏBuﷺ‬ `ÏBuﷺ‬ 8yqœR tÏtö/Î)uﷺ‬ 4Óy›qãBuﷺ‬ Ó|¤ŠÏãuﷺ‬ Èûøó$# zNtƒótB ( 

(7). Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil Perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, (QS. Al-Ahzab: 7).

Dari jumlah ini ada empat dari bangsa Arab, yaitu: Hud, Soleh, Syu’aib, dan Muhammad –semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada mereka semua-.

Allah telah menyebutkan anak-anak Nabi Ya’kub dengan sebutan Al-Asbath dan tidak merinci nama mereka kecuali Yusuf  u, mereka semua adalah anak Ya’kub u, dari mereka yang menjadi nabi hanya Yusuf u, pendapat inilah yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam ‘Tarikh’nya. Ada yang mengatakan mereka semua adalah nabi.

Ayat-ayat yang terdapat penyebutan Al-Asbath yang dimaksud adalah bangsa-bangsa Bani Israel dan nabi-nabi yang berasal dari mereka. Dalam sunnah terdpat penyebutan dua orang nabi yaitu: Syits bin Adam dan Yusya bin Nun u.

Ibnu Abbas berkata: “Semua nabi dari kaum Bani Israel kecuali sepuluh orang: Nuh, Syuaib, Hud, Soleh, Luth, Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Ismail, Muhammad –semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada mereka semua-.

Semua nabi lelaki, merdeka, manusia, dan berasal dari kampung atau kota. Tidak ada nabi yang permpuan, malaikat, badui (berasal dari pelosok atau pedalaman), dan dari jin.

Semua nabi sempurna fisik dan akhlaknya, dipilih Allah dari orang-orang terbaik pada suatu bangsa yang Allah utus kepada mereka dengan bahasa mereka. Mereka adalah terbaik secara fisik, budi pekerti, nasab, potensi, dan kemampuan. Mereka dalam memikul dan menyampaikan misi kerasulan terjaga dari dosa besar, jika terjatuh dalam dosa kecil mereka tidak terus melakukannya tetapi segera bertaubat, dan taubat menghapus dosa.

Semua Nabi diutus kepada kaumnya saja kecuali Nabi Muhammad ﷺ‬ yang diutus kepada semua manusia dan jin. Semua nabi ditus dengan bahasa kaumnya.

Allah kadang mengutus seorang nabi saja atau seorang rasul saja, dan terkadang mengutus dua orang nabi langsung, atau seorang nabi dan seorang rasul atau lebih pada satu masa, contohnya:

Allah mengutus Nabi dan Rasul-Nya Ibrahim u dengan Nabi Luth keponakannya dalam satu masa.

Allah mengutus Nabi Ismail dan Nabi Ishak u dalam satu masa.

Allah juga mengutus Nabi Ya’kub dengan anaknya Nabi Yusuf dalam satu masa.

Allah mengutus nabi Musa dan saudaranya Nabi Harun dalam satu masa, bahkan dikatakan Nabi Syu’aib juga satu masa dengan Nabi Musa yang menikahi putrinya. Tapi pendapat ini salah sebagaimana yang telah ditetapkan para ahli tafsir diantaranya Ibnu Jarir imam ulama-ulama tafsir dan Syekh Islam Ibnu Taimiyah dalam kitanmya ‘Al-Jawa Al-Shahih’ 2/249-250.

Alah mengutus Nabi Daud dan anaknya Nabi Sulaiman dalam satu masa.

Allah mengutus Nabi Zakaria dan Nabi Yahya dalam satu masa.

Allah berfirman dalam surat Yaasiin:

ó>ΎôÑ$#uﷺ‬ Mçlm; ¸xsW¨B |=»ptõ¾ﷺ‬& Ïptƒös)ø9$# øŒÎ) $yduä!%y` tbqè=y™ößJø9$# ÇÊÌÈ   øŒÎ) !$uZù=y™ö‘ﷺ‬& ãNÍköŽs9Î) Èû÷üuZøO$# $yJèdqç/¤‹s3sù $tRø—¨“yèsù ;]Ï9$sVÎ/  

(13). Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, Yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

(14). (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga…” dst sampai ayat 17.

Imam Ibnu Katsir menyatakan bahwa ketiga utusan tersebut adalah para rasul yang diutus Allah.

Semua nabi dan rasul diutus Allah sebagai pembawa berita bahagia dan ancaman, merealisasikan ubudiyah kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Semuanya telah melaksanakan amanah, menyampaikan, membeawa berita baik, dan mengancam. Allah telah mensupport mereka dengan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang luar biasa.

Rasul lebih utama dari nabi. Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, sebagian mereka ada yang Allah tinggikan derajatnya. Rasul yang paling utama adalah lima orang yang termasuk ulul azmi.

Rasul yang paling utama secara umum bahkan makhluk paling utama adalah penutup para nabi dan rasul, nabi dan rasul kita Nabi Muhammad ﷺ‬. Tidak ada nabi lagi sesudahnya. Setiap nabi hanya diutus kepada kaumnya saja sedangkan Nabi Muhammad ﷺ‬ diutus kepada semua manusia dan jin.

Seluruh nabi dan rasul memiliki agama yang satu dalam masalah tauhid, kenabian, kebangkitan, dan semua yang termasuk dalam keimanan yang menteluruh kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab suci, para rasul, hari kiamat, dan takdir yang baik dan buruk, dan apa saja yang berhubungan dengan pengesaan Allah dengan semua ibadah. Shalat, zakat, sedekah semuanya adalah ibadah yang tidak boleh diperuntukkan kecuali hanya untuk Allah.

Adapun syariat-syariat para rasul dalam bentuk, ukuran, waktu, macam, dan tatacara ibadah-ibadah tersebut bermacam-macam.

Hingga datanglah penutup risalah dan kenabian yang kekal abadi yang dengannya Allah hapus semua syariat-syariat. Maka tidak boleh bagi setiap manusia apakah ia ahli kitab atau bukan beribadah kepada Allah dengan selain syariat Nabi Muhammad ﷺ‬. Orang yanb beribadah kepada Allah dengan selain syariat penutup ini ia adalah kafir dan amal perbuatannya sia-sia.

!$uZøBωs%uﷺ‬ 4’n<Î) $tB (#qè=ÏJtã ô`ÏB 9@yJtã çoYù=yèyfsù [ä!$t6yd #·‘qèWY¨B ÇËÌÈ  

23. Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al-Furqon)

Setiap manusia yang sudah mukallaf  wajib beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ‬. Dialah penutup para nabi dan rasul. Tidak ada lagi nabi dan rasul yang wajib diikuti kecuali Nabi Muhammad ﷺ‬. Seandainya salah satu dari para nabi dan rasul itu hidup saat ini niscaya dia tidak mempunyai pilihan kecuali mengikuti syariatnya. Orang-orang ahli kitab juga tidak mempunyai pilihan kecuali mengikuti Nabi Muhammad ﷺ‬, sebagaimana firman Allah:

tûïÏ%©!$# šcqãèÎ7­Ftƒ tAqߙ§9$# ¢ÓÉ<¨Z9$# ¥_ÍhGW{$# “Ï%©!$# ¼çmtRr߉Ågs† $¹/qçGõ3tB öNèdy‰YÏ㠒Îû Ïp1u‘öq­G9$# ÈÅgﷻ‬M}$#uﷺ‬

157. (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, (Al-A’raaf)

Nabi Muhammad diutus kepada semua manusia dan jin.

!$tBuﷺ‬ yoYù=y™ö‘ﷺ‬& žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0 #\ƒÉ‹tRuﷺ‬ £`Ås9uﷺ‬ uŽsYò2ﷺ‬& Ĩ$¨Z9$# Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇËÑÈ  

28. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba)

Allah berfirman:

tö@è% $yg•ƒﷺ‬'¯»tƒ ÚZ$¨Z9$# ’ÎoTÎ) ãAqߙu‘ «!$# öNà6ö‹s9Î) $·èŠÏHsd

158. Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, (Al-A’raaf)

Allah berfirman:

ö zÓÇﷺ‬ﷺ‬é&uﷺ‬ ¥’n<Î) #x‹»yd ãb#uäöà)ø9$# Nä.u‘É‹RT{ ¾ÏmÎ/ .`tBuﷺ‬ x÷n=t/ 4

Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan Dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). (Al-An’aam:19)

Allah juga berfirman:

÷ @è%uﷺ‬ tûïÏ%©#Ïj9 (#qè?ﷺ‬é& |=»tGÅ3ø9$# z`¿Íh‹ÏiBW{$#uﷺ‬ óOçFôJn=ó™ﷺ‬&uä 4 ÷bÎ*sù (#qßJn=ó™ﷺ‬& ωs)sù (#ﷺ‬y‰tF÷d$# ( cÎ)¨ﷺ‬ (#öq©9uqs? $yJ¯RÎ*sù šø‹n=tã à÷»n=t6ø9$# 3

Dan Katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al kitab dan kepada orang-orang yang ummi[190]: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". jika mereka masuk Islam, Sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, Maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).  (QS. Ali Imran: 20).

 Hal-hal yang membatalkan prinsip ini

Orang yang kafir terhadap seorang nabi atau rasul, atau beriman kepada sebagian mereka dan mendustai sebagian lain maka ia seperti orang yang mendustai dan kafir kepada Allah, ia telah membeda-bedakan Allah dan rasul-rasul-Nya hingga keimanannya kepada sebagian rasul tidak berguna baginya. Hal itu karena para rasul merupakan pembawa satu risalah, penyeru kepada agama yang satu meskipun syariat-syariat mereka berlainan, yang mengutus mereka jug satu. Mereka adalah satu kesatuan yang awal memberitakan tentang kedatangan rasul selanjutnya dan yang akhir membenarkan rasul yang datang sebelumnya.

Allah berfirman:

¨bÎ) šúïÏ%©!$# tbrãàÿõ3tƒ «!$$Î/ ¾Ï&Î#ߙâ‘uﷺ‬ šcr߉ƒÌãƒuﷺ‬ bﷺ‬& (#qè%Ìhxÿムtû÷üt/ «!$# ¾Ï&Î#ߙâ‘uﷺ‬ šcqä9qà)tƒuﷺ‬ ß`ÏB÷sçR <Ù÷èt7Î/ ãàÿò6tRuﷺ‬ <Ù÷èt7Î/ tbr߉ƒÌãƒuﷺ‬ bﷺ‬& (#ﷺ‬ä‹Ï‚­Gtƒ tû÷üt/ y7ÏsŒ ¸Î6y™ ÇÊÎÉÈ   y7Í´¯»s9'ﷺ‬é& ãNèd tbrãÏÿ»s3ø9$# $y)ym 4

150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

151. Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. (An-Nisaa)

Oleh karena itu orang yang tidak mengimani Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul, penutup para nabi dan rasul, dan tidak mengimani syariatnya sebagai penghapus syariat-syariat sebelumnya, tidak mengimani bahwa setiap manusia tidak boleh mengikuti syariat lainnya sungguh ia adalah kafir yang akan kekal dalam neraka seperti orang yang kafir kepada Allah Rabb yang disembah.

Allah telah menerangkan tentang kekafiran orang-orang yahudi dan kristen karena mereka mengimani sebagia rasul dan mendustai sebagian lain, sebagaiman dalam firman-Nya:

#sŒÎ)uﷺ‬ ŸÏ% öNßgs9 (#qãYÏB#uä !$yJÎ/ tAt“Rﷺ‬& ª!$# (#qä9$s% ß`ÏB÷sçR !$yJÎ/ tA̓Ré& $uZøŠn=t㠚crãàÿõ3tƒuﷺ‬ $yJÎ/ ¼çnuä!#u‘uﷺ‬ uqèduﷺ‬ ‘,ysø9$# $]%Ïd‰|ÁãB $yJÏj9 öNßgyètB 3

91. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. (Al-Baqarah)

Orang-orang yahudi tidak beriman kepada Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ‬,  “karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan”  kemurkaan karena kafir kepada Nabi Isa dan kemurkaan karena mereka kafir kepada Nabi Muhammad ﷺ‬. Dan orang-orang kristen tidak beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ‬ sehingga mereka terlaknat karena kekafiran mereka tersebut.

Oleh karena itu mereka dengan kekafiran mereka ini orang-orang kafir yang akan kekal selama-lamanya di neraka. Bagaiman mungkin mereka menyeru kepada persatuan dengan agam Islam?

Perhatikanlah hadits yang diriwayatkan Ubadah bin Shamit: Rasulullah ﷺ‬ bersabda: “Barang siap yang bersaksi tiada Tuuhan selain Allah , Nabi Muhammad hamba dan rasul-Nya, Nabi Isa hamba dan rasulnya, (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang Ia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya, dan surga itu haq dan neraka itu haq maka Allah akan memasukkannya ke surga dengan amal yang ia lakukan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

SabdaRasul ﷺ‬: “Nabi Isa adalah hamba dan rasul Allah” adalah sindiran buat orang yahudi yang membeda-bedakan antara para rasul Allah dan mengingkari kerasulan Nabi Isa dan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ‬, juga sindiran buat orang kristen yang meyakini trinitas. Hal ini jelas syirik. Sebab inilah kita dapat mengetahui rahasia penyebutan Nabi Isa secara khusus dalam hadits mulia ini.

Ingatlah!! Tidak ada persatuan antara seorang muslim yang beriman kepada semua nabi dan rasul Allah dengan orang yahudi dan kristen yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ‬ sebagaimana firman Allah:

÷bÎ*sù (#qãZtB#uä È@÷VÏJÎ/ !$tB LäêYtB#uä ¾ÏmÎ/ ωs)sù (#ﷺ‬y‰tG÷d$# ( bÎ)¨ﷺ‬ (#öq©9uqs? $oÿ©VÎ*sù öNèd ’Îû 5-$s)Ï© ( ãNßgxÏÿõ3u‹|¡sù ª!$# 4 uqèduﷺ‬ ßìŠÏJ¡¡9$# ÞÎ=yèø9$# ÇÊÌÐÈ  

 137. Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, Sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. dan Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Al-Baqarah) Hal-hal yang membatalkan keimanan orang yahudi dan kristen kepada prinsip ini:

Menisbatkan kejelekan dan dosa besar kepada para nabi dan rasul seperti membuat berhala, murtad, berzina, meminum khamr, mencuri, dan lain-lain.

Barang siapa yang menisbatkan kejelekan-kejelekan tersebut atau yang lain kepada salah seorang nabi atau rasul ia kafir dan kekal dalam neraka seperti kekafirannya kepada Allah.

Dan orang-orang yahudi dan kristen –semoga Allah menjelekkan dan menghinakan mereka- dalam hal penisbatan kejelekan-kejelekan kepada para nabi dan rasul adalah ‘biangnya’ seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Termasuk yang membatalkan prinsip ini:

Menafikan kemanusiaan salah seorang nabi atau menuhankan salah seorang mereka.

Orang-orang yahudi dan kristen telah melanggar prinsip ini dengan kedustaan, kebohongan, dan penyelewengan mereka. Sebagaimana telah Allah ungkap kejelekan mereka pada berbagai ayat dalam Al-Qur’an dan memvonis mereka dengan kekafirandan keseatan.

Allah berfirman tentang orang yahudi dan kristen:

ÏMs9$s%uﷺ‬ ߊqßgu‹ø9$# í÷ƒt“ãã ßûøó$# «!$# ÏMs9$s%uﷺ‬ “t»|Á¨Y9$# ßxŠÅ¡yJø9$# ÚÆö/$# «!$# ( šÏsŒ Oßgä9öqs% óOÎgÏuqøùﷺ‬'Î/ ( šcqä«ÎŸÒムtAöqs% tûïÏ%©!$# (#ﷺ‬ãxÿŸ2 `ÏB ã@ö6s% 4 ÞOßgn=tG»s% ª!$# 4 4’¯Tﷺ‬& šcqà6sù÷sムÇÌÉÈ  

30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (At-Taubah)

Allah telah berfirman tentang kaum kristen:

ô‰s)s9 txÿŸ2 šúïÏ%©!$# (#þqä9$s% žcÎ) ©!$# uqèd ßxŠÅ¡yJø9$# ßûøó$# zOtƒótB (

72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam" (Al-Maidah)

Allah telah berfirman tentang kaum kristen:

ô‰s)©9 txÿŸ2 tûïÏ%©!$# (#þqä9$s% žcÎ) ©!$# ß]Ï9$ﷺ‬O 7psW»n=ﷺ‬O ¢ $tBuﷺ‬ ô`ÏB >s9Î) HwÎ) ×s9Î) ӉÏnºuﷺ‬

73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. (Al-Maidah)

Termasuk yang membatalkan prinsip ini:

Tidak mengimani keumuman risalah Nabi Muhammad ﷺ‬  terhadap seluruh penduduk bumi baik dari Arab, non Arab, manusia, dan jin.

Termasuk ke dalam ini adalah kelompok Isawiyah dari kalangan Yahudi dan sebagian orang kristen yang beriman kepada kenabian Nabi Muhammad ﷺ‬ hanya untuk orang Arab saja tetapi mengingkari keumuman risalanya.

Pengingkaran terhadap keumuman risalah Muhammad ﷺ‬ adalah kekafiran yang bertentangan dengan ayat Al-Qur’an yang sangat jelas:

!$tBuﷺ‬ yoYù=y™ö‘ﷺ‬& žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0 #\ƒÉ‹tRuﷺ‬ £`Ås9uﷺ‬ uŽsYò2ﷺ‬& Ĩ$¨Z9$# Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇËÑÈ  

28. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba)

Ayat-ayat yang senada dengan ini sangat banyak. Dalam shahih Muslim Rasulullah bersabda: “Saya diutus kepada semua makhluk dan nabi-nabi ditutup denganku.”

KESIMPULAN

Kaum muslimin wajib mengingkari teori “penyatuan semua agama yang telah diselewengkan dan dihapus dengan agama Islam yang benar dan terpelihara dari penyelewengan dan perubahan yang menghapus semua agama sebelumnya. Ini adalah hal-hal yang aksiomatis dalam  akidah Islam. Mengajak kepada seruan ini merupakan bentuk kekufuran, kemunafikan, permusuhan dengan Allah, pemecahbelahan, dan tindakan mengeluarkan kaum muslimin dari keislamannya. Orang-orang yang yahudi dan kristen menyerukan ini dengan orang-orang islam seperti firman Allah:

 #sŒÎ)uﷺ‬ öNä.qà)s9 (#þqä9$s% $¨YtB#uä #sŒÎ)uﷺ‬ (#öqn=yz (#q‘Òtã ãNä3ø‹n=tæ Ÿ@ÏB$tRF{$# z`ÏB Åáø‹tóø9$# 4

apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. (Ali Imron:119)

Semua manusia wajib meyakini kesatuan agama dalam dakwah semua nabi dan rasul dalam bidang ketauhidan, kenabian, dan hari kebangkitan sebagaiman yang telah disebutkan secara rinci pada bab sebelumnya. Dasar akidah ini hanya dimiliki oleh orang islam, sedangkan orang yahudi dan kristen melanggar dan bertentangan dengan dasar ini apalagi dalam masalah keimanan kepada Allah, kitab-kitab suci-Nya, dan rasul-rasul-Nya.

