Hukum Membeli Kembali Hadiah Yang Diberikannya

Keterangan

Pertanyaan yang dijawab oleh para ulama Lanjah Daimah yang berbunyi: “Seseorang member hadiah sebuah mobil kepada saudaranya. Lalu sipenerima hadiah ingin menjual mobil tersebut. Bolehkah bagi sipemberi hadiah membeli mobil tersebut?”.

Download
Kirim komentar untuk Webmaster

Deskripsi terperinci

    Hukum Membeli Kembali Hadiah Yang Diberikannya

    Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa

    Terjemah: Muhammad Iqbal A. Gazali

    Editor : EkoHaryanto Abu Ziyad

    2011 - 1433

    ﴿حكم شراء المُهدِي الهدية من المُهدَى له﴾

    « باللغة الإندونيسية »

    اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

    ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي

    مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو

    2011 - 1433

    Hukum Membeli Kembali Hadiah Yang Diberikannya

    Pertanyaan: Seseorang memberi hadiah sebuah mobil kepada saudaranya, Lalu si penerima hadiah ingin menjual mobil tersebut. Bolehkah bagi si pemberi hadiah membeli mobil tersebut?

    Jawaban: Pemberi hadiah tidak boleh membeli kembali hadiah yang telah diberikannya kepada saudaranya. Dari Umar Rhadiyallahu’anhu, ia berkata: ‘Aku memberi kuda untuk jihad fi sabilillah, ternyata kuda tersebut tidak diperhatikan oleh pemiliknya, maka saya berfikir bahwa ia akan menjual nya dengan harga murah, lalu aku bertanya kepada Rasulullah Shalallhu’alihi wa sallam tentang hal itu, kemudian beliau bersabda:

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (( لاَتَبْتَعْهُ وَإِنْ أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ فَإِنَّ الْعَائِدَ فِى صَدَقَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُوْدُ فِى قَيْئِهِ )) [ متفق عليه ]

    “Janganlah engkau membelinya, sekalipun ia menjualnya kepadamu dengan harga murah. Sesungguhnya orang yang kembali pada sedakahnya sama seperti anjing yang kembali pada muntahnya.”[1]

    Wabillahittaufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

    Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa 16/184

    [1]HR. al-Bukhari 1490 dan Muslim 1620-1621.

    Kategori ilmiyah: