Kategori ilmiyah

  • video-shot

    MP4

    Penceramah : Dadai Hidayat. Lc Editor : Mohammad Syaifandi

    hal-hal yang bermanfaat bagi seseorang dari orang yang masih hidup setelah ia tiada

  • video-shot

    MP4

    Penceramah : Mohammad Syaifandi Editor : Dadai Hidayat. Lc

    Tiga perkara amal yang mengalir saat manusia sudah tiada

  • MP3

    Penceramah : Dadai Hidayat. Lc

    Tentang bagaimana mayit bisa mendapatkan manfaat dari orang yang masih hidup

  • PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang: apa yang dilakukan seseorang yang menderita penyakit yang dikhawatirkan, hukum berobat, hukum mengharapkan kematian, sifat bersiap siap untuk mati, hukum mentalqin mayit, dan berbagai masalah penting lainnya yang terkait kematian.

  • PDF

    Pengarang, Penulis : Muhammad Ahmad Al-Qurthubi

    Sebuah kitab tentang mengingatkan mati, kondisi orang mati, surga neraka, fitnah dan yang lainnya.

  • LINK

    Penceramah : Nabil bin Ali al-Audhi

    Ceramah ini menjelaskan bahwa kematian adalah tamu yang datang tanpa diundang, maka ruh engkau diambil tanpa ridhamu. Anak kecil, orang tua, yang kuat dan lemah, yang kaya dan fakir, semuanya takut darinya. Kaum salaf takut darinya dan generasi selanjutnya tidak mengambil pelajaran.

  • PDF

    Kematian adalah sebuah kepastian, setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mendatangi pintu kematian, akan tetapi, tiap orang akan mengalami kematiannya berbeda-beda selaras dengan amalannya. Maka dalam risalah ini digambarkan beberapa contoh orang yang sedang sakaratul maut sehingg mampu memompa semangat kita untuk terus beramal sholeh…..

  • PDF

    Kami berkumpul setiap hari Ahad di akhir bulan bersama sejumlah kaum ibu berjumlah 30 orang atau lebih. Kemudian setiap orang secara sendiri-sendiri membaca dua atau tiga hizb Al-Quran hingga akhirnya kami dapat mengkhatamkan Al-Quran dalam tempo satu jam setengah atau dua jam. Ada yang berkata kepada kami bahwa insya Allah hal itu dihitung sebagai mengkhatamkan Al-Quran satu kali. Apakah ini benar? Setelah itu kami berdoa kepada Allah agar pahala yang kami baca tersebut disampaikan kepada seluruh kaum mukminin, baik yang masih hidup ataupun yang sudah wafat. Apakah pahala tersebut akan sampai kepada yang sudah wafat? Mereka berdalil dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, "Jika seorang manusia wafat, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal; Sadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakan." Begitu pula mereka melakukan perayaan maulid nabi dengan melakukan pengajian yang dimulai sejak jam sepuluh pagi dan berakhir hingga jam tiga sore. Mereka mulai dengan membaca istighfar, hamdalah, tasbih, takbir dan shalawat kepadan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam secara perlahan. Kemudian mereka membaca Al-Quran. Sebagian wanita ada yang berpuasa pada hari tersebut. Apakah mengkhususkan hari itu dengan beberapa ibadah termasuk bid’ah? Demikian pula, di masyarakat kami terdapat doa yang sangat panjang. Kita diminta untuk berdoa dengan doa tersebut pada penghujung malam bagi yang mampu. Namnya doa rabithah. Diawali dengan membaca shalawat nabi dan shalawat kepada seluruh nabi, isteri-isteri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, para shahabat, Khulafaurrasyidin, para tabi’in, para wali Allah yang shaleh dengan menyebutnya satu persatu. Benarkah bahwa dengan menyebutkan seluruh nama-nama tersebut membuat mereka akan mengenal kita dan akan memanggil kita di surga? Apakah doa tersebut bid’ah? Saya merasakan demikian, tapi teman-teman saya kebanyakan menentang saya. Akankah saya dihukum Allah jika saya keliru? Bagaimana saya dapat memahamkan mereka jika saya benar? Masalah ini sangat membuat saya gusar. Dan setiap saya ingat sabda Rasulullah shallallalhu alaihi wa sallam, ’Setiap perkara yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat’ semakin bertambah kesedihan saya.

  • PDF

    Fatwa ini menjelaskan bahwa menyampaikan pahala kepada mayit tidak boleh kecuali yang ditetapkan dalam syara’, seperti doa, sedekah, haji dan umrah, korban dan puasa. Adapun menyampaikan pahala membaca al-Quran kepada mayit, maka termasuk bid’ah yang dilarang.

  • PDF

    Hadits ini menjelaskan tentang kesetiaan amal dalam menyertai manusia baik pada saat di dunia, di dalam kubur, dibangkitan di padang mahsyar, di shirat, di surga atau neraka. Sementara harta dan keluarga hanya mengantar sampai di kubur semata.

  • PDF

    Tidak boleh mengatakan untuk jenazah al-maghfur lah (yang diampuni) atau almarhum (yang dirahmati) karena ungkapan ini bersifat ta’yin (memastikan). Yang disyari’atkan adalah dalam bentuk do’a seperti rahimahullah (semoga Allah memberi rahmat kepadanya) dan semisalnya.

  • PDF

    Jawaban Syaikh Muhammad al-Utsaimin tentang: (( Bolehkah kita mengatakan ia mati syahid kepada seseorang yang terbunuh dalam peperangan,?)).

  • PDF

    Membacakan Al-Qur’an untuk si mayit atau menghadiakan pahala membaca Al-Qur’an kepadanya, adalah kategori amalan yang tidak memiliki dasar. Tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa Nabi SAW dan para sahabatnya melakukan hal itu. Adapun bersedekah atas nama si mayit atau mendoakannya adalah bermanfaat dan pahala akan sampai kepadanya.

  • PDF

    Pengarang, Penulis : Khalid Bin Abdurrahman As Syai’ Pengarang, Penulis : Sulthan Fahd Al-Rasyid Terjemah : Dhahir Ahmad Abdul Ahad Editor : Musytaq Ahmad Karimi

Tanggapan anda