Hikmah Membatasi Wasiat Hanya Sepertiga

Keterangan

Pertanyaan yang dijawab oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin –rahimahullah-: yang berbunyi “Kenapa Islam melarang wasiat lebih dari sepertiga (1/3)?”.

Download
Kirim komentar untuk Webmaster

Deskripsi terperinci

Hikmah Membatasi Wasiat Hanya Sepertiga

] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

2012 - 1433

﴿ حكمة تحديد الوصية بالثلث ﴾

« باللغة الإندونيسية »

الشيخ محمد بن صالح العثيمين

ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي

مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو

2012 - 1433

 بسم الله الرحمن الرحيم

Hikmah Membatasi Wasiat Hanya Sepertiga

Pertanyaan: Kenapa Islam melarang wasiat lebih dari sepertiga (1/3)?

Jawaban: Dilarang berwasiat lebih dari sepertiga, karena hak ahli waris berhubungan dengan harta. Apabila seseorang berwasiat lebih dari sepertiga niscaya hal itu mengurangi hak-hak mereka. Karena inilah, tatkala Sa’ad bin Abi Waqqas Radhiyallahu’anhu. meminta ijin kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam untuk berwasiat dengan dua pertiga (2/3) hartanya, beliau menjawab: ‘Tidak.’ Ia berkata: separo (1/2)? Beliau menjawab: ‘Tidak.’ Ia berkata: ‘Sepertiga (1/3)?’ beliau menjawab:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((الثُّلُثُ, وَالثُّلُثُ كَثِيْرٌ. إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عاَلَةً يَتَكَفَّفُوْنَ النَّاسَ)) (متفق عليه)

“Sepertiga, dan sepertiga itu cukup banyak. Sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam kondisi kaya lebih baik bagimu dari pada engkau meninggalkan mereka miskin yang mengharapkan pemberian orang lain.”[1]

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam menjelaskan, bahkan mengisyaratkan dalam hadits ini kepada hikmah dilarang berwasiat lebih dari sepertiga (1/3). Namun jikalau seseorang berwasiat lebih dari sepertiga dan ahli waris mengijinkan maka tidak mengapa.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin- Fatawa Nur ‘ala Darb 2/559.

[1] HR. Al-Bukhari 1295 dan Muslim 1628.

Kategori ilmiyah: