Hukum Melepas Pakaian Antara Suami Istri

Keterangan

Pertanyaan yang dijawab oleh para ulama Lajnah Daimah yang berbunyi: “Apakah boleh pasangan suami istri saling membuka semua pakaian di hadapan yang lain? Apakah untuk melakukan jima’ ada do’a sebelumnya? Jika memang ada do’anya, tolong tuliskan nashnya (teksnya)”.

Download
Kirim komentar untuk Webmaster

Deskripsi terperinci

Hukum Melepas Pakaian Antara

Suami Istri

] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي

Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa

Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

2012 - 1433

﴿ حكم التجرد من اللباس بين الزوجين ﴾

« باللغة الإندونيسية »

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي

مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو

2012 - 1433

 بسم الله الرحمن الرحيم

Hukum Melepas Pakaian Antara Suami Istri

Pertanyaan: Apakah boleh pasangan suami istri saling membuka semua pakaian di hadapan yang lain? Apakah untuk melakukan jima’ ada do’a sebelumnya? Jika memang ada do’anya, tolong tuliskan nashnya (teksnya).

Jawaban: Pertama, bagi pasangan suami istri boleh saling membuka semua pakaian di hadapan yang lain, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud, dari Bahz bin Hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata: Aku bertanya: ‘Ya Rasulullah, aurat kami, apakah yang kami datangkan darinya dan apakah yang kami tinggalkan? Beliau menjawab:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((اِحْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِيْنُكَ. قَالَ: قُلْتُ: فَإِذَا كَانَ فِي الْقَوْمِ بَعْضُهُمْ فِي بَعْضٍ قَالَ: إِنِ اسْتَطَعْتَ أَلاَّ يَرَيَنَّكَ أَحَدٌ فَافْعَلْ.قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ, إِذَا كَانَ أَحَدُنَا خَالِيًا. قَالَ: اَللهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَا مِنْهُ مِنَ النَّاس)) (رواه أحمد وأبو داود وغيرهما)

“Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau jariyahmu.” Ia berkata: Aku berkata: ‘Apabila satu kaum saling bersama-sama? Beliau menjawab: ‘Jika engkau bisa bahwa tidak seorang pun yang melihatnya (aurat) maka lakukanlah.’ Ia berkata: Aku berkata: ‘Apabila seseorang dari kami berada sendirian? Beliau menjawab: ‘Merasa malu kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla lebih layak dari pada malu kepada manusia.”[1]

Kedua: Apabila seseorang ingin berhubungan badan dengan istrinya, ia membaca:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((بِسْمِ اللّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا)) (متفق عليه)

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas Rhadiyallahu’anhu, ia berkata: Nabi Muhammad Shalallhu’alaihi wasallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَي أَهْلَهُ قَالَ: بِسْمِ اللّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا" فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ أَبَدًا)) (متفق عليه)

Rasulullah Shalallhu’alaihi wasallam bersabda: “Jikalau salah seorang darimu ingin mendatangi istrinya membaca: ‘Dengan nama Allah, jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari anak yang Engkau berikan kepada kami’, lalu diberikan anak kepada keduanya, niscaya syetan tidak bisa mengganggunya.”[2]

Wabillahit taufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa 19/363.

[1] HR. Ahmad 5/3,4, Abu Daud 4017, at-Tirmidzi 2769, dan ia berkata: hadits hasan, an-Nasa`i dalam al-Kubra 8972, Ibnu Majah 1920, al-Hakim 4/180 (7358), ia menshahihkannya dan disekapakati oleh adz-Dzahabi

[2] HR. Bukhari 141, dan Muslim 1434.

Tanggapan anda