Kategori ilmiyah

  • PDF

    Pengarang, Penulis : Majid Sulaiman Al-Rasi

    Buku yang sangat bermanfaat karya Syaikh Majid bin Sulaiman ar-Rassy, menjelaskan di dalamnya definisi ringkas terhadap al-Qur`an, kewajiban beriman dan membenarkan segala hal yang terhadap di dalamnya, serta mengamalkan hukum hukumnya.

  • PDF

    makalah ini membahas salah kesesatan Syi’ah, yaitu tuduhan terhadap tahrif al-Qur`an –sekalipun dibantah oleh para ulama Syi’ah kontemporer- namun lebih 30 ulama syi’ah kenamaan menegaskan tentang tahrif al-Qur`an. Hal itu persis sama seperti yang dituduhkan oleh beberapa orentalis yang melemparkan tuduhan itu. Hal itu membuktikan kesesatan, juga sikap taqiyah mereka.

  • PDF

    Al Hifdz Tarbawy Lil Quran wa Shinaatil Insan: merupakan kitab yang sangat bagus menjelaskan tentang negara islam pertama yang didirikan Rasulullah shalallahualaihi wasallam yang bisa dijadikan contoh bagi kaum muslimin dalam mendirikan negara idlam dimanapun mereka berada

  • PDF

    Apakah seseorang (mukmin) diberi pahala ketika mendengarkan Al-Qur’an tanpa memahami apa yang didengarkannya, perlu diketahui dia mendengakan dari Al-Qur’an. Atau dia tidak diberi pahala kecuali orang yang mengerti apa yang didengarkan? Saya mohon diberitahu dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang shoheh.

  • PDF

    Di surau khusus kampus kami, (sekelompok) orang melakukan perkumpulan duduk dan berdoa. Dimana AL-Qur’an dibagi ke beberapa orang yang hadir, dan masing-masing diantara mereka membaca juz pada waktu bersamaan. Sampai selesai bacaan mushaf secara sempurna. Kemudian mereka melakukan doa dengan tujuan tertentu seperti keberhasilan dalam ujian. Apakah cara seperti ini ada dalam agama? Tolong jawaban anda disertai dengan (dalil) dari Al-Qur’an, sunnah dan ijma’ para ulama’ salaf.

  • PDF

    Kami berkumpul setiap hari Ahad di akhir bulan bersama sejumlah kaum ibu berjumlah 30 orang atau lebih. Kemudian setiap orang secara sendiri-sendiri membaca dua atau tiga hizb Al-Quran hingga akhirnya kami dapat mengkhatamkan Al-Quran dalam tempo satu jam setengah atau dua jam. Ada yang berkata kepada kami bahwa insya Allah hal itu dihitung sebagai mengkhatamkan Al-Quran satu kali. Apakah ini benar? Setelah itu kami berdoa kepada Allah agar pahala yang kami baca tersebut disampaikan kepada seluruh kaum mukminin, baik yang masih hidup ataupun yang sudah wafat. Apakah pahala tersebut akan sampai kepada yang sudah wafat? Mereka berdalil dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, "Jika seorang manusia wafat, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal; Sadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakan." Begitu pula mereka melakukan perayaan maulid nabi dengan melakukan pengajian yang dimulai sejak jam sepuluh pagi dan berakhir hingga jam tiga sore. Mereka mulai dengan membaca istighfar, hamdalah, tasbih, takbir dan shalawat kepadan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam secara perlahan. Kemudian mereka membaca Al-Quran. Sebagian wanita ada yang berpuasa pada hari tersebut. Apakah mengkhususkan hari itu dengan beberapa ibadah termasuk bid’ah? Demikian pula, di masyarakat kami terdapat doa yang sangat panjang. Kita diminta untuk berdoa dengan doa tersebut pada penghujung malam bagi yang mampu. Namnya doa rabithah. Diawali dengan membaca shalawat nabi dan shalawat kepada seluruh nabi, isteri-isteri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, para shahabat, Khulafaurrasyidin, para tabi’in, para wali Allah yang shaleh dengan menyebutnya satu persatu. Benarkah bahwa dengan menyebutkan seluruh nama-nama tersebut membuat mereka akan mengenal kita dan akan memanggil kita di surga? Apakah doa tersebut bid’ah? Saya merasakan demikian, tapi teman-teman saya kebanyakan menentang saya. Akankah saya dihukum Allah jika saya keliru? Bagaimana saya dapat memahamkan mereka jika saya benar? Masalah ini sangat membuat saya gusar. Dan setiap saya ingat sabda Rasulullah shallallalhu alaihi wa sallam, ’Setiap perkara yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat’ semakin bertambah kesedihan saya.