Semua manusia wajib meyakini perbedaan syariat-syariat. Dan meyakini syariat islam sebagai penutup dan penghapus syariat-syariat sebelumnya. Tidak seorang pun dibolehkan beribadah kepada Allah dengan selain syariat islam. Dasar akidah ini hanya dimiliki oleh umat islam. Sedangkan kaum yahudi yang dimurkai kafir terhadap keyakinan ini karena mereka tidak beriman kepada syariat Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ‬ dan kaum kristen juga kafir terhadap dasar ini karena tidak beriman kepada Nabi Muhammad dan syariatnya. Kedua umat yahudi dan kristen ini kafir dengan sebab tersebur dan dengan sebab mereka tidak beriman kepada Nabi Muhammad  ﷺ‬, tidak mengikutinya dalam syariatnya dna meninggalkan selainnya, tidak beriman kepada dengan Al-Qur’an yang dibawanya dan Al-Qur’an sebagai penghapus kitab-kitab suci sebelumnya.

`tBuﷺ‬ Æ÷tGö;tƒ uŽöxî Än=ó™M}$# $Yϊ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèduﷺ‬ ’Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z̍š»y‚ø9$# ÇÑÎÈ  

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran)

Semua manusia baik itu ahli kitab atau bukan wajib masuk dalam agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, beriman dengan apa yang terdapat dalam agama Islam secara global dan terperinci, mengamalkannya, mengikutinya, dan meninggalkan syariat-syariat dan kitab-kitab lainnya. Orang yang tidak masuk agama Islam adalah kafir dan musyrik sebagaimana firman Allah:

Ÿ@÷dﷺ‬'¯»tƒ É=»tGÅ3ø9$# zNÏ9 šcrãàÿõ3s? ÏM»tƒ$t«Î/ «!$# ÷LäêRﷺ‬&uﷺ‬ šcr߉ygô±n@ ÇÐÉÈ  

70. Hai ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, Padahal kamu mengetahui (kebenarannya). (Ali Imran)

Wajib bagi umat islam, ‘umat yang memenuhi seruan’, ahli kiblat untuk meyakini bahwa hanya mereka lah yang berada dalam kebenaran agama Islam yang haq, agama terakhir. Kitab suci Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang menjadi penentu kebenaran kitab-kitab sebelumnya. Rasulnya adalah rasul terakhir dan penutup, syariatnya penghapus syariat-syariat sebelumnya, dan Allah tidak akan menerima agama selainnya. Kaum muslimin adalah pembawa syariat ilahi yang merupakan penutup, kekal, bebas dari penyelewengan yang menimpa pengikut syariat-syariat sebelumnya dan bebas dari perubahan yang terjadai pada kitab Taurat dan Injil yang menyebabkan perubahan kedua syariat Yahudi dan Kristen yang telah dihapus.

Umat islam yang memenuhi seruan agama ini wajib menyampaikannya dan berdakwah kepada semua orang kafir dari kelompok yahudi, kristen, dan lain-lain hingga mereka masuk Islam. Jika mereka tidak masuk Islam maka mereka wajib membayar fidyah atau diperangi.

(#qè=ÏG»s% šúïÏ%©!$# Ÿw šcqãZÏB÷sム«!$$Î/ Ÿwuﷺ‬ ÏQöqu‹ø9$$Î/ ̍ÅzFy$# Ÿwuﷺ‬ tbqãBÌhptä† $tB tP§ym ª!$# ¼ã&è!qߙu‘uﷺ‬ Ÿwuﷺ‬ šcqãωtƒ tûïϊ Èd,ysø9$# z`ÏB šúïÏ%©!$# (#qè?ﷺ‬é& |=»tFÅ6ø9$# 4Ó®Lym (#qäÜ÷èムsptƒ÷“Éfø9$# `tã 7‰tƒ öNèduﷺ‬ šcrãÉó»|¹ ÇËÒÈ  

29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.  (At-Taubah)

Setiap muslim yang beriman kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Nabi Muhammad rsebagai nabi dan rasulnya wajib tunduk kepada Allah dengan membenci dan memusuhi orang-orang kafir dari yahudi, kristen dan selain mereka karena Allah, tidak mencintai mereka, tidak loyal dan menolong mereka hingga mereka beriman kepada Allah semata sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad ﷺ‬ sebagai nabi dan rasul.

Allah berfirman:

* $pkš‰ﷺ‬'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#ﷺ‬ä‹Ï‚­Gs? yŠqåkuŽø9$# #“t»|Á¨Z9$#uﷺ‬ uä!$u‹Ï9÷ﷺ‬ﷺ‬& ¢ öNåkÝÕ÷èt/ âä!$uŠÏ9÷ﷺ‬ﷺ‬& <Ù÷èt/ 4 `tBuﷺ‬ Nçl°;uqtGtƒ öNä3ZÏiB ¼çm¯RÎ*sù öNåk÷]ÏB 3 ¨bÎ) ©!$# Ÿw “ωôgtƒ tPöqs)ø9$# tûüÏJΩà9$# ÇÎÊÈ  

51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al-Maidah)

Oleh sebab itu diantara bentuk pemutusan loyaliatas antara kita dengan mereka adalah seorang muslim dengan orang kafir tidak dapat saling mewariskan selamanya.

Seoarang muslim wajib meyakini kekufuran orang yang tidak memeluk Islam, baik yahudi, kristen atau selain mereka. Dan wajib menyebut mereka orang kafir, musuh kita, dan mereka adalah calon penghuni neraka.

ö@è% $yg•ƒﷺ‬'¯»tƒ ÚZ$¨Z9$# ’ÎoTÎ) ãAqߙu‘ «!$# öNà6ö‹s9Î) $·èŠÏHsd “Ï%©!$# ¼çms9 ہù=ãB ÏNºuyJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#uﷺ‬ ( Iw ts9Î) žwÎ) uqèd ¾Ç‘ósムàM‹ÏJãƒuﷺ‬ ( (#qãYÏB$t«sù «!$$Î/ Ï&Î!qߙu‘uﷺ‬ ÄcÓÉ<¨Y9$# Çc’ÍhGW{$# ”Ï%©!$# ÚÆÏB÷sム«!$$Î/ ¾ÏmÏG»yJÎ=Ÿ2uﷺ‬ çnqãèÎ7¨?$#uﷺ‬ öNà6¯=yès9 šcr߉tGôgs? ÇÊÎÑÈ  

158. Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (Al-A’raaf)

Dalam Sahih Muslim Nabi ﷺ‬ bersabda: “Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya tidak ada dari umat ini seorang yahudi atau kristen yang mendengar tentangku lalu ia mati dalam keadaan tidak beriman kepada risalahku melainkan ia adalah penghuni neraka.” Oleh karena itu orang yang tidak mengkafirkan orang-orang yahudi dan kristen adalah orang kafir  sesuai dengan kaidah agama: “Barang siapa yang tidak mengkafirkan orang kafir sungguh ia telah kafir.” Kita mengatakan kepada para ahli kitab seperti yang Allah katakan:

4 (#qßgtFR$# #ZŽöyz öNà6©9 4

berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. (An-Nisaa:171)

Tidak dibolehkan bagi seorang pun dari penduduk dunia sekarang untuk terus berada dalam agama Yahudi dan kristen apalagi masuk ke dalam agama tersebut dan juga tidak boleh orang yang mengikuti agama selain Islam menamakan diri mereka muslim atau pengikut agama Nabi Ibrahim karena sebab-sebab berikut ini:

  1. Karena apa yang ada dalam Yahudi dan Kristen berupa syariat yang benar sudah dihapus dengan syariat islam, Allah tidak menerima ibadah yang didasari dengan syariat yang telah dihapus.
  2. Karena apa yang dinisbatkan kepada kedua agama tersebut berupa syariat-syariat yang diselewengkan dan dirubah. Maka haram menisbatkannya kepada kedua agama tersebut dan tidak boleh seorang pun mengikutinya. Dan juga tidak boleh menisbatkan agama ini kepada agama salah seorang pun dari para nabi termasuk Nabi Musa atau Isa dan yang lainnya.
  3. Karena semua manusia diperintahkan untuk mengikuti agama yang menghapus agama-agama sebelumnya setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ‬ yaitu agama Islam, dengan beribadah kepada Allah semata yang tidak ada sekutu baginya, dan mentauhidkannya dengan ibadah. Orang yang melakukan ini adalah orang yang lurus, muslim, dan pengikut agama Nabi Ibrahim. Tetapi orang yang tidak beriman kepada semua nabi dan rasul dan hanya khusus mengikuti nabi dan rasul-Nya Muhammad ﷺ‬ saja tanpa beriman kepada yang lain maka ia tidak bisa disebut orang lurus, muslim, pengikut agama Nabi Ibrahim tetapi ia adalah orang kafir yang menentang.

(#qä9$s%uﷺ‬ (#qçRqà2 #·Šqèd ÷ﷺ‬ﷺ‬& 3“t»|ÁtR (#ﷺ‬߉tGöksE 3 ö@è% ö@t/ s'©#ÏB zO¿Ïtö/Î) $Zÿ‹ÏZym ( $tBuﷺ‬ tb%x. z`ÏB tûüÏ.Ύô³ßJø9$# ÇÊÌÎÈ   (#þqä9qè% $¨YtB#uä «!$$Î/ !$tBuﷺ‬ tA̓Ré& $uZøŠs9Î) !$tBuﷺ‬ tA̓Ré& #’n<Î) zO¿Ïtö/Î) ŸÏè»oÿôœÎ)uﷺ‬ tysó™Î)uﷺ‬ z>qà)÷ètƒuﷺ‬ ÅÞ$t6ó™F{$#uﷺ‬ !$tBuﷺ‬ u’ÎAﷺ‬é& 4Óy›qãB 4Ó|¤ŠÏãuﷺ‬ !$tBuﷺ‬ u’ÎAﷺ‬é& šcq–ŠÎ;¨Y9$# `ÏB óOÎgÎn/§‘ Ÿw ä-ÌhxÿçR tû÷üt/ 7‰tnﷺ‬& óOßg÷YÏiB ß`øtwﷻ‬uﷺ‬ ¼çms9 tbqãKÎ=ó¡ãB ÇÊÌÏÈ   ÷bÎ*sù (#qãZtB#uä È@÷VÏJÎ/ !$tB LäêYtB#uä ¾ÏmÎ/ ωs)sù (#ﷺ‬y‰tG÷d$# ( bÎ)¨ﷺ‬ (#öq©9uqs? $oÿ©VÎ*sù öNèd ’Îû 5-$s)Ï© ( ãNßgxÏÿõ3u‹|¡sù ª!$# 4 uqèduﷺ‬ ßìŠÏJ¡¡9$# ÞÎ=yèø9$# ÇÊÌÐÈ  

135. Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. dan bukanlah Dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

137. Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, Sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. dan Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Al-Baqarah)

Dengan sebab-sebab inilah maka batallah teori pembauran agama Islam yang haq dengan syariat gama lain yang telah dihapus dan dirubah. Yang hanya wajib diyakini adalah Islam sebagai agama satu-satunya, Al-Qur’an sebagai kitab suci satu-satunya, Nabi Muhammad ﷺ‬ sebagai nabi terakhir, syariatnya penghapus syariat-syariat sebelumnya, dan tidak boleh mengikuti selainnya.

Tidak bleh seorang muslim mencetak Taurat dan Injil, mendistribusikan dan menyebarkannya. Seruan untuk mencetaknya bersama Al-Qur’an dalam satu buku adalah ajakan yang menyesatkan dan kekufuran yang besar; karena di dalam Taurat dan Injil terdapat penyelewengan dan perubahan sedangkan kandungannya yang benar sudah dihapus.

Tidak boleh memenuhi ajakan mereka untuk membangun masjid, gereja, dan sinagogF[23]F dalam satu tempat; karena hal itu merupakan ketundukan dan pengakuan terhadap agama lain selain Islam, menutupi keunggulannya atas agama lain, seruan materialis bahwa agama itu ada tiga manusia silahkan memilih salah satu agama yang tiga tersebut, semua agama sama, dan agama Islam bukan penghapus agama sebelumnya. Semua output negatif ini tentu merupakan kekufuran dan ksesatan yang nyata. Maka wajib bagi semua orang mukmin khususnya para penguasa berhati-hati dari tujuan-tujan orang yahudi dan kristen yang kafir dalam mnyesatkan dan memperdayai kaum muslimin; karena sesungguhnya rumah-rumah Allah diatas bumi-Nya hanyalah masjid-masjid

ö@è% zsDﷺ‬& ’În1u‘ ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( (#qßÏ%ﷺ‬&uﷺ‬ öNä3ydqã_ãﷺ‬ y‰ZÏã Èe@à2 7‰Éfó¡tB çnqãã÷Š$#uﷺ‬ šúüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# 4

29. Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu[533] di Setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. (Al-A’raaf)

Masjid-masjid adalah termasuk syiar Islam yang wajib dimuliakan, dijaga kehormatannya, dan dimakmurkan. Dan diantara bentuk pemuliaan dan pemeliharaannya adalah ketidakrelaan hati jika tempat-tempat ibadah orang kafir berdiri di areal atau samping masjid, tidak merelakan pembangunan tempat-tempat ibadah tersebut di negeri Islam, dan menolak pendirian masjid-masjid yang dibangun untuk kemudharatan Islam dan kaum muslimin di negeri orang kafir.

Sesungguhnya masjid yang seperti ini adalah masjid yang memberikan mudharat buat Islam, tidak boleh disetujui, memberi bantuan dana atau tenaga untuk pembangunannya, dan shalat di dalamnya. Kepada para pemimpin muslim wajib merobohkan komplek rumah ibadah tersebut. Jangan hanya diam, apalagi berpartisipasi, atau memberi ijin. Jika hal seperti ini terjadi di negara kafir, wajib menampakkan ketidakrelaan, menuntut pnghancuran, dan mengajak untuk meninggalkannya.

Lihatlah kemirimipan perbuatan dan tujuan orang-orang munafik jaman dulu dam sekarang, ketika orang-orang munafik membangun masjid yang memberikan mudharat kepada kaum mukminin. Sedangkan perbuatan orang munafik sekarang lebih memberikan bahaya terhadap iman dan kaum mukminin, dan terhadap Islam dan kaum muslimin. Allah telah menurunkan ayat yang dibaca sampai hari kiamat. Allah yang maha bijaksana dan mengetahui berfirman:

šúïÏ%©!$#uﷺ‬ (#ﷺ‬ä‹sƒªB$# #Y‰Éfó¡tB #Y‘#uŽÅÑ #\øÿà2uﷺ‬ $K̍øÿs?uﷺ‬ šú÷üt/ šúüÏZÏB÷sßJø9$# #YŠ$|¹ö‘Î)uﷺ‬ ô`yJÏj9 šﷻ‬u‘%tn ©!$# ¼ã&s!qߙu‘uﷺ‬ `ÏB ã@ö6s% 4 £`àÿÎ=ósuŠs9uﷺ‬ ÷bÎ) !$tR÷Šu‘ﷺ‬& žwÎ) 4Óo_ó¡ßsø9$# ( ª!$#uﷺ‬ ߉pkôtƒ öNåk¨XÎ) šcqç/ɋ»s3s9 ÇÊÉÐÈ   Ÿw óOà)s? ÏÏù #Y‰t/ﷺ‬& 4 î‰Éfó¡yJ©9 }§Åc™é& ’n?tã 3“uqø)­G9$# ô`ÏB ÉA¨ﷺ‬ﷺ‬& BQöqtƒ ‘,ymﷺ‬& bﷺ‬& tPqà)s? ÏÏù 4 ÏÏù ×A%y`͑ šcq™7Ïtä† bﷺ‬& (#ﷺ‬㍣gsÜtGtƒ 4 ª!$#uﷺ‬ =Ïtä† šúï̍Îdg©ÜßJø9$# ÇÊÉÑÈ   ô`yJsùﷺ‬& š[¢™ﷺ‬& ¼çmuu‹ø^ç/ 4’n?tã 3“uqø)s? šÆÏB «!$# AuqôÊ͑uﷺ‬ îŽöyz Pﷺ‬& ô`¨B }§¢™ﷺ‬& ¼çmuu‹ø^ç/ 4’n?tã $xÿx© >$ãã_ 9‘$yd u‘$pk÷X$$sù ¾ÏmÎ/ ’Îû ͑$tR tL©èygy_ 3 ª!$#uﷺ‬ Ÿw “ωöku‰ tPöqs)ø9$# šúüÏJΩà9$# ÇÊÉÒÈ   Ÿw ãA#t“tƒ ÞOßgãuŠø^ç/ “Ï%©!$# (#öquZt/ Zpt7ƒÍ‘ ’Îû óOÎgÎ/qè=è% HwÎ) bﷺ‬& yì©Üs)s? óOßgç/qè=è% 3 ª!$#uﷺ‬ íÎ=tæ íÅ3ym ÇÊÊÉÈ  

107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." dan Allah menjadi saksi bahwa Sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

108. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.

109. Maka Apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan Dia ke dalam neraka Jahannam. dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim.

110. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu Senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah)

Kamu juga mendapatkan beberapa kelompok kebatinan yang dibentuk oleh pihak penjajah Rusia, Inggris, dan Yahudi internasional, semua kelompok ini dinisbatkan kepada Islam secara semena-mena untuk menghancurkan dan memerangi Islam. Diantara kelompok-kelompok tersebut adalah:

Al-Babiyah (Babisme) dinisnatkan kepada Mirza Ali Muhammada Al-Syairozi yang dijuluki “pintu Al-Mahdi” dilahirkan pada tahun 1235 dan wafat 1265.

Al-Bahaiyah (Bahaisme) dinisbatkan kepada Al-Baha Husain bin Mirza, lahir di Iran tahun 1233 wafat 1309.

Al-Qadiyaniyah (Ahmadiyah) dinisbatkan kepada Mirza Gulam Ahmad Al-Qadiyani wafat tahun 1325.

Semua kelompok ini telah divonis kafir menurut ijma kaum muslimin, dan telah banyak keluar keputusan-keputusan syar’I internasional tentang kekafirannya. Kelompok-kelompok ini menyerukan teori pembauran agama.

Diantaranya adalah ucapan Baha yang terkenal: “Semua manusia wajib meninggalkan fanatisme. Dan hendaklah mereka saling mengunjungi masjid dan gereja bersama-sama; karena nama Allah ada di semua tempat ibadah ini, selama semua berkumpul untuk beribadah kepada Allah maka tidak ada perbedaan diantara mereka, tidak ada satu pun dari mereka yang menyembah setan. Maka kaum muslimin hendaklah pergi ke gereja-gereja orang kristen dan sinagog-sinagog orang yahudi, begitu jug sebaliknya mereka pergi ke masjid-masji orang Islam.”F[24]

Alangkah miripnya malam ini dengan malam kemarin! Sesungguhnya perbuatan kaum munafik masa kini lebih berbahaya bagi iman dan kaum mukmin dan lebih menyakitkan Islam dan kaum muslimin.

Semua umat islam wajib berhati-hati dan sadar terhadap tipu daya musuh mereka.

Umat islam jug wajib waspada terhadap sarana yang dilkukan orang-orang kafir seperti kata manis ‘dialog’, menarik tokoh-tokoh yang ikut-ikutan, dan sarana lain yang semuanya jelas-jelas keji termasuk perbuatan setan.

Setiap muslim hendaklah mengetahui bahwa tidak ada persamaan dan kesesuaian antara orang Islam dan pemeluk agama kristen, yahudi, dan lain-lain, kecuali berdasrkan dasar-dasar yang telah ditetapkan ayat mulia:

ö@è% Ÿ@÷dﷺ‬'¯»tƒ É=»tGÅ3ø9$# (#öqs9$yès? 4’n<Î) 7pyJÎ=Ÿ2 ¥ä!#uqy™ $uZoY÷t/ ö/ä3uZ÷t/uﷺ‬ žwﷺ‬& y‰ç7÷ètR žwÎ) ©!$# Ÿwuﷺ‬ x8Ύô³èS ¾ÏmÎ/ $\«ø‹x© Ÿwuﷺ‬ x‹Ï‚­Gtƒ $uZàÒ÷èt/ $³Ò÷èt/ $\/$t/ö‘ﷺ‬& `ÏiB Èbrߊ «!$# 4 bÎ*sù (#öq©9uqs? (#qä9qà)sù (#ﷺ‬߉ygô©$# $¯Rﷺ‬'Î/ šcqßJÎ=ó¡ãB ÇÏÍÈ  

64. Katakanlah: "Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (Ali Imran,) yaitu mentauhidkan Allah, membuang kemusrikan, mentaati-Nya dalam hukum dan perundang-undangan, mengikuti penutup para nabi dan rasul Muhammad ﷺ‬ yang telah dikabarkan oleh Taurat dan Injil.

Ayat ini wajib menjadi simbol setiap perbantahan antara kaum muslimin dengan pemeluk yahudi, kristen dan yang lain. Setiap tenaga yang dicurahkan untuk selain dasar-dasar ini adalah batal, batal, dan batal.

Kegagalan konferensi-konferensi yang tersebut diatas yang pada hakikatnya adalah konspirasi terhadap umat islam adalah keniscayaan sesuai janji Allah kepada umat islam dalam firman-Nya:

`s9 öNà2r•ŽÛØtƒ HwÎ) ”]Œﷺ‬&

111. Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, (Ali Imran)

Dan Nabi Muhammad ﷺ‬ telah bersabda: “Senantiasa segolongan umatku tetap berada dalam kebenaran tidak membahayakan mereka orang-orang yang menentang dan meninggalkan mereka hingga hari kiamat.” Nabi ﷺ‬ juga bersabda: “Saya telah memohon kepada Rabbku agar tidak membiarkan umatku dalam kekuasaan musuh dari selain mereka, Ia pun mengabulkan permohonanku tersebut.”

Tetapi hal ini –demi Allah- bisa terwujud dengan dua sikap: sikap mengangkat panji jihad dan mengoptimalkan kemampuan untuk menghadang serangan musuh, dan sikap untuk membangun dan membentengi umat islam dengan keislaman yang benar.

Wahai muslim! Janganlah engkau menoleh kepada kesalahan orang yang terjerumus, orang yang tertipu oleh seruan setan, orang yang dibayar, dan orang yang berasal dari kelompok sesat yang mengatasnamakan Islam yang mensupport dan memasarkan teori ini. Mereka memberikan fatwa padahal mereka bukan ahli fikih dan bukan orang yang memiliki pengetahuan agama, tetapi mereka adalah sebagaimana firman Allah:

¨bÎ)uﷺ‬ óOßg÷ZÏB $Z̍xÿs9 tâqù=tƒ OßgtFt^Å¡ø9ﷺ‬& É=»tFÅ3ø9$$Î/ çnqç7|¡óstGÏ9 z`ÏB É=»tGÅ6ø9$# $tBuﷺ‬ uqèd šÆÏB É=»tGÅ3ø9$# šcqä9qà)tƒuﷺ‬ uqèd ô`ÏB ωYÏã «!$# $tBuﷺ‬ uqèd ô`ÏB ωYÏã «!$# tbqä9qà)tƒuﷺ‬ ’n?tã «!$# z>ɋs3ø9$# öNèduﷺ‬ tbqßJn=ôètƒ ÇÐÑÈ  

78. Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, Padahal ia bukan dari Al kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", Padahal ia bukan dari sisi Allah. mereka berkata Dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. (Ali Imran)

Ya Allah sesungguhnya dalam masalah ini aku telah jelaskan dan nasehati setiap muslim yang menghargai dirinya seraya beriman kepada Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, Muhammad ﷺ‬ sebagai nabi dan rasul, dan tunduk kepada kebenaran. Ya Allah saksikanlah.

Kita memohon kepada Allah untuk memberi petunjuk kepada kaum muslimin yang tersesat, menghilangkan kesusahan dari mereka, mengangkat tipu daya musuh dari mereka, dan memberikan kita keteapan dan ketegaran untuk berada dalam agama Islam hingga kita menjumpai-Nya. Sesungguhnya Dia Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Wa shallallahu ala nabiyyina Muhammadin wa alihi wa shohbihi wa sallam


 LAMPIRAN-LAMPIRAN BUKU

Lampiran 1

Fatwa nomer 19402 tertanggal 25 Muharram 1418 H

Tentang seruan pluralisme

Segala puji milik Allah semata. Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi terakhir, keluarga, shabat dan pengikut mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Sesungguhnya Komisi untuk Riset Ilmiah dan Fatwa telah mempelajari pertanyaan yang diajukan kepadanya dan artikel-artikel yang dimuat di mass media perihal seruan dan ajakan kepada “penyatuan agama-agama” yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen, serta seruan untuk membangun masjid, gereja, dan tempat sinagog dalam satu tempat seperti kampus, bandara, dan tempat-tempat umum, juga seruan untuk mencetak Al-Qur’an, Injil dan Taurat dalam satu sampul dan seruan-seruan lainnya serta konferensi-konferensi, seminar-seminar, organisasi-organisasi di Timur dan Barat. Setelah mempelajari dan mengkaji Komisi menetapkan hal-hal berikut:

  1. Termasuk pokok akidah dalam Islam yang diketahui secara pasti dalam agama dan disepakati seluruh kaum muslimin bahwa tidak ada agama yang benar di atas permukaan bumi kecuali agama Islam, Islam adalah agama penutup penghapus seluruh agama, ajaran dan syariat sebelumnya. Tidak ada lagi agama yang tersisa di atas bumi untuk menyembah Allah kecuali agama Islam, Allah berfirman:

`tBuﷺ‬ Æ÷tGö;tƒ uŽöxî Än=ó™M}$# $Yϊ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèduﷺ‬ ’Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z̍š»y‚ø9$# ÇÑÎÈ  

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran).  Islam setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ‬ adalah agama yang dibawanya bukan yang selainnya.

