Kategori ilmiyah

  • Riba Arab

    PDF

    Makalah ini menjelaskan tentang hukum riba, hukuman riba, bagian bagian riba, hikmah disyari'atkan jual beli, hukum riba fadhl, dan berbagai masalah penting lainnya yang terkait riba.

  • Memakan Harta Riba Indonesia

    PDF

    Perkembangan dunia ekonomi begitu pesat, sehingga memaksa muslim untuk lebih berhati-hati untuk memilih bisnis yang halal. Apalagi bila ditilik muamalah riba yang begitu beragam, mulai dari lissing, bank harian, dan seabrek praktek riba yang marak dimasyarakat dewasa ini. sekali lagi memerlukan ketelitian dalam muamalah dalam masalah ini.

  • PDF

    Saya bekerja di perusahan swasta. Karena pekerjaanku ini mengharuskan diriku terkadang membuat garansi dari bank (saya melakukan di Banki Rajihi terkadang di Bank Nasional) dan itu merupakan salah satu persyaratan ketika mengajukan bantuan dari pemerintah. Pertanyaanku apakah melakukan garansi bank diperbolehkan atau tidak?

  • PDF

    Seseorang menggadaikan rumahnya untuk mendapatkan hutang dengan cara riba. Ketika jatuh tempo yang telah di sepakati, pemilik rumah tidak mempu membayar hutang. Sehingga kantor riba menjual lewat pemerintah dengan cara lelang terbuka. Karena rumah tersebut berhadapan dengan masjid, maka sebagian dermawan berkeinginan untuk membelinya dari pembeli yang membeli lewat lelang terbuka agar dapat dimasukkan dengan pelataran masjid. Pertanyaannya: 1. Apa hukum gadai untuk mendapatkan hutang riba? 2. Apa hukum membeli rumah yang dijual tanpa keinginan pemiliknya karena tidak mempu melunasi hutang riba? 3. Apakah pembelian semacam ini termasuk pembelian secara paksa? 4. Apa hukum membeli rumah ini dari pembeli kedua, padahal dia tahu kejadian penjualan dan memasukkannya ke dalam pelataran masjid?

  • PDF

    Saya punya teman umurnya 43 tahun, bersuami dan mempunyai 3 anak. Bekerja di Bank riba selama 20 tahun. Pada tahun terakhir –alhamdulillah- Allah memberikan hidayah kepadanya dengan merasa penerimaan penuh bahwa pekerjaannya ini diharamkan agama. Karena di dalamnya berinteraksi dengan riba. Serta membantu menyebarkannya. Kemudian dia telah mengambil keputusan untuk meninggallkan (pekerjaannya). Akan tetapi urusannya tidak semudah yang disangka. Ada perlawanan kuat dari keluarganya, penolakan pertama dari suaminya. Berusaha dengan keras untuk melarangnya sampai masalah dengan ancaman cerai kalau dia tetap bersikeras pada sikapnya. Dia tidak menginginkan meninggalkan pekerjaannya. Karena dia memberikan saham –sekitar- separuh dari gajinya untuk keperluan rumah tangga. Yang menambah penolaknnya –dalam prespektifnya- bahwa dia berdalih bahwa pekerjaannya dapat kesempatan asuransi kesehatan yang tidak memungkinkan di dapatkan disela-sela pekerjaannya (bekerja selama 15 tahun dengan akad setiap tahun diperbaharui. Dia memberitahukan bahwa mungkin (suaminya) akan menerimanya karena dia akan mendapatkan hasilnya, dan Allah yang akan memberikan asuransi karena segala sesuatu ada di TanganNa. Akan tetapi tidak ada faedahnya. Disisi lain, orng tuanya menambah masalah dengan memberikan pilihan antara keredoan dan kemarahannya kalau meninggalkan pekerjaan. Dia berkata kepadanya, ‘Anda memungkinkan untuk meninggalkan pekerjaan tapi dengan syarat, sebelumnya anda mendapatkan pekerjaan lain. Kami lihat ini adalah syarat yang dapat melemahkan. Dikarenakan dua sebab. Pertama,problematika masalah umur, karena umurnya sudah 43 tahun. Kedua, maraknya masalah pengangguran di Negara kami. Dimana disana sangat sulit mendapatkan pekerjaan lain. Sebagaimana dia melakukan negosiasi kepada saudaranya agar tidak membantunya dari sisi materi atau maknawi. Perlu diketahui bahwa keluarganya termasuk komitmen dengan ajaran Islam. Akan tetapi pekerjaan dia yang menjadi titik permasalahan. Dia sekarang kebingungan, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suaminya memberitahukan bahwa Allah subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan istri taat kepada suaminya. Dan ini adalah termasuk keinginan terbesar yang diraihnya dari apapun juga. Dan orang tuanya yang mengancam kalau tidak mentaatinya, dia akan marah di dunia dan akhirat. Padahal berbakti kepada kedua orang tua merupakan prilaku yang dia ingin lakukan dari segala. Dan dia harus menjaga pekerjaannya karena itu termasuk masa depannya. Kalau ditinggalkan mungkin akan lewat kondisi sulit ini. Kami mohon nasehat, dan memberikan jalan yang benar serta mohon penjelasan dari perkataan suami serta ayahandanya dari anda.

