Kategori ilmiyah

  • PDF

    : Makalah yang membahas dengan lengkap tentang bagaimana cara mewujudkan rumah tangga yang sakinah yaitu dimulai dari panduan memilih pasangan hingga membahas tentang hak dan kewajiban suami dan istri serta seringkas tentang pendidikan anak agar terwujud keluarga muslim yang bahagia

  • PDF

    Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah: Persoalan pernikahan adalah persoalan yang selalu aktual dan selalu menarik untuk dibicarakan, karena persoalan ini bukan hanya menyangkut tabiat dan hajat hidup manusia yang asasi, akan tetapi juga menyentuh suatu lembaga yang “luhur” dan “sentral”, yaitu rumah tangga, Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan pernikahan …

  • PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang: sifat hukum di antara orang yang menuduh dan yang tertuduh.

  • PDF

    Makalah ini menjelaskan definisi qadha, hikmah disyari'atkannya, hukum qadha, syarat syarat qadha, memilih qadhi, kesempurnaan syari'at Islam, yang harus dijauhi oleh qadhi.

  • PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang definisi had, bagian bagiannya, hikmah disyari'atkannya, fiqh menegakkan had, perbedaan di antara qishash dan hadd, orang yang ditegakkan hak terhadapnya, dan berbagai hal lainnya yang terkait hadd.

  • PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang definisi jinayat, hikmah disyari'atkan qishash, memelihara dharuriyat yang lima, bagian bagian hak, persamaan di antara manusia, hukum qishash, hukum jahiliyah.

  • Aman Bosnia

    PDF

    Penulis berbicara dalam artikel ini tentang salah satu unsur penting untuk membangun masyarakat muslim dan mengembangkannya.

  • MP3

    Sesungguhnya keamanan termasuk nikmat Allah ta'ala yang besar, yang seseorang bisa melaksanakan ibadah kepada Allah ta'ala, memakmurkan bumi, terutama di negeri dua kota suci yang harus terlaksana keamanan padanya, hingga pepohonan dan hewan, dan yang mengganggu keamanan ini adalah tindakan kekerasan, menyakiti dan memberikan rasa takut, yang di antara penyebabnya adalah: cacat dalam metode belajar dan mengambil ilmu bukan dari ahlinya, serta jahil dengan tujuan tujuan syari'at.

  • PDF

    Dalam kehidupan di dunia ini kita tentu mempunyai berbagai macam kepentingan yang ingin di capai. Namun dalam mencapai tujuan tersebut kita tentu harus memperhatikan sarana dalam mencapai nya, tidak boleh menghalalkan segala cara dalam mencapainya, yang sesuai dengan syariat Allah Shubhanahu wa ta’alla agar mendapat ridla –Nya. Dalam arktikel berikut di jelaskan tentang bagaimana dalam mencapai tujuan-tujuan kita yang sesuai syariat –Nya.

  • MP3

    Penceramah : Shaleh Al-Fauzan

    Sesungguhnya merealisasikan rasa aman termasuk sesuatu yang Islam datang dengannya. Ia termasuk nikmat Allah ta'ala yang terbesar terhadap makhluknya: Seorang muslim merasa aman terhadap agamanya, lalu ia bisa menyembah Rabb-nya dengan rasa aman dan tenteram, merasa aman terhadap diri, harta dan kehormatannya. Dan ini adalah penjelasan sebab sebab untuk merealisasikan hal tersebut.

  • PDF

    Kami tinggal di negara X. Ketika ingin membuat paspor, maka kita diharuskan membatu pas poto. Akan tetapi ada masalah terkait dengan para wanita, sebab jika difoto dengan menutup kepala, maka para petugasnya tidak bersedia menerima foto itu. Mereka mengatakan bahwa foto harus tanpa penutup (kepala). Oleh sebab itu, banyak wanita yang tidak dapat membuat paspor karena mereka tidak bersedia membuka penutup kepala, sehingga banyak urusan pribadi yang tidak dapat mereka selesaikan apabila penyelesaiannya harus menggunakan paspor. Saya bertanya, apakah kondisi seperti ini termasuk darurat dalam Islam. Jika termasuk darurat, mungkin akan dibolehkan bagi para wanita walaupun kondisinya seperti disebutkan, yaitu harus membuka penutup kepala. Jika tidak diperkenankan, apa yang mungkin diperbuat? Masalah tambahan, pada sejumlah wanita yang dahulu non muslim, mereka difoto tanpa penutup kepala untuk mendapatkan paspor, namun sekarang telah masuk Islam. Mereka menggunakan paspor di berbagai tempat. Ketika ada kebutuhan mendesak dan kondisi tertentu, mereka diharuskan memperlihatkan paspornya. Apa yang seharusnya diperbuat pada kondisi seperti ini? Sebagai catatan bahwa pegawai pemerintahan tidak menertima foto para wanita yang menutup kepalanya. Padahal menurut peraturan mereka tidak ada masalah.