  1. Termasuk pokok akidah dalam Islam bahwa kitab Allah (Al-Qur’an) adalah kitab yang terakhir diturunkan Allah, Al-Qur’an penghapus kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya seperti Zabur, Taurat, Injil, dan lain-lain sekaligus menjadi batu ujian bagi kitab-kitab sebelumnya. Tidak ada lagi kitab yang tersisa untuk beribadah kepada Allah selain Al-Qur’an. Allah berfirman:

!$uZø9t“Rﷺ‬&uﷺ‬ y7ø‹s9Î) |=»tGÅ3ø9$# Èd,ysø9$$Î/ $]%Ïd‰|ÁãB $yJÏj9 šú÷üt/ Ïm÷ƒy‰tƒ z`ÏB É=»tGÅ6ø9$# $·YÏJø‹ygãBuﷺ‬ Ïmø‹n=tã ( Nà6÷n$$sù OßgoY÷t/ !$yJÎ/ tAt“Rﷺ‬& ª!$# ( Ÿwuﷺ‬ ôìÎ6®Ks? öNèduä!#uq÷dﷺ‬& $£Jtã x8uä!%y` z`ÏB Èd,ysø9$#

48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

  1. Wajib mengimani bahwa Taurat dan Injil telah dihapus dengan Al-Qur’an dan telah terjadi perubahan dan dengan penambahan dan pengurangan seperti yang telah dijelaskan beberapa ayat Al-Qur’an, diantaranya firman Allah:

$yJÎ6sù NÍkÅÕø)tR öNßgssV‹ÏiB öNߨZyès9 $oYù=yèy_uﷺ‬ öNßgt/qè=è% Zpu‹Å¡»s% ( šcqèùÌhptä† zOÎ=x6ø9$# `tã ¾ÏmÏèÅÊ#uq¨B   (#qÝ¡nSuﷺ‬ $yàym $£JÏiB (#ﷺ‬ãÏj.èŒ ¾ÏmÎ/ 4 Ÿwuﷺ‬ ãA#t“s? ßìÎ=©Üs? 4’n?tã 7poYͬ!%s{ öNåk÷]ÏiB žwÎ) WÎ=s% öNåk÷]ÏiB (

13. (tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah Perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) Senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat),

Dan firman Allah;

×@÷ƒuqsù tûïÏ%©#Ïj9 tbqç7çFõ3tƒ |=»tGÅ3ø9$# öNÍω÷ƒﷺ‬'Î/ §NèO tbqä9qà)tƒ #x‹»yd ô`ÏB ωYÏã «!$# (#ﷺ‬çŽtIô±uŠÏ9 ¾ÏmÎ/ $YYyJﷺ‬O WÎ=s% ( ×@÷ƒuqsù Nßg©9 $£JÏiB ôMt6tGŸ2 öNÍω÷ƒﷺ‬& ×@÷ƒuﷺ‬uﷺ‬ Nßg©9 $£JÏiB tbqç7Å¡õ3tƒ ÇÐÒÈ  

79. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh Keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

            Juga firman Allah:

¨bÎ)uﷺ‬ óOßg÷ZÏB $Z̍xÿs9 tâqù=tƒ OßgtFt^Å¡ø9ﷺ‬& É=»tFÅ3ø9$$Î/ çnqç7|¡óstGÏ9 z`ÏB É=»tGÅ6ø9$# $tBuﷺ‬ uqèd šÆÏB É=»tGÅ3ø9$# šcqä9qà)tƒuﷺ‬ uqèd ô`ÏB ωYÏã «!$# $tBuﷺ‬ uqèd ô`ÏB ωYÏã «!$# tbqä9qà)tƒuﷺ‬ ’n?tã «!$# z>ɋs3ø9$# öNèduﷺ‬ tbqßJn=ôètƒ ÇÐÑÈ  

78. Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, Padahal ia bukan dari Al kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", Padahal ia bukan dari sisi Allah. mereka berkata Dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

Oleh karenanya apa yang sahih pada keduanya telah dihapus dengan Islam, dan selain itu sudah dirubah dan diganti. Rasulullah suatu ketika marah tatkala melihat Umar membawa lembaran yang terdapat bagian dari Taurat, lalu bersabda: “Apakah engkau ragu wahai putra Khattab?! Bukankah aku telah membawanya dalam keadaan putih bersih? Seandainya saudaraku Musa masih hidup niscaya ia tidak mempunyai pilihan selain mengikutiku.” (HR. Ahmad, Darimi dan yang lain)

  1. Termasuk pokok akidah dalam Islam bahwa nabi dan rasul kita Muhammad ﷺ‬ adalah penutup para nabi dan rasul sebagaimana firman Allah:

$¨B tb%x. JptèC !$t/ﷺ‬& 7‰tnﷺ‬& `ÏiB öNä3Ï9%y`Íh‘ `Ås9uﷺ‬ tAqߙ§‘ «!$# zOs?$yzuﷺ‬ z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# 3

40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.

Tidak ada rsaul lagi y6ang wajib diikuti selain Muhammad ﷺ‬, seandainya salah seorang nabi atau rasul masih hidup niscaya ia tidak ada oilihan kecuali mengikutinya, dan para pengikut mereka pun tidak ada pilihan kecuali mengikuti Nabi Muhammad ﷺ‬, sebagaimana firman Allah:

øŒÎ)uﷺ‬ x‹s{ﷺ‬& ª!$# tsW‹ÏB z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# !$yJs9 Nà6çG÷s?#uä `ÏiB 5=»tGÅ2 7pyJõ3Ïmuﷺ‬ ¢OèO öNà2uä!%y` ×Aqߙu‘ ×-Ïd‰|Á•B $yJÏj9 öNä3yètB £`ãYÏB÷sçGs9 ¾ÏmÎ/ ¼çm¯RãÝÁYtGs9uﷺ‬ 4 tA$s% óOè?ö‘tø%ﷺ‬&uä ôMè?õ‹s{ﷺ‬&uﷺ‬ 4’n?tã öNä3ÏsŒ “̍ô¹Î) ( (#þqä9$s% $tRö‘tø%ﷺ‬& 4 tA$s% (#ﷺ‬߉pkô­$$sù O$tRﷺ‬&uﷺ‬ Nä3yètB z`ÏiB tûïωΤ±9$# ÇÑÊÈ  

81. Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil Perjanjian dari Para nabi: "Sungguh, apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan Hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai Para Nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Nabi Isa jika turun di akhir zaman akan menjadi pengikut Nabi Muhammad ﷺ‬ dan melaksanakan syariatnya. Allah berfirman:

tûïÏ%©!$# šcqãèÎ7­Ftƒ tAqߙ§9$# ¢ÓÉ<¨Z9$# ¥_ÍhGW{$# “Ï%©!$# ¼çmtRr߉Ågs† $¹/qçGõ3tB öNèdy‰YÏ㠒Îû Ïp1u‘öq­G9$# ÈÅgﷻ‬M}$#uﷺ‬

157. (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,

Sebagaimana termasuk dasar akidah dalam Islam bahwa Nabi Muhammad diutus untuk semua manusia, Allah berfirman:

!$tBuﷺ‬ yoYù=y™ö‘ﷺ‬& žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0 #\ƒÉ‹tRuﷺ‬ £`Ås9uﷺ‬ uŽsYò2ﷺ‬& Ĩ$¨Z9$# Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇËÑÈ  

28. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

ö@è% $yg•ƒﷺ‬'¯»tƒ ÚZ$¨Z9$# ’ÎoTÎ) ãAqߙu‘ «!$# öNà6ö‹s9Î) $·èŠÏHsd

158. Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk".

Dan ayat-ayat yang lain.

  1. Termasuk dasar Islam adalah wajib meyakini kekafiran orang yahudi, kristen dan lainnya yang tidak memeluk Islam dan wajib menamakan mereka dengan ‘orang kafir’, musuh Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin, dan penghuni neraka. Allah berfirman:

óOs9 Ç`ä3tƒ tûïÏ%©!$# (#ﷺ‬ãxÿx. ô`ÏB È@÷dﷺ‬& É=»tGÅ3ø9$# tûüÏ.Ύô³ßJø9$#uﷺ‬ tûüÅj3xÿZãB 4Ó®Lym ãNåkuŽÏ?ù's? èpuZÉit7ø9$#  

1. Orang-orang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

Allah berfirman:

¨bÎ) tûïÏ%©!$# (#ﷺ‬ãxÿx. ô`ÏB È@÷dﷺ‬& É=»tGÅ3ø9$# tûüÏ.Ύô³ßJø9$#uﷺ‬ ’Îû ͑$tR zO¨Yygy_ tûïÏ$Î#»yz !$pÏù 4 y7Í´¯»s9'ﷺ‬é& öNèd •ŽŸ° Ïp­ƒÎŽy9ø9$# ÇÏÈ  

6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Dan ayat-ayat yang lain.

Dalam hadits yang terdapat dalam Shahih Muslim Rasulullah ﷺ‬ bersabda:

“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, tidak ada seorang pun yang mendengar tentangku dari umat ini baik ia seorang yahudi atau kristen, lalu ia mati tanpa beriman kepada yang aku bawa maka ia adalah ahli neraka.”

Oleh karena itu orang yang tidak mengkafirkan orang-orang yahudi dan kristen ia telah kafir, karena berdasarkan kaidah: “Seseorang yang tidak mengkafirkan orang kafir adalah kafir.”

  1. Berdasrkan semua dasar dan pokok akidah dan kenyataan syariah jelaslah bahwa seruan kepada “penyatuan agama”, pendekatan antar agama, dan menyatukannya dalam satu bentuk adalah seruan kotor yang menipu. Tujuannya adalah mencampur aduk yang hak dengan yang batil, meruntuhkan Islam dan menghancurkan sendi-sendinya, dan mengajak pengikutnya kepada kemurtadan secara total. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

y Ÿwuﷺ‬ tbqä9#t“tƒ öNä3tRqè=ÏG»s)ム4Ó®Lym öNä.ﷺ‬–Šãtƒ `tã öNà6Ïϊ ÈbÎ) (#qãè»sÜtGó™$# 4

mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.

Dan firman Allah:

(#ﷺ‬–Šuﷺ‬ öqs9 tbrãàÿõ3s? $yJx. (#ﷺ‬ãxÿx. tbqçRqä3tFsù [ä!#uqy™ (

89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka).

