Kategori ilmiyah

  • PDF

    Makalah ini menyajikan beberapa bid’ah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan manusia dalam bulan Ramadhan.

  • PDF

    Pengarang, Penulis : Shaleh Al-Fauzan Terjemah : Zezen Zainal Mursalin Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

    kitab yang menjelaskan tentang hakikat bid’ah dan sebab-sebab munculnya serta sikap ahlussunnah wal jamaah dalam menghadapi mereka sebagaimana dijelaskan pula metode ilmiah dalam membantah argumen-argumen mereka.

  • PDF

    Makalah ini membahas tentang jenis-jenis bid’ah dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Lalu pembahasan dilanjutkan dengan membahas kondisi para pelaku bid’ah serta bagaimana sikap kita terhadap para pelaku bid’ah, kapan mereka tidak disapa karena bid’ah dan maksiatnya. Kemudian, penulis menyebutkan sikap dan tindakan yang dilakukan para salaf, dari kalangan sahabat dan sesudah mereka dalam memperlakukan para pelaku bid’ah. Makalah diakhiri dengan pembahasan tentang bagaimana dan kapan kita boleh berdialog dengan para pelaku bid’ah.

  • PDF

    menjelaskan dalam makalah ini dengan panjang lebar tentang pengertian bid’ah secara etimologi (bahasa) dan terminologi (istilah). Kemudian memaparkan tentang bahaya bid’ah dan celaan bagi pelakunya bersumber dari al-Qur`an, sunnah, dan ucapan para salafus shalih….

  • PDF

    Akhir-akhir ini saya mengetahui bahwa disana ada sebagian orang melaksanakan shalat sunnah selain yang dilakukan pada siang dan malam. Diatara hal itu adalah sepuluh malam akhir Ramadhan, malam lailatul qaar, malam isra’ dan mi’roj dan waktu maulid Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Dimana dalam shalat di dalamnya dibaca surat Ikhlas sekali, dan surat lainnya yang dibaca setelah surat Al-Fatihah sebanyak 100 sekali

  • PDF

    Saya tinggal di Dubai. Di sekitar tempat saya banyak terdapat orang-orang syiah. Mereka selalu mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan pada hari kesembilan dan kesepuluh di bulan Muharram adalah sebagai tanda kecintaan mereka terhadap Al-Husain, dan perbuatan tersebut tidak mengapa. Hal itu seperti ucapan Ya’qub { يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيم.ٌ قَالُواْ تَالله تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ . قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ} ( سورة يوسف: 84-8) Dan Ya’qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena Kesedihan dan Dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).Mereka berkata: "Demi Allah, Senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau Termasuk orang-orang yang binasa". Ya’qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya." (QS. Yusuf: 84-86) Saya berharap jawabannya, khususnya apakah boleh memukul-mukul dada atau tidak?

  • PDF

    Mohon diperhatikan masalahi ini. Terjadi perdebatan antara mereka yang mengatakan bahwa perayaan maulid Nabi merupakan bid’ah dengan mereka yang mengatakan bahwa perkara tersebut adalah bid’ah. Mereka yang mengatakan bahwa merayakan maulid nabi adalah bid’ah, beralasan bahwa hal tersebut tidak terlaksana pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tidak juga dilakukan pada masa shahabat atau salah seorang tabi’in. Sedangkan kelompok lain menjawab dengan berkata, ’Siapa bilang bahwa semua yang kita lakukan sekarang harus terdapat pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam, atau pada masa shahabat dan tabi’in. Misalnya, sekarang kita mengenal apa yang dikenal ’Ilmu Ar-Rijal’ dan ’ Al-Jarh wa Ta’dil (ilmu untuk mengenal kapasitas seorang perawi dalam ilmu hadits) dan lainnya. Tidak ada seorang pun yang mengingkari hal tersebut. Oleh karena itu, prinsip dalam pengingkaran masalah ini adalah apabila perkara bid’ah tersebut telah bertentangan dengan pokok (agama). Adapun merayakan maulid, pokok agama mana yang telah dilanggar? Dan masih banyak lagi perbedaan pandangan seputar masalah ini. Merekapun beralasan bahwa Ibnu Katsir rahimahullah menyetujui pelaksanaan maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Apa hukum yang lebih kuat dalam masalah ini berdasarkan dalil?

  • PDF

    Aku ingin mengetahui sejauh mana disyariatkannya cara shalawat ini. Yaitu setiap orang memberi tugas beberapa kenalannya dengan jumlah tertentu untuk membaca shalawat nabi. Kemudian jumlah yang dia kumpulkan dari teman-temannya, kerabatnya dan kenalannya dicatat dalam sebuah laporan. Misalnya; Salah seorang pelajar mendatangi sebuah kampung dan mengetuk pintu setiap rumah. Dia meminta setiap keluarga untuk bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam sejumlah 100 kali atau lebih. Lalu dia berkata, "Aku akan kembali kepada kalian minggu depan untuk mengetahui sampai dimana bacaan shalawat kalian." Di antara mereka ada yang mencapai angka 1000 dan ada yang lebih. Demikianlah anak tersebut akhirnya dapat mengumpulkan sekitar sejuta setengah shalawat. Sementara yang lainnya, di sekolahnya menugaskan setiap murid membaca 500 shalawat. Akhirnya dia berhasil mengumpulkan 3 juta shalawat. Andapun dapat berpartisipasi dengan menulis masalah ini di milist yang anda ikuti, lalu mengumpulkan shalawat dari para anggota milist tersebut. Mohon penjelasannya.

  • PDF

    Apa hukumnya orang yang selalu melakukan khataman Alquran setiap tahunnya saat merayakan maulid Nabi lalu memberikan makanan kepada kaum fakir miskin.