  • PDF

    Ibuku sebelum 27 tahun lalu melahirkan anak wanita. Sejak lahir anak perempuan tersebut sakit. Tidak menyusui kecuali dengan sulit. Selama dua bulan dia dalam kondisi seperti itu. ketika musim dingin, setiap malam ibu menyelimuti dengan dua selimut karena sangat dingin sekali. Diakhir malam, selimutnya tipis (seperti sprai satu) pagi hari, anak tersebut dalam kondisi memburuk kemudian setelah itu meninggal dunia. Sementara ibu tidak mengetahui apakah beliau sebagai sebab akan kematiannya? Apakah beliau diharuskan membayar tebusan (kafaroh) puasa dua bulan berturut-turut atau apa yang dilakukan? Tolong diberikan kami fatwa, dan semoga Allah membalas kebaikan anda.

  • PDF

    Beberapa hari ini saya sedang berdialog dengan wanita Amerika yang baru masuk Islam. Saya baru mengetahui bahwa dia telah menikah dengan seorang lelaki kristen dan telah mempunyai dua putra. Dia tampak berbahagia bersamanya. Tapi tampaknya dia belum mengetahui hukum tetap tinggal bersama suaminya, karena dia masih belajar Islam dan berbagai masalahnya. Sementara peranku mencoba semaksimal mungkin untuk membantunya dalam mempelajari Islam sesuai kemampuanku. Kini saya merasa telah tiba pada saat yang sangat membingungkan, yaitu berterus terang dalam masalah ini. Saya khawatir kalau saya beritahukan hukumnya dalam agama, dia akan meninggalkan suaminya apabila sang suami tidak bersedia masuk Islam, sehingga keluarganya berantakan dan anak-anaknya terlantar. Selanjutnya bisa jadi dia akan menjelekkan Islam atau meninggalkannya secara keseluruhan. Padahal dia hidup di salah satu wilayah California yang sangat sulit mandapatkan seseorang untuk berbicara tentang Islam. Karena di sekitarnya banyak orang Katolik. Pertanyaan saya adalah, apakah sekarang saya harus memberitahunya bahwa suaminya harus masuk Islam atau dia harus ditinggalkan? Kalau memang (harus) begitu, bagaimana saya membuka pembahasan dan memberitahukan kepadanya? Atau apa solusi terbaik dari pandangan anda dalam kondisi seperti ini?

  • PDF

    Apa hukum membatasi kelahiran di negara yang berpenduduk banyak, seperti Kairo?

  • Aku orang Islam Indonesia

    PDF

    Pengarang, Penulis : Mohammad Asyraf Shalah

  • PDF

    Sebagaimana saya ingin mengetahui hukum keharusan menutup kepala dan kedua tangan waktu shalat, apakah hal itu wajib? Terus bagaimana kondisiku secara khusus setelah saya jelaskan kepada anda? Apakah shalatku akan diterima kalau saya shalat tanpa menutup kepada dan kedua tangan? Sebagaimana saya ingin memberitahukan kepada anda hakekat tentang diri saya. Saya seringkali mendapatkan musibah dan problematika, oleh karena itu saya dapatkan dalam shalat sangat tenang. Ketika saya shalat dan berdoa kepada Allah melainkan saya dapatkan kelapangan dada dan harapan baru itu kembali lagi. Akan tetapi saya tidak tahu Bahasa Arab.apakah bacaan AL-Qur’an dengan Bahasa Inggris diberi pahala? Sebagaimana sebagian besar shalatku juga dengan Bahasa Inggris, apakah diterima? Saya masih dalam taraf belajar Bahasa Arab, dan dalam waktu dekat shalatku akan memakai Bahasa Arab semuanya. Saya mohon nasehat dan arahan, saya tidak mempunyai teman-teman Islam kecuali satu atau dua, keduanyanya kurang mumpuni tentang masalah agama. Dan saya tidak mendapatkan tempat yang terdekat dari saya hidup untuk belajar agamaku. Maka internet adalah sarana satu-satunya bagi diriku. Saya tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan ini yang anda berikan, sungguh saya telah banyak mengambil manfaatnya.