  • PDF

    Yo tomé un préstamo de un banco durante circunstancias difíciles, porque quería preparar un departamento para casarme. No hubo nada lujoso en este departamento en absoluto, es un departamento muy simple. Yo soy un profesor y mi salario es transferido al banco, y me deducen una suma de dinero de él cada mes durante cinco años, hasta que termine de pagar el préstamo. Han pasado dos años y medio, y he decidido ir al banco y detener este préstamo, porque siento que algo que me está sucediendo es causado por este préstamo. Pero encontré que el monto que yo debía pagar es más de lo que puedo afrontar. Además de eso, quise hacer la peregrinación menor (‘umrah) este año con mi familia. ¿Es permisible que viaje a realizar la ‘umrah, con la esperanza de que Allah alivie a mi hijo enfermo y entonces pueda volver a detener este préstamo el próximo Noviembre, si Dios quiere, o qué debería hacer?

  • PDF

    Aku mengajukan hutang kepada salah satu bank sejak 6 tahun lalu. Dan aku tidak mengetahui hukum riba saat itu. Lalu aku mendapatkan hutang tersebut dan sedikit demi sedikit aku membayarnya dengan mencicil. Kemudian setelah itu, aku telah menerima uang hutang secara lengkap ditambah bunga yang berkembang. Lalu aku safar ke luar negeri, membeli rumah dan menikah. Sejak saat itu, aku tidak membayar cicilanku. Sekarang, setelah aku mengetahui bahwa hal itu haram, aku siap mengembalikan harta tersebut ke bank, akan tetapi aku takut akan diinterogasi karena kepergian aku selama enam tahun. Boleh jadi aku akan dipenjara karena itu. Apakah boleh aku mengeluarkan harta tersebut dengan jalan memberikannya kepada kaum fakir atau orang membutuhkan sebagai ganti dari mengembalikannya ke bank?

  • PDF

    Saya tahu bahwa bungn bank itu haram dan harus dikeluarkan seperti shodaqah. Oleh karena itu, kalau disana ada bunga bank di rekeningku, apakah harus saya tarik bunga ini dari rekening bank atau saya diperbolehkan mengeluarkan nilai yang sama dari uang cash yang ada pada diriku?

  • PDF

    Dahulu dua tahun yang lalu, saya pernah membeli flat lewat bank riba. Saya bayar 500 dinar urdun, sisanya dibayar oleh Bank. Harga flat 27.000 dinar, telah disepakati pembayarannya secara kridit bulanan selama 92 bulan, nilai satu kridit 208 dinar urdun. Sekarang saya ingin lepas dari Bank dan bertaubat kepada Allah. Perlu diketahui bahwa kridit yang terbayarkan sebanyak 13.000 dinar urdun. Apa solusi terbaik agar terlepas dari dosa ini? Perlu diketahi bahwa saya tidak memiliki sisa harga flat ini, dan harga flat di Urdun berlipat ganda pada masa sekarang, yakni kalau sekiranya saya tawarkan flat untuk dijual, maka akan terjual berliapat ganda.

  • PDF

    Saat ini begitu banyak jeratan-jeratan riba dalam berbagai muamalah, baik dalam perdagangan, bisnis, bahkan dalam beribadah. Dalam pembahasan kali ini dibahas hal-hal yang di tempuh agar tidak terjerat riba, yang mana riba sangat membahayakan bagi ummat, yang mampu menyeret para pelakunya ke neraka.

  • PDF

    Makalah yang menjelaskan tentang praktek riba yang telah menggurita di tengah masyarakat kaum muslimin seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi perekonomian kita, lalu menyebutkan tentang hukum riba dalam islam dan hukuman bagi pelaku riba di akhirat kelak.

  • PDF

    Makalah yang berbicara tentang hakikat riba dan hukumnya serta bahayanya. Dipaparkan pula contoh-contoh praktek riba dalam kehidupan seperti transaksi perbankan dan asuransi…

  • PDF

    Pertanyaan: Saya memiliki pertokoan di jalan Hijaz, dan bank Wathani (bank nasional) ingin menyewanya, di mana bank ini termasuk bank yang melakukan transaksi ribawi. Bolehkah saya menyewakannya kepada bank ini dan sejenisnya yang melakukan transaksi ribawi? Berilah fatwa kepada saya, semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla member pahala kepadamu.

  • PDF

    Pertanyaan yang dijawaboleh para ulama Lajnah Daimahyang berbunyi: Apakah hukumnya bekerja di bank-bank konvensional?

  • PDF

    Pertanyaan yang di jawaboleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – rahimahu allah - yang berbunyi: Bolehkah bekerja di perusahaan ribawi seperti sopir atau securite?

  • PDF

    Pertanyaan yang dijawab oleh para ulama Lajnah Daimahyang berbunyi: Apakah hukum gaji yang diterima pegawai bank?

  • PDF

    Riba termasuk dosa besar yang menyebabkan laknat Allah bagi pemakannya, penulisnya, dan kedua orang saksinya. Riba memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling rendah adalah sama seperti sesesorang menyetubuhi ibunya sendiri. Pelaku riba akan mendapat siksa di dalam kubur dan diakherat kelak.

  • PDF

    Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, serta memberikan ancaman berat bagi siapapun yang terlibat transaksi ribawi. Salah problem kontemporer yang terjadi di mana-mana adalah transaksi ribawi di bank-bank konvensional. Banyak fatwa-fatwa tanpa dasar-dasar dari al-Qur`an dan sunnah tentang hal itu. Nah, fatwa ini membahas tuntas tentang hal itu dengan tegas dan lugas berdasarkan al-Qur`an dan sunnah. Semoga kita semua terhindar dari transaksi ribawi yang dimurkai Allah.

  • PDF

    Allah SWT memberikan harta kekayaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Apabila harta itu sampai kepada seseorang dengan cara yang salah (dilarang) maka ia menjadi harta yang haram. Bila dengan cara yang benar maka ia menjadi halal. Namun bagaimanakah caranya berlepas diri dari harta yang haram? Seperti mendapat bunga dari bank konvensional, bagaimanakah cara supaya terlepas dari harta ribawi tersebut? Fatwa menjawab pertanyaan tentang hal itu, semua anda bisa menyimaknya.

  • PDF

    Sunnatullah bagi umat manusia di muka bumi ini adalah bekerja di berbagai sektor usaha untuk mencukupi kehidupun sehari-hari untuk dirinya dan keluarganya. Namun bagaimana hukumnya bila tempat bekerja itu melakukan transaksi yang dilarang di dalam Islam, seperti bank-bank konvensional? Bagaimana hukumnya bekerja di bank-bank tersebut? Nah, fatwa ini menjelaskan tentang hal itu dengan jelas. Semoga bermanfaat bagi anda.

Halaman : 2 - Dari : 1
Tanggapan anda