  1. Dampak dari seruan keji ini adalah menghilangkan perbedaan antara Islam dan kekafiran, kebenaran dan kebatilan, ma’ruf dan mungkar, dan menghancurkan pembatas antara kaum muslimin dan orang-orang kafir hingga tiddak ada lagi wala dan bara, jihad dan peperangan untuk meninggikan kalimat Allah di atas bumi-Nya. Allah berfirman:

(#qè=ÏG»s% šúïÏ%©!$# Ÿw šcqãZÏB÷sム«!$$Î/ Ÿwuﷺ‬ ÏQöqu‹ø9$$Î/ ̍ÅzFy$# Ÿwuﷺ‬ tbqãBÌhptä† $tB tP§ym ª!$# ¼ã&è!qߙu‘uﷺ‬ Ÿwuﷺ‬ šcqãωtƒ tûïϊ Èd,ysø9$# z`ÏB šúïÏ%©!$# (#qè?ﷺ‬é& |=»tFÅ6ø9$# 4Ó®Lym (#qäÜ÷èムsptƒ÷“Éfø9$# `tã 7‰tƒ öNèduﷺ‬ šcrãÉó»|¹ ÇËÒÈ  

29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.

Allah berfirman:

¨4 (#qè=ÏG»s%uﷺ‬ šúüÅ2Ύô³ßJø9$# Zp©ù!%x. $yJŸ2 öNä3tRqè=ÏG»s)ムZp©ù!$Ÿ2 4 (#þqßJn=÷æ$#uﷺ‬ ¨bﷺ‬& ©!$# yìtB tûüÉ)­GãKø9$# ÇÌÏÈ  

dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

  1. Seruan kepada “penyatuan agama” jika muncul dari seorang muslim merupakan hal yang jelas membuatnya murtad dari agama Islam karena hal itu bertentangan dengan dasar-dasar akidah, rela dengan kekufuran kepada Allah, membatalkan kebenaran Al-Qur’an dan fungsinya sebagai penghapus kitab-kitab sebelumnya, dan membatalkan islam sebagai penghapus syariat dan agama sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut seruan ini ditolak agama dan diharamkan secara pasti dengan seluruh dalil-dalil dalam Islam baik dari Al-Qur’an, Sunnah dan ijma.
  2. Berdasarkan semua yang disebutkan diatas:

A.      Tidak boleh seorang muslim yang beriman kepada Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai nabi dan rasulnya mengajak kepada pemikiran keji ini, mendorong kepadanya, menyebarkannya ke kalangan kaum muslimin apalagi mengikutinya, terlibat dalam konferensi dan seminarnya, dan bergabung dengan organisasinya.

B.      Tidak boleh seorang muslim mencetak Taurat dan Injil secar sendiri-sendiri, apalagi bersama Al-Qur’an dalam satu sampul!! Barangsiapa yang melakukannya atau mengajak kepadanya sungguh ia berada dalam kesesatan yang nyata; karena hal itu adalah mencampur antara yang hak (Al-Qur’an) dan yang dirubah atau yang dihapus (Taurat dan Injil)

C.      Tidak boleh seorang muslim mengikuti melaksanakan seruan ‘membangun masjid, gereja, dan sinsgog’ dalam satu komplek; karena itu merupakan bentuk pengakuan terhadap agama lain selain agama Islam, penolakan terhadap kejayaan Islam dari agama lain dan seruan yang mengakui bahwa gama itu ada tiga semua penduduk bumi boleh memeluk salah satu dari ketiga agama tersebut, semuanya sama dan Islam bukan penghapus agama-agama sebelumnya. Hal ini tidak diragukan lagi pengakuan dan keyakinan seperti ini merupakan bentuk kekafiran dan kesesatan; karena menyalahi nash-nash Al-Qur’an, Sunnah dan kesepakatan muslimin yang sudah jelas dan mengakui bahwa penyelewengan kaum yahudi dan kristen berasal dari Allah –maha suci Allah dari hal seperti itu-. Tidak boleh juga menamakan gereja dengan rumah Allah dan mengatakan orang-orang kristen di dlamnya beribadah kepada Alah dengan ibadah yang benar dan diterima Allah; karena ibadah mereka bukan ibadah yang diajarkan Islam, Allah berfirman:

`tBuﷺ‬ Æ÷tGö;tƒ uŽöxî Än=ó™M}$# $Yϊ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèduﷺ‬ ’Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z̍š»y‚ø9$# ÇÑÎÈ  

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.

Gereja adalah tempat-tempat menyekutukan Allah. Kami berlindung dari kekafiran dan orang-orang kafir. Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Majmu Al-Fatawa: “Gereja-gereja bukan merupakan rumah Allah. Rumah Allah adalah masjid-masjid. Gereja adalah rumah tempat Allah disekutukan, meskipun mereka menyebut Allah di dalamnya. Rumah tergantung penghuninya, penghuninya adalah orang-orang kafir. Maka gereja adalah tempat ibadah orang kafir.”

  1. Yang wajib diketahui bahwa mengajak semua orang-orang kafir apalagi ahli kitab memeluk agama Islam wajib hukumnya bagi semua kaum muslimin berdasarkan nash-nash Al-Qur’an dan Sunnah yang jelas. Hal itu terlaksana dengan metode penjelasan, membantah dengan cara yang baik, dan tanpa meninggalkan apapun dari syariat Islam. Hal tersebut supaya mereka dapat menerima dan masuk Islam serta menegakkan hujah kepada mereka; agar orang-orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata., Allah berfirman:

ö@è% Ÿ@÷dﷺ‬'¯»tƒ É=»tGÅ3ø9$# (#öqs9$yès? 4’n<Î) 7pyJÎ=Ÿ2 ¥ä!#uqy™ $uZoY÷t/ ö/ä3uZ÷t/uﷺ‬ žwﷺ‬& y‰ç7÷ètR žwÎ) ©!$# Ÿwuﷺ‬ x8Ύô³èS ¾ÏmÎ/ $\«ø‹x© Ÿwuﷺ‬ x‹Ï‚­Gtƒ $uZàÒ÷èt/ $³Ò÷èt/ $\/$t/ö‘ﷺ‬& `ÏiB Èbrߊ «!$# 4 bÎ*sù (#öq©9uqs? (#qä9qà)sù (#ﷺ‬߉ygô©$# $¯Rﷺ‬'Î/ šcqßJÎ=ó¡ãB ÇÏÍÈ  

64. Katakanlah: "Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Adapun berdebat, bertemu, dan berdialog dengan mereka untuk mengikuti keinginan dan mewujudkan tujuan mereka, dan mengurai ikatan Islam dan iman adalah perbuatan batil yang tidak diridhai Allah, Rasul-Nya, dan kaum muslimin. Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang mereka katakan. Allah berfirman:

öNèdö‘x‹÷n$#uﷺ‬ bﷺ‬& š‚qãZÏFøÿtƒ .`tã ÇÙ÷èt/ !$tB tAt“Rﷺ‬& ª!$# y7ø‹s9Î)

"…Berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu".

Komisi fatwa ketika menetapkan hal tersebut dan menjelaskannya kepada semua orang, memerintahkan kepada kaum muslimin secara umum dan para ulama secara khusus untuk bertakwa kepada Allah dan selalu merasa diawasi-Nya, melindungi Islam, menjaga akidah kaum muslimin dari kesesatan dan para penyerunya, kekafiran dan orang-orangnya, dan mengingatkan mereka terhadap bahaya seruan kafir yang menyesatkan yaitu “Persatuan Agama” agar tidak terperosok ke dalam jebakannya. Kami memohon perlindungan kepada Allah agar kaum muslimin tidak menjadi penyebab masuk dan promosi kesesatan ini di negeri orang-orang muslimin. Kami memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang sangat baik dan sifat-sifat-Nya yang sangat mulia agar melindungi kita semua dari fitnah-fitnah yang menyesatkan, dan menjadikan kita penyeru-penyeru yang mendapat hidayah, pemelihara Islam, yang selalu berada dalam hidayah dan cahaya Allah hinng kita menemui-Nya dalam keadaan ridho kepada kita.

Hanya Allah lah pemberi taufik. Wasallallahu wasallama ala nabiyyina Muhammadin wa ala alihi wa shabihi ajmain.

Komisi untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa

   Ketua                                                                        Wakil Ketua

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz         Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Al-Syekh

  Anggota                                                                     Anggota

Saleh bin Fauzan Al-Fauzan                Bakr bin Abdullah Abu Zaid


LAMPIRAN 2

Tentang hukum pembangunan rumah-rumah ibadah orang kafir di Jazirah Arab

Fatwa nomor 21413 tanggal 1 Rabiul Akhir 1321 H.

Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam kepada Nabi terkahir. Wa ba’d:

Komisi Penelitian Ilmiah dan Fatwa telah meneliti pertanyaan yang disampaikan oleh beberapa orang kepada Yang Mulia Mufti Umum yang tercatat dalam sekretariat jenderal Badan Ulama-ulama Senior dengan nomor 86 tanggal 5 Muharram 1421 H dan nomor 1326, 1327, 1328 tanggal 2 Rabiul Awwal 1421 H, tentang hukum pembangunan rumah-rumah ibadah orang kafir di Jazirah Arab seperti: gereja untuk orang Kristen, sinagog untuk orang Yahudi dan lain-lain, atau hukum menyediakan tempat oleh pemilik perusahaan atau lembaga untuk karyawan-karyawannya yang kafir melaksanakan ritual kekafiran mereka dan seterusnya…

Setelah komisi mempelajari pertanyaan-pertanyaan ini, mereka menjawab dengan jawaban sebagai berikut:

Semua agama selain Islam adalah kafir dan sesat. Setiap tempat yang dipergunakan untuk beribadah oleh selain orang Islam adalah tempat kekafiran dan kesesatan. Karena tidak boleh beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang telah disyariatkan-Nya dalam agam Islam. Syariat Islam adalah penutup syariat-syariat sebelumnya, untuk seluruh jin dan manusia, dan penghapus syariat sebelumnya. Hal ini merupakan konsensus seluruh umat Islam.