  • PDF

    Saya mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan salaf tentang beberapa masalah seperti hukum orang yang meninggalkan shalat atau menghukum bukan dengan hukum yang diturunkan oleh Allah. Apakah ini ikhtilaf yang mu’tabar? Siapakah orang-orang yang ikhtilaf (berbeda pendapat) tentang kedua hal ini di kalangan salaf ?

  • PDF

    Saya telah membaca terkait dengan fatwa di website anda ini khusus masalah ikhtilat (campur bawur laki-laki dan wanita). Saya berkeyakinan disana ada sebagian kontradiksi. Saya yakin ini adalah suatu kesalahan menurut keyakinanku. Sebagai contoh dalam fatwa no. 75945, anda sebutkan bahwa lelaki tidak diperbolehkan mengajar para wanita kecuali di belakang penutup. Kemudian anda sebutkan di fatwa no. 113431, bahwa para wanita diperbolehkan mengajar di Universitas yang bercampur bawur (ikhtilad) kalau kondisi sosialnya mengharuskan begitu. Sementara saya hidup di Maroko dimana ikhtilan merupakan fenomena diantara fenomena kesehari-harian. Baik diantara keluarga dan kerabat atau dengan orang-orang di jalanan. Tidak seorangpun yang mengingkari hal ini. Sampai para imam masjid mengatakan hal itu diperbolehkan. Tanpa penjelasan ketentuan ikhtilat ini, dan masalah ini saya tidak setuju dengannya pada semuanya. Sekarang pertanyaanku adalah disana ada sebagian orang mempertanyakan dan mengatakan bagaimana seseorang memungkinkan untuk menjaga hubungan kekeluargaan kalau tanpa adanya pertemuan diantara mereka dalam kondisi campur bawur? Mana yang dikedepankan, apakah menjaga hubungan kekeluargaan atau dalam ikhtilat (campur bawur)?. Benar mungkin kita menghindari ikhtilat ketika kita mengundang kerabat ke rumah kita, akan tetapi bagaimana kalau kita pergi ke rumah mereka? Hal itu tidak memungkinkan menjauhi ukhtilat pada kondisi seperti ini. Fitnah pasti akan ada, bagaimana kita mensikapinya? Apakah kita menolak undangan mereka? Dan siapa mereka secara pasti termasuk anggota keluarga yang harus dijaga hubungan dengannya? Apakah mereka anak-anak paman dari bapak dan ibu termasuk di dalamnya? Saya tidak tahu bagiamana seseorang memungkinkan menjauhi masalah terkait dengan ikhtilat, akan tetapi saya percaya bahwa kewajiban kita mencurahkan segenap tenaga untuk menjauhi hal itu. saya mohon arahan terkait dengan yang tadi (kami jelaskan) terima kasih.

  • MP3

    Pengaruh Tauhid Dalam Rasa Aman: Seminar yang disampaikan di Jami' Besar di kota Riyadh, Syaikh membahas tentang aman di dunia dan akhirat, dan sesungguhnya tauhid dan berlepas dari apa yang menyalahinya merupakan penyebab terbesar untuk mendapatkan rasa aman di dunia dan akhirat, dan menurut kadar tauhid seorang hamba ia mendapatkan rasa aman dan petunjuk.

  • PDF

    Pertanyaan yang dijawab oleh para ulama Lajnah Daimah yang berbunyi: “Apakah hukumnya di dalam Islam, apabila seseorang menikah dan hanya berlalu enam bulan, kemudian sang istri melahirkan seorang anak. Apakah anak tersebut benar-benar anak bapaknya atau tidak?.”

Halaman : 2 - Dari : 1
Tanggapan anda