<     >  

38 - Surah Ṣād ()

|

(1) 1. Ṣād, demi Al-Qur`ān yang mengandung peringatan.

(2) 2. Tetapi orang-orang yang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.

(3) 3. Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.

(4) 4. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, "Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta."

(5) 5. Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.

(6) 6. Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.*(745)
*745). Menurut orang-orang kafir bahwa menyembah tuhan-tuhan itulah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah.

(7) 7. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir,*(746) ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,
*746). Yang dimaksud oleh orang kafir Quraisy dengan agama yang terakhir ialah agama Nasrani.

(8) 8. mengapa Al-Qur`ān itu diturunkan kepada dia di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur`ān-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab-(Ku).

(9) 9. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?

(10) 10. Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).

(11) 11. (Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.*(747)
*747). Ayat ini menceritakan perang Khandak di mana terdapat bala tentara yang terdiri dari beberapa golongan kaum musyrikin, Yahudi dan beberapa kabilah Arab yang menyerang kaum muslimin di Madinah. Peperangan ini berakhir dengan kocar-kacirnya bala tentara mereka. Sebagian mufassir mengatakan bahwa yang dimaksud di sini ialah perang Badar.

(12) 12. Sebelum mereka itu, kaum Nuh, `Ad, dan Fir'aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),

(13) 13. Dan (begitu juga) Ṣamud, kaum Luṭ dan penduduk Aikah.*(748) Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
*748). Penduduk Madyan yaitu kaum Syu'aib -'alaihissalām-.

(14) 14. Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.

(15) 15. Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.*(749)
*749). Untuk tanda hari kiamat dan teriakan ini sangat keras dan cepat.

(16) 16. Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan."

(17) 17. Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).

(18) 18. Sungguh, Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi,

(19) 19. dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah).

(20) 20. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah*(750) dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.
*750). Kenabian, kesempurnaan ilmu, dan ketelitian amal perbuatan.

(21) 21. Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?

(22) 22. Ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

(23) 23. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, "Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan."

(24) 24. Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

(25) 25. Lalu Kami mengampuni baginya (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

(26) 26. (Allah berfirman), “Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”

(27) 27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

(28) 28. Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?

(29) 29. Kitab (Al-Qur`ān) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.

(30) 30. Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).

(31) 31. (Ingatlah) ketika pada suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang tegak berdiri lagi kencang larinya,

(32) 32. Maka ia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai harta dunia (kuda), yang membuat aku tersibukkan dari mengingat Tuhanku, sampai matahari terbenam.”*(751)
*751). Sebagian mufassir ada yang menerjemahkan ayat 32 demikian, “Aku benar-benar menyukai barang yang baik (kuda) ini sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangannya.”

(33) 33. "Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku." Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.*(752)
*752). Sebagian mufassir ada yang menerjemahkan ayat 33 demikian, “Bawalah kembali semua itu kepadaku, lalu dia memotong kaki dan lehernya.”

(34) 34. Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.*(753)
*753). Sebagian mufassir mengatakan yang dimaksud dengan ujian ini ialah ketidakmampuan Sulaiman menjadikan 70 istrinya hamil dan melahirkan anak-anak yang siap jihad karena lupa mengatakan: Insya Allah.

(35) 35. Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

(36) 36. Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,

(37) 37. dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,

(38) 38. dan (setan) yang lain yang terikat dalam belenggu.

(39) 39. Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan.

(40) 40. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

(41) 41. Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”

(42) 42. (Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”

(43) 43. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.*(754)
*754). Nabi Ayub -'alaihissalām- menderita penyakit kulit beberapa waktu lamanya dan dia memohon pertolongan kepada Allah Subhānahu wata'āla kemudian Allah memperkenankan doanya dan memerintahkan agar dia menghentakkan kakinya ke bumi. Nabi Ayub -'alaihissalām- menaati perintah itu maka keluarlah air dari bekas kakinya. Atas petunjuk Allah, Ayub pun mandi dan minum dari air itu, sehingga sembuhlah dia dari penyakitnya dan dia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Maka mereka kemudian berkembang biak sampai jumlah mereka dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Pada suatu ketika, Nabi Ayub -'alaihissalām- teringat akan sumpahnya, bahwa dia akan memukul istrinya apabila sakitnya sembuh disebabkan istrinya pernah lalai mengurusinya sewaktu dia masih sakit. Tetapi timbul dalam hatinya rasa iba dan sayang kepada istrinya sehingga dia tidak dapat memenuhi sumpahnya dengan tidak dapat memenuhi sumpahnya. Maka turunlah petunjuk Allah seperti tercantum dalam ayat 44 surah ini, agar dia dapat melaksanakan sumpahnya dengan tidak menyakiti istrinya, yaitu memukulnya dengan seikat rumput.

(44) 44. Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).

(45) 45. Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Ya’qub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi).

(46) 46. Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan menganugerahkan akhlak yang tinggi kepadanya, yaitu selalu mengingat negeri akhirat.

(47) 47. Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.

(48) 48. Dan ingatlah Ismail, Ilyasa', dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.

(49) 49. Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik,

(50) 50. (Yaitu) surga 'Adn pintu-pintunya terbuka bagi mereka.

(51) 51. Di dalamnya mereka bersandar (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman (di surga itu).

(52) 52. Dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.

(53) 53. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.

(54) 54. Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.

(55) 55. Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk,

(56) 56. (yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.

(57) 57. Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin,

(58) 58. dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu.

(59) 59. (Dikatakan kepada mereka), “Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desakan bersama kamu (ke neraka).” Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).

(60) 60. (Para pengikut mereka menjawab), “Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.”

(61) 61. Mereka berkata (lagi), “Ya Tuhan kami, barang siapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka.”

(62) 62. Dan (orang-orang durhaka) berkata, “ mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap orang jahat (hina).

(63) 63. Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?”

(64) 64. Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka.

(65) 65. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa,

(66) 66. (yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun.”

(67) 67. Katakanlah, “Itu (Al-Qur`ān) adalah berita besar,

(68) 68. yang kamu berpaling darinya.

(69) 69. Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala’ul a`lā (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.

(70) 70. Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.”

(71) 71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.

(72) 72. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”

(73) 73. Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,

(74) 74. kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.

(75) 75. (Allah) berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”

(76) 76. (Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

(77) 77. (Allah) berfirman, “Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.

(78) 78. Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”

(79) 79. (Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan.”

(80) 80. (Allah) berfirman, “Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,

(81) 81. sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat).”

(82) 82. (Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

(83) 83. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”*(755)
*755). Orang-orang yang telah diberi taufik untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah.

(84) 84. (Allah) berfirman, “Maka kebenaran itu dari-Ku, dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.

(85) 85. Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”

(86) 86. Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.

(87) 87. (Al-Qur`ān) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.

(88) 88. Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur`ān) setelah beberapa waktu lagi.”*(756)
* 756). Kebenaran berita-berita Al-Qur`ān itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

<     >