  • PDF

    Apakah shalat raghaib itu sunnah dan dianjurkan menunaikannya?

  • SHALAWAT NARIYAH Indonesia

    PDF

    "Allahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman alaa sayyidini Muhammadin allazi tanhallu bihil uqad, wa tatafarraju bihil kurab, wa tuqdha bihil hawaaij, wa tunaalu bihirraghaaib, wa husna khawatim wa yustasqal ghamamu biwajhihil karim wa alaa aalihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafsin." (Ya Allah, semoga shalawat dan salam yang sempurna terlimpah kepada Sayyidina Muhammad yang dengannya kesulitan akan terurai, bencana akan hilang, kebutuhan akan terpenuhi, keinginan akan tercapai, akan mendapat akhir yang baik, awan diharapkan menurunkan hujan, dengan wajahnya yang mulia. Juga shalawat untuk keluarganya dan para shahabatnya dalam setiap desah dan nafas." Apa yang disebutkan di atas dikenal sebagai shalawat Nariyah. Di India, dibaca sebanyak 4444 kali apabila sedang terjadi bencana. Di baca di salah satu rumah dengan mendatangkan sejumlah santri dan kepala sekolahnya. 1- Apa makna kalimat di atas? 2- Orang-orang berkata, jika kalimat kalimat ini tidak mengandung syirik, maka tidak mengapa terus membacanya, karena tidak berbahaya dan dia termasuk zikir yang dapat mengingatkan kepada Allah dan dengannya kita dapat menambahkan doa untuk mendekatkan diri kepada Allah serta menjauhkan kita dari berbagai bencana. 3- Apa hukum membaca maulid, apakah ada problem jika dibaca secara rutin oleh siswa sekolah atau imam masjid?

  • PDF

    Apa kedudukan hari ketiga belas, dua puluh satu, dua puluh dua dan dua puluh tujuh di bulan Rajab?

  • PDF

    Pertanyaan yang dijawab oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah yang berbunyi: Apakah hukumnya orang yang ziarah kubur, kemudian membaca surah al-Fatihah, terutama kepada kubur para wali –sebagaimana yang mereka namakan di sebagian negara arab? Sekalipun sebagian mereka berkata: Saya tidak ingin berbuat syirik akan tetapi bila saya tidak ziarah, wali ini datang kepada saya di dalam tidur dan berkata kepada saya: Kenapa engkau tidak ziarah kepadaku? Apakah hukumnya, semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla memberi balasan kebaikan kepadamu?

  • PDF

    Bid’ah adalah segala perkara baru dalam syara’ yang tidak ada dasarnya. Dia akan tertolak, karena kesesatan yang dibalas dengan neraka. Suatu hal dikatakan bid’ah apabila melanggar syara’ dalam enam perkara: Sebab, jenis, ukuran, cara, masa dan tempat.

  • MP3

    Ceramah yang disampaikan oleh Ust. Zainal Abidin Lc. menjelaskan tentang beberapa amalan bid’ah yang sering dilaksanakan oleh sebagian kaum muslimin dibulan rajab dan sya’ban serta anjuran untuk berpegang dengan amalan-amalan yang disyari’atkan berdasarkan dalil-dalil yang shahih dari al qur’an dan sunnah.

  • PDF

    Tidak diragukan bahwa para sahabat adalah orang yang paling mencintai Rasulullah ( Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ), paling peduli dalam meneladaninya dan paling mengetahui sunah Nabi ( Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ). Mereka diridoi Allah atas kepedulian dan kecintaan mereka yang sangat kepada Rasulullah ( Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ). Tidak ada berita sama sekali bahwa salah seorang dari mereka merayakan hari kelahiran Nabi ( Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ), demikian pula tiga kurun pertama. Tidak terekam satupun berita yang tertulis di dalam kitab sejarah akan adanya perayaan itu pada kurun tersebut.

  • PDF

    Fatwa ini menjelaskan bahwa alat tasbih bukan termasuk bid’ah, karena ia hanya merupakan sarana bukan tujuan dalam ibadah. Namun yang utama adalah bertasbih dengan jari tangan kanannya, karena itulah yang merupakan petunjuk Nabi saw.

  • PDF

    Kesedihan dan ratapan di hari Asyuro dengan menjerit-jerit, menangis, tidak berdandan, tidak makan daging, tidak mengadakan perayaan dan pesta, tidak berakad nikah, istri tidak boleh berhubungan dengan suami, memperbanyak memukul wajah dan dada, mencabik pakaian dll semunya menjadi pemandangan di sebagian negara yang warganya mengaku muslim. Dan pada saat yang sama, sebagian lagi menjadikan hari Asyuro sebagai moment kebahagiaan dan kegembiraan; mereka bercelak, mengecat (mencutek) kuku, melebihkan uang belanja keluarga, memasak masakan diluar kebiasaan dll. Sejauhmanakah kebenaran amalan-amalan tersebut, jawabannya akan dijelaskan dalam risalah singkat ini ….

  • PDF

    Fatwa ini merupakan bantahan terhadap pernyataan bahwa agama terbagi kepada isi dan kulit, karena dalam agama tidak ada yang dinamakan kulit yang tidak berguna.

  • PDF

    Ini adalah makalah islam yang menjelaskan bahwa hukum dasar ibadah adalah haram kecuali ada dalil syar’i yang menunjukanya, ada dua syarat diterimanya amalan, definisi bid’ah dan bentuk-bentuknya, penegasan bahwa semuanya adalah sesat, ditutup dengan beberapa contoh bid’ah yang dianggap orang-orang sebagai kebaikan dan perintah agar mewaspadainya.

Halaman : 2 - Dari : 1
Tanggapan anda