Kategori ilmiyah

  • Indonesia

    PDF

    Sungguh generasi pendahulu kita dengan sadar telah menikmati sensasi ayat-ayat al-Quran dan sunah Nabi. Mereka mengamalkannya dalam praktek keseharian. Kehidupan di luar masjid tidak membuat mereka tidak menjalankannya. Mereka tidak memisahkan dan menjadikan aktivitas kehidupan amaliah (duniawi) sebagai satu sisi dan agama pada sisi yang lain, tetapi keduanya saling melengkapi. Mereka adalah generasi yang telah menaklukkan dunia. Al-Quran dan sunah mengalir dalam darah yang bercampur dengan daging dan lemak mereka. Risalah ini adalah petikan dari kisah-kisah generasi salafusoleh dalam berinteraksi dengan ayat-ayat al-Quran. Semoga dapat menjadi pelajaran.

  • Indonesia

    PDF

    Saya mempunyai saudara perempuan yang membawa kami dengan mobilnya (mengantarkan) hadir pelajaran Al-Qur’an Al-Karim, akan tetapi dia marah ketika kami tidak mengajarkan sebagian doa dan zikir. Suatu ketika dia pernah mengatakan, ‘Bahwa dia balasan dari bantuan yang diberikannya. Bahwa pengajaran ini sebagai penggantinya. Kemudian dia mengatakan, ‘Saya tidak akan mengambil (dan mengantarkannya) kalau saya tahu kamu semua menyimpan pembelajaran dan kebaikan untuk diri kamu sendiri dan kamu semua tidak ingin keikut sertaanku bersama kamu semua. Pertanyaanku adalah apa pendapat anda terhadap perkataannya yang diucapkannya? Apakah merusak pahalanya? Saya takut kepadanya dan saya tidak ingin tertutup dari pahala disebabkan ungkapannya ini.

  • Indonesia

    PDF

    Saya mempunyai ibu yang tidak dapat membaca. Saya ingin banyak berbakti kepadanya. Makam apa yang saya baca dari Al-Qur’an, pahalanya saya jadikan untuknya. Ketika saya mendengar bahwa hal itu tidak dibolehkan, saya meninggalkan hal itu. Maka saya mulai bershadaqah dengan uang untuknya. Sementara beliau sekarang masih hidup. Apakah pahala shadaqah dari uang atau yang lainnya sampai kepadanya baik, beliau dalam kondisi hidup atau mati? Ataukah tidak ada yang sampai kecuali doa, dan tidak ada kecuali itu saja (doa). Sebagaimana dalam hadits: “Ketika seorang hamba meninggal dunia, amalannya terputus kecuali tiga, dan disebutkan, anak sholeh yang berdoa untuknya.” Dan apakah seseorang dikala dia memperbanyak doa untuk kedua orang tuanya dalam shalat atau lainnya baik berdiri atau duduk, dapat dijadikan dapat menjadi saksi bahwa dia adalah anak shaleh yang diharapkan kebaikannya di sisi Allah? Kami harapkan penjelasan, semoga Allah memberikan anda pahala yang berlimpah.

  • Indonesia

    PDF

    Pertanyaan yang dijawab oleh Syaikh Shalih bin Abdullah al-Fauzan –hafizhahullah- yang berbunyi: “Kami sering mendengar dari teman-teman menggunakan ayat-ayat al-Qur`an untuk memberikan contoh seperti firman Allah swt: Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu (QS. Thaha:55). Apakah ini boleh atau tidak? Apabila boleh, dalam kondisi bagaimanakah boleh menyebutkannya dan mengulanginya? Semoga Allah swt membalas kebaikan untukmu.”

Tanggapan anda