  • PDF

    Saya mempunyai ibu yang tidak dapat membaca. Saya ingin banyak berbakti kepadanya. Makam apa yang saya baca dari Al-Qur’an, pahalanya saya jadikan untuknya. Ketika saya mendengar bahwa hal itu tidak dibolehkan, saya meninggalkan hal itu. Maka saya mulai bershadaqah dengan uang untuknya. Sementara beliau sekarang masih hidup. Apakah pahala shadaqah dari uang atau yang lainnya sampai kepadanya baik, beliau dalam kondisi hidup atau mati? Ataukah tidak ada yang sampai kecuali doa, dan tidak ada kecuali itu saja (doa). Sebagaimana dalam hadits: “Ketika seorang hamba meninggal dunia, amalannya terputus kecuali tiga, dan disebutkan, anak sholeh yang berdoa untuknya.” Dan apakah seseorang dikala dia memperbanyak doa untuk kedua orang tuanya dalam shalat atau lainnya baik berdiri atau duduk, dapat dijadikan dapat menjadi saksi bahwa dia adalah anak shaleh yang diharapkan kebaikannya di sisi Allah? Kami harapkan penjelasan, semoga Allah memberikan anda pahala yang berlimpah.

  • PDF

    Pertanyaan yang dijawab oleh Syaikh Shalih bin Abdullah al-Fauzan –hafizhahullah- yang berbunyi: “Kami sering mendengar dari teman-teman menggunakan ayat-ayat al-Qur`an untuk memberikan contoh seperti firman Allah swt: Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu (QS. Thaha:55). Apakah ini boleh atau tidak? Apabila boleh, dalam kondisi bagaimanakah boleh menyebutkannya dan mengulanginya? Semoga Allah swt membalas kebaikan untukmu.”

  • PDF

    Fatwa tentang: ((bagaimana hukumnya mengajar atau belajar al-Qur`an bagi yang berhalangan –haidh atau nifas?)).

  • PDF

    Sungguh generasi pendahulu kita dengan sadar telah menikmati sensasi ayat-ayat al-Quran dan sunah Nabi. Mereka mengamalkannya dalam praktek keseharian. Kehidupan di luar masjid tidak membuat mereka tidak menjalankannya. Mereka tidak memisahkan dan menjadikan aktivitas kehidupan amaliah (duniawi) sebagai satu sisi dan agama pada sisi yang lain, tetapi keduanya saling melengkapi. Mereka adalah generasi yang telah menaklukkan dunia. Al-Quran dan sunah mengalir dalam darah yang bercampur dengan daging dan lemak mereka. Risalah ini adalah petikan dari kisah-kisah generasi salafusoleh dalam berinteraksi dengan ayat-ayat al-Quran. Semoga dapat menjadi pelajaran.

  • PDF

    Lupa adalah bagian dari kehidupan manusia. Banyak sekali yang kita ingat dan kita hapal di masa sekarang, namun kita sudah lupa di lain waktu. Bagaimana kalau lupa terhadap hapalan al-Qur`an? Fatwa ini menjawab pertanyaan tersebut, juga nasehat bagi setiap muslim bagaimana seharusnya dalam menghapal al-Qur`an. Untuk lebih lengkap silahkan simak fatwa ini.

  • PDF

    Fatwa ini menjelaskan tentang hukum berkumpul membaca al-Qur`an dan memberikan jamuan kepada yang hadir setelah selesai membaca al-Qur`an. Juga menjelaskan tentang hukum membagi juz dan hizib dari al-Qur`an dan setiap orang membaca juz atau hizib yang ada di hadapannya. Apakah hal itu termasuk mengkhatamkan al-Qur`an? Silahkan simak fatwa ini.

  • PDF

    Fatwa ini menjelaskan tentang hukum orang yang berhadats bahwa ia boleh membaca al-Qur`an. Adapun menyentuh al-Qur`an, maka tidak boleh menyentuhnya kecuali suci dari hadats kecil atau besar. Itulah mazhab para Imam kaum muslimin. Wallahu A’lam.

  • PDF

    Cara Praktis Menghafal Al Qur an: Menjelaskan tentang cara mudah dan praktis dalam menghafal al quran serta cepat disamping juga menjelaskan tentang cara mengulang hafalan agar tidak mudah lupa dan hilang.

  • PDF

    Kedudukan Al-Qur’an di Hati Seorang Muslim: Berbicara tentang apa yang dirasakan para shahabat Rasulullah SAW. dan pandangan mereka tentang Al-Qur’an sehingga Al-Qura’n mendapatkan kedudukan yang mulia di hati mereka yang isinya sangat membekas dalam sanubari mereka sehingga menjadi motivasi dalam amal-amal mereka.

Tanggapan anda