Kategori ilmiyah

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan: definisi hajb, sisi sisi 'ashabah, kondisi para ahli waris, bagian bagian hajb, kaidah kaidah penghalang dalam warisan karena keberadaan seseorang.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan sebagian kaidah dalam warisan yang mesti diketahui.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan hukum warisan muslim dari orang kafir, hukum warisan beberapa penganut agama, warisan orang yang tidak dikenal bapaknya.

  • Arab

    PDF

    Makalah mencakup penjelasan hukum hukum warisan orang yang membunuh.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan kondosi orang yang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan dan semisalnya.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang definisi orang yang hilang, hukum hukumnya dan kondisinya.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang sifat warisan seseorang yang mempunyai dua kelamin, tanda tanda untuk mengenal perkara orang yang banci.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang: Kapan anak dalam kandungan berhak mewaris, orang yang meninggalkan ahli waris yang di antaranya adalah anak dalam kandungan, maka untuk mereka dua kondisi.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang: definisi karib kerabat, syarat syarat warisan karib kerabat, tata cara memberikan warisan kepada karib kerabat.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang definisi radd, sebab radd, syarat syarat radd.

  • Arab

    Aul

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang: definisi 'aul, pengaruh 'aul terhadap para ahli waris, pembagian asal asal masalah dari sisi 'aul, kesudahan 'aul asal asal.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang: definisi harta peninggalan, jalan jalan pembagian harta peninggalan, hukum memberikan kepada orang yang menghadiri pembagian, bagian bagian masalah ahli waris.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang: definisi menentukan dasar/asal, masalah masalah ahli waris ada tiga kondisi, penjelasan asal asal masalah

  • Arab

    PDF

    Makalah menjelaskan tentang: definisi 'ashabah, bagian bagiannya, 'ashabah dengan dirinya sendiri, sisi 'ashabat, ashabah dengan orang lain, 'ashabah bersama orang lain.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang jumlah ahli waris dengan bagian tertentu yaitu sebelum orang, yaitu: suami, istri, ibu, bapak, kakek, nenek, anak perempuan, cucu perempuan dari anak laki laki, saudari kandung, saudari sebapak, saudara saudara seibu.

  • Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang urgensi ilmu Faraidh (pembagian warisan),, kondisi manusia, definisi ilmu faraidh, hak hak yang terkait harta peninggalan, rukun rukun warisan, dan lain lain.

  • Indonesia

    PDF

    Ibuku meninggal dunia pada tahun lalu, kami tidak dapat membagi harta warisan, karena semuanya dibawah kendali ayahku. Akan tetapi ayahku juga meninggal dunia pada tanggal enam Dzulhijjah. Kami tiga saudara perempuan dan satu saudara laki-laki. Dahulu ibuku memerintahkan agar kami para wanita diberi semua perhiasan peninggalan beliau. Sementara saudara laki-lakinya mengambil rumah. Sehingga semua harta warisan telah terbagikan dengan sama (menurut pendapat ibu). Kami tidak mengetahui apa yang seharusnya kami lakukan, apakah harta warisan dibagi sesuai dengan agama atau sesuai dengan keinginan orang tuaku? Saya mohon penjelasannya dan terima kasih.

  • Indonesia

    PDF

    Kalau bagian seperenam dari kalalah (pewaris yang tidak punya ayah dan anak) diberikan untuk saudara laki-laki atau saudara perempuan, bagaimana halnya dengan sisa bagian dari kalalah.

  • Indonesia

    PDF

    Aku menyaksikan dialog antara dua orang ulama. Dialog tersebut menimbulkan pertanyaan dalam jiwaku, lalu aku berusaha keras mencari jawabannya. Setelah berusaha mencari, aku mendapatkan jawabannya di situs anda. Ternyata jawabannya sesuai sekali dengan pertanyaanku. Aku telah mendapatkan jawaban berikut di situs anda; Anda telah sebutkan dalam fatwa anda bahwa saudara perempuan sekandung mendapatkan setengah warisan. Lalu anda berdalil dengan surat An-Nisa ayat 176, kemudian bagian isteri seperempat, lalu anda sebutkan bahwa saudara laki dan perempuan yang tidak sekandung mendapatkan sisanya, yaitu seperempat dan dibagi di antara mereka dengan standar bahwa bagian laki-laki dua kali lipat dari bagian perempuan. Dalam ayat 176 tersebut, hanya disebutkan (وله أخت), dia memiliki saudara perempuan, tidak dibatasi apakah sekandung atau tidak. Apakah dalilnya yang membedakan antara sekandung dan tidak? Mohon penjalasannya. Jazaakumullah khairan.

  • Indonesia

    PDF

    Kakekku telah meninggal dunia sejak lama dan meninggalkan beberapa gedung. Ayahku adalah anak laki-laki satu-satunya dan mempunyai empat saudara perempuan, salah satu saja dari mereka yang telah menikah. Setelah kematian kakekku ayahku belum membagi sebagaimana yang diajarkan oleh agama, akan tetapi beliau mengeluarkan harta untuk menikahkan saudari-saudarinya. Ayahku juga telah membangunkan rumah untuknya, dan untuk saudarinya yang belum menikah. Agar ayahku dapat membangun rumah, maka beliu menjual semua gedung yang diwariskan dari kakekku. Setelah itu beliau sakit terbaring hingga meninggal dunia. Sekarang kami ada empat anak perempuan dari ayahku. Sementara kami telah menjual rumah dan membeli (rumah) lain di kota lain. Yang menggangguku sekarang adalah kekhawatiran bahwa ayahku akan dibalas terhadap prilaku terhadap harta ayahnya karena beliau tidak membaginya sebagaimana perintah Allah Ta’ala antara beliau dan saudara-saudara perempuannya. Apa yang harus saya lakukan sekarang. Apakah kami jual rumah kami dan kami berikan kepada salah seorang saudara perempuan ayah kami? Perlu anda ketahui bahwa tiga dari kami sekarang telah menikah di rumah ini yang kami belinya. Sementara ibuku hidup bersama saudariku yang belum menikah juga. Saya mohon balasan untuk saya, apa yang selayaknya saya lakukan agar ayahku tidak dihukum terhadap apa yang telah dilakukannya.

Halaman : 2 - Dari : 1
Tanggapan anda