Orang yang mengira orang-orang yahudi dan Kristen berada dalam kebenaran maka ia adalah pendusta kitab Allah, sunnah Rasulullah saw, dan ijma kaum muslimin. Jika orang itu beragama Islam ia telah murtad dari agama Islam jika orang itu tidak tentang hal itu dan telah diberikan penjelasan. Allah SWT berfirman:

Dalam As-Shahihain dan lainnya Rasulullah bersabda: “Para Nabi (sebelumku) diutus hanya kepada kaumnya sedangkan aku diutus kepada semua manusia.”

Oleh sebab itu termasuk perkara utama dalam agama adalah mengharamkan kekufuran yang berarti mengharamkan beribadah kepada Allah dengan menyalahi apa yang dibawa oleh syariat Islam. Termasuk larangan membangun rumah-rumah ibadah berdasarkan syariat-syariat yang telah dihapus seperti Yahudi, Kristen, dan lain-lainnya; karena rumah-rumah ibadah tersebut –baik gereja atau yang lain- adalah tempat kekufuran; karena ibadah-ibadah yang dilakukan di dalamnya menyalahi syariat islam yang menghapus dan membatalkan syariat-syariat sebelumnya. Allah berfirman tentang orang-orang kafir dan perbuatan mereka:

Oleh sebab itu para ulama sepakat mengharamkan pendirian tempat ibadah orang kafir seperti gereja di negeri Islam dan tidak boleh ada dua kiblat dalam satu negeri di negeri-negeri kaum muslimin.



[1]  Al-Fatawa: 4/203-208, 14/164-167, 28/523. As-Shafadiyah: 1/98-100, 268. Ar-Radd alal manthiqiyyin: hal: 282, 283

[2]  Saya tidak mencantumkan tanda H yang berarti tahun hijriyah karena kita kaum muslimin tidak memiliki kelender lain selainnya. Kelender Miladi bukan bagian darinya, jika terdapat pada tulisan ini saya beri tanda M.

[3]  Catatan: Saat ini muncul fitnah besar yang berupa pujian kepada orang-orang kafir yang menisbatkan diri mereka kepada Islam, membanggakan mereka, dan memunculkan perkataan mereka. Hal ini dibantu dengan dicetak dan didistribusikannya buku-buku mereka oleh kalangan orientalis. Semua ini adalah bahaya yang harus diwaspadai. Bagi mereka yang Allah berikan kekuasaan hendaknya mencegah tulisan-tulisan dan seruan-seruan tersebut dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam menolong agama ini dan melindungi penganutnya dari bahaya hal tersebut.

[4]  Dalam bukunya Muhammad al-Bahiy yang berjudul “Persaudaraan Agama dan Pertemuan Agama: strategi non-Islam” hal. 3 ia mengatakan: “Persaudaraan agama adalah sebuah kelompok yang mengadakan kegiatan  yang menggabungkan orang Islam dan kristen di sekretariat umum organisasi-organisasi pemuda muslim di Kairo.

[5]  Universalisme adalah aliran modern yang mengajak kepada pencarian satu hakikat yang  diambil dari berbagai macam agama dan aliran yang ada di dunia. Intinya adalah menghapus ajaran Islam, lihat: Mu’jam al-Manahi al-Lafzhiyyah, hal. 370-371

[6]  Dari sini sampai sepuluh paragraf selanjutnya diambil dari serial laporan informasi Kementrian Wakaf Kuwait dengan dokumen bernomor 61334 di Markas Raja Faishal untuk riset dan studi Islam di Riyadh.

[7]  Berita ini tidak menjelaskan ke arah mana Paus memimpin sembahyang tersebut? Juga tidak menerangkan di mana dilaksanakan sembahyang itu, apakah di masjid atau di gereja dan sinagog? Inilah shalat pertama kali  seorang Kristen menjadi imam bagi orang Islam.

[8]  Lihat buku “Laa lijaaruudi wa watsiqoti isybiliyaa” karya Saad Zhalam dan buku “Al-Islam wal Adyan” karya Muhammad Abdurrahman Awad.

[9]  Dalam kitab kejadian judul kesembilan dikatakan –alangkah pembohongnya mereka- : ‘Tuhan menciptakan pelangi sebagai tanda yang mengingatkannya untuk tidak lagi membinasakan penduduk bumi sebagaimana yang telaha Dia lakukana kepada umat Nabi Nuh. Pelangi itu adalah tanda perjanijian Tuhan dengan penduduk bumi, jika Tuhan melihat pelangi, Ia ingat untuk tidak lagi mendatangkan banjir besar lagi.’ Celakalah orang-orang Yahudi alangkah pembohongnya mereka  semoga Allah melaknat mereka sampai hari kiamat. Lihat “Qadzaifulhaq” hal. 24-25 karangan Al-Ghazali.

[10]  Diberitakan oleh berbagai media massa, di antaranya pada harian Ar-Ra’y edisi 9316 hal. 1, tanggal 13 Syawal 1416 H.

[11]  Berita ini disebarkan media dan koran-koran Internasional sejak bulan Ramadan tahun 1416 H.

[12]  Normalisasi hubungan adalah suatu istilah Internasional kontemporer yang berarti sebuah kesepakatan atau perjanjian bilateral antar dua negara yang bertujuan menjadikan hubungan keduanya normal dan menyesuaikan dengan kondisi baru pada kedua Negara tersebut. Normalisasi ini meliputi beberapa bidang dan tidak terbatas pada bidang politik saja, bidang ekonomi, perwakilan diplomasi, pertukaran perdagangan, kerjasama media, dan membuka pintu kedatangan wisatawan dari kedua negara. Lihat buku: “Kalimat Gharibah” hal. 148.

[13] “Tatanan Dunia Baru” adalah satu istilah yang diproklamirkan oleh presiden Bush setelah krisis teluk tahun 1411 H, istilah ini tidak memiliki aturan tetapi pada intinya melalui kekuatan yang aktif di berbagai institusi Internasional seperti ‘Konferensi Pluralisme’, ‘Konferensi Perempuan dan Kependudukan’, dan ‘Konferensi Internasional Pendidikan’ merupakan bentuk imperialisme barat baru terhadap bangsa, peradaban, dan agama ‘Selatan’ apalagi umat Islam yang bertujuan menanggalkan agama dan akhlak, menerapkan taklid dan ikut-ikutan kepada peradaban yang berkaitan dengan agama dan akhlak mereka serta menyebarkan atheisme dan kebebasan.

[14]  Yang terakhir “Konferensi Islam dan Dialog Peradaban antar Agama” dilaksanakan di Kairo bulan Rabiul awal tahun 1417 H. Dalam majalah “Al-Ishlah” yang terbit di UEA edisi 351, tanggal 1 Rabiul Akhir 1417 H memuat laporan tentang itu dan menyingkap hakikat yang mengejutkan oleh sebagian peserta dari kalangan muslim.

[15]  Al-Munjid dan Al-Munjid fil a’lam adalah karangan orang Kristen, saya sebutkan untuk menjadi hujah bagi keduanya, meskipun Alhamdulillah, Allah telah mencukupkan kita dengan karya para ulama Islam masa dulu dan kini . Lihat kitab “Atsarat al-Munjid” karya Syekh Ibrahim Al-Qatthan.

[16]  Al-Fatawa 21/62-65.

[17]   Salah kaprah ucapan: “Agama-agama Samawi” yang benar adalah “Agama Samawi” (dengan bentuk tunggal- pent) yaitu Islam. Lihat kitab: “Abathil wa Asmar” 2/551 karya Al-Allamah Mahmud Syakir.

[18]  Saaibah: ialah unta betina yang dibiarkan pergi kemana saja lantaran sesuatu nazar. Seperti, jika seorang Arab Jahiliyah akan melakukan sesuatu atau perjalanan yang berat, Maka ia biasa bernazar akan menjadikan untanya saaibah bila maksud atau perjalanannya berhasil dengan selamat.

[19]  Bahiirah adalah unta betina yang telah beranak lima kali dan anak yang kelima itu jantan, lalu unta betina itu di belah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi lagi dan tidak boleh diambil air susunya.

[20]  Washiilah; seekor domba betina melahirkan anak kembar yang terdiri dari jantan dan betina maka yang jantan ini disebut washiilah tidak disembelih dan diserahkan kepada berhala.

[21]  Haam: unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi, karena telah dapat membuntingkan unta betina sepuluh kali. perlakuan terhadap bahiirah, saaibah, washiilah dan haam ini adalah kepercayaan Arab jahiliyah.

[22]  Lihat: Majmu Fatawa: 28/12-613.

[23]  Ini adalah gambar proyek rencana pembangunan masjid dan gereja di salah satu negara Asia Tenggara

[24]  Buku: Ahammiyat Al-Jihad fii Al-Islam, hal. 507-509 karangan Syekh Ali Al-Alyani

Kategori ilmiyah:

Tanggapan anda